Lebih dari 1,2 Juta Orang Hadiri Misa Paus Leo XIV di Madrid

4 hours ago 3

LEBIH dari 1,2 juta orang memadati jalan-jalan ibu kota Spanyol, Madrid, pada Ahad 7 Juni 2026 untuk menghadiri misa yang dipimpin oleh Paus Leo XIV.

Seperti dilansir France24, paus asal Amerika Serikat itu menyerukan pembaharuan iman Katolik, dengan mengatakan bahwa warga Spanyol seharusnya tidak memandang agama sebagai "museum masa lalu yang hanya untuk dikunjungi, tetapi sebagai sekolah iman yang dapat dijadikan pedoman bahkan hingga saat ini".

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Raja Felipe VI dan Ratu Letizia bergabung dengan kerumunan umat yang mengibarkan bendera Spanyol dan Vatikan di Lapangan Cibeles.

Misa tersebut berlangsung pada hari kedua kunjungan tujuh hari Paus Leo ke Spanyol. Negara di Eropa ini merupakan benteng Katolik tradisional di mana praktik keagamaan telah menurun tajam dalam beberapa tahun terakhir seperti halnya di sebagian besar Eropa Barat.

Operasi logistik dan keamanan besar-besaran telah disiapkan untuk acara tersebut, setelah itu Paus memimpin prosesi tradisional di sepanjang rute yang dihiasi dengan bunga anyelir putih dan kuning – warna bendera Vatikan.

Seperti dilaporkan NPR, massa bersorak dan berteriak "Inilah generasi muda Paus!" saat Leo tiba untuk misa di sebuah alun-alun pusat Madrid. Paus Leo XIV berkeliling alun-alun dan jalan-jalan sekitarnya dengan mobil kepausannya menuju kerumunan orang yang memadati beberapa baris. Mereka dengan antusias ingin menyaksikan kunjungan kepausan pertama di Spanyol dalam 15 tahun.

Penyelenggara mengatakan ada lebih dari 1,2 juta orang yang hadir di lapangan dan sekitarnya.

Nico Aldeanueva, 28, yang berkunjung dari Philadelphia di Amerika Serikat, mengatakan Paus adalah "kekuatan pemersatu yang sangat besar di saat kita mengalami perpecahan di begitu banyak bidang yang berbeda".

"Sepertinya kita memiliki konflik yang tak berkesudahan, dan untuk saat ini di sini Anda dapat berhenti sejenak dan menikmati momen serta merasakan iman."

Ana Milagros, 64, yang mengibarkan bendera Vatikan, mengatakan dia berpikir Paus kelahiran AS itu tampak "mudah didekati" dan "sangat tulus".

"Ada banyak polarisasi dan perbedaan dalam politik, dalam masalah sosial, dalam ekonomi," katanya, menambahkan, "Paus mencoba dengan kunjungan ini ... untuk membantu kita semua."

Fokus pada Migrasi

Usai misa, Paus Leo XIV akan bertemu dengan tokoh-tokoh terkemuka di bidang budaya, olahraga, dan ekonomi di sebuah arena dengan tujuan untuk mendorong dialog antara iman dan masyarakat sipil modern.

Menurut survei bulan lalu oleh Pusat Penelitian Sosiologi, sebuah badan pemerintah otonom, sekitar 56 persen warga Spanyol mengidentifikasi diri sebagai Katolik dibandingkan dengan 90 persen pada tahun 1970-an.

Pada Sabtu, 600.000 peserta, sebagian besar anak muda, berkumpul bersama Leo di luar stadion Bernabeu Real Madrid untuk melakukan doa bersama yang berlangsung hingga larut malam.

Leo memulai kunjungannya dengan kemegahan dan upacara di resepsi di istana kerajaan Madrid, di mana ia menyerukan diakhirinya "narasi yang memecah belah.”

"Izinkan saya mengambil kesempatan ini untuk memberi tahu Anda semua: Jangan pernah takut untuk memikirkan panggilan menjadi imam atau menjalani kehidupan religius, atau pelayanan lain di gereja!" kata Leo kepada hadirin.

Paus Leo XIV juga memuji Spanyol, yang pemerintah sayap kirinya telah berselisih dengan negara asalnya, Amerika Serikat, serta Israel terkait perang di Timur Tengah, atas "komitmen aktifnya terhadap perdamaian dan solidaritas antar bangsa".

Leo dijadwalkan mengunjungi Barcelona pada 9-10 Juni 2026, di mana ia akan memberkati menara Basilika Sagrada Familia yang baru selesai dibangun. Ini merupakan gereja tertinggi di dunia.

Perjalanannya akan berakhir dengan fokus pada migrasi pada Kamis dan Jumat di Kepulauan Canary, tujuan utama bagi para pendatang ilegal. Ribuan orang telah meninggal di Samudra Atlantik saat mencoba mencapai pulau-pulau tersebut.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |