Purbaya Ingin Tambahan Layer Cukai Rokok Berlaku Tahun Ini

6 hours ago 4

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan rencana pemerintah menambah layer tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau rokok masih dibahas dengan Dewan Perwakilan Rakyat. Meski demikian ia memastikan implementasi penambahan lapisan tarif berlaku tahun ini.

Ia belum bisa memastikan kapan pertemuan kembali dengan para anggota dewan untuk membahas penerapannya. Saat ini, kata Purbaya, pemerintah dan DPR masih fokus membahas undang-undang anggaran pendapatan dan belanja negara dan kebijakan lainnya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Bila pembahasan-pembahasan itu rampung, Purbaya berencana akan kembali bertemu DPR agar penambahan layer tarif segera terealisasi. “Tapi tahun ini akan dijalankan,” ucapnya dalam konferensi pers APBN di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.

Sebelumnya pemerintah menargetkan implementasi lapisan tarif tambahan dapat memberantas peredaran rokok ilegal sekaligus menambah penerimaan negara. Rencana ini ditentang oleh koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Indonesia Youth Council for Tactical Changes (IYCTC), dan Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI).

Beladenta Amalia, Lead for Tobacco Control CISDI, menegaskan, rencana tersebut tak menjamin rokok ilegal hilang dari peredaran. “Kalau kami merasa pasti tetap akan ada (rokok ilegal). Tambahan layer enggak akan menjamin rokok ilegal akan secara sukarela masuk ke sistem yang sudah ada. Karena tentu itu kalau masuk ke sistem berarti akan mengurangi profit margin-nya mereka,” ucap Beladenta pada Juni lalu.

Selama ini ada delapan struktur golongan cukai yang berlaku di Indonesia untuk kategori rokok mesin dan sigaret kretek tangan (SKT). Executive Director IYCTC Manik Margana Mahendra menilai layer cukai rokok di Indonesia adalah yang paling kompleks sedunia. Ia justru menuntut lapisan tarif ini disederhanakan.

Menurut Manik rencana penambahan layer cukai rokok ironis. Mengingat pemerintah saat ini sedang berhemat anggaran. Bila layer ditambah dan rokok murah bebas beredar, anggaran kesehatan justru bisa membengkak karena konsumen dengan mudah mendapat akses.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |