POLISI menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan di Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin 27 Juli 2026. Klinik tersebut diduga menjadi tempat meninggalnya pria bernama Sutrimo.
Sutrimo, 42 tahun, diduga merupakan kepala rumah tangga (karumga) di kediaman mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Korban yang merupakan warga asli Banyumas, Jawa Tengah, tersebut ditemukan tewas pada Kamis, 23 Juli 2026 sekitar pukul 12.00 WIB.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Berdasarkan pantauan Tempo, tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan datang sekitar pukul 13.00. Mereka sempat datang sekitar pukul 09.00 pagi, namun olah TKP baru dimulai empat jam setelahnya.
Adapun bangunan klinik nampak tak terawat. Beberapa plafon atap klinik sudah terlepas. Halaman klinik pun dipenuhi semak liar dan sejumlah barang bekas. Cat di dinding bangunan juga sebagian telah mengelupas.
Seorang petugas keamanan di sekitar lokasi, Dedi, mengatakan klinik tersebut telah lama tidak beroperasi sejak pandemi Covid-19. Menurut dia, Mordent Aesthetic Clinic berhenti beroperasi sejak pandemi Covid-19 sekitar lima tahun lalu. "Jadi sempat buka beberapa bulan, terus kehajar Corona, stuck dia," kata Dedi pada Senin, 27 Agustus 2026.
Sejak tutup, kata dia, tidak terlihat aktivitas di dalam bangunan. Pintu klinik juga selalu dalam kondisi terkunci. Menurut dia, saat korban ditemukan pada Kamis lalu belum ada police line. Garis polisi baru dipasang pada Ahad malam menjelang olah TKP lanjutan oleh kepolisian.
Polisi tengah mengumpulkan keterangan dan mengklarifikasi kejadian tersebut kepada pihak keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, serta pihak lain yang mengetahui peristiwa itu. Penyidik juga mendalami data rekam medis, riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal ditemukannya Sutrimo, serta informasi lain yang berkaitan.
Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya), Komisaris Besar Budi Hermanto menyatakan, pihaknya juga akan menelusuri keterkaitan korban dengan sejumlah pihak lain, termasuk mantan pejabat tinggi tersebut. "Masih didalami," ujar Budi dalam keterangannya kepada wartawan, pada Ahad, 26 Juli 2026.





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544736/original/021119200_1775115709-gibran_promo_motor_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4403008/original/008750000_1681991372-20230420-Pemantauan-Hilal-Iqbal-7.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4067423/original/029499900_1656490392-WhatsApp_Image_2022-06-29_at_2.40.46_PM.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378584/original/033747300_1760257934-unnamed__52_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541900/original/045765100_1774924667-f74d8bed-bd18-437b-b58c-048c5cf9b3f9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3141446/original/078371000_1591071405-15263.jpg)