Liputan6.com, Jakarta - Mengenal huruf Hijaiyah dari Alif sampai Ya adalah langkah penting yang tak bisa dilewatkan bagi siapa pun yang ingin belajar membaca Al-Qur’an. Huruf-huruf inilah yang menjadi abjad bahasa Arab, dan tanpanya, kita tidak akan bisa melafalkan firman Allah dengan benar.
Allah SWT telah memerintahkan umat-Nya untuk membaca Al-Qur’an dengan tartil, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Muzzammil: 4, “...dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (tartil).”.
Perintah ini menuntut setiap Muslim untuk menguasai huruf hijaiyah dengan makhraj (tempat keluar huruf) dan sifat-sifatnya yang benar. Pemahaman yang tepat tentang bentuk, nama, dan cara pengucapan setiap huruf adalah kunci untuk membaca Al-Qur’an secara tartil sesuai dengan kaidah yang diajarkan.
Para ulama mengingatkan pentingnya hal ini sejak dini. Pengenalan huruf hijaiyah yang benar adalah fondasi agar anak tidak keliru saat membaca Al-Qur’an di kemudian hari.
Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) telah menerbitkan Juz ‘Amma Isyarat Metode Kitabah. Buku ini merupakan terobosan yang mengisyaratkan setiap huruf hijaiyah, harakat, dan tanda baca dalam Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia.
Inovasi ini memudahkan berbagai kalangan, termasuk para pemula dan penyandang disabilitas sensorik rungu wicara, untuk belajar dan memahami huruf-huruf Al-Qur’an. Di era digital ini, berbagai penelitian dan metode pengajaran terus berkembang untuk membantu anak-anak dan pemula mengenal huruf hijaiyah dengan cara yang menyenangkan dan efektif.
Daftar Lengkap Huruf Hijaiyah dari Alif sampai Ya
Huruf hijaiyah adalah abjad yang digunakan untuk menuliskan bahasa Arab, termasuk dalam penulisan Al-Qur’an. Jumlah huruf hijaiyah yang umum digunakan adalah 29 huruf, dimulai dari Alif (ا) dan diakhiri dengan Ya (ي). Mengenal urutan, nama, serta cara membaca setiap huruf menjadi dasar penting bagi siapa pun yang sedang belajar membaca bahasa Arab dan Al-Qur’an.
Berikut daftar lengkap 29 huruf hijaiyah beserta nama dan cara bacanya:
1. ا — Alif: dibaca a atau menjadi pembawa bunyi vokal panjang sesuai harakatnya.
2. ب — Ba’: dibaca b.
3. ت — Ta’: dibaca t.
4. ث — Tsa’: dibaca ts, seperti bunyi pada kata tsunami.
5. ج — Jim: dibaca j.
6. ح — Ha’: dibaca h, dengan makhraj dari tenggorokan.
7. خ — Kha’: dibaca kh, seperti bunyi pada kata khauf.
8. د — Dal: dibaca d.
9. ذ — Dzal: dibaca dz, seperti pada kata dzalim.
10. ر — Ra’: dibaca r dan memiliki sifat getaran.
11. ز — Zai: dibaca z.
12. س — Sin: dibaca s.
13. ش — Syin: dibaca sy, seperti pada kata syukur.
14. ص — Shad: dibaca sh, dengan karakter bunyi tebal.
15. ض — Dhad: dibaca dh, dengan karakter bunyi tebal.
16. ط — Tha’: dibaca th, dengan karakter bunyi tebal.
17. ظ — Zha’: dibaca zh, dengan karakter bunyi tebal.
18. ع — ‘Ain: memiliki bunyi khas yang keluar dari tenggorokan.
19. غ — Ghain: dibaca gh, seperti pada kata ghorib.
20. ف — Fa’: dibaca f.
21. ق — Qaf: dibaca q, dengan karakter bunyi tebal.
22. ك — Kaf: dibaca k.
23. ل — Lam: dibaca l.
24. م — Mim: dibaca m.
25. ن — Nun: dibaca n.
26. هـ — Ha’: dibaca h.
27. و — Wau: dibaca w atau menjadi pembawa bunyi vokal panjang u sesuai konteks.
28. ي — Ya’: dibaca y atau menjadi pembawa bunyi vokal panjang i sesuai konteks.
29. ء — Hamzah: menghasilkan bunyi hentian atau hamzah, yang dalam transliterasi sering ditulis dengan tanda apostrof (’).
Catatan tentang Lam Alif dan Ta Marbuthah
Lam Alif (لا) dan Ta Marbuthah (ة) kerap dimasukkan dalam daftar tambahan huruf hijaiyah. Namun, keduanya tidak termasuk dalam hitungan 29 huruf hijaiyah dasar yang umum digunakan.
Lam Alif (لا) merupakan gabungan huruf Lam (ل) dan Alif (ا). Sementara itu, Ta Marbuthah (ة) merupakan bentuk khusus dari huruf Ta (ت) yang umumnya muncul di akhir kata.
Karena itu, ketika mempelajari dasar-dasar huruf hijaiyah, daftar yang lazim digunakan tetap terdiri atas 29 huruf, mulai dari Alif (ا) hingga Ya (ي).
Metode Efektif Mengajarkan Membaca Huruf Hijaiyah
Mengajarkan huruf hijaiyah kepada anak membutuhkan pendekatan yang kreatif, interaktif, dan menyenangkan. Anak-anak belajar paling baik melalui permainan dan pengalaman langsung.
Berikut adalah beberapa metode yang terbukti efektif, berdasarkan berbagai penelitian dan praktik terbaik:
1. Metode Qira'ati
Metode Qira'ati menekankan pada belajar membaca secara langsung dan tartil (perlahan dan fasih). Dengan metode ini, anak-anak diajarkan untuk langsung mengenali dan membedakan jenis, bentuk, dan bunyi huruf hijaiyah.
Ini adalah pendekatan yang sangat fundamental karena membangun kebiasaan membaca yang benar sejak awal. Penelitian menunjukkan bahwa metode Qira'ati merupakan salah satu pendekatan yang tepat untuk pembelajaran Al-Qur'an di usia dini.
2. Metode Iqro’
Metode Iqro’ adalah salah satu metode yang paling populer di Indonesia. Metode ini bersifat praktis dan bertahap, dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah satu per satu. Biasanya, pengajaran dilakukan secara individu dan tatap muka, di mana instruktur membimbing anak secara langsung. Sifatnya yang sistematis membuat anak dapat belajar dengan ritme mereka sendiri, sehingga sangat cocok untuk pemula.
3. Metode Wafa
Metode Wafa adalah pendekatan inovatif yang menggabungkan pengenalan huruf dengan nada dan irama tertentu, seperti nada Hijaz. Guru juga sering menambahkan inovasi seperti menggunakan kartu huruf hijaiyah, puzzle huruf, dan kegiatan mewarnai huruf. Pendekatan multisensori ini membantu anak belajar melalui berbagai indra, membuat proses belajar lebih berkesan dan tidak membosankan.
4. Metode Bernyanyi
Anak-anak secara alami menyukai musik dan lagu. Strategi bernyanyi adalah cara yang sangat efektif untuk memperkenalkan huruf hijaiyah. Dengan mengubah urutan atau nama huruf menjadi sebuah lagu yang ceria, anak-anak akan lebih mudah mengingatnya tanpa merasa sedang "belajar". Lagu-lagu hijaiyah banyak tersedia di platform digital dan dapat menjadi alat bantu yang menyenangkan di rumah atau di sekolah.
5. Media Kartu Memori dan Permainan Estafet
Menggunakan media kartu memori yang dimodifikasi dan dikreasikan oleh guru adalah strategi yang sangat sesuai dengan fitrah anak yang suka bermain. Permainan estafet kartu memori, di mana anak-anak harus mencocokkan atau menyebutkan huruf secara bergiliran, dapat meningkatkan fokus, daya ingat, dan interaksi sosial mereka. Permainan ini mengubah proses menghafal yang monoton menjadi sebuah petualangan yang seru.
Pertanyaan Seputar Huruf Hijaiyah
1. Berapa jumlah huruf hijaiyah?
Jumlah huruf hijaiyah yang umum dikenal adalah 29 huruf, dimulai dari Alif (ا) dan diakhiri dengan Ya (ي). Beberapa sumber menyebutkan 30 huruf dengan menambahkan Lam Alif (لا), namun Lam Alif adalah gabungan dari huruf Lam dan Alif.
2. Apa perbedaan huruf hijaiyah dan huruf Arab?
Secara umum, istilah "huruf hijaiyah" dan "huruf Arab" merujuk pada abjad yang sama yang digunakan untuk menulis bahasa Arab. Namun, dalam konteks pembelajaran, "huruf hijaiyah" lebih sering digunakan untuk merujuk pada huruf-huruf yang digunakan dalam penulisan Al-Qur'an.
3. Bagaimana cara mudah mengajarkan huruf hijaiyah kepada anak?
Cara termudah adalah dengan menggunakan metode yang menyenangkan dan interaktif, seperti bernyanyi, bermain kartu memori, atau metode Wafa yang menggabungkan huruf dengan gerakan dan irama. Kuncinya adalah menciptakan suasana belajar yang tidak membuat anak merasa tertekan.
4. Mengapa penting belajar huruf hijaiyah dengan benar?
Belajar huruf hijaiyah dengan benar sangat penting karena kesalahan dalam pengucapan (makhraj) dapat mengubah makna ayat Al-Qur'an. Membaca Al-Qur'an dengan tartil adalah perintah Allah, dan itu hanya bisa dicapai dengan memahami huruf-hurufnya secara sempurna.
5. Apa saja tanda baca (harakat) dalam huruf hijaiyah?
Tanda baca atau harakat yang utama adalah Fathah (ﹷ) untuk bunyi "a", Kasrah (ﹻ) untuk bunyi "i", dan Dhammah (ﹹ) untuk bunyi "u". Selain itu, ada juga Tanwin (bunyi "an", "in", "un"), Sukun (ﹾ) untuk huruf mati, dan Tasydid (ّ) untuk huruf ganda atau tebal.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4491252/original/053957400_1688529312-pexels-meruyert-gonullu-6908028.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463466/original/014011800_1767615771-unnamed__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321442/original/000641000_1786441576-masjid-pogung-dalangan-Cmh2kEbjlyM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010958/original/004782000_1651214800-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3274937/original/075776800_1603351599-photo-1561399452-bdcd36b25b38__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8928545/original/069471700_1782959067-ChatGPT_Image_Jul_2__2026__09_23_09_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5156168/original/093553200_1741427681-27937ed9a460ba252f86ffad909d8657.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4859531/original/051220700_1718070898-pexels-serhattugg-20558485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4759738/original/067093400_1709389500-modern-muslim-woman-hijab-office-room.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3407493/original/089717300_1616386310-ramadan-2412453_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397187/original/001577400_1761803406-ilustrasi_berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3141446/original/078371000_1591071405-15263.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4766225/original/046556200_1709881475-masjid-pogung-raya-LhNePx4kde0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4613288/original/001487900_1697515634-_fpdl.in__eid-concept-with-group-friends_23-2147799363_normal.jpg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220347/original/094913800_1747281277-41961081_8976420.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558454/original/058152900_1776419419-cek_fakta_-_petani_milenial_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5327298/original/085035000_1756177391-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__83_.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4909950/original/090842100_1722854822-WhatsApp_Image_2024-08-05_at_17.40.39_50d920d6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4120045/original/038413400_1660195971-pexels-david-mceachan-87500.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531332/original/004830000_1773565920-bantuan_DAP_australia_umat_kristen.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4576168/original/048568900_1694732112-20230915022441__fpdl.in__medium-shot-woman-posing-with-flowers_23-2150725596_normal.jpg)