Liputan6.com, Jakarta - Doa untuk saudara yang sedang berhaji di Tanah Suci bukan sekadar rangkaian kata, melainkan bukti nyata solidaritas spiritual yang mengikat hati seorang Muslim dengan saudaranya yang tengah berada di Tanah Suci. Di antara yang dianjurkan Rasulullah SAW.
Nabi SAW bersabda: “Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, ‘Dan bagimu juga kebaikan yang sama.’” (HR. Muslim).
Selain kebaikan untuk yang didoakan, doa tersebut juga akan kembali ke pendoa, sebagaimana dia didoakan oleh para melaikat. Terlebih, ibadah haji adalah puncak perjalanan ruhani, dan doa dari mereka yang ditinggalkan adalah bekal berharga yang menyertai setiap langkah jamaah.
Berikut ini adalah doa untuk saudara yang sedang menunaikan ibadah haji, dihimpun dari buku 'Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umrah terbitan Kemenhaj, Koleksi Doa & Zikir Ustaz karya Salehuddin bin Abu Samah dan Kumpulan Doa Sehari-hari,Kemenag, serta berbagai sumber kredibel lainnya.
1. Doa Mohon Keselamatan dan Kelancaran
Doa ini memohonkan perlindungan dan kelancaran bagi saudara kita selama menempuh perjalanan panjang menuju dan di Tanah Suci.
اَللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ فِي سَفَرِهِمْ، وَاخْتِمْ لَهُمْ بِالسَّلَامَةِ وَالْعَافِيَةِ
Latin: Allahummahfazh-hum fii safarihim, wakhtim lahum bis-salamati wal 'aafiyah.
Artinya: “Ya Allah, jagalah mereka dalam perjalanannya, dan akhirilah perjalanan mereka dengan keselamatan dan kesehatan.”
Alternatif Doa:
اَللَّهُمَّ سَلِّمْهُمْ وَسَلِّمْ لَهُمْ، وَبَلِّغْهُمْ بِكَرَمِكَ أَفْضَلَ الْمَقَاصِدِ
Latin: Allāhumma sallimhum wa sallim lahum, wa ballighhum bikaramika afḍalal-maqāṣid.
Artinya: “Ya Allah, selamatkanlah mereka dan berikan keselamatan untuk mereka, serta sampaikanlah mereka dengan karunia-Mu kepada tujuan-tujuan yang paling utama dan terbaik.”
Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa mendoakan keselamatan bagi musafir adalah bentuk kepedulian sosial yang sangat dianjurkan. Beliau menjelaskan bahwa musafir (termasuk jamaah haji) berada dalam kondisi rentan secara fisik dan spiritual, sehingga doa orang-orang di rumah memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menjaga mereka.
2. Doa Memohonkan Ampunan untuk Jamaah Haji
Ketika saudara kita sedang menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, ada beberapa doa yang bisa kita panjatkan dari kejauhan. Doa-doa ini mencakup permohonan ampunan, penerimaan ibadah, dan haji yang mabrur.
Doa ini merupakan doa khusus yang diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk memohonkan ampunan bagi orang-orang yang sedang menunaikan ibadah haji.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْحَاجِّ، وَلِمَنِ اسْتَغْفَرَ لَهُ الْحَاجُّ
Latin: Allâhumaghfir lil-hâjj, wa limani-staghfara lahul-hâjj.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosa orang yang berhaji dan dosa orang yang dimintakan ampun oleh orang yang berhaji.”
Doa ini didasarkan pada hadis riwayat Imam al-Baihaqi dari sahabat Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Ya Allah, ampunilah orang-orang yang beribadah haji serta orang-orang yang dimohonkan ampunan oleh orang-orang yang berhaji." (HR. al-Baihaqi).
Merujuk laman HIMPUH, doa ini disebut sebagai doa yang sangat afdhol untuk menyambut kepulangan jamaah haji serta sebagai bentuk solidaritas spiritual.
Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan bahwa keutamaan doa ini adalah karena pahala yang didapatkan akan menyertai kedua belah pihak, yaitu jamaah haji yang sedang beribadah dan kita yang mendoakannya.
Selain itu, doa ini mencerminkan pemahaman bahwa ampunan Allah sangat luas dan doa seorang mukmin untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya akan dikabulkan oleh Allah, sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih riwayat Muslim.
3. Doa agar Haji Saudara Menjadi Haji Mabrur
Memohonkan predikat haji mabrur bagi saudara yang sedang berhaji adalah doa yang sangat utama. "Mabrur" adalah haji yang diterima di sisi Allah SWT, yang ditandai dengan tidak adanya dosa dan kemaksiatan setelah kembali ke tanah air.
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجَّهُمْ حَجًّا مَبْرُورًا، وَسَعْيَهُمْ سَعْيًا مَشْكُورًا، وَذَنْبَهُمْ ذَنْبًا مَغْفُورًا
Latin: Allahummaj’al hajjahum hajjan mabruran, wa sa’yahum sa’yan masykuran, wa dzanbahum dzanban maghfuran.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah haji mereka sebagai haji yang mabrur, usaha mereka sebagai usaha yang disyukuri, dan dosa mereka sebagai dosa yang diampuni.”
Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya' 'Ulumuddin menjelaskan bahwa haji mabrur adalah haji yang di dalamnya tidak ada riya' (pamer) dan sum'ah (ingin didengar orang), serta mampu mengubah seseorang menjadi pribadi yang lebih baik sepulangnya dari Tanah Suci. Kualitas inilah yang kita mohonkan untuk saudara kita melalui doa ini.
4. Doa saat Wukuf untuk Saudara yang Berhaji
Salah satu waktu yang paling mustajab untuk berdoa adalah saat wukuf di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Inilah doa yang sering dipanjatkan oleh jamaah haji untuk diri mereka sendiri dan untuk seluruh kaum muslimin, termasuk untuk saudara-saudara mereka yang ditinggalkan di kampung halaman.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْحَاجِّ وَلِمَنْ دَعَا لَهُ الْحَاجُّ
Latin: Allâhumaghfir lil-hâjji wa liman da’â lahul-hâjj.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosa orang yang berhaji dan orang yang didoakan oleh orang yang berhaji.”
Doa ini mencakup permohonan ampunan bagi jamaah haji itu sendiri sekaligus bagi sanak saudara, teman, atau siapa pun yang mereka sebut dalam doanya. Ini adalah bentuk "transfer pahala spiritual" di waktu yang sangat utama.
Dalam beberapa literatur, doa ini dibaca oleh para jamaah haji saat mereka sedang melaksanakan wukuf di Arafah, yang merupakan puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji. Disebutkan bahwa saat itulah Allah SWT membanggakan para jamaah haji di hadapan para malaikat-Nya.
Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' al-Fatawa menyatakan bahwa waktu wukuf di Arafah adalah waktu di mana Allah SWT mendekat kepada hamba-hamba-Nya dan membanggakan mereka di hadapan para malaikat. Tidak ada waktu yang lebih utama untuk berdoa selain di hari Arafah ini.
Oleh karena itu, doa yang dipanjatkan oleh jamaah haji untuk saudara-saudaranya di waktu tersebut memiliki peluang yang sangat besar untuk dikabulkan.
Hikmah Mendoakan Orang yang Sedang Berhaji
Selain sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang (ukhuwah islamiyyah), mendoakan saudara yang sedang berhaji menyimpan banyak hikmah yang seringkali tidak disadari.
1. Ikut Serta Mendapat Pahala Ibadah Haji
Doa yang kita panjatkan untuk jamaah haji bukanlah doa yang sia-sia. Di antara bentuk doa yang paling utama adalah doa seorang Muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya itu. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang Muslim mendoakan saudaranya dengan doa yang baik tanpa sepengetahuan saudaranya itu, melainkan malaikat akan berkata, 'Aamiin, dan bagimu pun akan mendapatkan seperti itu.'" (HR. Muslim). Dengan mendoakan saudara kita yang sedang berhaji, kita pun turut mendapatkan pahala dari doa malaikat tersebut.
2. Mendapatkan Doa Mustajab dari Tanah Suci
Para jamaah haji berada di tempat-tempat yang mustajab untuk berdoa, seperti di Multazam, di belakang Maqam Ibrahim, di Padang Arafah, dan di Raudhah. Ketika mereka mendoakan kebaikan untuk sanak saudara dan teman-teman mereka di kampung halaman, doa-doa tersebut memiliki peluang yang sangat besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT. Inilah keutamaan dari "menitipkan doa" kepada jamaah haji yang telah menjadi tradisi baik di kalangan masyarakat kita.
3. Melatih Jiwa untuk Ikhlas dan Tawadhu’
Dengan ikhlas mendoakan saudara kita yang sedang berhaji, tanpa rasa iri atau hasad, kita sedang melatih hati untuk bersih dari penyakit iri dan dengki. Imam al-Ghazali dalam Ihya' 'Ulumuddin menyebutkan bahwa mendoakan kebaikan untuk orang lain adalah salah satu cara untuk membunuh sifat egois dalam diri. Inilah wujud ketundukan kita kepada Allah SWT dengan menerima takdir bahwa belum tiba giliran kita untuk berangkat, namun kita tetap bisa berbagi kebaikan melalui doa.
4. Memperkuat Silaturahmi dan Solidaritas Umat
Mendoakan saudara yang berangkat haji adalah tradisi yang mengukuhkan ikatan persaudaraan Islam (ukhuwah islamiyyah). Ketika kita dengan tulus mendoakan kelancaran dan keselamatan mereka, hati mereka akan merasa diperhatikan dan disayangi. Sebaliknya, ketika mereka pulang dengan membawa oleh-oleh atau sekadar salam, hati kita pun akan ikut bahagia. Hal ini menciptakan sebuah siklus kasih sayang yang sangat dianjurkan dalam Islam.
5. Menyucikan Niat dan Menumbuhkan Rindu pada Baitullah
Mendoakan saudara yang sedang berhaji secara tidak langsung akan menumbuhkan rasa rindu yang mendalam pada Tanah Suci dan Baitullah dalam hati kita. Setiap doa yang kita panjatkan, seperti doa zawwadakallâhut taqwâ atau doa haji mabrur, akan terus mengingatkan kita pada panggilan suci untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima. Hal ini membuat hati kita tetap terhubung dengan masya'irillah (tempat-tempat ibadah haji) dan semakin memantapkan niat untuk menunaikan ibadah haji di masa mendatang.
Pertanyaan Seputar Doa untuk Orang Berhaji
Bagaimana cara mendoakan orang berangkat haji?
Cara mendoakan orang yang berangkat haji bisa dilakukan dengan membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW, memohon agar mereka diberikan keselamatan, menjadi haji yang mabrur, dan diampuni dosanya. Anda juga dianjurkan menitipkan doa kepada mereka.
Apa ucapan untuk orang pergi haji?
Selamat ya, kamu beruntung sekali karena mendapatkan panggilan haji dari Allah SWT. Aku bangga padamu dan mendoakan agar ibadah hajimu diterima serta menjadi haji mabrur. Selamat menunaikan ibadah haji, semoga perjalanan ini menjadi wasilah bagi kamu untuk meraih haji mabrur dan ridha Allah SWT.
Apa bacaan orang pergi haji?
Bacaan haji terdiri dari rangkaian doa dan zikir spesifik di setiap tahapan ibadah. Inti bacaan meliputi niat, lafaz Talbiyah, serta doa-doa khusus saat tawaf, sa'i, dan wukuf.
Apa artinya haji mabrur dan mabruroh?
Haji Mabrur dan Haji Mabruroh secara harfiah memiliki arti yang sama, yaitu ibadah haji yang baik, diterima oleh Allah SWT, dan membawa dampak positif bagi pelakunya. Satu-satunya perbedaan adalah penggunaannya dalam tata bahasa Arab.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6211301/original/095777700_1779089408-wadah_daging_kurban_selain_plastik_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6472470/original/060947900_1779333657-uns-solo-ciptakan-suplemen-penggemukan-untuk-sapi-pedaging.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6412655/original/046052900_1779284238-20150716214305-keindahan-malam-takbir-di-masjidil-haram-002-isn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526377/original/052775600_1773118866-unnamed_-_2026-03-10T115904.629.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2336374/original/082096200_1534823979-Salat-Idul-Adha-1439-H5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6309377/original/077522100_1779183513-ucapan_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6457309/original/055278200_1779321059-20150924150352-ribuan-warga-jatinegara-gelar-salat-idul-adha-di-jalan-raya-007-nfi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478176/original/075821700_1768894125-Ide_Usaha_Kambing_Aqiqah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6309380/original/009882100_1779183515-ucapan_5.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6412795/original/080463400_1779284331-20150717113210-sutan-bhatoegana-laksanakan-salat-id-di-lp-cipinang-009-nfi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5210970/original/079171200_1746521381-4030a27f-cf92-4a92-baa9-034b02eeb77e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3516535/original/022805800_1626851247-pexels-photo-6587473.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6300026/original/086289200_1779174556-646d5c93-16e9-4559-9a53-c122841c8034.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4081826/original/095015200_1657181935-eid-al-adha-g4b5ad3a7d_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5243317/original/021005100_1749101371-20250605-Wukuf_di_Arafah-AFP_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2208427/original/036977300_1525940688-20180504-Ramai-Ramai-Umrah-Sambut-Ramadan-AP-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5163744/original/091320600_1742047214-pexels-rdne-7249191.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4174191/original/099991100_1664358430-bacaan-doa-setelah-adzan-beserta-arti-dan-keutamaannya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385863/original/035777200_1760946460-KIP_Kuliah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)
















