Liputan6.com, Jakarta - Puasa dari tanggal berapa sampai tanggal berapa 2026? Perkiraan awal dan akhir puasa Ramadan 2026 menjadi perhatian penting untuk mempersiapkan ibadah, menyusun agenda keluarga, hingga menata jadwal pekerjaan agar lebih tertata selama bulan penuh berkah. Informasi ini krusial agar setiap Muslim dapat menjalani Ramadan dengan maksimal, khusyuk, dan terencana sejak jauh hari.
Meski keputusan resmi pemerintah akan diumumkan melalui Sidang Isbat, sejumlah organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) biasanya telah merilis proyeksi awal berdasarkan metode hisab dan rukyat. Lalu, kapan tepatnya puasa Ramadan 2026 dimulai dan berakhir? Berikut ulasan lengkap mengenai jadwal dan perkiraan tanggalnya, dirangkum Liputan6.com pada Kamis (5/3/2026).
Penetapan Puasa Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah
Muhammadiyah telah mengumumkan secara resmi bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal yang menjadi pedoman utama organisasi tersebut.
Metode hisab ini mengandalkan perhitungan astronomi yang cermat untuk menentukan keberadaan hilal secara matematis, tanpa memerlukan pengamatan langsung (rukyat). Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menjadi dasar penetapan ini.
Melalui metode yang sama, Muhammadiyah juga menetapkan Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 H akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Dengan demikian, durasi puasa Ramadan versi Muhammadiyah diperkirakan akan berlangsung selama 30 hari penuh, dari 18 Februari hingga 19 Maret 2026.
Kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan Muhammadiyah mensyaratkan konjungsi (ijtimak) terjadi sebelum pukul 00.00 Waktu Universal (UT) dan ketinggian hilal minimal 5 derajat dengan elongasi minimal 8 derajat.
Jadwal Puasa Ramadan 2026 Menurut Pemerintah (Kementerian Agama)
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama (Kemenag), menetapkan awal Ramadan 1447 H melalui mekanisme Sidang Isbat. Sidang ini berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026 untuk menentukan kepastian tanggal.
Sidang Isbat merupakan forum penting yang menggabungkan hasil hisab (perhitungan astronomi) dengan rukyatul hilal (pengamatan langsung hilal) dari berbagai titik di Indonesia. Hasil Sidang Isbat ini akan menjadi keputusan resmi yang mengikat seluruh umat Muslim di tanah air.
Berdasarkan hasil Sidang Isbat, Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 H/2026 M jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Hal ini dikarenakan pada 17 Februari 2026, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk, dengan rentang antara -2° 24' 43" hingga -0° 55' 41".
Karena hilal tidak memenuhi kriteria imkanur rukyat MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat, maka bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari. Oleh karena itu, awal puasa bergeser menjadi tanggal 19 Februari 2026.
Prediksi Awal Puasa Ramadan 2026 Versi Nahdlatul Ulama (NU)
Nahdlatul Ulama (NU) umumnya memiliki kesamaan dalam penentuan awal Ramadan dengan pemerintah, karena sama-sama mengandalkan metode rukyatul hilal yang didukung data hisab. Lembaga Falakiyah PBNU akan melakukan pengamatan hilal di berbagai lokasi yang telah ditetapkan.
Pengurus Lembaga Falak PBNU, Ahmad Izzuddin, menjelaskan bahwa awal puasa atau 1 Ramadan 1447 H diperkirakan akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan ini sejalan dengan hasil Sidang Isbat pemerintah yang juga menggunakan kriteria serupa.
Jika hilal tidak teramati sesuai kriteria imkanur rukyah, maka bulan Syaban akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal). Data dari Lembaga Falakiyah NU menunjukkan bahwa pada 29 Syaban (17 Februari 2026), ketinggian hilal masih berkisar antara -1 derajat hingga 2 derajat, dengan elongasi sekitar 1 hingga 2 derajat.
Karena kondisi hilal tersebut tidak memenuhi kriteria imkanur rukyat MABIMS, maka NU juga akan menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada Kamis, 19 Februari 2026. Durasi puasa Ramadan versi NU akan mengikuti hasil rukyatul hilal di akhir bulan, yang biasanya juga mengikuti pemerintah.
Meskipun terdapat potensi perbedaan awal tanggal puasa, esensi dari bulan Ramadan tetaplah sama, yaitu bulan untuk menahan diri, meningkatkan ketakwaan, dan memperbanyak amal saleh. Persiapan menyambut Ramadan pun mulai terasa, mulai dari rencana ibadah hingga agenda kebersamaan keluarga yang selalu dirindukan setiap tahunnya.
Jadwal Lain
Berikut perkiraan jadwal penting lainnya selama Ramadan 2026 yang perlu diketahui umat Muslim:
- Nuzulul Quran: Diperkirakan jatuh pada 17 Ramadan, yang bertepatan dengan 6 atau 7 Maret 2026.
- Hari Raya Idulfitri (1 Syawal 1447 H): Diprediksi jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 (jika Ramadan berlangsung 29 hari) atau Sabtu, 21 Maret 2026 (jika Ramadan berlangsung 30 hari), menunggu hasil Sidang Isbat akhir Ramadan.
Jadwal puasa 2026 ini juga penting bagi dunia pendidikan, perkantoran, hingga pelaku usaha yang ingin menyesuaikan aktivitas selama bulan puasa agar tetap produktif tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah. Selalu pantau pengumuman resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia setelah pelaksanaan Sidang Isbat untuk kepastian jadwal ibadah.
Pertanyaan dan Jawaban seputar Topik
1. Puasa Ramadan 2026 dimulai tanggal berapa?
Puasa Ramadan 1447 Hijriah di Indonesia dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026 berdasarkan penetapan pemerintah melalui Sidang Isbat Kementerian Agama, sementara Muhammadiyah menetapkan awal puasa pada Rabu, 18 Februari 2026.
2. Puasa Ramadan 2026 sampai tanggal berapa?
Puasa Ramadan 2026 diperkirakan berakhir pada 19 Maret 2026 jika berlangsung selama 30 hari atau 18 Maret 2026 jika Ramadan berlangsung selama 29 hari, tergantung hasil rukyatul hilal menjelang Idulfitri.
3. Mengapa awal puasa Muhammadiyah dan pemerintah bisa berbeda?
Perbedaan terjadi karena metode penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan berbeda, di mana Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, sedangkan pemerintah menggunakan kombinasi hisab dan rukyatul hilal sesuai kriteria imkanur rukyat.
4. Kapan Hari Raya Idulfitri 2026 diperkirakan berlangsung?
Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 jika Ramadan berlangsung 29 hari atau Sabtu, 21 Maret 2026 jika bulan Ramadan berlangsung 30 hari.
5. Apa itu Sidang Isbat dalam penentuan awal Ramadan?
Sidang Isbat adalah forum resmi yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menentukan awal bulan Hijriah seperti Ramadan, Syawal, dan Zulhijah melalui pembahasan hasil perhitungan astronomi serta laporan pengamatan hilal dari berbagai wilayah di Indonesia.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2810105/original/026483700_1558322699-cdn2.tstaticdotnet_masjid-al-akbar-surabaya_20150616_182916.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1769689/original/013624100_1510647009-20171114-Monas-akan-Dibuka-untuk-Kegiatan-Agama-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5159323/original/011934800_1741710369-zakat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4779768/original/056174500_1711004488-hands-holding-knife-fork-alarm-clock-plate-blue-background.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2226297/original/068257000_1527150885-10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520948/original/034933600_1772668229-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2938349/original/053290600_1571028001-absorbent-88257_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010962/original/065645500_1651214803-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2811467/original/036476400_1558415448-iStock-537265720.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1609256/original/063394900_1496138662-02_Ilustrasi_Jadwal_Imsak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503768/original/028075100_1771211648-jam_weker__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520075/original/094163400_1772605889-Modena.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355482/original/010492400_1758338914-q.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2240997/original/070157500_1528277766-arches-architecture-building-460680.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3127703/original/091823000_1589431438-unknown-person-sitting-indoors-2112049__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519577/original/010229000_1772585257-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519691/original/032973400_1772594106-unnamed_-_2026-03-04T100805.174.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518091/original/053492900_1772461446-Ramadan_Hub.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518446/original/031235500_1772508787-febby_rastanty.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)

