Liputan6.com, Jakarta - Di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, umat Islam mulai mencari satu malam yang disebut dalam Al-Qur’an memiliki nilai lebih baik dari seribu bulan yakni Lailatul Qadar. Hari ini dianggap baik, bahkan alam sekitar pun turut menunjukkan sisi tengahnya di saat tersebut.
Momentum ini kerap menjadi perhatian karena diyakini sebagai waktu turunnya rahmat dan ampunan bagi hamba yang beribadah secara bersungguh-sungguh. Kehadiran Lailatul Qadar sendiri tidak hanya berkaitan dengan waktu, namun sebagai pembentuk kesiapan diri dalam mengisi malam dengan berbagai amalan.
Lantas kapan sebenarnya malam Lailatul Qadar ini tiba di Ramadan 2026 dan bagaimana cara meraihnya? Untuk mengetahuinya, simak informasi yang berhasil dihimpun Liputan6 dari berbagai sumber berikut, Jumat (27/2).
Malam Lailatul Qadar Sebagai Waktu yang Istimewa di Bulan Ramadan
Merujuk laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) RI, malam Lailatul Qadar sudah disebut dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Al-Qadr, sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dalam malam tersebut, malaikat turun ke bumi dengan membawa ketetapan dari Allah hingga terbit fajar. Penjelasan ini menjadi dasar bahwa malam tersebut memiliki kedudukan yang berbeda dibanding malam lainnya.
Para ulama menjelaskan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan dan lebih sering dikaitkan dengan malam-malam ganjil. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mencarinya pada periode tersebut. Anjuran ini menunjukkan bahwa malam itu tidak ditetapkan secara pasti tanggalnya agar umat Islam meningkatkan ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir.
Makna “lebih baik dari seribu bulan” dipahami sebagai peluang pahala yang berlipat bagi siapa pun yang beribadah pada malam itu. Seribu bulan setara dengan lebih dari delapan puluh tahun. Artinya, ibadah pada satu malam dapat bernilai seperti ibadah dalam rentang waktu panjang. Pemahaman ini mendorong umat Islam untuk tidak melewatkan kesempatan tersebut.
Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar
Sejumlah riwayat menyebutkan tanda-tanda yang menyertai Lailatul Qadar. Di antaranya adalah suasana malam yang terasa tenang. Tidak ada angin kencang atau cuaca yang mengganggu. Keadaan tersebut disebut sebagai bagian dari ketenangan yang menyertai malam itu.
Tanda lain yang sering disebut adalah matahari terbit pada pagi harinya dalam keadaan tidak menyilaukan. Cahaya matahari tampak berbeda dibanding hari biasanya. Riwayat ini menjadi rujukan bagi sebagian umat Islam untuk mengenali malam yang telah berlalu.
Namun demikian, para ulama mengingatkan bahwa tanda-tanda tersebut tidak selalu dapat dipastikan secara kasat mata. Fokus utama bukan pada mencari tanda, melainkan mengisi malam dengan ibadah. Dengan demikian, umat Islam tidak bergantung pada satu malam tertentu, melainkan memaksimalkan seluruh sepuluh malam terakhir.
Bagaimana Cara Meraih Malam Lailatul Qadar
Meraih Lailatul Qadar tidak dilakukan dengan menunggu tanda, tetapi dengan meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Disampaikan dalam Hadist Riwayat Muslim bahwa Rasulullah SAW memberi contoh dengan memperbanyak ibadah pada periode tersebut.
عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ
Artinya: Dari Aswad dari Aisyah ra ia berkata bahwa Nabi saw meningkat amal-ibadah pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan melebihi di waktu yang lain (HR Muslim).
Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan:
1. Salat malam (qiyamul lail)
Salat malam menjadi amalan utama yang dianjurkan. Pelaksanaannya dapat dilakukan setelah salat Isya hingga sebelum Subuh. Salat ini dapat dilakukan sendiri maupun berjemaah.
2. Membaca Al-Qur’an
Mengisi malam dengan tilawah menjadi bentuk interaksi langsung dengan wahyu yang pertama kali diturunkan pada bulan Ramadan. Membaca dan memahami maknanya menjadi bagian dari ibadah.
3. Berzikir dan berdoa
Rasulullah SAW mengajarkan doa yang dapat dibaca saat mencari Lailatul Qadar, yaitu memohon ampun kepada Allah. Zikir dan doa menjadi sarana mendekatkan diri serta menyampaikan harapan.
4. Iktikaf di masjid
Iktikaf berarti berdiam diri di masjid dengan niat ibadah. Praktik ini dilakukan Rasulullah SAW pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Iktikaf membantu menjaga fokus dan mengurangi gangguan.
5. Memperbanyak sedekah
Sedekah dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, baik materi maupun bantuan kepada sesama. Amalan ini menjadi pelengkap ibadah yang dilakukan pada malam hari.
Amalan tersebut dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Konsistensi menjadi kunci agar malam-malam terakhir Ramadan tidak terlewat tanpa ibadah.
Bagaimana Ciri Kita Mendapat Malam Lailatul Qadar?
Tidak ada pernyataan pasti yang menyebut seseorang telah mendapatkan Lailatul Qadar. Namun, sebagian ulama menyebut adanya perubahan dalam diri sebagai salah satu tanda. Perubahan tersebut berupa dorongan untuk terus beribadah dan menjaga hubungan dengan Allah setelah Ramadan.
Seseorang yang meraih Lailatul Qadar juga diharapkan mengalami peningkatan dalam perilaku sehari-hari. Ia lebih menjaga ucapan, perbuatan, serta komitmen dalam menjalankan kewajiban. Dampak ini tidak berhenti pada satu malam, melainkan berlanjut setelah Ramadan berakhir.
Selain itu, hati yang merasa tenang saat beribadah sering disebut sebagai bagian dari pengalaman spiritual pada malam tersebut. Meski demikian, ukuran utama bukan pada perasaan, melainkan pada keberlanjutan amal setelahnya. Konsistensi menjadi indikator yang lebih dapat diukur dibanding kesan sesaat.
Kapan Malam Lailatul Qadar Tiba?
Lailatul Qadar berkaitan dengan peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Peristiwa ini menjadi tonggak dalam sejarah Islam karena menjadi awal penyampaian wahyu. Hubungan antara Ramadan dan Al-Qur’an semakin kuat dengan adanya malam tersebut.
Penetapan waktu yang tidak pasti juga mengandung hikmah. Umat Islam didorong untuk beribadah secara merata pada sepuluh malam terakhir, bukan hanya pada satu malam tertentu. Pola ini membentuk kebiasaan ibadah yang lebih luas dan tidak bergantung pada tanggal tertentu.
Di berbagai daerah, tradisi menyambut sepuluh malam terakhir Ramadan dilakukan dengan kegiatan keagamaan di masjid. Kegiatan tersebut meliputi kajian, salat malam berjemaah, dan pembacaan Al-Qur’an. Tradisi ini memperkuat ikatan sosial sekaligus meningkatkan partisipasi ibadah di tengah masyarakat.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa itu Malam Lailatul Qadar?
Malam Lailatul Qadar adalah malam di bulan Ramadan yang disebut dalam Al-Qur’an memiliki nilai lebih baik dari seribu bulan dan menjadi waktu turunnya malaikat membawa ketetapan dari Allah.
2. Kapan Lailatul Qadar terjadi?
Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan dan lebih sering dikaitkan dengan malam ganjil, meski tidak disebutkan secara pasti tanggalnya.
3. Apa tanda-tanda Lailatul Qadar?
Beberapa riwayat menyebut malam terasa tenang dan matahari terbit tidak menyilaukan pada pagi harinya, namun tanda tersebut tidak selalu dapat dipastikan.
4. Amalan apa yang dianjurkan saat Lailatul Qadar?
Amalan yang dianjurkan antara lain salat malam, membaca Al-Qur’an, berdoa, berzikir, iktikaf, dan bersedekah.
5. Bagaimana cara mengetahui kita mendapat Lailatul Qadar?
Tidak ada kepastian khusus, tetapi perubahan dalam diri seperti peningkatan ibadah dan konsistensi setelah Ramadan dapat menjadi indikator.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515679/original/062388800_1772184873-090358200_1528800308-20180612-Berkah-Ramadan-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216209/original/008565000_1526483408-20180516-Tarawih-Istiqlal-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525842/original/008946400_1773069228-hamish.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3124366/original/044352800_1589173179-quran-36704__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5121929/original/073265500_1738729838-1738723828659_muhasabah-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514457/original/047318700_1772090963-047059900_1589431437-285194-P693MO-311.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455045/original/016894200_1766623215-baribadah_di_malam_lailatul_qadar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2810105/original/026483700_1558322699-cdn2.tstaticdotnet_masjid-al-akbar-surabaya_20150616_182916.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523625/original/089749400_1772852560-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523626/original/099249500_1772852561-unnamed__33_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4778349/original/077714600_1710912810-Ilustrasi_buka_puasa__sahur__Islami__Ramadan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507301/original/019722100_1771489226-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524816/original/031467100_1773012780-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524851/original/086106700_1773022243-unnamed_-_2026-03-09T090726.688.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5024193/original/083270400_1732614383-quote-sedekah-di-hari-jumat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4003817/original/088336000_1650675922-AP22112543449817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521924/original/082690700_1772703966-Sesi_10_Minute_Touch_Up_bersama_Bubah_Alfian_dan_Rizfany.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516490/original/002457800_1772316358-000_99CY64J.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1620605/original/072546800_1497201228-vh.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)



