Sudah Rajin Workout Badan Masih Tetap Pegal? Ini Penjelasan Dokter

14 hours ago 9

CANTIKA.COM, Jakarta - Kamu sudah disiplin, latihan workout terjadwal, nutrisi dijaga, istirahat diusahakan cukup. Tapi ada satu hal yang terus mengganggu: badan pegal yang tidak kunjung hilang sepenuhnya, otot yang terasa kaku keesokan harinya, atau pemulihan setelah sesi latihan intens yang terasa jauh lebih lama dari yang seharusnya.

Banyak orang menganggap ini bagian normal dari berolahraga. Padahal, recovery yang lambat dan ketegangan otot yang terus berulang bisa jadi tanda bahwa tubuh membutuhkan lebih dari sekadar istirahat - melainkan bantuan yang bekerja langsung dari dalam, bukan hanya dari luar.

Recovery Bisa Terasa Lama, Meski Sudah Istirahat

dr. Nahum, Dipl. CIBTAC, Sp.KO mengatakan setiap sesi latihan intens menyebabkan robekan-robekan kecil pada serat otot - ini sebenarnya hal yang normal, dan justru menjadi cara tubuh untuk tumbuh lebih kuat. Masalahnya, proses perbaikan itu sangat bergantung pada sirkulasi darah yang lancar, suplai nutrisi yang cukup ke jaringan, dan kondisi tubuh yang mendukung regenerasi.

Ketika salah satu faktor ini tidak berjalan optimal - karena sirkulasi yang kurang lancar, jaringan yang mengalami inflamasi berulang, atau tubuh yang terus dipaksa tanpa jeda yang cukup - proses recovery pun melambat. Tubuh tetap bekerja, tapi tidak pada kapasitas penuhnya.

dr. Nahum juga menjelaskan bahwa dalam konteks kedokteran olahraga, recovery bukan sekadar soal menunggu. "Recovery yang efektif adalah recovery yang aktif - yang membantu tubuh menyelesaikan proses biologisnya lebih cepat dan lebih tuntas. INDIBA hadir untuk mendukung proses itu secara klinis," ujar dr. Nahum.

INDIBA adalah terapi fisik non invasif yang menggunakan teknologi energi radiofrequency pada frekuensi 448 kHz - dikenal dengan nama INDIBA Activ Therapy. Frekuensi ini bukan dipilih secara acak; pada level 448 kHz, energinya terbukti mampu menembus lapisan jaringan yang lebih dalam tanpa menimbulkan panas berlebih di permukaan kulit - menjadikannya aman, nyaman, dan efektif sekaligus. INDIBA merupakan salah satu teknologi TECAR (Transfer of Energy Capacitive and Resistive) yang paling banyak diteliti secara ilmiah.

Bayangkan otot dan jaringan di dalam tubuh kamu seperti mesin yang butuh dipanaskan dengan cara yang tepat agar bisa bekerja optimal. Inilah yang dilakukan INDIBA: energinya masuk ke lapisan yang lebih dalam, menghangatkan dari dalam secara terukur, memperlancar aliran darah, dan mengaktifkan kembali proses perbaikan alami yang sebenarnya sudah dimiliki tubuh kamu, tapi butuh dorongan yang tepat untuk berjalan lebih cepat.

"INDIBA tidak hanya bekerja di permukaan. Energinya masuk ke lapisan jaringan yang lebih dalam - otot, tendon, sendi, bahkan tulang - dan mendorong proses biologis yang memang sudah dimiliki tubuh, tapi butuh stimulasi yang tepat untuk berjalan optimal," jelas dr. Nahum melalui siaran pers, Jumat, 24 Juli 2026,

Sebagai teknologi yang telah digunakan secara luas di lingkungan olahraga profesional di lebih dari 70 negara, INDIBA memiliki rekam jejak yang kuat dalam mendukung performa dan pemulihan atlet. Di Seraphim Medical Center, teknologi ini diintegrasikan ke dalam pendekatan kedokteran olahraga yang komprehensif bersama dr. Nahum.

Pemulihan otot pasca latihan intens. Dengan memperlancar sirkulasi dan meningkatkan aktivitas di jaringan otot, INDIBA membantu tubuh menyelesaikan proses perbaikannya lebih cepat - artinya kamu bisa kembali berlatih dengan kondisi yang lebih segar dalam waktu yang lebih singkat.

Meredakan ketegangan dan kekakuan otot. Kehangatan yang dihasilkan INDIBA dari dalam membantu otot-otot yang tegang untuk kembali rileks - mengurangi kekakuan yang sering menjadi keluhan utama setelah sesi latihan berat atau kompetisi.

Mendukung rehabilitasi cedera. Untuk mereka yang sedang pulih dari cedera olahraga - mulai dari strain otot, masalah tendon, hingga nyeri sendi - INDIBA dapat menjadi bagian dari protokol pemulihan yang membantu jaringan yang terdampak untuk pulih lebih optimal.

Persiapan tubuh sebelum latihan atau kompetisi. INDIBA tidak hanya digunakan setelah latihan. Sebagai bagian dari persiapan sebelum sesi berat atau kompetisi, terapi ini membantu jaringan otot berada dalam kondisi yang lebih siap dan responsif.

dr. Nahum menekankan bahwa manfaat-manfaat ini tidak bisa disamaratakan untuk semua orang. "Setiap individu yang aktif memiliki kondisi jaringan yang berbeda, kebutuhan recovery yang berbeda, dan tujuan yang berbeda. Pendekatan kami selalu dimulai dari evaluasi kondisi aktual pasien," tegas dr. Nahum.

Ilustrasi perempuan berolahraga. Shutterstock.

Pendekatan yang Berbeda

Yang membedakan penggunaan INDIBA di Seraphim Medical Center dari terapi fisik biasa adalah konteks klinisnya. Teknologi ini digunakan dalam kerangka kedokteran olahraga yang dijalankan oleh dr. Nahum yang memahami bagaimana tubuh bekerja di bawah tekanan fisik saat latihan fisik / olahraga, bagaimana cedera terjadi, dan bagaimana intervensi yang tepat dapat mempercepat pemulihan tanpa mengorbankan performa jangka panjang.

Ini bukan sekadar pijat atau fisioterapi konvensional. Ini adalah pendekatan medis berbasis teknologi yang dirancang untuk siapa pun yang serius dengan kondisi tubuhnya - baik atlet profesional, penggemar olahraga rekreasional, maupun mereka yang menjalani gaya hidup aktif dan ingin tubuhnya bekerja seoptimal mungkin.

"Dalam kedokteran olahraga, kami tidak hanya melihat cedera atau keluhan. Kami melihat keseluruhan pola gerak, beban latihan, dan kapasitas pemulihan seseorang. INDIBA adalah salah satu alat yang membantu kami mengintervensi secara lebih presisi," jelas dr. Nahum.

INDIBA relevan untuk berbagai profil individu yang aktif secara fisik, di antaranya: Mereka yang rutin berolahraga - gym, lari, bersepeda, berenang, atau olahraga tim - dan merasakan bahwa recovery-nya tidak secepat yang diharapkan meski sudah beristirahat dengan baik.

Mereka yang sedang dalam proses rehabilitasi cedera olahraga dan ingin mendukung penyembuhannya dengan pendekatan teknologi medis yang telah terbukti. Mereka yang ingin meningkatkan performa dengan memastikan kondisi otot dan sendi selalu optimal sebelum dan sesudah latihan. Mereka yang mengalami nyeri otot atau sendi berulang yang mulai mengganggu konsistensi latihan dan kenyamanan gerak sehari-hari.

Pilihan Editor: 8 Resep Sehat Setelah Workout, Ubi Jalar hingga Roti Panggang Alpukat

ECKA PRAMITA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |