Muhammadiyah Puasa Ramadan Dimulai 18 Februari 2026, Ketetapan Resmi Berlangsung 30 Hari

2 weeks ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Muhammadiyah Puasa 2026 secara resmi ditetapkan dimulai pada hari Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan hasil perhitungan astronomis Majelis Tarjih dan Tajdid. Keputusan ini diambil lebih awal melalui metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal untuk memberikan kepastian bagi jutaan warga persyarikatan dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Laporan hasil hisab ini mengonfirmasi bahwa ijtimak jelang Ramadan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 19:03:36 WIB. Karena posisi bulan sudah berada di atas ufuk pada saat matahari terbenam di sebagian besar wilayah Indonesia, maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah menginstruksikan dimulainya ibadah puasa dan pelaksanaan salat tarawih pertama pada Selasa malam tersebut.

Berikut Liputan6.com ulas lengkap penjelasannya, Selasa (17/2/2026).

Ketetapan Awal Ramadan 1447 H

Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Maklumat resminya telah mengumumkan bahwa tanggal 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu Pon, 18 Februari 2026. Penetapan ini bukan berdasarkan pengamatan mata telanjang atau rukyatul hilal, melainkan menggunakan sistem hisab yang memiliki tingkat presisi tinggi. Hal ini sesuai dengan pedoman dalam buku Sistem Hisab Muhammadiyah yang menekankan akurasi posisi geometris benda-benda langit.

Metode Wujudul Hilal yang digunakan mengharuskan terpenuhinya tiga parameter utama secara kumulatif.

  1. Pertama, sudah terjadi konjungsi atau ijtimak antara bulan dan matahari.
  2. Kedua, konjungsi tersebut terjadi sebelum matahari terbenam.
  3. Ketiga, pada saat matahari terbenam, piringan atas bulan masih berada di atas ufuk.

Seluruh kriteria ini telah diverifikasi secara astronomis untuk wilayah Indonesia pada tanggal 17 Februari petang.

Data teknis ini merujuk pada standar yang ditetapkan dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT) sebagai landasan pengambilan keputusan hukum agama di lingkungan Muhammadiyah. Hasil perhitungan ini menunjukkan bahwa tinggi bulan di wilayah Yogyakarta saat matahari terbenam mencapai +0° 12' 02", yang berarti hilal sudah wujud (berada di atas ufuk). Oleh karena itu, Rabu 18 Februari 2026 ditetapkan sebagai hari pertama pelaksanaan kewajiban puasa.

Informasi ini menjadi dasar bagi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) hingga Pimpinan Ranting dalam menyebarkan jadwal imsakiyah resmi. Distribusi jadwal ini dilakukan melalui kanal media resmi organisasi untuk memfasilitasi persiapan logistik dan agenda kegiatan masjid di seluruh daerah. Seluruh warga persyarikatan mengacu pada pengumuman tertulis tersebut sebagai instruksi tunggal dalam memulai rangkaian ibadah Ramadan 1447 Hijriah.

Total Durasi Ibadah Puasa Selama 30 Hari

Berdasarkan analisis data kalender Hijriah, Muhammadiyah puasa pada tahun 1447 H/2026 M ini akan berlangsung selama 30 hari atau mengalami penggenapan (istikmal). Perhitungan menunjukkan bahwa pada hari ke-29 Ramadan, posisi bulan masih berada di bawah kriteria minimal wujudul hilal saat matahari terbenam. Kondisi astronomis ini mengharuskan bulan Ramadan disempurnakan jumlah harinya menjadi tiga puluh hari penuh.

Ketentuan mengenai jumlah hari ini didasarkan pada buku Sistem Hisab Muhammadiyah yang mengukur pergerakan bulan dengan akurasi detik. Jika pada hari ke-29 posisi hilal belum wujud, maka secara otomatis bulan tersebut digenapkan sesuai dengan kaidah ilmu falak yang diakui dalam persyarikatan.

Penghitungan 30 hari ini juga menjadi acuan bagi Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) dalam menentukan periode pengumpulan serta pendistribusian zakat fitrah. Penjelasan rinci mengenai durasi 30 hari ini tersedia dalam kitab-kitab teknis falak yang menjadi rujukan Majelis Tarjih dalam setiap sidang pleno penetapan awal bulan kamariah.

Durasi 30 hari puasa ini menempatkan hari terakhir Ramadan 1447 H pada hari Kamis, 19 Maret 2026. Data ini konsisten dengan hasil perhitungan mundur dari posisi hilal awal Syawal yang dilakukan secara serentak di berbagai titik koordinat di Indonesia. Kepastian durasi ini memudahkan pengelola masjid untuk mengatur jadwal iktikaf dan pengajian subuh agar terlaksana sesuai dengan jumlah hari yang telah ditetapkan secara resmi oleh pimpinan pusat.

Tanggal Idul Fitri 1 Syawal 1447 H

Berdasarkan riset astronomi yang sama, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada hari Jumat Kliwon, 20 Maret 2026. Penetapan ini mengacu pada data posisi hilal pada Kamis, 19 Maret 2026, di mana ijtimak jelang Syawal terjadi pukul 16:25:34 WIB.

Keputusan akhir masa Muhammadiyah puasa ini tertuang dalam lembar maklumat resmi yang disebarluaskan ke seluruh Indonesia. Dalam buku Tuntunan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri, dijelaskan tata cara pelaksanaan salat Id yang dilakukan di lapangan terbuka sesuai dengan sunah Nabi Muhammad SAW. Dengan jatuhnya Idul Fitri pada hari Jumat, persiapan lokasi salat Id akan dikoordinasikan secara intensif oleh panitia hari besar Islam di tingkat lokal.

Landasan penetapan 1 Syawal pada 20 Maret 2026 ini juga merujuk pada prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang mulai diimplementasikan Muhammadiyah. Prinsip ini menggunakan satu kriteria batas wilayah yang disepakati untuk seluruh dunia guna meminimalisir perbedaan tanggal di berbagai negara.

FAQ

Kapan Muhammadiyah mulai puasa tahun 2026?

Berdasarkan maklumat, puasa dimulai pada hari Rabu, 18 Februari 2026.

Muhammadiyah puasa berapa hari di tahun 1447 H?

Ibadah puasa akan berlangsung selama 30 hari penuh (istikmal).

Apa metode yang digunakan untuk menetapkan Idul Fitri?

Metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid.

Kapan tanggal Idul Fitri 2026 versi Muhammadiyah?

Hari Raya Idul Fitri jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026.

Kapan salat tarawih pertama dilaksanakan?

Salat tarawih dimulai pada Selasa malam, 17 Februari 2026.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |