Kumpulan Doa untuk Orang yang Telah Meninggal Agar Mendapat Ampunan Allah

15 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Ketika seorang muslim telah tiada, tidak ada lagi amal yang dapat ia perbuat. Namun, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa ada satu pintu kebaikan yaitu, doa untuk orang yang telah meninggal agar mendapat ampunan allah SWT.

Doa yang tulus dari seorang muslim untuk saudaranya yang telah meninggal menjadi wasilah rahmat yang mampu mengalirkan ampunan dan kebaikan kepada almarhum. Allah SWT berfirman, yang artinya: “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), berdoa: ‘Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, ...” (QS. Al-Hasyr: 10).

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab ar-Ruh menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan betapa pentingnya memohonkan ampunan bagi saudara-saudara yang telah mendahului kita. Bahkan, Allah SWT memuji kaum Muhajirin dan Anshar karena mereka senantiasa memohonkan ampunan bagi orang-orang mukmin sebelum mereka.

Merujuk Buku Tuntunan Praktis Penyelenggaraan Jenazah, Dra. Hj. Rahmiati, M.Ag  dan sumber relevan lain, berikut ini adalah kumpulan doa ampunan untuk orang yang telah meninggal dunia.

1. Doa Permohonan Ampunan, Rahmat, dan Tempat yang Mulia

Doa ini merupakan redaksi yang sangat komprehensif, memuat permohonan agar jenazah diampuni, disucikan dari segala dosa layaknya kain putih, hingga diberikan ganti tempat tinggal dan keluarga yang lebih baik di alam barzah.

Doa ini didasarkan pada hadis sahih riwayat Imam Muslim yang diterima dari sahabat 'Auf bin Malik Al-Asyja'i. Ia menuturkan bahwa dirinya mendengar langsung Rasulullah SAW membacakan doa ini saat menyalatkan seorang jenazah.

Lafal Doa

Arab: اللهُمَّ، اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجِ وَبَرَدٍ، وَنَقِهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ

Latin: Allahummaghfirlahu warhamhu, wa'fu 'anhu wa 'afihi, wa akrim nuzulahu, wa wassi' mudkhalahu, waghsilhu bima'in wa tsaljin wa baradin, wa naqqihi minal khathaya kama yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas, wa abdilhu daran khairan min darihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, wa qihi fitnatal qabri wa 'adzaban nar.

Artinya: "Ya Allah ampunilah dia, kasihanilah dia, maafkanlah dia, selamatkan dia, muliakan dia, lapangkan tempatnya, dan bersihkanlah dia dengan air, air salju dan embun. Sucikanlah dia dari dosa sebagaimana halnya kain yang putih bila disucikan dari noda. Dan gantilah rumahnya dengan tempat kediaman yang lebih baik, begitu pun keluarga serta istrinya dengan yang lebih berbakti, serta lindungilah dia dari bencana kubur dan siksa neraka."

2. Doa Ampunan Kolektif untuk Kaum Muslimin

Redaksi doa ini tidak hanya difokuskan pada jenazah yang berada di hadapan jemaah, tetapi juga memohonkan ampunan dan penjagaan iman bagi seluruh umat Islam, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.

Doa ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari sahabat Abu Hurairah RA. Beliau menyampaikan bahwa bacaan ini adalah doa yang diucapkan oleh Rasulullah SAW ketika beliau melaksanakan salat jenazah.

Doa ini mengajarkan nilai persaudaraan seiman bahwa permohonan ampunan idealnya mencakup seluruh entitas umat.

Lafal Doa

Arab: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا، وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا، وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا، وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْإِسْلَامِ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِيمَانِ، اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ، وَلَا تُضِلَّنَا بَعْدَهُ

Latin: Allahummaghfir lihayyina wa mayyitina, wa shahidina wa gha'ibina, wa shaghirina wa kabirina, wa dzakarina wa untsana. Allahumma man ahyaytahu minna fa ahyihi 'alal islam, wa man tawaffaytahu minna fatawaffahu 'alal iman. Allahumma la tahrimna ajrahu, wala tudhillana ba'dahu.

Artinya: "Ya Allah Anugerahkanlah ampunan bagi yang hidup dan mati dari kami, yang menyaksikan dan yang tidak menyaksikan dari kami, yang besar dan yang kecil dari kami, yang laki-laki dan yang perempuan dari kami. Ya Allah, siapa saja yang Engkau hidupkan dari kami dalam keadaan Islam maka hidupkanlah ia dalam keadaan Islam, dan siapa saja yang Engkau wafatkan dari kami, maka wafatkanlah dalam keadaan beriman. Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami dari pahalanya dan jangan pula Engkau sesatkan kami sepeninggalnya."

3. Doa Perlindungan dari Fitnah Kubur dan Pemenuhan Janji Allah

Doa ketiga ini memuat penyerahan total nasib sang mayit ke dalam kekuasaan Allah SWT, seraya memohon perlindungan dari ujian (fitnah) di alam kubur.

Dalil dan Pandangan Ulama: Berdasarkan riwayat Abu Daud dari Watsilah bin Al-Asqa', doa ini dilafalkan oleh Rasulullah SAW ketika memimpin salat jenazah untuk seorang laki-laki muslim. Watsilah mendengar langsung permohonan perlindungan yang dimunajatkan Nabi untuk sang mayit.

Lafal Doa

Arab: اللَّهُمَّ إِنَّ فُلَانَ بْنَ فُلَانٍ فِي ذِمَّتِكَ، فَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَأَنْتَ أَهْلُ الْوَفَاءِ وَالْحَمْدِ اللَّهُمَّ فَاغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Latin: Allahumma inna fulana bna fulanin fi dzimmatika, faqihi fitnatal qabri wa 'adzaban nar, wa anta ahlul wafai wal hamdi. Allahumma faghfirlahu warhamhu innaka antal ghafurur rahim.

Artinya: "Ya Allah sesungguhnya si Fulan putra Fulan berada di bawah kekuasaan-Mu dan pada tali sisi-Mu, karena itu aku mohon hindarkanlah ia dari fitnah kubur dan dari azab neraka. Engkaulah yang paling berhak maha memenuhi janji lagi maha benar, maka ampunilah dia dan anugerahilah rahmat, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Catatan: Frasa "fulana bna fulanin" diganti dengan nama jenazah dan nama ayahnya, misalnya "Ahmad bin Abdullah". 

4. Doa Saat Memasukkan Jenazah ke Liang Kubur

Ketika jenazah diturunkan dan diletakkan ke dalam liang lahat, prosesi ini harus dilakukan dengan penuh penghormatan dan kelembutan. Syariat menganjurkan agar orang yang bertugas menyambut dan meletakkan jenazah melafalkan doa penyerahan.

Doa ini bersumber dari hadis yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi. Para ulama mengajarkan bahwa ketika memasukkan jenazah ke liang kubur dan meletakkannya (dimiringkan ke kanan menghadap kiblat), sangat dianjurkan untuk membaca doa ini sebagai bentuk penyerahan sang mayit kepada agama Allah SWT.

Lafal Doa

Arab: بِسْمِ اللَّهِ وَبِاللَّهِ، وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللَّهِ

Latin: Bismillahi wa billahi, wa 'ala millati Rasulillahi.

Artinya: "Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah."

5. Doa saat Ziarah Kubur

Ziarah kubur pada masa awal Islam sempat dilarang untuk menjaga akidah, namun kemudian diperbolehkan oleh Rasulullah SAW karena dapat membantu umat Islam mengingat kematian. Saat memasuki area pemakaman, peziarah dianjurkan mengucapkan salam dan doa kepada ahli kubur.

Dalil dan Pandangan Ulama: Orang yang menziarahi kubur dianjurkan untuk membaca salam setelah sampai di area pekuburan dengan menghadapkan wajah ke arah kubur. Hal ini menjadi pengingat (iktibar) bagi peziarah bahwa kematian adalah sebuah kepastian yang akan menyusul mereka.

Lafal Doa:

Arab: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ

Latin: Assalamu 'alaikum dara qaumin mu'minin wa inna insya-Allahu bikum lahiqun.

Artinya: "Kesejahteraan buat kalian penghuni kampung orang yang beriman, sesungguhnya kami, insyaallah akan menyusul."

6. Doa Ampunan Umum bagi Seluruh Penghuni Pemakaman

Selain mendoakan kerabat atau keluarga secara khusus, peziarah sangat dianjurkan untuk mendoakan seluruh umat Islam yang dimakamkan di area tersebut.

Tuntunan ini merujuk pada amalan Nabi Muhammad SAW yang pernah berdoa memohon ampunan untuk semua jenazah umat Islam yang ada di pemakaman penduduk Madinah (Pemakaman Baqi').

Ulama memberikan pandangan bahwa mendoakan seluruh penghuni kubur adalah doa yang lebih baik, karena mendoakan semua umat Islam sama sekali tidak akan mengurangi manfaat atau pahala terhadap arwah kerabat yang kita utamakan.

Lafal Doa

Arab: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَهْلِ بَقِيعِ

Latin: Allahummaghfir li ahli baqi'.

Artinya: "Ya Allah Ampuni penghuni pemakaman Baqi'."

Catatan: Lafal "Baqi'" dapat dimaknai atau disesuaikan dengan niat memohonkan ampunan bagi seluruh ahli kubur di pemakaman yang sedang dikunjungi.

Pertanyaan Seputar Kumpulan Doa untuk Orang yang Telah Meninggal

Apa doa terbaik untuk orang meninggal?

Doa terbaik untuk orang yang telah meninggal adalah memohon ampunan, rahmat, dan dilapangkannya kubur mereka. Anda bisa membaca doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk jenazah, baik secara umum maupun khusus untuk orang tua, atau memohonkan ampunan atas dosa-dosanya.

Orang yang sudah meninggal apa bisa mendoakan yang masih hidup?

Dalam ajaran Islam, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai apakah orang yang sudah meninggal bisa mendoakan orang yang masih hidup.

Apa doa untuk mengirim doa untuk orang yang sudah meninggal?

Mengirim doa untuk orang yang sudah meninggal dalam Islam biasanya diawali dengan membaca Surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan doa memohon ampunan, rahmat, dan dilapangkan kuburnya, serta diakhiri dengan menyebut nama almarhum/almarhumah.

Doa apa yang bisa meringankan siksa kubur orang tua?

Doa yang paling mustajab untuk meringankan siksa kubur orang tua adalah permohonan ampun (istigfar) dari anak yang saleh. Doa ini akan langsung sampai dan insyaallah dapat meringankan beban mereka di alam kubur.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |