Surat Ad-Duha Ayat 3-5, Tafsir dan Kandungannya

9 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Surat Ad-Duha ayat 3-5 merupakan inti dari surah ke-93 dalam Al-Qur'an yang menjadi penghiburan dan penegasan kasih sayang Allah kepada Nabi Muhammad SAW.

Surah yang terdiri dari 11 ayat ini tergolong Makkiyah dan diturunkan di Mekkah ketika Nabi Muhammad SAW tengah dilanda kesedihan mendalam akibat terhentinya wahyu untuk sementara waktu.

M. Yusron Asrofie dalam makalahnya menjelaskan, para mufasir klasik dan kontemporer, seperti Zamakhshari dalam al-Kashshaf, Muhammad 'Abduh dalam Tafsir al-Qur'an al-Karim, dan Bint al-Shati' dalam al-Tafsir al-Bayani lil-Qur'an al-Karim, memberikan perhatian serius terhadap ayat 3-5 karena ketiganya mengandung janji dan jaminan Allah yang menguatkan hati Nabi SAW.

Ketiga ayat ini tidak hanya berbicara pada konteks historis turunnya wahyu, tetapi juga mengandung nilai-nilai pendidikan dan spiritual yang relevan bagi setiap mukmin yang menghadapi ujian hidup.

KH. Moechjar Dahri dalam Tafsir Juz Amma menegaskan bahwa ayat-ayat ini mengajarkan tentang keutamaan akhirat, janji pemberian yang memuaskan, serta pentingnya bersyukur atas nikmat Allah.

Ayat 3: مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰى

Latin: Mā wadda'aka rabbuka wa mā qalā

Artinya: "Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu."

Ayat 4: وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰى

Walal-ākhiratu khairul laka minal-ūlā

Artinya: "Dan sungguh, akhirat itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia)."

Ayat 5: وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰى

Latin: Wa lasaufa yu'ṭīka rabbuka fatarḍā

Artinya: "Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia kepadamu, sehingga engkau merasa rida."

Ayat 3 menegaskan bahwa Allah tidak meninggalkan Nabi Muhammad SAW dan tidak pula membencinya. Zamakhshari dalam al-Kashshaf menjelaskan bahwa ayat ini turun sebagai bantahan terhadap tuduhan orang-orang musyrik yang menyatakan bahwa Nabi telah ditinggalkan oleh Tuhannya karena wahyu tidak turun beberapa hari.

'Abduh menambahkan bahwa terputusnya wahyu bukanlah tanda kemarahan Allah, melainkan untuk menguatkan hati Nabi dalam melaksanakan misinya. Bint al-Shati' menekankan bahwa pemilihan kata "rabbuka" (Tuhanmu) bukan "Allah" menunjukkan kedekatan dan kasih sayang Allah kepada Nabi-Nya.

Ayat 4 menyatakan bahwa akhirat lebih baik daripada kehidupan awal di dunia. Zamakhshari menafsirkan "al-akhirah" sebagai hari akhirat, sementara 'Abduh membatasinya sebagai akhir dari wahyu yang terus mengalir hingga agama Islam menjadi sempurna.

Bint al-Shati' berusaha memahami makna linguistik asli kata tersebut dan menyimpulkan bahwa masa akhir Nabi Muhammad SAW lebih baik daripada masa awalnya.

Ayat 5 merupakan janji Allah bahwa Dia akan memberikan karunia-Nya kepada Nabi sehingga Nabi merasa puas. Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur'an al-'Azhim menyebutkan bahwa karunia tersebut meliputi kemenangan atas musuh-musuh, masuknya orang-orang berbondong-bondong ke dalam Islam, serta kenikmatan di akhirat berupa istana-istana dan sungai al-Kautsar.

Dalam Tafsir Al-Muyassar dijelaskan bahwa Allah akan memberikan berbagai nikmat di akhirat sehingga Nabi benar-benar rida.

Kandungan Surat Ad-Duha Ayat 3-5

1. Jaminan Kasih Sayang Allah yang Tidak Pernah Putus

Ayat 3 menegaskan bahwa Allah tidak meninggalkan hamba-Nya yang beriman, sekalipun dalam keadaan sepi dan penuh ujian.

2. Keutamaan Akhirat atas Dunia

Ayat 4 mengajarkan bahwa kehidupan akhirat jauh lebih baik dan kekal dibandingkan dengan kehidupan dunia yang sementara. Nilai pendidikan ini mengajak manusia untuk tidak larut dalam urusan duniawi.

3. janji pemberian yang memuaskan

Ayat 5 menegaskan bahwa Allah akan memberikan karunia-Nya kepada orang-orang yang sabar dan beriman, sehingga pada akhirnya mereka akan merasa puas dan bahagia.

4. Pentingnya Bersyukur dan Tidak Menyekutukan Allah

KH. Moechjar Dahri dalam Tafsir Juz Amma menekankan bahwa nikmat Allah harus selalu diingat dan disyukuri, bukan disekutukan dengan selain Allah.

5. Penghiburan Bagi Jiwa yang Gelisah

Surat ini turun untuk menghibur Nabi yang tengah bersedih, sekaligus menjadi obat bagi setiap mukmin yang dilanda kegelisahan.

Asbabun nuzul atau sebab turunnya surat Ad-Duha ayat 3-5 berkaitan erat dengan peristiwa terhentinya wahyu selama beberapa hari. Dalam riwayat yang disebutkan oleh Syekh Wahbah az-Zuhaili dalam at-Tafsirul Munir, hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Jundab menyebutkan bahwa Nabi SAW sakit sehingga tidak melaksanakan qiyamul lail selama satu atau dua malam.

Seorang perempuan mendatangi Nabi dan berkata: "Hai Muhammad, aku tidak melihat setanmu kecuali dia telah meninggalkanmu." Maka Allah menurunkan ayat 1-3 surat Ad-Duha sebagai jawaban.

Riwayat lain dari Sa'id bin Mansur al-Faryabi dari Jundab menyebutkan bahwa Jibril melambatkan penurunan wahyu, kemudian orang-orang musyrik berkata: "Allah sungguh telah meninggalkan Muhammad." Maka turunlah ayat wadh-dhuha.

Al-Hakim dari Zaid bin Arqam juga meriwayatkan bahwa Ummu Jamil, istri Abu Lahab, berkata: "Aku tidak melihat sahabatmu kecuali telah meninggalkan dan membencimu."

Kemudian Allah menurunkan surat Ad-Duha. Latar belakang turunnya surat ini adalah untuk menguatkan hati Rasulullah SAW yang dituduh ditinggalkan oleh Allah karena wahyu tidak turun beberapa waktu.

Pertama, menumbuhkan optimisme dalam menghadapi ujian hidup. Ayat 3 mengajarkan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya. Dalam Tafsir Jalalain disebutkan bahwa manusia terlalu sibuk dengan dunianya, padahal Allah selalu bersama orang-orang yang beriman.

Kedua, mengutamakan akhirat daripada dunia. Ayat 4 menegaskan bahwa akhirat lebih baik daripada dunia. Nilai pendidikan ini mengajak manusia untuk mempersiapkan bekal akhirat dan tidak terlena oleh kesenangan dunia yang menipu.

Ketiga, menumbuhkan rasa syukur atas nikmat Allah. Ayat 5 menegaskan bahwa Allah akan memberikan karunia-Nya. Syaikh As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa bentuk karunia kepada Nabi Muhammad SAW adalah syafaat dan kenikmatan di akhirat.

Keempat, sabar dan tawakal dalam menghadapi cobaan. Terhentinya wahyu adalah ujian bagi Nabi. Dengan memahami ayat ini, seorang mukmin belajar untuk tetap sabar dan bertawakal kepada Allah.

Kelima, meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. Ayat-ayat ini menggambarkan kepribadian Nabi yang sabar, tabah, dan selalu berprasangka baik kepada Allah. Bint al-Shati' dalam tafsirnya menyimpulkan bahwa misi pembaharuan dan pemberian petunjuk adalah inti dari surat ini.

1. Apa arti surat Ad-Duha ayat 3?

Surat Ad-Duha ayat 3 berarti "Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu." Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan Nabi-Nya.

2. Apa isi kandungan surat Ad-Duha ayat 4?

Surat Ad-Duha ayat 4 mengandung pesan bahwa akhirat itu lebih baik daripada kehidupan dunia. Kehidupan akhirat penuh dengan kemuliaan dan kekekalan.

3. Mengapa surat Ad-Duha ayat 3-5 diturunkan?

Surat Ad-Duha ayat 3-5 diturunkan sebagai jawaban atas tuduhan orang-orang musyrik yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW telah ditinggalkan oleh Tuhannya karena wahyu tidak turun beberapa waktu.

4. Apa janji Allah dalam surat Ad-Duha ayat 5?

Allah menjanjikan bahwa Dia akan memberikan karunia-Nya kepada Nabi Muhammad SAW sehingga Nabi merasa puas. Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa karunia tersebut meliputi kenikmatan di surga berupa istana-istana dan sungai al-Kautsar.

5. Apa nilai pendidikan yang terkandung dalam surat Ad-Duha ayat 3-5?

Nilai pendidikan yang terkandung antara lain: jaminan kasih sayang Allah, keutamaan akhirat, janji pemberian yang memuaskan, pentingnya bersyukur, serta penghiburan bagi jiwa yang gelisah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |