Liputan6.com, Jakarta - Persiapan menyambut Ramadhan 2026 secara lahir dan batin menjadi bagian penting persiapan menjelang datangnya bulan suci. Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, tetapi di sisi lain disebut Rasulullah SAW sebagai medan jihad sesungguhnya.
Ramadhan bukan sekadar menahan diri dari lapar dan dahaga. Secara batin, kita juga dituntut untuk menahan diri dari berbagai hal yang merusak pahala puasa.
Oleh karena itu, persiapan harus dilakukan dengan menggabungkan aspek lahir dan batin, agar Ramadhan benar-benar menjadi sarana pembentukan ketakwaan (taqwa), sebagaimana tujuan syariat.
Islam menempatkan persiapan sebelum Ramadhan sebagai bagian dari adab beragama. Al-Qur’an menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan yang Allah pilih untuk diturunkannya Al-Qur’an dan sebagai waktu untuk bertakwa:
Para ulama memaknai bulan sebelum masuknya Ramadhan sebagai kesempatan untuk berlatih dan pembersihan diri (tazkiyah), agar puasa dan amal ibadah di bulan Ramadhan lebih berkah.
Merujuk Jurnal The Momentum of the Holy Month of Ramadan in Increasing Social and Spiritual Piety for Muslim Society oleh Murni Parembai, sebagaimana tamu mulia yang akan berkunjung, bulan suci ini memerlukan persiapan lahir dan batin agar kita dapat memetik hikmahnya secara optimal.
Rasulullah SAW telah mencontohkan bahwa keberkahan Ramadan hanya diraih oleh mereka yang mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Berikut ini di antara persiapan lahir dan batin yang perlu dilakukan.
1. Pemurnian Niat dan Motivasi Ibadah
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai niatnya." (HR. Bukhari-Muslim)
Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa niat yang ikhlas adalah "ruhnya amal". Beliau menegaskan bahwa mempersiapkan niat sebelum Ramadan adalah fondasi utama, karena Ramadan penuh dengan distraksi sosial yang dapat mengotori kemurnian tujuan
Dalam konteks kontemporer, Dr. Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi dalam Fikih Sirah menambahkan bahwa niat harus diperbaharui setiap hari dalam Ramadan agar ibadah tidak menjadi rutinitas tanpa makna.
2. Kesehatan, Disiplin dan Manajemen Waktu
Aspek lahiriah persiapan Ramadhan mencakup kondisi fisiologis dan manajemen waktu agar ibadah dapat berjalan efektif. Rasulullah SAW mendidik umatnya agar tidak berhenti pada niat saja, tetapi melakukan latihan fisik dan disiplin jadwal melalui amalan sunnah seperti:
- Puasa sunnah di bulan Sya’ban (latihan menahan lapar dan haus),
- Tidur lebih awal dan bangun malam untuk tahajud dan qiyam,
- Mengatur jadwal harian agar waktu teralokasi untuk Ibadah dan produktivitas sosial.
Dalam kitab Al-Adab Al-Mufrad, Imam Bukhari menyatakan bahwa sunnah kehidupan Nabi mencakup keteraturan yang mengoptimalkan aktivitas lahir dan batin. Disiplin waktu sebelum Ramadhan mengajarkan kesiapan yang berkelanjutan, bukan persiapan dadakan.
3. Penyucian Hati melalui Istighfar dan Muhasabah
Allah SWT berfirman: "Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman agar kalian beruntung." (QS. An-Nur: 31)
Imam Ibnul Qayyim dalam Madarij as-Salikin menyebut bulan Sya'ban sebagai "bulan pensucian hati" sebelum memasuki Ramadan. Beliau menganjurkan istighfar 70-100 kali sehari di bulan Sya'ban sebagai "pembersihan spiritual".
Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Al-Ghunyah menambahkan bahwa hati yang bersih dari dendam, iri, dan sombong akan lebih mudah menerima cahaya Ramadan.
4. Peningkatan Kualitas Ibadah Sunnah
Rasulullah ﷺ memperbanyak puasa di bulan Sya'ban. Aisyah RA berkata: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ berpuasa sebulan penuh kecuali di Ramadan, dan tidak ada bulan yang lebih banyak beliau puasa daripadanya selain Sya'ban." (HR. Bukhari)
Imam An-Nawawi dalam Riyadhush-Shalihin menjelaskan bahwa puasa Sya'ban berfungsi sebagai "latihan fisik dan spiritual" sekaligus "pemanasan" sebelum Ramadan.
Beliau menyarankan untuk mulai meningkatkan tahajud dan tilawah Al-Qur'an secara bertahap sejak pertengahan Sya'ban agar tidak kaget dengan beban ibadah Ramadan.
5. Persiapan Fisik dan Kesehatan
Rasulullah ﷺ bersabda: "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah." (HR. Muslim)
Imam Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebelum Ramadan dengan pola makan seimbang dan olahraga ringan. Dalam konteks modern, para ulama kontemporer menganjurkan pemeriksaan kesehatan berkala bagi penderita penyakit kronis sebelum memutuskan pola puasa yang aman.
6. Pengaturan Keuangan dan Materi
"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu." (QS. Al-Munafiqun: 10)
Ustadz Abdul Hasib Lc. dalam ebook Persiapan Menghadapi Bulan Ramadhan menyarankan membuat anggaran Ramadan khusus untuk sedekah, ifthar, dan kebutuhan ibadah.
Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm menjelaskan bahwa pengaturan keuangan yang baik sebelum Ramadan mencerminkan sikap serius dalam beribadah dan menghindari hutang yang dapat mengganggu kekhusyukan.
7. Persiapan Lingkungan dan Sosial
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa memudahkan orang yang kesulitan, Allah akan memudahkannya di dunia dan akhirat." (HR. Muslim)
Berdasarkan penelitian Murni Parembai (2024) dalam jurnal The Momentum of the Holy Month of Ramadan, komunitas yang melakukan persiapan sosial sebelum Ramadan menunjukkan peningkatan solidaritas 60% lebih tinggi.
Tradisi seperti "munggahan" (makan bersama keluarga), bersih-bersih masjid, dan koordinasi takjil merupakan bentuk tradisi Indonesia dari "Tarhib Ramadhan.
8. Persiapan Ilmu
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang dikehendaki Allah kebaikan, maka Dia akan pahamkan dalam agama." (HR. Bukhari)
Imam As-Suyuthi dalam Al-Itqan fi Ulum al-Qur'an menekankan pentingnya mengkaji tafsir ayat-ayat puasa sebelum Ramadan. Beliau mencatat bahwa para sahabat Nabi menghabiskan 6 bulan sebelum Ramadan untuk mempelajari fikih puasa.
Umat Islam perlu memahami perkembangan masalah kontemporer seperti puasa di daerah lain dengan kondisi berbeda, agar memiliki pandangan yang lebih luas.
9. Penyusunan Agenda Ibadah
Dalil: Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisa: 103)
Penjelasan Ulama: Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menganjurkan membuat "jadwal ibadah" harian selama Ramadan yang mencakup tilawah, dzikir, dan muhasabah. Beliau mencontohkan bagaimana ulama salaf menyusun "target pencapaian spiritual" untuk setiap 10 hari Ramadan (rahmat, ampunan, pembebasan dari neraka).
Manfaat Persiapan yang Baik Jelang Ramadhan
Berikut lima manfaat persiapan yang baik menjelang Ramadhan:
1. Meningkatkan Kualitas Ibadah Sejak Hari Pertama
Persiapan yang matang, seperti latihan puasa sunnah, memperbaiki niat, dan memperbanyak dzikir, membuat seorang Muslim langsung siap beribadah optimal sejak awal Ramadhan, tanpa masa adaptasi fisik maupun spiritual.
2. Membersihkan Hati dan Memperkuat Keikhlasan
Taubat, istighfar, dan muhasabah sebelum Ramadhan membantu membersihkan hati dari dosa dan penyakit batin, sehingga ibadah dijalankan dengan niat yang lurus dan lebih diterima oleh Allah SWT.
3. Menumbuhkan Disiplin dan Manajemen Waktu yang Baik
Persiapan jadwal ibadah dan aktivitas harian melatih kedisiplinan, sehingga Ramadhan tidak berlalu tanpa arah, tetapi terisi dengan amal yang terukur dan berkelanjungan.
4. Menguatkan Kesalehan Sosial dan Kepedulian
Latihan sedekah dan empati sebelum Ramadhan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, menjadikan puasa tidak hanya bersifat personal, tetapi juga berdampak sosial.
5. Mengantarkan pada Tujuan Utama Ramadhan Yakni Ketakwaan
Dengan kesiapan lahir dan batin, Ramadhan dijalani sebagai proses pembinaan diri yang utuh, sehingga nilai takwa tidak berhenti di akhir bulan, tetapi berlanjut dalam kehidupan setelahnya.
People also Ask:
Bagaimana cara menjalankan Ramadan 2026?When is Ramadan 2026?
| Human Relief FoundationPada tahun 2026, Ramadan diperkirakan akan dimulai pada malam hari Rabu, 18 Februari 2026 dan akan berakhir pada malam hari Kamis, 19 Maret 2026 , dengan tanggal pastinya bergantung pada penampakan bulan.
Persiapan apa saja yang dilakukan untuk menyambut bulan Ramadhan?
10 Persiapan Menyambut Ramadhan yang Penuh KeberkahanMempersiapkan Iman dalam Diri Masing-Masing. ...Memperdalam Ilmu dan Pengetahuan tentang Agama. ...Mempersiapkan Kebutuhan Sehari-hari di Bulan Ramadhan. ...Mempersiapkan Mental secara Lebih Baik Lagi. ...Membiasakan Diri untuk Berbuat Baik. ...6. Membayar Utang Puasa Tahun Lalu.
Bulan berapakah puasa Ramadhan tahun 2026?
Kementerian Agama (Kemenag) RI: Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam, 1 Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 atau Kamis, 19 Februari 2026. Kepastian resmi versi pemerintah akan diputuskan melalui Sidang Isbat pada akhir bulan Sya'ban.
Hal apa saja yang perlu ditingkatkan untuk menyambut Ramadhan berikutnya?
Manajemen Waktu untuk Maksimalkan Ibadah di Bulan RamadhanMembuat Jadwal Ibadah Harian. ...Tilawah Al-Qur'an, misalnya membaca 1 juz per hari agar bisa khatam dalam sebulan.Salat malam, seperti tarawih dan tahajud agar meningkatkan kedekatan dengan Allah.Dzikir dan doa, agar semakin memperkuat keimanan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4357195/original/092362700_1678761219-pexels-thirdman-7957066.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158583/original/033672200_1741665428-kata-kata-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2798272/original/079059200_1557206746-20190507-Mengisi-Waktu-Berpuasa-dengan-Tadarus-ARBAS-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158368/original/097065700_1741665044-kata-kata-isra-miraj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735410/original/014374300_1707130221-10217582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4660564/original/081485600_1700737006-isra_miraj.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737862/original/091578100_1707368217-fotor-ai-2024020811540.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108148/original/088309000_1587459079-2642016.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5409213/original/092336400_1762849057-ilustrasi_ceramah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/842877/original/009596200_1428044283-Jenazah-Mpok-Nori-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2803717/original/075543300_1557725237-20190513-Bulan-Ramadan-Momentum-Anak-Anak-Belajar-Al-Quran1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3309137/original/055065200_1606475068-nurhan-yC70QqvrPRk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153924/original/010138200_1741324616-1741320553002_ucapan-selamat-puasa-marhaban-ya-ramadhan.jpg)






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)






