Kumpulan Amalan Sunnah saat Musim Haji yang Jarang Diketahui, Penyempurna Ibadah agar Mabrur

3 hours ago 3
  • Sunnah haji apa saja?
  • Rukun haji ada 5 apa saja?
  • Wajib haji ada 7 apa saja?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Ibadah haji menuntut ketahanan fisik dan kelapangan batin. maka itu, sebagiann jemaah hanya berfokus menyelesaikan rukun serta wajib haji semata. Padahal, terdapat amalan sunnah saat musim haji yang jarang diketahui namun menyimpan keutamaan luar biasa.

Rangkaian sunnah penyempurna ini, seperti mandi di Bi'ru Tuwa hingga mabit Tarwiyah, bukanlah sekadar rutinitas tambahan. Amalan tersebut merupakan wujud nyata cinta jemaah dalam mengikuti napak tilas perjuangan Nabi Muhammad SAW di Tanah Suci.

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: "Ambillah dariku tata cara manasik haji kalian" (HR. Muslim). Ulama menjelaskan dalil ini sebagai perintah untuk meneladani sedetail mungkin cara beribadah beliau, termasuk sunnah-sunnahnya.

Mengabaikan sunnah berarti melewatkan kesempatan mendulang pahala berlipat ganda. Mengamalkan sunnah tersebut menjadi penyempurna kualitas kekhusyukan dan kemabruran haji. Merangkum panduan haji dan literatur lainnya, berikut ini adalah amalan-amalan sunnah saat musim haji.

1. Mandi di Bi’ru Tuwa Sebelum Memasuki Kota Makkah

Sebelum memasuki Kota Suci Makkah untuk melaksanakan Tawaf Qudum atau Umrah, disunnahkan untuk mandi terlebih dahulu.

Imam Ghazali Said dalam Buku Manasik Haji dan Umroh Rasulullah menjelaskan bahwa Rasulullah SAW selalu bermalam di Dzi Tuwa dan mandi di sana sebelum masuk ke Makkah sebagai bentuk penghormatan (ta'dzim) kepada Baitullah.

Dalil: Dari Ibnu Umar RA: "Nabi SAW tidak masuk Makkah melainkan bermalam di Dzi Tuwa hingga waktu pagi, kemudian beliau mandi..." (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Mengangkat Tangan dan Berdoa Saat Pertama Kali Melihat Ka’bah

Momen pertama kali melihat Ka’bah adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa.

Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kemenag menjelaskan bahwa saat mata memandang Ka’bah pertama kali, jemaah disunnahkan mengangkat tangan dan membaca doa khusus.

Doa yang diajarkan dalam Ebook Doa dan Dzikir Manasik Haji: "Allahumma zid hadzal baita tasyrifan wa ta'dziman wa takriman wa mahabatan..." (Ya Allah tambahkanlah kemuliaan, keagungan, dan kehormatan pada rumah ini).

3. Melakukan Idhtiba’ Saat Tawaf

Idhtiba’ adalah memakai kain ihram dengan menyampirkan bagian tengah kain di bawah ketiak kanan, sehingga bahu kanan terbuka dan ujungnya berada di bahu kiri.

Kemenag menegaskan sunnah ini hanya dilakukan pada Tawaf yang diikuti dengan Sa’i (Tawaf Umrah atau Tawaf Qudum). Imam Ghazali Said mencatat ini sebagai simbol kesiapan dan kekuatan mental prajurit Allah.

Dalil: "Nabi SAW melakukan Tawaf dengan ber-Idhtiba’." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

4. Raml (Lari Kecil) pada Tiga Putaran Pertama Tawaf

Sunnah ini dikhususkan bagi jemaah laki-laki pada Tawaf yang diikuti dengan Sa’i.

Dalam Buku Manasik Haji dan Umroh Rasulullah, dijelaskan bahwa Raml bermula saat Rasulullah ingin menunjukkan kekuatan kaum muslimin kepada kaum musyrikin Makkah. Amalan ini menjaga api semangat perjuangan tetap menyala dalam hati jemaah.

Dalil: Hadits riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan Nabi SAW melakukan Raml dari Hajar Aswad hingga Hajar Aswad lagi selama tiga putaran.

5. Membaca Surah Al-Kafirun dan Al-Ikhlas Saat Shalat Sunnah Tawaf

Banyak jemaah melakukan shalat sunnah Tawaf namun membaca surah secara acak.

Ebook Doa dan Dzikir Manasik Haji menuntunkan agar pada rakaat pertama membaca Surah Al-Kafirun dan rakaat kedua membaca Surah Al-Ikhlas setelah Al-Fatihah. Ini adalah simbol pemurnian tauhid.

Dalil: Jabir bin Abdullah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW membaca kedua surah tersebut dalam shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim.

Sunnah meminum Zamzam bukan sekadar mencicipi, melainkan hingga terasa sampai ke tulang rusuk.

Kemenag menjelaskan adab ini sebagai bukti iman. Orang munafik tidak bisa minum Zamzam sampai kenyang.

Dalil: "Tanda yang membedakan kita dengan orang munafik adalah mereka tidak minum air Zamzam sampai kenyang (Ad-Dhal’u)." (HR. Ibnu Majah).

7. Membasuh Muka dan Menyiram Kepala dengan Air Zamzam

Selain diminum, air Zamzam disunnahkan untuk dibasuhkan ke wajah dan disiramkan ke kepala.

Imam Ghazali Said dalam bukunya menyebutkan bahwa Rasulullah SAW sering membawa air Zamzam dalam wadah untuk disiramkan kepada orang sakit dan membasuh wajah beliau sebagai tabarruk (mencari berkah).

Berdasarkan praktik Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Baihaqi dan Tirmidzi.

8. Menaiki Bukit Shafa dan Marwah Hingga Melihat Ka’bah

Saat melaksanakan Sa'i, jemaah sering kali hanya sampai di kaki bukit.

Buku Tuntunan Manasik Haji Kemenag menyarankan jemaah menaiki bukit Shafa dan Marwah hingga bisa memandang Ka’bah (bagi yang memungkinkan secara fisik), lalu menghadap kiblat dan bertakbir.

Dalil: "Beliau (Nabi) menaiki Shafa hingga melihat Baitullah, lalu menghadap kiblat, bertauhid, dan bertakbir..." (HR. Muslim).

9. Mabit di Mina pada Hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

Ini adalah amalan yang sangat sering ditinggalkan jemaah haji Indonesia demi mengejar waktu ke Arafah.

Imam Ghazali Said menjelaskan dalam Manasik Rasulullah bahwa bermalam di Mina pada 8 Dzulhijjah untuk shalat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan Subuh adalah sunnah muakkad yang mengikuti jejak langkah Nabi secara sempurna.

Dalil: Hadits Jabir RA tentang sifat haji Nabi SAW dalam Shahih Muslim.

10. Wukuf Sambil Menghadap Kiblat di Arafah

Wukuf bukan sekadar berada di dalam tenda, tetapi menghadap kiblat secara sadar.

Buku Tuntunan Manasik Haji Kemenag menekankan bahwa posisi terbaik saat wukuf adalah menghadap kiblat dan memperbanyak doa sambil mengangkat tangan, meniru posisi Rasulullah saat berada di atas untanya di Jabal Rahmah.

Dalil: Rasulullah SAW senantiasa menghadap kiblat dan terus berdoa hingga matahari terbenam saat wukuf (HR. Muslim).

11. Mengambil Kerikil di Muzdalifah Sesudah Waktu Tengah Malam

Banyak jemaah mengambil kerikil di mana saja, padahal ada sunnah lokasi dan waktu.

Kemenag menuntunkan jemaah untuk mengambil kerikil saat mabit di Muzdalifah. Jemaah disarankan mengambil 7 kerikil pertama untuk Jumrah Aqabah di tempat tersebut.

Dalil: Berdasarkan perintah Nabi kepada Ibnu Abbas RA saat berada di Muzdalifah (HR. An-Nasa'i).

12. Mengusap Rukun Yamani Tanpa Menciumnya

Jemaah sering kali berebut mencium Hajar Aswad namun mengabaikan Rukun Yamani.

Imam Ghazali Said menjelaskan dalam bukunya bahwa Rukun Yamani hanya disunnahkan untuk diusap dengan tangan kanan tanpa dicium dan tanpa memberikan isyarat tangan jika tidak bisa menjangkaunya.

Dalil: "Nabi SAW tidak mengusap sudut-sudut Ka’bah kecuali Hajar Aswad dan Rukun Yamani." (HR. Muslim).

13. Membaca "Allahu Akbar" pada Setiap Lemparan Jumrah

Kesadaran saat melontar sering kali hilang karena kepanikan massa.

Ebook Doa dan Dzikir Manasik Haji mengingatkan jemaah untuk melafalkan takbir pada setiap batu yang dilemparkan sebagai simbol menghancurkan godaan setan.

Dalil: "Nabi SAW melempar dengan batu kecil dan bertakbir pada setiap lemparan." (HR. Bukhari).

14. Mandi untuk Setiap Hari Melempar Jumrah (Hari Tasyrik)

Sama seperti saat ihram, mandi juga disunnahkan selama menetap di Mina.

Dalam Buku Tuntunan Manasik Haji, dijelaskan bahwa disunnahkan mandi bagi jemaah setiap hari pada hari-hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah) sebelum melakukan lontar jumrah.

Dalil: Merupakan pendapat mayoritas ulama (seperti dalam kitab Al-Majmu' Imam Nawawi) yang merujuk pada kebersihan saat berkumpulnya jemaah.

15. Shalat di Masjid Al-Khaif (Mina)

Masjid ini memiliki keistimewaan sejarah karena merupakan tempat shalatnya para Nabi terdahulu.

Imam Ghazali Said mencatat dalam bukunya bahwa jemaah haji sangat dianjurkan untuk mendirikan shalat di Masjid Al-Khaif saat mabit di Mina, karena masjid ini adalah tempat di mana 70 Nabi pernah shalat di sana.

Dalil: "Tujuh puluh orang Nabi telah shalat di Masjid Al-Khaif." (HR. Thabrani).

Mengejar kesempurnaan haji tidak cukup hanya dengan memenuhi syarat sah dan wajibnya saja. Menghidupkan amalan-amalan sunnah akan membawa dimensi spiritual yang lebih dalam, membuat jemaah lebih menghayati setiap tapak kaki yang ditinggalkan Rasulullah SAW di Tanah Suci.

Semoga Allah memudahkan setiap hamba-Nya untuk meraih haji yang mabrur.

Pertanyaan Seputar Topik

Sunnah haji apa saja?

Oleh karena itu, menurutnya sunah haji hanya ada empat yaitu:Ifrad.Talbiyah.Thawaf Qudum.Shalat sunah thawaf dua rakaat.

Rukun haji ada 5 apa saja?

Berikut penjelasannya:Ihram. Rukun haji yang pertama adalah ihram, yang artinya bersuci. ...Wukuf. Wukuf adalah rukun haji yang dikerjakan dengan berdiam diri di Padang Arafah. ...Tawaf. Tawaf adalah rukun haji yang dilakukan dengan mengitari kabah sebanyak tujuh kali. ...Sai. Rukun haji keempat adalah sai. ...Tahalul dan Tertib.

Apa saja sunnah untuk ibadah haji?

Oleh karena itu, setiap amalan selama pelaksanaan ibadah haji yang tidak dianggap sebagai kewajiban dalam ritual haji, dianggap sebagai amalan sunnah Nabi. Dengan demikian, sunnah tersebut meliputi bermalam di Mina, melakukan Tawaf-al-Qudum, bertalbiyah, dan membaca doa-doa, dan sebagainya.

Wajib haji ada 7 apa saja?

Wajib-Wajib HajiBerihram dari titik miqat yang telah disepakati dan yang telah menjadi standar secara syariat. ...2. Wukuf di Arafah sampai tibanya waktu malam. ...Al-Mabit di Muzdalifah. ...4. Bermalam di kawasan Mina pada malam-malam hari Tasyrik. ...Melempar jumrah secara berurutan.

Urutan sunnah haji?

Tahapan ini meliputi:Mandi sunah.Berwudu sebelum berihram.Memakai pakaian ihram.Salat sunah ihram dua rakaat.Mengucapkan niat haji.Membaca talbiyah dalam perjalanan menuju Arafah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |