Liputan6.com, Jakarta - Surat Al-Furqan ayat 74 adalah salah satu doa paling agung dalam Al-Qur'an yang mengandung permohonan agar dikaruniai pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk hati, serta dijadikan pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. Ayat ini menjadi gambaran visi keluarga yang dirindukan oleh setiap Muslim; tak hanya saleh secara individu, tetapi juga menjadi teladan dan pemimpin dalam kebaikan bagi masyarakat.
Dalam Tafsir Al-Munir karya Syekh Wahbah Zuhaili, dijelaskan bahwa ayat ini mengandung penjelasan mengenai ciri-ciri 'ibadurrahman, yaitu hamba Allah yang taat. Mereka berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah agar menjadikan pasangan dan keturunan mereka sebagai orang-orang yang mendapat petunjuk, taat kepada Allah, dan membawa kebahagiaan bagi mereka.
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik juga menekankan bahwa doa-doa yang diajarkan dalam Al-Qur'an, termasuk doa dalam Surat Al-Furqan ayat 74, merupakan doa-doa yang penuh berkah dan mengumpulkan seluruh kebaikan.
Ustaz Salehuddin bin Abu Samah dalam Koleksi Doa dan Zikir menyebutkan bahwa doa ini termasuk di antara doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para nabi terdahulu untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Doa ini mengajarkan bahwa membangun keluarga yang saleh dan melahirkan generasi pemimpin merupakan bagian dari ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Bacaan Surat Al-Furqan Ayat 74
Arab: وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا
Latin: Walladzîna yaqûlûna rabbanâ hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyâtinâ qurrata a'yuniw waj'alnâ lil-muttaqîna imâmâ
Artinya: "Dan, orang-orang yang berkata, 'Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.'" (QS. Al-Furqan: 74)
Tafsir Ulama tentang Surat Al-Furqan Ayat 74
Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan orang-orang yang berdoa kepada Allah agar dari tulang sulbi mereka dikeluarkan keturunan yang taat dan beribadah hanya kepada Allah.
Ibnu Katsir mengutip pendapat Ibnu Abbas yang mengatakan, "Yaitu orang yang beramal ketaatan kepada Allah, sehingga menjadi penyejuk mata mereka di dunia dan di akhirat". Ikrimah juga berpendapat, "Mereka tidak dikehendaki menjadi orang yang pandai atau tampan, akan tetapi mereka diinginkan agar menjadi orang yang taat".
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di menjelaskan bahwa ayat ini mengandung doa agar Allah menjadikan pasangan dan keturunan mereka sebagai qurrata a'yun (penyejuk mata), yaitu dengan melihat mereka selalu taat kepada Allah.
Mereka juga berdoa agar dijadikan imam bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu mencapai derajat shiddiqin dan hamba-hamba Allah yang sempurna, menjadi teladan dalam ucapan dan perbuatan, diikuti oleh orang-orang baik, serta memberi petunjuk dan mendapat petunjuk.
Syekh Wahbah Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir menyatakan bahwa istri yang salehah dan anak yang saleh adalah sumber kebahagiaan dan kedamaian bagi seorang mukmin. Ketika seorang mukmin melihat keluarganya taat kepada Allah SWT, hatinya merasa tenteram dan bahagia baik di dunia maupun di akhirat.
Doa ini juga mencerminkan harapan agar keturunan mereka kelak menjadi pemimpin yang menjadi teladan dalam kebaikan dan ketaatan kepada agama.
Az-Zamakhsyari dalam Al-Kasysyaf menjelaskan bahwa ayat ini mengandung isyarat bahwa kepemimpinan dalam agama harus dicari dan diinginkan. Beliau juga menyebutkan riwayat yang menyatakan bahwa ayat-ayat ini turun berkenaan dengan sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.
Kandungan Makna Mendalam Surat Al-Furqan Ayat 74
Surat Al-Furqan ayat 74 mengandung beberapa elemen utama yang menjadi fondasi spiritual dan sosial seorang mukmin:
1. Qurrata A'yun: Penyejuk Mata dari Pasangan dan Keturunan
Frasa qurrata a'yun secara linguistik berarti "penyejuk mata" atau "buah hati yang paling dicintai." Menurut Ibnu Abbas, qurratul a'yun berarti keturunan yang taat kepada Allah. Al-Hasan Al-Basri pernah ditanya tentang makna ayat ini dan menjawab, "Yaitu Allah memperlihatkan hamba-Nya yang Muslim dari isterinya, saudaranya, dan anaknya dalam ketaatan kepada Allah. Tidak, demi Allah, tidak ada sesuatu yang dapat menyejukkan mata seorang muslim dibandingkan ia melihat anak yang dilahirkannya dan saudara yang mengasihinya sebagai orang yang taat kepada Allah SWT".
2. Lil-Muttaqina Imama: Menjadi Pemimpin bagi Orang-Orang Bertakwa
Frasa waj'alnâ lil-muttaqîna imâmâ mengandung permohonan agar dijadikan pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. Ibnu Abbas, Al-Hasan As-Saddi, Qatadah, dan Ar-Rabi' ibnu Anas mengatakan bahwa yang dimaksud adalah para pemimpin yang diikuti dalam kebaikan. Dalam Tafsir Al-Munir, dijelaskan bahwa doa ini mencerminkan harapan agar keturunan mereka kelak menjadi pemimpin yang menjadi teladan dalam kebaikan dan ketaatan kepada agama.
Susunan kalimat waj'alnâ lil-muttaqîna imâmâ merupakan bentuk yang tidak lazim. Jika bentuknya lazim, maka susunannya adalah waj'alnâ imâman lil-muttaqîn. Bentuk yang tidak lazim ini menyimpan hikmah bahwa kumpulan orang-orang yang bertakwa lebih utama untuk dibangun agar lebih mudah mencetak dan mendapatkan figur-figur pemimpin.
4. Keterkaitan antara Pasangan, Keturunan dan Kepemimpinan
Ayat ini menunjukkan bahwa rantai kepemimpinan yang saleh dimulai dari pemilihan pasangan yang baik, yang kemudian melahirkan keturunan yang saleh, dan dari keturunan yang saleh itulah lahir pemimpin-pemimpin yang bertakwa. Dalam Jurnal Suluf (Vol. 16, No. 1, Juni 2023), dijelaskan bahwa qurratul a'yun juga diinterpretasikan sebagai upaya membentuk anggota keluarga yang setara dan harmonis, di mana semua elemen saling melengkapi untuk mendiskusikan segala hal dalam keluarga.
Asbabun Nuzul Surat Al-Furqan Ayat 74
Surat Al-Furqan adalah surat Makkiyah yang diturunkan di Mekah sebelum hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah. Surat ini terdiri dari 77 ayat dan termasuk dalam golongan surat-surat Makkiyah yang banyak membahas tentang tauhid, kenabian, dan hari kiamat.
Mengenai asbabun nuzul khusus ayat 74, terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan peristiwa Migdad Al-Aswad yang menegur seseorang yang memuji keluarga sahabat dan membandingkannya dengan keadaannya saat itu. Namun, sebagian ulama juga menyatakan bahwa ayat-ayat ini turun berkenaan dengan sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.
Dalam konteks yang lebih luas, ayat ini merupakan bagian dari rangkaian ayat-ayat sebelumnya (ayat 63-77) yang menggambarkan sifat-sifat 'ibadurrahman (hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih). Ayat 74 ini secara khusus menyoroti salah satu sifat utama mereka, yaitu perhatian yang besar terhadap keluarga dan doa yang tulus untuk kebaikan pasangan dan keturunan mereka.
Imam Thabari dalam tafsirnya menjelaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang berharap kepada Allah dengan doa mereka, "Rabb kami, karuniakan kepada kami dari pasangan dan anak-anak kami apa-apa yang membuat hati kami tenang, yaitu dengan Engkau perlihatkan kepada kami mereka melakukan ketaatan kepada-Mu".
Hikmah Surat Al-Furqan Ayat 74
1. Keluarga Saleh adalah Sumber Kebahagiaan Sejati
Kebahagiaan sejati seorang mukmin terletak pada keluarga yang saleh. Ibnu Abbas mengatakan bahwa mereka ingin memperoleh keturunan yang selalu mengerjakan ketaatan kepada Allah sehingga hati mereka menjadi sejuk melihat keturunannya dalam keadaan demikian, baik di dunia maupun di akhirat. Ini mengajarkan bahwa harta, jabatan, dan popularitas bukanlah ukuran kebahagiaan, melainkan keluarga yang taat kepada Allah.
2. Doa adalah Sarana Membentuk Generasi Pemimpin
Doa memiliki peran besar dalam membentuk generasi pemimpin. Surat Al-Furqan ayat 74 mengajarkan bahwa sebelum menginginkan anak menjadi pemimpin, orang tua harus terlebih dahulu berdoa dan berusaha membentuk keluarga yang bertakwa. Ustaz Salehuddin bin Abu Samah dalam Koleksi Doa dan Zikir menekankan bahwa doa ini termasuk amalan yang sangat dianjurkan untuk dibaca setiap hari.
3. Kepemimpinan dalam Kebaikan adalah Cita-Cita Mulia
Menjadi pemimpin dalam kebaikan (imam lil-muttaqin) merupakan cita-cita yang mulia. As-Sa'di menjelaskan bahwa derajat imamah dalam agama tidak akan tercapai kecuali dengan kesabaran dan keyakinan, sebagaimana firman Allah: "Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar dan mereka meyakini ayat-ayat Kami". Ini mengajarkan bahwa kepemimpinan yang hakiki lahir dari kesabaran dan keyakinan yang kokoh.
4. Pentingnya Memilih Pasangan yang Saleh
Pentingnya memilih pasangan yang saleh sebagai fondasi keluarga. Dalam ayat ini, kata azwaj (pasangan) disebutkan sebelum dzurriyah (keturunan), yang memberikan isyarat bahwa baiknya pasangan adalah jalan utama untuk memperbaiki anak keturunan. Terutama para istri, yang interaksi mereka dengan anak-anak lebih intens, sehingga pembinaan ke arah istri menjadi prioritas utama.
5. Kemanfaatan Doa Bersifat Luas
Doa ini tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat luas. As-Sa'di menjelaskan bahwa meskipun doa ini untuk keluarga, hakikatnya juga doa untuk dirinya karena kemanfaatannya akan tertuju padanya. Bahkan kemanfaatannya akan dinikmati oleh kaum Muslimin pada umumnya, karena baiknya sebuah keluarga adalah faktor utama baiknya masyarakat yang meliputinya.
Pertanyaan Seputar Surat Al-Furqan
1. Apa arti Surat Al-Furqan ayat 74?
Surat Al-Furqan ayat 74 berisi doa: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."
2. Apa yang dimaksud dengan qurrata a'yun dalam Surat Al-Furqan ayat 74?
Qurrata a'yun berarti "penyejuk mata" atau "buah hati yang paling dicintai." Menurut Ibnu Abbas, maknanya adalah keturunan yang taat kepada Allah sehingga hati menjadi sejuk melihat ketaatan mereka, baik di dunia maupun di akhirat.
3. Kapan waktu yang tepat membaca doa Surat Al-Furqan ayat 74?
Doa ini dapat dibaca kapan saja, terutama setelah salat wajib, dalam doa-doa harian, dan pada malam hari. Doa ini juga sering dibaca oleh para imam salat setelah selesai membaca surat Al-Furqan dalam salat.
4. Mengapa dalam Surat Al-Furqan ayat 74 disebutkan pasangan sebelum keturunan?
Penyebutan azwaj (pasangan) sebelum dzurriyah (keturunan) memberikan isyarat bahwa baiknya pasangan adalah jalan utama untuk memperbaiki anak keturunan. Terutama para istri, yang interaksi mereka dengan anak-anak lebih intens, sehingga pembinaan ke arah istri menjadi prioritas utama.
5. Apakah doa Surat Al-Furqan ayat 74 hanya untuk orang yang sudah menikah?
Doa ini dapat dibaca oleh siapa saja, baik yang sudah menikah maupun yang belum. Bagi yang belum menikah, doa ini dapat menjadi permohonan agar dikaruniai pasangan dan keturunan yang saleh di masa depan. Bagi yang sudah menikah, doa ini menjadi permohonan agar keluarga yang telah dibangun tetap dalam ketaatan kepada Allah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5156168/original/093553200_1741427681-27937ed9a460ba252f86ffad909d8657.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102744/original/034549900_1737446919-1737445609592_tata-cara-sholat-tahajud-2-rakaat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8627023/original/022700000_1782622344-masjid-pogung-dalangan-GGtHPUYx6oI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165509/original/009073500_1742184236-535f032ee6b6e3beccec5dfc251f3802.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102724/original/068820500_1737446861-1737445502460_cara-sholat-taubat-untuk-perempuan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154234/original/039508200_1741337636-20250307-Tadarus-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507305/original/081482200_1771489245-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4919191/original/040795900_1723718109-Ilustrasi_pasrah__berserah__berdoa.jpg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382328/original/091326000_1760578848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-15T134632.180.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7617354/original/030596700_1780403789-cek_fakta_-_bulog.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6363680/original/024922800_1779238711-Tugas__15_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4081826/original/095015200_1657181935-eid-al-adha-g4b5ad3a7d_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215229/original/033266000_1746799361-4ff83da7-1538-4742-9157-6cfce7cd7661.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4482819/original/082028900_1687846264-Kekhusyukan_jemaah_haji_panjatkan_doa_di_Jabal_Rahmah-AP__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336023/original/016338800_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3081754/original/022995900_1584692954-20200320-Suasana-Salat-Jumat-di--Masjid-Agung-Al-Azhar-Jakarta-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6211301/original/095777700_1779089408-wadah_daging_kurban_selain_plastik_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2336374/original/082096200_1534823979-Salat-Idul-Adha-1439-H5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4360739/original/034777500_1678955496-Menteri_keuangan_Sri_Mulyani-Herman_Zakharia__3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531067/original/095633800_1773546706-Klaim_bantuan_dari_Purbaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6493867/original/025420800_1779351314-unnamed__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7961905/original/013698500_1780798434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-07T090929.694.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4945767/original/075099200_1726555143-siswa-SD-PIP-dan-sinpel-2048x1365.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398477/original/084799400_1761886002-WhatsApp_Image_2025-10-30_at_23.11.40.jpeg)