LEO Pictures bersama platform streaming iQIYI secara resmi meluncurkan serial drama terbaru berjudul Bunga di Tepi Jurang. Mengangkat kisah perjuangan, harapan, dan ketangguhan seorang perempuan, serial ini menyajikan konflik dalam menghadapi berbagai tekanan hidup di kota.
Bunga di Tepi Jurang mengisahkan perjalanan hidup Andini (Claresta Taufan), seorang perempuan desa yang berusaha keras melepaskan diri dari bayang-bayang masa lalunya. Di tengah berbagai tekanan hidup yang menghampiri, ia berjuang menentukan arah jalannya sendiri demi meraih harapan dan membangun kehidupan yang diimpikannya.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kendati demikian, ia harus berhadapan dengan kerumitan hubungan keluarga, dinamika relasi yang rumit, hingga pergolakan dalam mencari jati diri. Konflik emosional ini membuat ia terus menunjukkan ketangguhan dan keberanian untuk bangkit setiap kali melintasi tantangan berat dalam hidupnya.
Proses Produksi dan Transformasi Emosional
Sutradara Angling Sagaran mengungkapkan bahwa kekuatan utama serial ini terletak pada proses produksi, yakni penulisan skenario yang sudah sangat solid. Ia melakukan berbagai riset dan observasi mendalam agar karakter utama dapat tersaji secara realistis bagi para penonton.
"Saya hanya tinggal touch up aja karena penulisan skenario ini sudah bagus. Jadi, ketika saya dapat cerita ini, saya juga mempelajari, saya juga melakukan observasi, lalu pada akhirnya, saya coba ingin mewujudkan bahwa Andini ini benar-benar dipercaya sama penontonnya," ujar Angling dalam sesi konfrensi pers di CGV Grand Indonesia Jakarta pada Kamis, 23 Juli 2026.
Sementara, Claresta Taufan menegaskan komitmennya untuk menampilkan perkembangan karakter yang menyentuh hati. Ia menambahkan bahwa karakter Andini sangat manusiawi dan dekat dengan realitas kehidupan masyarakat saat ini.
"Aku berusaha bagaimana caranya bisa menunjukkan transformasi itu secara nyata di tiap episodenya," ungkap Claresta.
Pendalaman Karakter antara Claresta dan Olla Ramlan
Proses pembentukan dinamika antartokoh juga menjadi perhatian utama selama produksi. Claresta menceritakan bahwa sesi pembacaan naskah sempat dilakukan secara daring akibat kendala jarak sebelum akhirnya para pemain bertemu secara tatap muka untuk memperkuat ikatan antarkarakter.
"Kami reading online dulu, tapi memang dalam beberapa sesinya berjalan lancar," kata Claresta.
Sementara itu, Olla Ramlan membagikan pengalamannya membangun chemistry dengan Claresta dalam serial ini. "Bahwa pada saat reading sebagai Mami, dia lagi di luar negeri, tapi tetap saja kami reading. Aku baca episode 1, 2, terus-terusan, dan aku lihat Andini sama Mami Angel memang saling punya tujuan masing-masing. Jadi pada akhirnya, terbangun sendiri chemistry kami pada saat di lokasi syuting," ucap Olla.
Serial ini turut didukung oleh jajaran pemain lainnya seperti Stefan William, Aliando Syarief, Derby Romero, Raden Rakha, dan Anjasmara. Bunga di Tepi Jurang akan tayang mulai Jumat 31 Juli 2026 di MAXStream TV dan iQIYI.
LAODE MUHAMAD ASHEGAF

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527166/original/042081600_1773187084-3.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544736/original/021119200_1775115709-gibran_promo_motor_-_klaim.jpg)