Rakaat Shalat Tarawih Berapa? Ini Penjelasan Lengkapnya

2 weeks ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Rakaat shalat tarawih menjadi topik yang kerap dibahas setiap memasuki bulan suci Ramadhan. Banyak umat Muslim bertanya-tanya, sebenarnya berapa jumlah rakaat yang dianjurkan dan bagaimana dalilnya. Perbedaan praktik di berbagai masjid juga membuat sebagian orang ingin mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap.

Rakaat shalat tarawih memang memiliki beberapa pendapat di kalangan ulama. Ada yang melaksanakan 8 rakaat, ada pula yang menunaikan 20 rakaat. Perbedaan ini bukanlah hal baru, melainkan sudah ada sejak masa para sahabat.

Rakaat shalat tarawih pada dasarnya termasuk ibadah sunnah yang dilakukan pada malam hari di bulan Ramadhan. Meski jumlahnya berbeda, tujuan utamanya tetap sama, yakni mendekatkan diri kepada Allah dan menghidupkan malam Ramadhan dengan ibadah. Berikut Liputan6 memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda, Selasa (17/2/2026).

Pengertian dan Dasar Hukum Shalat Tarawih

Shalat tarawih adalah shalat sunnah yang dikerjakan khusus pada bulan Ramadhan. Kata “tarawih” berasal dari bahasa Arab yang berarti istirahat, karena biasanya terdapat jeda di antara beberapa rakaat. Ibadah ini dilakukan setelah shalat Isya dan sebelum witir.

Dalil mengenai shalat tarawih salah satunya berdasarkan hadis riwayat Nabi Muhammad yang menganjurkan qiyam Ramadhan. Beliau pernah melaksanakan shalat malam Ramadhan secara berjamaah beberapa malam, lalu tidak melanjutkannya karena khawatir diwajibkan. Dari sinilah umat Islam memahami bahwa tarawih hukumnya sunnah muakkad.

Di Indonesia, shalat tarawih umumnya dilaksanakan secara berjamaah di masjid. Namun, shalat ini juga boleh dilakukan sendiri di rumah. Yang terpenting adalah kekhusyukan dan konsistensi dalam menjalankannya.

Rakaat Shalat Tarawih: 8 atau 20 Rakaat?

Perbedaan rakaat shalat tarawih menjadi pembahasan yang cukup populer. Sebagian umat Islam melaksanakan 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir. Pendapat ini merujuk pada hadis yang menyebutkan bahwa Rasulullah tidak pernah menambah lebih dari 11 rakaat dalam shalat malam.

Di sisi lain, ada pula yang melaksanakan 20 rakaat tarawih ditambah 3 rakaat witir. Praktik ini merujuk pada kebijakan Umar bin Khattab yang mengumpulkan umat Islam untuk shalat tarawih berjamaah dengan jumlah 20 rakaat. Sejak saat itu, praktik ini banyak diikuti oleh umat Islam di berbagai wilayah.

Kedua pendapat tersebut memiliki dasar dan rujukan masing-masing. Para ulama sepakat bahwa perbedaan ini termasuk dalam ranah ijtihad. Oleh karena itu, umat Islam tidak perlu memperdebatkannya secara berlebihan.

Praktik Shalat Tarawih di Berbagai Masjid

Di berbagai daerah, praktik rakaat shalat tarawih bisa berbeda-beda. Ada masjid yang memilih 8 rakaat dengan bacaan yang lebih panjang. Ada juga yang melaksanakan 20 rakaat dengan bacaan lebih singkat.

Perbedaan ini biasanya mengikuti mazhab atau tradisi keagamaan setempat. Misalnya, sebagian besar masjid tradisional di Indonesia cenderung melaksanakan 20 rakaat. Sementara beberapa masjid perkotaan memilih 8 rakaat agar jamaah lebih ringkas.

Hal yang terpenting adalah menjaga adab dan toleransi. Jangan sampai perbedaan jumlah rakaat menimbulkan perpecahan di tengah umat. Selama dilakukan dengan niat ibadah dan sesuai tuntunan, keduanya sah dan diterima.

Keutamaan Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan

Shalat tarawih memiliki banyak keutamaan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa siapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Ini menjadi motivasi besar bagi umat Islam.

Rakaat shalat tarawih yang dikerjakan dengan khusyuk akan menambah pahala dan kedekatan kepada Allah. Selain itu, suasana kebersamaan di masjid juga mempererat ukhuwah antarjamaah. Ramadhan menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas ibadah.

Tidak hanya pahala, tarawih juga memberikan manfaat spiritual dan ketenangan hati. Dengan rutin melaksanakannya, seseorang dapat merasakan ketenangan batin. Inilah salah satu keindahan ibadah di bulan suci.

People Also Ask

1. Rakaat shalat tarawih yang benar berapa?

Jawaban: Ada dua pendapat utama, yaitu 8 rakaat atau 20 rakaat, dan keduanya memiliki dasar yang kuat.

2. Apakah shalat tarawih wajib?

Jawaban: Tidak, shalat tarawih hukumnya sunnah muakkad atau sangat dianjurkan.

3. Bolehkah tarawih dikerjakan di rumah?

Jawaban: Boleh, shalat tarawih sah dilakukan sendiri maupun berjamaah.

4. Apakah harus selalu 11 rakaat termasuk witir?

Jawaban: Tidak harus, jumlah rakaat bisa berbeda sesuai pendapat yang diikuti.

5. Mana yang lebih utama, 8 atau 20 rakaat?

Jawaban: Keduanya baik dan sah, yang terpenting adalah kekhusyukan dan konsistensi dalam beribadah.   

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |