Liputan6.com, Jakarta - Panduan lengkap bacaan penutup khutbah jumat yang benar menjadi perhatian penting bagi para khatib dan jamaah. Bagian ini bukan sekadar penutup, tetapi juga menjadi doa yang mengandung harapan besar. Kesalahan dalam membaca bisa memengaruhi kesempurnaan khutbah.
Panduan lengkap bacaan penutup khutbah jumat yang benar harus dipahami sejak awal oleh siapa pun yang akan menjadi khatib. Dengan memahami susunan dan dalilnya, pelaksanaan ibadah menjadi lebih tertib. Hal ini juga membantu menjaga kesesuaian dengan tuntunan syariat.
Khutbah Jumat merupakan bagian dari rangkaian sholat Jumat yang tidak terpisahkan. Dalam pelaksanaannya terdapat rukun dan syarat yang harus dipenuhi. Salah satu yang penting adalah doa penutup pada khutbah kedua.
Doa penutup menjadi momen bermunajat kepada Allah SWT. Isi doa biasanya mencakup permohonan ampunan dan keselamatan. Ini juga menjadi harapan kolektif bagi seluruh jamaah.
Makna dan Peran Doa Penutup
Doa penutup khutbah memiliki makna mendalam dalam ibadah. Ia menjadi penutup dari pesan-pesan keimanan yang disampaikan. Selain itu, doa ini juga menjadi penguat spiritual bagi jamaah.
Dalam praktiknya, khatib dianjurkan membaca doa dengan khusyuk. Jamaah pun dianjurkan mengaminkan. Momen ini menjadi sangat sakral dalam rangkaian ibadah Jumat.
Isi doa harus mencerminkan nilai ukhrawi. Artinya, lebih menekankan keselamatan akhirat. Hal ini sesuai dengan tuntunan para ulama.
Doa yang dibaca juga sebaiknya menggunakan lafadz yang jelas. Tidak boleh asal-asalan atau sekadar formalitas. Pemahaman makna sangat dianjurkan.
Dalil dan Hadis Terkait Doa
Salah satu hadis menjelaskan tata cara berdoa saat khutbah. Berikut lafadznya: عَنْ حُصَيْنِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ...
Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah tidak mengangkat kedua tangan. Beliau hanya mengangkat jari telunjuk. Ini menjadi pedoman penting dalam praktik khutbah.
Latin: ‘an Hushain bin Abdurrahman as-Sulami… Artinya: Nabi berdoa saat khutbah dengan mengangkat satu jari telunjuk.
Hadis ini diriwayatkan dalam kitab Shahih Muslim. Para ulama menjadikannya sebagai rujukan utama. Praktik ini masih digunakan hingga sekarang.
Contoh Bacaan Doa Penutup
Berikut salah satu doa yang sering dibaca: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ
Latin: Allahummaghfir lilmuslimiina wal muslimaati Artinya: Ya Allah, ampunilah kaum muslimin dan muslimat.
Doa ini mencakup permohonan ampunan secara umum. Baik untuk yang hidup maupun yang telah wafat. Ini menjadi bentuk kepedulian sosial dalam doa.
Dilanjutkan dengan doa keselamatan dunia akhirat. Isi doa biasanya bersumber dari Al-Qur’an. Seperti doa sapu jagat yang sangat populer.
Ayat Al-Qur’an dalam Penutup
Salah satu ayat yang sering dibaca adalah: اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ
Latin: Innallaha ya’muru bil ‘adli wal ihsan Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat baik.
Ayat ini berasal dari QS An-Nahl ayat 90. Isinya mencakup perintah dan larangan secara seimbang. Sangat cocok sebagai penutup khutbah.
Kandungan ayat ini mengajak pada kebaikan. Sekaligus melarang perbuatan buruk. Pesannya sangat universal.
Karena itu, ayat ini sering dijadikan penutup khutbah. Hampir di banyak masjid digunakan. Ini menunjukkan kekuatan maknanya.
Rukun Khutbah yang Harus Dipenuhi
Dalam khutbah terdapat lima rukun utama. Salah satunya adalah membaca doa untuk kaum mukmin. Ini wajib dilakukan pada khutbah kedua.
Selain itu, ada pujian kepada Allah. Juga shalawat kepada Nabi Muhammad. Semua harus dilakukan dengan benar.
Ada pula wasiat takwa. Serta membaca ayat Al-Qur’an. Kelima rukun ini tidak boleh ditinggalkan.
Jika salah satu rukun tidak terpenuhi, khutbah bisa dianggap tidak sah. Karena itu, pemahaman sangat penting. Khatib harus benar-benar mempersiapkan diri.
Tata Cara Berdoa Saat Khutbah
Tata cara berdoa dalam khutbah berbeda dari doa biasa. Khatib tidak mengangkat kedua tangan. Cukup dengan isyarat jari telunjuk.
Hal ini berdasarkan hadis yang telah disebutkan sebelumnya. Praktik ini menunjukkan kesederhanaan. Sekaligus mengikuti sunnah Nabi.
Jamaah dianjurkan mendengarkan dengan khusyuk. Tidak berbicara selama khutbah berlangsung. Ini bagian dari adab Jumat.
Mengaminkan doa juga sangat dianjurkan. Meski dilakukan dalam hati. Ini menambah kekhusyukan ibadah.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Banyak khatib yang masih keliru dalam membaca doa. Salah satunya adalah terlalu panjang tanpa makna jelas. Hal ini sebaiknya dihindari.
Kesalahan lain adalah doa yang terlalu fokus pada dunia. Padahal seharusnya bernuansa akhirat. Ini penting untuk diperhatikan.
Ada juga yang tidak membaca doa sama sekali. Ini tentu menjadi kekurangan serius. Karena doa termasuk rukun khutbah.
Kesalahan teknis seperti pelafalan juga perlu diperbaiki. Latihan sebelum khutbah sangat dianjurkan. Ini untuk menjaga kualitas ibadah.
Pemahaman tentang bacaan penutup khutbah jumat yang benar sangat penting bagi umat Islam. Dengan mengikuti tuntunan, ibadah menjadi lebih sempurna. Kesalahan bisa diminimalkan.
Khatib memiliki tanggung jawab besar dalam hal ini. Ia menjadi penyampai pesan sekaligus pemimpin doa. Karena itu, persiapan harus matang.
Jamaah juga perlu memahami makna doa. Agar lebih khusyuk dalam mengaminkan. Ini bagian dari kebersamaan dalam ibadah.
bacaan penutup khutbah jumat yang benar bukan hanya hafalan, tetapi juga penghayatan. Dengan pemahaman yang baik, ibadah Jumat menjadi lebih bermakna. Semoga semua dapat menjalankannya dengan benar.
People Also Ask
1. Apa bacaan doa penutup khutbah Jumat? Doa berisi permohonan ampunan, keselamatan, dan kebaikan dunia akhirat.
2. Apakah wajib membaca doa penutup khutbah? Ya, termasuk rukun khutbah kedua yang tidak boleh ditinggalkan.
3. Bagaimana posisi tangan saat doa khutbah? Cukup mengangkat jari telunjuk, tidak mengangkat kedua tangan.
4. Bolehkah doa berbahasa Indonesia? Sebaiknya menggunakan bahasa Arab agar sesuai tuntunan.
5. Apa ayat yang sering dibaca di penutup khutbah? QS An-Nahl ayat 90 sering digunakan karena maknanya lengkap.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5005172/original/060424600_1731569782-media_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/999349/original/080383000_1443076430-20150924-Salat-Idul-Adha-di-Jatinegara-Jakarta-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4462892/original/030653200_1686564225-20230612143247__fpdl.in__illuminated-minaret-symbolizes-spirituality-famous-blue-mosque-generated-by-ai_188544-35440_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458708/original/072098400_1767088577-Pilihan_yang_Paling_Masuk_Akal_untuk_Pekerja_dengan_Gaji_Pas_Pasan_Admin_Media_Sosial_Skala_Kecil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560083/original/050968500_1776658146-unnamed__87_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336024/original/066771100_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4083992/original/071029700_1657420935-Salat-Idul-Adha-JIS-Faizal-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533779/original/098475800_1773775028-unnamed__98_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165509/original/009073500_1742184236-535f032ee6b6e3beccec5dfc251f3802.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5211926/original/011374200_1746600887-Baju_Koko_Pria.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3585755/original/069032500_1632814784-muslim-man-using-misbaha-keep-track-counting-tasbih_53876-15256__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4449837/original/055086300_1685614290-WhatsApp_Image_2023-06-01_at_17.06.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4120045/original/038413400_1660195971-pexels-david-mceachan-87500.jpg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4770150/original/051663000_1710247846-20240312-Berbuka_Puasa_di_Istiqlal-HER_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2898274/original/080785500_1567273060-Pawai-Obor4.jpg)