Liputan6.com, Jakarta - Peristiwa Isra Mi'raj menempati posisi sentral dalam sejarah Islam karena menjadi titik temu antara mukjizat, keimanan, dan kewajiban ibadah yang mengikat umat hingga hari ini. Perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW ini tidak hanya melampaui batas ruang dan waktu, tetapi juga menguji keyakinan para pengikutnya di tengah tekanan dakwah yang semakin berat di Makkah.
Di balik kisah luar biasa tersebut, Isra Mi'raj hadir pada fase krusial perjuangan Nabi, ketika dukungan manusia semakin menipis dan ujian datang silih berganti. Momentum ini kemudian menjadi penguat spiritual yang mempertegas bahwa pertolongan Allah hadir pada saat paling sulit, sekaligus meneguhkan posisi Rasulullah sebagai utusan pilihan-Nya.
Lebih dari sekadar perjalanan malam, Isra Mi'raj mengandung rangkaian peristiwa berurutan yang sarat makna, mulai dari perjalanan fisik hingga dialog ilahiah yang melahirkan perintah salat. Setiap tahap perjalanan Nabi Muhammad SAW menyimpan pesan sebab-akibat yang membentuk fondasi ajaran Islam hingga kini.
1. Latar Belakang Terjadinya Isra Mi'raj di Tengah Tekanan Dakwah
Peristiwa Isra Mi'raj terjadi pada periode ketika Nabi Muhammad SAW menghadapi tekanan psikologis dan sosial yang sangat berat setelah wafatnya Khadijah dan Abu Thalib yang selama ini menjadi pelindung utama dakwah Islam. Kondisi ini dikenal sebagai عام الحزن atau Tahun Kesedihan, yang menandai fase paling sulit dalam perjuangan kenabian.
Penolakan masyarakat Quraisy terhadap ajaran tauhid semakin keras, sementara perlindungan sosial terhadap Nabi semakin melemah sehingga dakwah dilakukan dalam suasana penuh risiko dan ancaman. Dalam situasi inilah Isra Mi'raj hadir sebagai bentuk penguatan langsung dari Allah SWT kepada Rasul-Nya.
Perjalanan spiritual ini menunjukkan sebab-akibat yang jelas, di mana kesabaran dan keteguhan Nabi dalam menghadapi penderitaan berbuah pada anugerah ilahi berupa pertemuan langsung dengan Allah SWT yang tidak pernah dialami manusia lain sebelumnya.
2. Perjalanan Isra dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa
Tahap pertama Isra Mi'raj dimulai dengan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina dalam satu malam menggunakan Buraq atas kehendak Allah SWT. Perjalanan ini menegaskan bahwa kekuasaan Allah melampaui hukum fisika yang dipahami manusia.
Selama perjalanan Isra, Nabi diperjalankan melintasi berbagai tempat bersejarah yang kelak menjadi pusat peradaban dan dakwah para nabi terdahulu, sehingga menunjukkan kesinambungan risalah tauhid dari masa ke masa. Setibanya di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW memimpin salat para nabi sebagai simbol kepemimpinan spiritual Islam.
Isra menjadi sebab yang menghubungkan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa sebagai dua pusat suci umat Islam, sekaligus menegaskan pentingnya Al-Aqsa dalam sejarah dan akidah Islam.
3. Mi'raj sebagai Perjalanan Vertikal Menuju Langit Pertama
Setelah Isra, Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanan Mi'raj dari Masjidil Aqsa menuju langit pertama hingga langit ketujuh. Setiap lapisan langit dilalui dengan izin Allah SWT dan disambut oleh para nabi seperti Nabi Adam, Nabi Isa, Nabi Musa, dan Nabi Ibrahim.
Perjalanan ini menggambarkan struktur kosmik yang teratur di bawah kekuasaan Allah SWT, sekaligus menunjukkan kemuliaan Nabi Muhammad SAW yang diberi akses menembus lapisan langit secara bertahap. Setiap pertemuan membawa pesan moral dan spiritual yang memperkuat misi kenabian.
Mi'raj menjadi sebab meningkatnya kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para nabi, sekaligus menegaskan bahwa risalah Islam merupakan kelanjutan dan penyempurna ajaran tauhid sebelumnya.
4. Sidratul Muntaha sebagai Batas Tertinggi Makhluk
Puncak perjalanan Mi'raj adalah Sidratul Muntaha, sebuah tempat tertinggi yang menjadi batas akhir makhluk ciptaan Allah SWT. Di titik ini, Nabi Muhammad SAW menerima pengalaman spiritual yang tidak dapat digambarkan sepenuhnya dengan bahasa manusia.
Sidratul Muntaha digambarkan sebagai lokasi yang dipenuhi cahaya, keindahan, dan ketentraman, yang menjadi simbol kedekatan mutlak antara hamba dan Sang Pencipta. Tidak ada makhluk lain, termasuk malaikat Jibril, yang dapat melampaui batas ini.
Keistimewaan ini menunjukkan sebab-akibat dari keikhlasan dan keteguhan Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan amanah dakwah, sehingga Allah SWT mengangkat derajatnya ke posisi spiritual tertinggi.
5. Perintah Salat sebagai Inti dari Isra Mi'raj
Pada peristiwa Mi'raj, Allah SWT secara langsung mewajibkan salat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai ibadah utama umat Islam. Awalnya, salat diwajibkan sebanyak lima puluh kali dalam sehari semalam sebelum akhirnya diringankan menjadi lima waktu.
Proses pengurangan jumlah salat melalui dialog antara Nabi Muhammad SAW dan Nabi Musa menunjukkan rahmat Allah SWT terhadap umat Islam tanpa mengurangi nilai pahala. Lima waktu salat tetap bernilai lima puluh kali pahala sebagai bentuk kasih sayang ilahi.
Salat menjadi sebab terjaganya hubungan langsung antara manusia dan Allah SWT, sekaligus menjadi warisan utama Isra Mi'raj yang terus dijalankan umat Islam hingga kini.
6. Dalil Al-Qur’an dan Hadits tentang Isra Mi'raj
Peristiwa Isra Mi'raj ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 1 yang menyatakan bahwa Allah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa sebagai tanda kebesaran-Nya. Ayat ini menjadi dasar utama keimanan terhadap peristiwa Isra. Berikut dalilnya:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Artinya: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjid Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Selain itu, perjalanan Mi'raj dijelaskan dalam berbagai hadits sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim yang menggambarkan detail perjalanan Nabi Muhammad SAW menembus langit hingga Sidratul Muntaha. Hadits-hadits ini memperkuat validitas sejarah Isra Mi'raj.
Dalil-dalil tersebut menunjukkan sebab-akibat yang tegas bahwa keimanan kepada perkara gaib merupakan bagian tak terpisahkan dari akidah Islam.
7. Pelajaran Keimanan dari Sejarah Isra Mi'raj
Isra Mi'raj mengajarkan bahwa ujian hidup sering kali menjadi pintu menuju pertolongan Allah SWT yang tidak terduga. Peristiwa ini terjadi setelah Nabi Muhammad SAW melewati fase paling berat dalam hidupnya.
Kisah ini juga menanamkan keyakinan bahwa keterbatasan manusia tidak membatasi kekuasaan Allah SWT, sehingga umat Islam diajak untuk tetap bertawakal dalam kondisi apa pun. Mukjizat Isra Mi'raj menjadi pengingat bahwa logika manusia tunduk pada kehendak ilahi.
Pelajaran terpenting dari Isra Mi'raj adalah pentingnya menjaga salat sebagai sarana utama mendekatkan diri kepada Allah SWT, karena ibadah ini lahir langsung dari peristiwa spiritual tertinggi dalam sejarah Islam.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Isra Mi'raj
1. Apa yang dimaksud dengan Isra Mi'raj?
Isra Mi'raj adalah perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha.
2. Kapan peristiwa Isra Mi'raj terjadi?
Isra Mi'raj terjadi sebelum hijrah ke Madinah, pada periode Tahun Kesedihan dalam dakwah Nabi.
3. Mengapa Isra Mi'raj penting bagi umat Islam?
Karena pada peristiwa inilah Allah SWT mewajibkan salat lima waktu secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW.
4. Apakah Isra Mi'raj disebutkan dalam Al-Qur’an?
Ya, Isra disebutkan dalam Surah Al-Isra ayat 1, sementara Mi'raj dijelaskan dalam hadits sahih.
5. Apa hikmah utama dari Isra Mi'raj?
Hikmah utamanya adalah penguatan keimanan, keteguhan dalam ujian, dan kewajiban menjaga salat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4357195/original/092362700_1678761219-pexels-thirdman-7957066.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158583/original/033672200_1741665428-kata-kata-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2798272/original/079059200_1557206746-20190507-Mengisi-Waktu-Berpuasa-dengan-Tadarus-ARBAS-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158368/original/097065700_1741665044-kata-kata-isra-miraj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735410/original/014374300_1707130221-10217582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4660564/original/081485600_1700737006-isra_miraj.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737862/original/091578100_1707368217-fotor-ai-2024020811540.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108148/original/088309000_1587459079-2642016.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5409213/original/092336400_1762849057-ilustrasi_ceramah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/842877/original/009596200_1428044283-Jenazah-Mpok-Nori-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2803717/original/075543300_1557725237-20190513-Bulan-Ramadan-Momentum-Anak-Anak-Belajar-Al-Quran1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3309137/original/055065200_1606475068-nurhan-yC70QqvrPRk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)






