Muharram Ada Peristiwa Apa? Dari Nabi Adam hingga Peristiwa Karbala

2 days ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Muharram bukanlah sekadar penanda awal tahun baru Hijriah. Sebagai salah satu bulan haram, umat Islam perlu memahami pada bulan Muharram ada peristiwa apa saja.

Pengetahuan ini penting mengingat peristiwa-peristiwa monumental itu membentuk lanskap spiritualitas Islam. Secara teologis, Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan... di antaranya ada empat bulan haram." Muharram termasuk bulan suci yang sangat diagungkan.

Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Lathaif Al-Ma'arif menjelaskan bahwa status Muharram sebagai "Syahrullah" (Bulan Allah) menandakan kemuliaannya. Umat Islam sangat dianjurkan menjadikan bulan suci ini sebagai momentum untuk memperbanyak muhasabah diri dan meningkatkan ketaatan, khususnya melalui ibadah puasa sunah.

Merujuk Buku Keutamaan Asyura dan Bulan Muharram, Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, Penerjemah Abu Salma Muhammad Rachdie, S.Si, Buku Bulan Muharram dan Keutamaan Berpuasa di Dalamnya, Said Yai, Kalender Hijriah 2026 Indonesia, Kemenag serta sumber relevan lain, berikut ini adalah deretan peristiwa-peristiwa besar di bulan Muharram.

1. Penerimaan Taubat Nabi Adam AS

Kisah ini bermula saat Nabi Adam dan istrinya, Hawa, tergoda oleh bujuk rayu Iblis hingga melanggar larangan Allah dengan memakan buah dari pohon yang dilarang di surga. Allah kemudian menurunkan mereka ke bumi sebagai konsekuensi dari dosa tersebut.

Di bumi, Nabi Adam menyesali perbuatannya dan bertaubat dengan sungguh-sungguh selama bertahun-tahun, bahkan ada yang meriwayatkan mencapai 300 tahun lamanya.

Puncaknya, pada tanggal 10 Muharram, Allah SWT menerima taubat Nabi Adam. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi:

"Bila seseorang puasa sebulan setelah bulan Ramadhan, maka puasalah di bulan Muharram. Karena di bulan itu, hari-hari ketika Allah Swt menerima tobat suatu kaum, dan menerima tobat kaum-kaum yang lain." (HR. At-Tirmidzi)

Ibnu Rajab al-Hambali dalam kitabnya, Lathaiful Ma'arif, menegaskan peristiwa ini dengan mengutip perkataan 'Ubaid bin 'Umair: "Muharram adalah bulan Allah yang penting (al-ashamm). Di dalamnya Nabi Adam diterima tobatnya. Bila kamu mampu untuk tidak melewatinya tanpa puasa, maka puasalah." 

2. Berlabuhnya Kapal Nabi Nuh AS

Di zaman Nabi Nuh AS, sebagian besar umatnya menolak dakwah tauhid yang dibawanya. Sebagai hukuman, Allah menimpakan banjir bandang dahsyat yang menghanyutkan mereka yang ingkar. Hanya Nabi Nuh dan para pengikutnya yang beriman yang selamat dengan menaiki kapal yang dibangun atas petunjuk Allah.

Setelah banjir surut, pada tanggal 10 Muharram, kapal tersebut berlabuh dengan selamat di bukit Zuhdi (atau Judi). Peristiwa ini menjadi simbol keselamatan bagi orang-orang yang beriman dan taat kepada Allah. Beberapa literatur juga menyebutkan bahwa Nabi Nuh berpuasa pada hari itu sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

3. Selamatnya Nabi Ibrahim AS dari Kobaran Api Raja Namrud

Kisah ini menggambarkan keteguhan tauhid seorang hamba. Raja Namrud, seorang penguasa yang lalim dan mengaku sebagai tuhan, murka ketika Nabi Ibrahim AS menghancurkan berhala-berhala sesembahan mereka dan menyeru untuk menyembah Allah semata. Sebagai hukuman, beliau dijatuhi hukuman bakar hidup-hidup.

Namun, atas kuasa Allah, api yang sangat besar itu diperintahkan untuk menjadi dingin dan tidak membakar Nabi Ibrahim AS. Peristiwa ini terjadi tepat pada tanggal 10 Muharram. Mukjizat ini diabadikan dalam Al-Qur'an Surah Al-Anbiya ayat 69:

قلنا يا نار كوني بردا وسلاما على إبراهيم

"Wahai api, jadilah dingin dan keselamatan bagi Ibrahim." (QS. Al-Anbiya: 69)

Imam Jalaluddin as-Suyuthi dalam tafsirnya, Al-Jalalain, menjelaskan bahwa sifat dingin dan keselamatan tersebut menyatu dalam api, sehingga Nabi Ibrahim selamat tanpa terluka sedikit pun.

4. Penyelamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari Kejaran Firaun

Peristiwa ini adalah salah satu yang paling terang dalilnya. Nabi Musa AS memimpin Bani Israil keluar dari perbudakan Mesir. Firaun dan pasukannya yang besar mengejar mereka hingga ke tepi Laut Merah. Dalam situasi genting itu, Allah memerintahkan Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya ke laut.

Laut pun terbelah menjadi dua, menciptakan jalan darat yang kering bagi Bani Israil untuk menyeberang. Begitu Firaun dan pasukannya masuk ke dalamnya, laut menutup kembali dan menenggelamkan mereka semua.

Peristiwa penyelamatan ini terjadi pada tanggal 10 Muharram. Hal ini diakui langsung oleh Nabi Muhammad ﷺ yang kemudian memerintahkan umatnya untuk berpuasa pada hari itu sebagai bentuk syukur. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda:

"Aku lebih berhak terhadap Musa dibanding kalian." Lalu beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa. (HR. Bukhari)

Para ulama, seperti Imam Syafi'i dan lainnya, kemudian menganjurkan untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram untuk membedakan diri dengan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10.

5. Tragedi Karbala: Gugurnya Husain bin Ali

Berbeda dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya yang bernuansa kegembiraan dan pembebasan, tragedi Karbala adalah kisah duka yang mendalam. Pada tanggal 10 Muharram tahun 61 Hijriah (bertepatan dengan 10 Oktober 680 M), terjadi pertempuran singkat namun berdarah di tanah Karbala (Irak modern).

Pertempuran ini terjadi antara pasukan kecil yang dipimpin oleh Husain bin Ali, cucu kesayangan Nabi Muhammad ﷺ, melawan pasukan besar yang diutus oleh khalifah Umayyah, Yazid bin Muawiyah.

Husain dan 72 orang pengikutnya, yang sebagian besar adalah keluarga dan kerabat dekatnya, gugur sebagai syuhada setelah dihadapkan pada pilihan antara membaiat Yazid atau mati.

Encyclopaedia Britannica menyebutnya sebagai "pertempuran singkat di mana rombongan kecil yang dipimpin Husain bin Ali dikalahkan dan dibantai oleh pasukan yang dikirim Khalifah Yazid I".

Peristiwa ini menjadi titik belah yang sangat signifikan dalam Islam. Bagi umat Syiah, hari Asyura diperingati sebagai hari berkabung (Mourning of Muharram) untuk mengenang kesyahidan Husain. 

6. Hijrah Nabi Muhammad ﷺ dan Penetapan Kalender Hijriah

Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad ﷺ dari Makkah ke Madinah adalah fondasi dari penanggalan Islam. Penting untuk diluruskan bahwa hijrah fisik Rasulullah tidak terjadi pada 1 Muharram, melainkan pada 12 Rabiul Awal.

Lantas, mengapa Muharram dipilih sebagai bulan pertama?

Penetapan ini terjadi pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab sekitar tahun 17 Hijriah. Atas usulan Ali bin Abi Thalib, para sahabat sepakat untuk menjadikan peristiwa hijrah sebagai awal dari kalender Islam karena merupakan titik balik peradaban umat.

Adapun bulan Muharram dipilih sebagai bulan pertama karena merupakan awal dari siklus ibadah haji dan telah dihormati sebagai bulan suci sejak masa Jahiliyah.

Dengan demikian, meskipun hijrah fisik terjadi di bulan Rabiul Awal, tahun baru secara administratif dimulai pada bulan Muharram, menjadikannya simbol semangat baru dan transformasi.

Selain enam peristiwa di atas, masih terdapat berbagai peristiwa penting lain di bulan Muharram. Enam tersebut hanyalan sebagiannya.

Hikmah bagi Umat Islam

Rangkaian peristiwa di bulan Muharram bukanlah sekadar cerita masa lalu, melainkan cermin yang relevan bagi kehidupan seorang Muslim modern. Dari kisah-kisah tersebut, setidaknya ada tiga hikmah agung yang dapat dipetik:

  • Taubat dan Kesempatan Kedua: Kisah Nabi Adam mengajarkan bahwa Allah adalah Maha Penerima Taubat. Tidak ada dosa yang terlalu besar jika disertai dengan penyesalan yang tulus dan tekad untuk tidak mengulanginya. Ini mengingatkan bahwa setiap saat adalah kesempatan untuk memulai lembaran baru yang lebih bersih.
  • Kemenangan Iman atas Kezaliman: Penyelamatan Nabi Ibrahim dari api dan Nabi Musa dari Firaun adalah bukti nyata bahwa iman dan ketauhidan akan selalu mendapat pertolongan Allah. Tidak peduli seberapa besar kekuatan tirani, keadilan Ilahi pasti akan menang. Ini menjadi suntikan kekuatan spiritual bagi mereka yang terzalimi.
  • Konsekuensi Prinsip dan Persatuan: Di satu sisi, kita belajar dari peristiwa Karbala tentang harga yang harus dibayar untuk mempertahankan prinsip kebenaran. Di sisi lain, dari kisah hijrah dan perbedaan penentuan hari Asyura, kita diajarkan untuk menyikapi perbedaan dengan bijak, menjunjung tinggi persatuan, dan tidak terjebak pada ritual yang memecah belah.

Maka dari itu, momentum Tahun Baru Islam 1448 H yang dimulai pada 1 Muharram (Selasa, 16 Juni 2026) adalah saat yang tepat untuk tidak sekadar bergembira, tetapi lebih dari itu, untuk berhijrah secara maknawi: berpindah dari kemaksiatan menuju ketaatan, dan menjadikan peristiwa-peristiwa agung ini sebagai motivasi untuk terus memperbaiki diri.

Amalan seperti puasa sunnah, memperbanyak sedekah, dan introspeksi diri adalah wujud nyata dari penghormatan terhadap bulan mulia ini, sekaligus menjauhkan diri dari praktik-praktik ritual yang tidak memiliki dasar dari sunnah.

Pertanyaan Seputar Bulan Muharram

Apa 4 larangan di bulan Muharram?

4 LARANGAN DI BULAN MUHARRAM YANG WAJIB DIKETAHUI UMAT ISLAM.Larangan Mendzalimi Diri Sendiri.Larangan Berbuat Maksiat.Larangan Berperang.Larangan Melakukan Bidah.

13 14 15 Muharram puasa apa?

Puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 Muharram adalah Puasa Ayyamul Bidh. Puasa sunnah ini sangat dianjurkan (sunnah muakkad) karena memiliki keutamaan pahala yang setara dengan berpuasa sepanjang tahun

1 Muharram ada kejadian apa?

Pada 1 Muharram 24 H, Umar bin Khattab dimakamkan setelah syahid dibunuh oleh Abu Lu'lu'ah seorang Majusi.Pada 10 Muharram 61 H, terjadi musibah besar. Husain, cucu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan keluarganya dibunuh di Karbala.

Ada kejadian apa di tanggal 10 Muharram?

Menurut riwayat, kapal Nabi Nuh AS mendarat dengan selamat di Bukit Judi pada 10 Muharram, setelah banjir besar yang menenggelamkan bumi. Peristiwa ini menjadi simbol keselamatan bagi orang-orang yang beriman. Nabi Yunus AS yang ditelan ikan besar akhirnya dikeluarkan dalam keadaan selamat pada bulan Muharram.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |