- Apa pengertian Sai dalam ibadah haji?
- Apakah Sai termasuk rukun haji?
- Berapa kali putaran Sai dilakukan?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu. Dalam rangkaian ibadah ini, terdapat berbagai prosesi yang harus dilakukan dengan benar agar ibadah haji menjadi sah dan diterima di sisi Allah SWT. Salah satu yang penting dalam ibadah haji adalah Sai.
Memahami pengertian Sai sebelum keberangkatan haji sangat penting bagi setiap calon jemaah. Pengetahuan tentang hukum, tata cara, dan makna di balik Sai akan membantu jemaah menjalankan ibadah dengan penuh kesadaran. Persiapan yang matang tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga pemahaman yang komprehensif terhadap setiap rukun haji.
Agar tidak keliru saat di Tanah Suci, berikut penjelasan tentang Sai, mulai dari definisinya, posisinya sebagai rukun haji, urutan pelaksanaannya, hingga makna spiritual yang terkandung di dalamnya. Simak informasi selengkapnya, dihadirkan Liputan6.com pada Kamis (7/5).
Pengertian Sai Dalam Ibadah Haji
Merujuk laman resmi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Sai adalah ritual yang dilakukan dengan berjalan atau berlari-lari kecil sebanyak tujuh kali bolak-balik antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah. Ritual ini dimulai dari Bukit Shafa dan berakhir di Bukit Marwah. Jarak antara kedua bukit tersebut sekitar 400 hingga 450 meter untuk satu kali jalan, sehingga total jarak yang ditempuh dalam tujuh kali putaran mencapai sekitar 2,83 kilometer hingga 3 kilometer.
Kata Sai berasal dari bahasa Arab yang berarti "berlari" atau "berjalan cepat". Definisi ini mencerminkan esensi dari ibadah Sai, yaitu sebuah upaya fisik yang dilakukan dengan penuh kesungguhan. Pelaksanaan Sai bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan memiliki dimensi spiritual yang mendalam, mengingatkan jemaah pada perjuangan dan ketekunan.
Ibadah Sai ini merupakan ritual untuk mengenang Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, yang mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS, di lembah tandus Makkah. Dalam keadaan kehausan, Siti Hajar berlari bolak-balik antara kedua bukit tersebut sebanyak tujuh kali, hingga akhirnya Allah SWT mengaruniakan air zamzam. Kisah ini menjadi dasar historis dan spiritual mengapa Sai menjadi bagian integral dari ibadah haji dan umrah.
Termasuk ke Dalam Rukun Haji
Sai memiliki kedudukan sebagai salah satu rukun haji. Menurut mayoritas ulama dari mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali, Sai termasuk dalam rukun haji. Jika salah satu rukun haji tidak dilaksanakan, maka ibadah haji dianggap tidak sah dan tidak dapat digantikan dengan amalan lain.
Pendapat ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 158 yang menyatakan bahwa Shafa dan Marwah adalah bagian dari syiar Allah. Berikut ayatnya:
اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ ۚ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ اَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ اَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِمَا ۗ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًاۙ فَاِنَّ اللّٰهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ
Artinya: “Sesungguhnya Shafa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka, siapa beribadah haji ke baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, lagi Maha Mengetahui.”
Meskipun terdapat pandangan dari mazhab Hanafi yang menganggap Sai sebagai wajib haji, mayoritas ulama berpendapat bahwa Sai merupakan rukun haji yang tidak dapat ditinggalkan. Oleh karena itu, pemahaman yang benar mengenai status Sai sebagai rukun haji sangat penting bagi setiap jemaah agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan syariat.
Sai Dilakukan Setelah Pelaksanaan Tawaf
Pelaksanaan Sai dalam ibadah haji dilakukan setelah jemaah menyelesaikan Tawaf. Tawaf yang dimaksud adalah Tawaf Ifadah untuk ibadah haji atau Tawaf Umrah bagi mereka yang melaksanakan umrah. Urutan ini merupakan bagian dari tata cara yang telah ditetapkan dan harus diikuti agar ibadah haji atau umrah menjadi sah.
Setelah menyelesaikan Tawaf dan shalat sunah di belakang Maqam Ibrahim, jemaah kemudian menuju Bukit Shafa untuk memulai Sai. Penting untuk memulai Sai dari Bukit Shafa dan mengakhirinya di Bukit Marwah, karena ini adalah salah satu syarat sahnya Sai. Jemaah disunahkan untuk menghadap Ka'bah saat berada di Bukit Shafa, memuji Allah SWT, dan membaca doa sebelum memulai perjalanan Sai.
Selama perjalanan Sai, jemaah laki-laki disunahkan untuk berlari-lari kecil di antara dua tanda lampu hijau, sementara jemaah perempuan cukup berjalan biasa. Seluruh perjalanan Sai harus dilakukan sebanyak tujuh kali bolak-balik, di mana satu kali perjalanan dari Shafa ke Marwah dihitung satu putaran, dan dari Marwah ke Shafa dihitung putaran berikutnya, hingga berakhir di Marwah pada putaran ketujuh.
Makna Pelaksanaan Sai dalam Prosesi Ibadah Haji
Pelaksanaan Sai dalam ibadah haji bukan sekadar gerakan fisik, melainkan sebuah ritual yang sarat dengan makna spiritual dan pelajaran hidup. Sai melambangkan perjuangan, ketekunan, dan keyakinan penuh kepada Allah SWT, sebagaimana yang dicontohkan oleh Siti Hajar. Kisah Siti Hajar yang berlari mencari air untuk putranya di tengah padang pasir yang tandus mengajarkan tentang pentingnya usaha maksimal yang diiringi dengan tawakal kepada Sang Pencipta.
Makna Sai juga berkembang menjadi simbol perjuangan hidup yang lebih luas, baik untuk diri pribadi, keluarga, maupun lingkungan sekitar. Ibadah ini mengingatkan setiap jemaah bahwa hidup harus dijalani dengan kesabaran dan optimisme, serta tidak boleh berputus asa dalam menghadapi berbagai situasi sulit.
Melalui Sai, umat Islam diajak untuk merenungkan bahwa pertolongan Allah akan datang setelah adanya usaha dan doa yang sungguh-sungguh. Selain itu, Sai juga mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal. Siti Hajar tidak hanya berdiam diri menunggu pertolongan, tetapi aktif berusaha mencari air sambil tetap berserah kepada Allah.
Kapan Pelaksanaan Musim Ibadah Haji 2026?
Musim ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi telah memiliki jadwal yang ditetapkan oleh pemerintah. Rencana perjalanan haji ini mencakup tahapan keberangkatan, puncak ibadah, hingga kepulangan jemaah. Berdasarkan informasi di laman resmi Kementerian Haji dan Umrah RI, jemaah haji gelombang pertama dijadwalkan mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026.
Pemberangkatan jemaah haji gelombang pertama dari Tanah Air menuju Madinah akan berlangsung dari 22 April hingga 6 Mei 2026. Sementara itu, pemberangkatan jemaah haji gelombang kedua akan dimulai pada 7 Mei 2026, dengan tujuan langsung ke Makkah.
Puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah, diperkirakan akan berlangsung pada 9 Dzulhijjah 1447 H, yang bertepatan dengan 26 Mei 2026. Setelah wukuf, jemaah akan melanjutkan rangkaian ibadah lainnya seperti mabit di Muzdalifah, melontar jumrah di Mina, tawaf ifadah, dan Sai.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pengertian Sai
Q: Apa pengertian Sai dalam ibadah haji?
A: Sai adalah ritual berjalan atau berlari-lari kecil sebanyak tujuh kali bolak-balik antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah.
Q: Apakah Sai termasuk rukun haji?
A: Ya, Sai termasuk salah satu rukun haji dan jika tidak dilaksanakan, ibadah haji dianggap tidak sah.
Q: Berapa kali putaran Sai dilakukan?
A: Sai dilakukan sebanyak tujuh kali putaran bolak-balik antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah.
Q: Kapan Sai dilaksanakan dalam rangkaian ibadah haji?
A: Sai dilaksanakan setelah jemaah menyelesaikan Tawaf, khususnya Tawaf Ifadah untuk ibadah haji.
Q: Apa makna spiritual dari pelaksanaan Sai?
A: Makna spiritual Sai adalah meneladani perjuangan Siti Hajar yang penuh kesabaran dan ketekunan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4824614/original/074506300_1715073103-pexels-drmkhawarnazir-18996539.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2876075/original/030089700_1565230144-20190807-Masjidil-Haram-Dipadati-Jemaah-Jelang-Puncak-Haji-AFP-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4437659/original/087344800_1684829069-5452136.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5580670/original/061045400_1778126140-8a6419d8-418c-4e77-8846-31d68f6b6e38.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4824122/original/040369300_1715055236-ekrem-osmanoglu-WRbNWOMA-Xk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187033/original/003171100_1595400533-makkah-kaaba-hajj-muslims_21730-6508.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4437264/original/001657600_1684817338-izuddin-helmi-adnan-JFirQekVo3U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417164/original/022570200_1763523453-Berhaji.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400328/original/025896800_1762084153-WhatsApp_Image_2025-11-02_at_18.46.56.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387154/original/093125200_1761032963-ilustrasi_wudhu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2794559/original/085304000_1556798232-20190502-Safar-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4314861/original/012980000_1675661791-rade-nugroho-rlj3VznKap0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402935/original/045204600_1762311893-priest-holding-holy-book-bracelet.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158773/original/015425300_1741670986-Santri_Subuh_3.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473943/original/060119400_1768461944-klaim_purbaya_temukan_data_uang_jokowi.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153924/original/010138200_1741324616-1741320553002_ucapan-selamat-puasa-marhaban-ya-ramadhan.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469781/original/030433100_1768183342-Isra_Miraj_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735410/original/014374300_1707130221-10217582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158368/original/097065700_1741665044-kata-kata-isra-miraj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983009/original/036002900_1648909085-20220402-SHALAT-TARAWIH-PERTAMA-MASJID-ISTIQLAL-HERMAN-1.jpg)
