Niat Puasa Daud dan Keutamaannya, Ibadah Sunah Paling Dicintai Allah

15 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Puasa Daud merupakan salah satu ibadah sunah istimewa dalam ajaran Islam yang dicontohkan langsung oleh Nabi Daud AS. Praktik puasa ini dilakukan dengan pola selang-seling, yaitu satu hari berpuasa dan satu hari tidak, yang bertujuan untuk menyempurnakan ketakwaan kepada Allah SWT.

Sebagai puasa sunah, hukum Puasa Daud adalah tidak wajib, namun sangat dianjurkan. Pelaksanaannya akan mendatangkan pahala bagi yang mengerjakannya, sementara tidak ada dosa bagi yang tidak melaksanakannya.

Ibadah ini dikenal memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan yang luar biasa, baik dari sisi spiritual maupun kesehatan, menjadikannya salah satu amalan yang paling dicintai Allah SWT.

Pengertian dan Hukum Puasa Daud

Puasa Daud adalah ibadah puasa sunah yang pola pelaksanaannya dilakukan secara bergantian, yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa. Penamaan puasa ini diambil dari nama Nabi Daud AS, yang dikenal konsisten dalam menjalankan ibadah ini sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT.

Dalam Islam, Puasa Daud tergolong sebagai puasa sunah. Ini berarti bahwa seorang Muslim yang melaksanakannya akan mendapatkan pahala, namun tidak berdosa jika tidak mengerjakannya. Para ulama juga menyepakati kesunahan puasa ini.

Tata Cara Pelaksanaan Puasa Daud

Secara umum, tata cara Puasa Daud tidak jauh berbeda dengan puasa sunah lainnya, namun dengan pola khusus yang membedakannya.

Puasa ini dimulai sejak fajar menyingsing atau waktu Subuh dan berakhir saat matahari terbenam atau azan Magrib dikumandangkan. Selama rentang waktu tersebut, umat Muslim wajib menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan berhubungan suami istri.

Meskipun puasa tetap sah, dianjurkan untuk makan sahur sebelum memasuki waktu Subuh agar tubuh memiliki energi selama berpuasa dan mendapatkan keberkahan. Saat waktu berbuka tiba, menyegerakan berbuka puasa merupakan salah satu sunah.

Penting untuk diketahui bahwa Puasa Daud tidak boleh dilaksanakan pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) serta Hari Tasyrik yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah.

Niat Puasa Daud: Lafal dan Waktu

Niat merupakan bagian esensial agar puasa sunah Daud dianggap sah secara syariat. Fleksibilitas niat puasa sunah memungkinkan pembacaannya dilakukan baik pada malam hari maupun siang hari.

Niat yang dibaca pada malam hari, yaitu setelah waktu Magrib hingga sebelum Subuh, adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Lafal Latinnya adalah "Nawaitu shauma dauda sunnatan lillahi ta'ala," yang berarti "Saya niat puasa Daud sunnah karena Allah Ta'ala."

Jika seseorang lupa berniat di malam hari, niat Puasa Daud masih dapat diucapkan pada pagi atau siang hari. Syaratnya adalah belum makan, minum, atau melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak Subuh hingga sebelum tergelincirnya matahari (waktu Zuhur). Berikut adalah lafal niat untuk siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ دَاوُدَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Lafal Latinnya adalah "Nawaitu shauma haadzal yaumi 'an adaa-i sunnati daawuda lillahi ta'aalaa." [cite: kumparan.com]

Puasa Paling Dicintai Allah

Puasa Daud adalah salah satu ibadah sunah yang paling disukai dan dicintai oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah puasa Dawud, dan shalat yang paling disukai Allah adalah shalat Nabi Dawud.”

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh 'Abdullah bin 'Amr bin Al 'Ash, Rasulullah SAW menjelaskan lebih lanjut, “Sebaik-baik shalat di sisi Allah adalah shalatnya Nabi Daud 'alaihis salam. Dan sebaik-baik puasa di sisi Allah adalah puasa Daud. Nabi Daud dahulu tidur di pertengahan malam dan beliau shalat di sepertiga malamnya dan tidur lagi di seperenamnya. Adapun puasa Daud yaitu puasa sehari dan tidak berpuasa di hari berikutnya.” (HR. Bukhari no. 1131).

Selain itu, Puasa Daud juga tergolong sebagai puasa sunah yang paling utama. Hadis lain menyebutkan, “Tidak ada puasa yang lebih afdhol dari puasa Daud. Puasa Daud berarti sudah berpuasa separuh tahun karena sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa.” (HR. Bukhari no. 6277 dan Muslim no. 1159). [cite: muslim.or.id, 21] Ini menunjukkan betapa besar pahala yang bisa diraih dari amalan ini.

Keutamaan Spiritual Puasa Daud

Bagi mereka yang rutin mengamalkan Puasa Daud, terdapat beragam keutamaan spiritual. Puasa ini dapat menjadi perisai yang melindungi diri dari amarah, godaan nafsu, dan berbagai hal buruk lainnya.

Seorang Muslim yang konsisten menjalankan Puasa Daud akan terpelihara dari perbuatan maksiat dan dapat menghalau siksa kubur. Ibadah ini juga menumbuhkan akhlak yang baik (Akhlaqul Karimah), melatih kontrol diri, serta menjaga lisan, pikiran, dan tindakan agar selalu dalam koridor yang diridhai Allah SWT.

Selain itu, Puasa Daud dapat mengaruniakan rasa syukur yang tinggi, membuat pelakunya menerima segala pemberian Allah SWT dengan lapang hati, baik dalam keadaan suka maupun duka. Ketenteraman jiwa juga menjadi salah satu anugerah bagi mereka yang istiqamah dalam menjalankan puasa ini, karena merasa dekat dengan Sang Pencipta.

Manfaat Lain Puasa Daud

Selain keutamaan spiritual, Puasa Daud juga membawa manfaat lain yang signifikan. Ibadah ini diyakini dapat membantu menumbuhkan pikiran yang cerdas, kreatif, dan inovatif.

Puasa Daud juga mengajarkan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat, memungkinkan seseorang untuk beribadah tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari. Ini melatih individu agar tidak berlebihan dalam suatu perkara, memberikan hak kepada Allah melalui puasa, dan hak kepada tubuh untuk beristirahat.

Dari aspek kesehatan, pola puasa selang-seling ini memiliki kemiripan dengan metode intermittent fasting. Penelitian menunjukkan bahwa Puasa Daud dapat memberikan beragam manfaat, seperti menurunkan lipid dalam tubuh, mengurangi berat badan, menurunkan indeks massa tubuh (IMT), serta mengecilkan lingkar panggul. Manfaat lainnya termasuk mengubah fungsi sel, gen, dan hormon, menurunkan risiko diabetes tipe 2, mengurangi stres oksidatif dan peradangan, serta berpotensi memperpanjang umur.

5 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Puasa Daud

1. Apa itu Puasa Daud dan bagaimana cara melaksanakannya?

Puasa Daud adalah puasa sunah yang dilakukan secara selang-seling, yaitu satu hari berpuasa dan satu hari tidak berpuasa. Pola ini dicontohkan oleh Nabi Daud AS dan dikenal sebagai salah satu puasa sunah yang paling utama dalam Islam.

2. Kapan waktu membaca niat Puasa Daud?

Niat Puasa Daud dapat dibaca pada malam hari sejak setelah Magrib hingga sebelum Subuh. Jika lupa berniat pada malam hari, niat masih dapat dilakukan pada pagi atau siang hari sebelum waktu Zuhur selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

3. Apakah Puasa Daud boleh dilakukan setiap hari tanpa jeda?

Tidak. Ciri khas Puasa Daud adalah dilakukan secara bergantian, yakni sehari berpuasa dan sehari berbuka. Melaksanakan puasa setiap hari justru tidak sesuai dengan tata cara Puasa Daud yang diajarkan dalam hadis.

4. Apa keutamaan utama Puasa Daud dalam Islam?

Puasa Daud disebut sebagai puasa sunah yang paling dicintai Allah SWT dan termasuk puasa yang paling utama. Selain mendatangkan pahala besar, ibadah ini juga melatih pengendalian diri, meningkatkan ketakwaan, serta membantu menjaga konsistensi dalam beribadah.

5. Apa manfaat Puasa Daud bagi kesehatan tubuh?

Pola puasa selang-seling pada Puasa Daud diyakini dapat membantu mengontrol berat badan, menurunkan kadar lemak tubuh, memperbaiki metabolisme, mengurangi peradangan, serta mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan apabila dijalankan dengan pola makan yang seimbang

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |