Liputan6.com, Jakarta - Surat Al-Mu'minun ayat 118 menjadi ayat penutup sarat makna dalam surah ke-23 Al-Qur'an yang merangkum pesan ketauhidan dan etika atau kerendahan hati seorang hamba di hadapan Tuhannya. Ayat ini merupakan perintah Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus menjadi penegasan bahwa tidak ada tempat berlindung selain Allah.
Dalam Jurnal Konsep Pendidikan Iman dalam QS. Al-Mukminun karya Dadan Rusmana dkk, dijelaskan bahwa surat Al-Mu'minun tergolong surah Makkiyyah dengan 118 ayat yang menekankan pokok-pokok keimanan dan tauhid.
Surah ini dibuka dengan penetapan keberuntungan bagi orang-orang mukmin yang memiliki enam sifat utama, lalu ditutup dengan ayat 118 yang mengajarkan doa pengampunan dan rahmat.
Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir Juz 18 menegaskan bahwa ayat ini adalah perintah Allah kepada Nabi-Nya untuk mengajarkan umat manusia agar senantiasa memohon ampunan dan rahmat, karena hanya Allah sebaik-baik pemberi rahmat. Bacaan doanya adalah petikan ayat 118 surah Al-Mu’minun tersebut.
Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah ulasan mengenai surat Al-Mu'minun ayat 118, meliputi bacaan, arti, tafsir, kandungan dan hikmahnya untuk umat Islam.
Teks Lengkap Surat Al-Mu'minun Ayat 118
وَقُل رَّبِّ ٱغْفِرْ وَٱرْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰحِمِينَ
Latin: Wa qur rabbigfir warham wa anta khairur-rāḥimīn
Artinya: "Dan katakanlah: 'Ya Tuhanku, berilah ampunan dan rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat yang paling baik.'"
Tafsir Surat Al-Mu'minun Ayat 118
Ayat ini merupakan perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW untuk berdoa dengan kalimat yang penuh makna. Menurut Tafsir Al-Muyassar makna ayat ini adalah: "Katakanlah wahai Nabi, 'Wahai Tuhanku, maafkanlah dosa-dosa dan berilah rahmat. Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik Dzat yang merahmati orang yang memiliki dosa dan tidak menyiksanya karena dosanya, maka terimalah taubatnya.'"
Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah menambahkan bahwa ayat ini mencakup permohonan ampunan untuk Nabi dan seluruh orang beriman, serta permohonan rahmat yang luas dari Allah.
Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Wajiz menjelaskan bahwa Allah memerintahkan Rasulullah untuk beristighfar agar umatnya meneladani beliau dalam mengerjakannya.
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menegaskan bahwa "ampunan" berarti penghapusan dosa dan penyembunyiannya dari manusia, sedangkan "rahmat" berarti bimbingan dan pertolongan untuk berkata serta berbuat baik.
Ayat ini memerintahkan Nabi untuk memohon ampunan dan rahmat bagi orang-orang mukmin, dan menegaskan bahwa Allah adalah Pemberi rahmat yang paling utama.
Kandungan Surat Al-Mu'minun Ayat 118
Ayat ini mengandung beberapa pelajaran mendalam yang dapat dipahami sebagai berikut:
1. Perintah Berdoa dengan Penuh Kehambaan
Allah secara langsung memerintahkan Nabi Muhammad SAW, dan melalui beliau seluruh umat Islam, untuk senantiasa berdoa dengan kalimat yang mengandung pengakuan akan kelemahan diri di hadapan Allah.
2. Penggabungan Dua Permohonan Agung
Ayat ini mengajarkan untuk menggabungkan permohonan ampunan (maghfirah) dan permohonan rahmat (rahmat) dalam satu doa. Ampunan menghapus dosa-dosa yang telah lalu, sedangkan rahmat menjaga dari terjerumus kembali ke dalam kesalahan dan memberikan kekuatan untuk terus berjalan di jalan kebaikan.
3. Pengakuan atas Kelemahan Diri
Doa ini mengajarkan kerendahan hati di hadapan Allah. Kita mengakui dosa-dosa kita dan menyadari bahwa hanya Allah-lah satu-satunya tempat bergantung untuk mendapatkan ampunan dan kasih sayang.
4. Penegasan Kualitas Rahmat Allah
Ungkapan "Engkaulah sebaik-baiknya pemberi rahmat" merupakan pengakuan bahwa seluruh kasih sayang yang ada di dunia ini hanyalah setetes dari lautan rahmat Allah. Rahmat Allah kepada hamba-Nya jauh lebih besar daripada kasih sayang seorang ibu kepada anaknya yang masih menyusu.
5. Penutup Surah yang Sarat Makna
Ayat ini menjadi penutup surah Al-Mu'minun yang diawali dengan penetapan keberuntungan bagi orang-orang mukmin, lalu diakhiri dengan doa yang mengukuhkan posisi hamba yang senantiasa membutuhkan Tuhannya.
Asbabun Nuzul Surat Al-Mu'minun Ayat 118
Surat Al-Mu'minun merupakan surah Makkiyyah yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Secara khusus, tidak terdapat riwayat asbabun nuzul yang spesifik untuk ayat 118.
Konteks historis ayat ini adalah periode akhir kenabian di Mekah, ketika Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya menghadapi penolakan dan tekanan dari kaum Quraisy. Ayat ini menjadi peneguhan spiritual bahwa di tengah kesulitan, seorang hamba harus tetap memohon ampunan dan rahmat Allah sebagai sumber kekuatan.
Ayat ini berfungsi sebagai penutup surah yang merangkum pesan utama dan memberikan arahan praktis bagi kaum beriman setelah berbagai kisah umat terdahulu dan peringatan tentang hari kiamat dipaparkan.
Dalam Jurnal Konsep Pendidikan Iman dalam QS. Al-Mukminun karya Dadan Rusmana dkk, dijelaskan bahwa ayat-ayat tentang iman dalam QS. Al-Mukminun seluruhnya tergolong ayat Makkiyyah, karena tanda-tanda surah Makkiyah secara umum adalah ayat-ayatnya pendek-pendek, kemudian dari segi kandungannya berisi pokok-pokok keimanan dan tauhid.
Hikmah Memahami Surat Al-Mu'minun Ayat 118
1. Menumbuhkan Kesadaran akan Kebutuhan terhadap Ampunan Allah
Ayat ini mengajarkan bahwa setiap manusia, termasuk Nabi Muhammad SAW, senantiasa membutuhkan ampunan Allah. Kesadaran ini mencegah seseorang dari sifat sombong dan merasa suci, serta mendorong untuk senantiasa bertaubat dan memperbaiki diri.
2. Mengajarkan Keseimbangan antara Dosa dan Rahmat
Ayat ini menggabungkan permohonan ampunan dan rahmat dalam satu doa. Ampunan menghapus dosa, sedangkan rahmat membimbing dan menguatkan seseorang untuk tidak kembali kepada kesalahan. Keseimbangan ini mengajarkan bahwa iman bukan hanya tentang membersihkan diri dari dosa, tetapi juga tentang terus tumbuh dalam kebaikan.
3. Meneladani Doa Nabi Muhammad SAW sebagai Wirid Harian
Ayat ini merupakan doa yang langsung diajarkan Allah kepada Nabi-Nya. Mengamalkannya secara rutin menjadikan kita meneladani Rasulullah SAW dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah.
4. Menyadari Luasnya Rahmat Allah
Ayat ini menegaskan bahwa Allah adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Kesadaran ini menumbuhkan optimisme dalam beriman, karena sebesar apapun dosa seseorang, rahmat Allah jauh lebih luas selama ia mau bertaubat dan memohon ampunan.
5. Menjaga Kerendahan Hati di Hadapan Allah
Doa ini mengajarkan sikap tawadhu' atau rendah hati. Dengan mengakui kelemahan dan dosa, seseorang terhindar dari sifat angkuh dan merasa lebih baik dari orang lain. Kerendahan hati inilah yang menjadi pintu masuk bagi rahmat dan ampunan Allah.
Pertanyaan Seputar Al Mu'minun
1. Apa arti surat Al-Mu'minun ayat 118?
Surat Al-Mu'minun ayat 118 berisi perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW untuk berdoa memohon ampunan dan rahmat, serta menegaskan bahwa Allah adalah Pemberi rahmat yang paling baik.
2. Apa saja kandungan surat Al-Mu'minun ayat 118?
Kandungan utamanya meliputi perintah berdoa dengan penuh kehambaan, penggabungan permohonan ampunan dan rahmat, pengakuan atas kelemahan diri, penegasan kualitas rahmat Allah, dan fungsinya sebagai penutup surah yang sarat makna.
3. Kapan surat Al-Mu'minun ayat 118 diturunkan?
Ayat ini diturunkan di Mekah sebelum hijrah, sehingga tergolong ayat Makkiyyah. Surat Al-Mu'minun sendiri terdiri dari 118 ayat dan termasuk kelompok surah Makkiyyah.
4. Apa hikmah membaca surat Al-Mu'minun ayat 118?
Hikmahnya antara lain menumbuhkan kesadaran akan kebutuhan ampunan Allah, mengajarkan keseimbangan antara ampunan dan rahmat, meneladani doa Nabi SAW, menyadari luasnya rahmat Allah, dan menjaga kerendahan hati.
5. Siapa ulama yang menafsirkan surat Al-Mu'minun ayat 118?
Beberapa ulama yang menafsirkan ayat ini antara lain Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir, Syaikh Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Wajiz, Syaikh Muhammad Sulaiman Al Asyqar dalam Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir, serta Tim Tafsir Al-Muyassar dan Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507305/original/081482200_1771489245-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8627020/original/000666700_1782622344-aoun-abbas-97o4XH0htUs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5156168/original/093553200_1741427681-27937ed9a460ba252f86ffad909d8657.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102744/original/034549900_1737446919-1737445609592_tata-cara-sholat-tahajud-2-rakaat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8627023/original/022700000_1782622344-masjid-pogung-dalangan-GGtHPUYx6oI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165509/original/009073500_1742184236-535f032ee6b6e3beccec5dfc251f3802.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102724/original/068820500_1737446861-1737445502460_cara-sholat-taubat-untuk-perempuan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154234/original/039508200_1741337636-20250307-Tadarus-ANG_5.jpg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7617354/original/030596700_1780403789-cek_fakta_-_bulog.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382328/original/091326000_1760578848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-15T134632.180.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6363680/original/024922800_1779238711-Tugas__15_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215229/original/033266000_1746799361-4ff83da7-1538-4742-9157-6cfce7cd7661.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4081826/original/095015200_1657181935-eid-al-adha-g4b5ad3a7d_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4482819/original/082028900_1687846264-Kekhusyukan_jemaah_haji_panjatkan_doa_di_Jabal_Rahmah-AP__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336023/original/016338800_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3081754/original/022995900_1584692954-20200320-Suasana-Salat-Jumat-di--Masjid-Agung-Al-Azhar-Jakarta-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6211301/original/095777700_1779089408-wadah_daging_kurban_selain_plastik_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2336374/original/082096200_1534823979-Salat-Idul-Adha-1439-H5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4360739/original/034777500_1678955496-Menteri_keuangan_Sri_Mulyani-Herman_Zakharia__3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6493867/original/025420800_1779351314-unnamed__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7961905/original/013698500_1780798434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-07T090929.694.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398477/original/084799400_1761886002-WhatsApp_Image_2025-10-30_at_23.11.40.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3444300/original/037742600_1619765801-20210430-Suasana_Sholat_Jumat_Minggu_Ketiga_Ramadhan_di_Masjid_Istiqlal-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)