Tata Cara dan Niat Sholat Taubat Sebelum Puasa Ramadhan 2026, Khusyuk Memohon Ampunan

2 weeks ago 18

Liputan6.com, Jakarta - Panduan tata cara dan niat sholat taubat sebelum puasa menjadi salah satu pembahasan menarik untuk memohon ampunan dan membersihkan jiwa menuju bulan suci. Ibadah sholat taubat ini menjadi wujud penyesalan tulus atas dosa-dosa yang telah diperbuat, sekaligus tekad kuat untuk kembali ke jalan yang diridhai Allah SWT, khususnya sebelum menunaikan ibadah puasa. Anjuran untuk bertaubat nasuha itu seperti halnya firman Allah SWT dalam surat At Tahrim ayat 8:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ يَوْمَ لَا يُخْزِى ٱللَّهُ ٱلنَّبِىَّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَٰنِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَٱغْفِرْ لَنَآ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (tobat yang semurni-murninya).

Selain itu anjuran untuk bertobat juga diperkuat dengan sabda Rasulullah SAW:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Artinya : “Setiap anak keturunan Adam adalah orang yang berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah orang yang bertobat.” (HR Ibnu Majah).

Memahami tata cara dan niat sholat taubat sebelum puasa menjadi krusial agar ibadah ini dapat dilaksanakan dengan benar dan khusyuk. Persiapan spiritual ini tidak hanya membantu menghilangkan beban dosa, tetapi juga memperkuat mental dan keimanan untuk menjalani ibadah puasa Ramadhan dengan lebih optimal. Berikut informasi selengkapnya dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Jumat (13/2/2026).

Niat Sholat Taubat

Niat merupakan pondasi utama dalam setiap ibadah, termasuk Sholat Taubat. Niat ini diucapkan dalam hati dengan penuh keikhlasan, menyadari makna taubat yang sesungguhnya. Fokus utama adalah pengakuan dosa dan keinginan kuat untuk bertaubat kepada Allah SWT.

Adapun lafal niat Sholat Taubat yang bisa diucapkan adalah sebagai berikut:

أصلى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَ

Niat ini diucapkan sebelum takbiratul ihram, menegaskan tujuan ibadah yang akan dilaksanakan semata-mata karena Allah SWT. Keikhlasan dalam niat menjadi kunci utama agar sholat taubat diterima dan membawa keberkahan.

Tata Cara Sholat Taubat

Sholat taubat dapat dikerjakan minimal dua rakaat dan paling banyak enam rakaat, dengan salam setiap dua rakaat. Pelaksanaannya secara umum sama dengan sholat sunnah lainnya, disunahkan untuk dikerjakan secara sendirian. Berikut adalah langkah-langkah tata cara sholat taubat dua rakaat:

  • Berwudhu dengan sempurna. Pastikan seluruh anggota wudhu bersih dan suci dari hadas kecil.
  • Berdiri menghadap kiblat. Menghadap Ka'bah adalah syarat sah sholat.
  • Membaca niat sholat taubat di dalam hati dengan penuh keikhlasan, menyadari makna taubat yang sesungguhnya. Fokus utama adalah pengakuan dosa dan keinginan kuat untuk bertaubat kepada Allah SWT.

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

"Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa."

Artinya: "Aku niat sholat sunnah Taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala."

  • Takbiratul Ihram. Mengucapkan "Allahu Akbar" sambil mengangkat kedua tangan.
  • Membaca Doa Iftitah. Doa ini dibaca sebagai pembuka sholat.
  • Membaca Surat Al-Fatihah. Surat wajib yang harus dibaca di setiap rakaat sholat.
  • Membaca surat pendek Al-Qur'an. Beberapa sumber menyarankan membaca Surat Al-Ikhlas.
  • Rukuk dengan tuma'ninah (berhenti sejenak dalam posisi rukuk).
  • I'tidal. Berdiri tegak setelah rukuk.
  • Sujud pertama. Melakukan sujud dengan tuma'ninah.
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma'ninah.
  • Sujud kedua. Melakukan sujud kembali dengan tuma'ninah.
  • Berdiri lagi untuk melanjutkan rakaat kedua dengan mengulangi langkah 5-11.
  • Duduk Tasyahud akhir. Melakukan tasyahud akhir pada rakaat terakhir.
  • Salam. Mengucapkan salam dua kali ke kanan dan ke kiri, menandakan berakhirnya sholat.

Setiap gerakan dan bacaan dalam sholat taubat harus dilakukan dengan khusyuk dan penuh penghayatan, mengingat tujuan utama ibadah ini adalah memohon ampunan kepada Allah SWT. Konsentrasi penuh pada setiap rukun sholat akan membantu memperdalam penyesalan dan ketulusan taubat.

Doa dan Istighfar Setelah Sholat Taubat

Setelah selesai melaksanakan sholat taubat, sangat dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan membaca doa taubat sebagai bentuk pengakuan dosa dan permohonan ampun kepada Allah SWT. Momen setelah sholat adalah waktu yang mustajab untuk berdoa, sehingga kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Salah satu doa istighfar yang sering diamalkan adalah:

"Astaghfirullahal 'azhiim, alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilahi."

Artinya: "Saya memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung saya mengaku bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang hidup terus selalu jaga."

Selain itu, doa sayyidul istighfar juga sangat dianjurkan untuk dibaca, yang merupakan puncak dari permohonan ampun. Doa ini mencerminkan pengakuan penuh atas keesaan Allah, pengakuan atas dosa, dan janji untuk senantiasa berada di jalan-Nya.

 اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ 

Allahumma Anta Rabbi, la ilaha illa Anta khalaqtani, wa ana 'abduka, wa ana ala ahdika wawa'dika mastatha'tu, audzubka min syarrima shana'tu, abu'u laka bini'matika alayya wa abu'u laka bi dzanbi, faghfirli, fa innahu la yaghfirudzunuba illa Anta. "

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menepati perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui dosaku kepada-Mu dan aku akui nikmat-Mu kepadaku, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain-Mu.” 

Memperbanyak zikir dan istighfar setelah sholat taubat adalah upaya untuk terus mengingat Allah dan memohon rahmat-Nya, memperkuat tekad untuk tidak mengulangi dosa, serta menenangkan hati dan jiwa.

Waktu Pelaksanaan Sholat Taubat

Sholat taubat memiliki fleksibilitas waktu pelaksanaan, sehingga dapat dilakukan kapan saja. Waktu uatama biasanya 2/3 malam atau saat sholat tahajud. Namun, ada beberapa waktu yang dilarang untuk melaksanakan sholat sunnah, termasuk sholat taubat, yang perlu diperhatikan oleh umat Muslim.

Waktu-waktu yang tidak dianjurkan untuk sholat sunnah antara lain:

  • Ketika matahari terbit sampai naik setinggi tombak (sekitar pukul 06.00-07.00).
  • Setelah sholat Subuh hingga matahari terbit sempurna.
  • Saat istiwa atau matahari tepat di tengah langit (sekitar pukul 12.00-12.30), kecuali pada hari Jumat.
  • Setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam.
  • Saat matahari mulai berwarna kuning hingga tenggelam (sekitar pukul 17.30-18.00).

Syarat Taubat yang Diterima Allah

Sholat sunnah taubat akan bermakna dan diterima oleh Allah SWT jika dilakukan atas dasar taubat yang sah dan tulus. Taubat yang diterima bukan sekadar ucapan di bibir, tetapi berpunca dari hati yang ikhlas dan menyesal, serta diiringi dengan perubahan nyata dalam diri. Ini dikenal sebagai taubat nasuha, yaitu taubat yang semurni-murninya.

Para ulama menyatakan bahwa taubat yang sah mestilah memenuhi tiga syarat asas yang tidak dapat ditawar.

  1. Pertama, menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan dengan sepenuh hati, merasakan penyesalan yang mendalam atas kesalahan tersebut.
  2. Kedua, berhenti dari perbuatan maksiat tersebut secara total dan tidak lagi melakukannya.
  3. Ketiga, berjanji dengan sungguh-sungguh tidak akan mengulanginya lagi di masa mendatang, disertai dengan tekad yang kuat untuk menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

Selain ketiga syarat tersebut, jika dosa yang diperbuat berkaitan dengan hak sesama manusia, maka harus ada syarat tambahan. Muslim yang bertaubat wajib meminta maaf atau mengembalikan hak orang tersebut. Misalnya, jika pernah mengambil harta orang lain tanpa izin, maka harus dikembalikan atau dimintai kehalalan. Tanpa memenuhi syarat ini, taubat mungkin belum sempurna di sisi Allah SWT.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tata Cara dan Niat Sholat Taubat Sebelum Puasa

1. Apa itu Sholat Taubat?

Sholat Taubat adalah ibadah sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam untuk memohon ampunan kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang telah dilakukan, baik yang disadari maupun tidak, dengan penyesalan tulus dan tekad tidak mengulangi perbuatan maksiat.

2. Kapan waktu yang dianjurkan untuk Sholat Taubat?

Sholat Taubat dapat dilakukan kapan saja di luar waktu-waktu yang dilarang untuk sholat sunnah. Namun, waktu yang paling dianjurkan adalah pada sepertiga malam terakhir, bersamaan dengan waktu Sholat Tahajud.

3. Bagaimana niat Sholat Taubat?

Niat Sholat Taubat diucapkan dalam hati dengan lafal 'Ushallii sunnatat taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa' yang berarti 'Aku niat sholat sunnah Taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala.'

4. Apa saja syarat taubat yang diterima Allah?

Taubat yang diterima Allah SWT harus memenuhi tiga syarat asas: menyesali perbuatan dosa, berhenti dari maksiat, dan berjanji tidak mengulanginya lagi. Jika dosa terkait dengan sesama manusia, harus ditambah dengan meminta maaf atau mengembalikan hak orang tersebut.

5. Bagaimana lafaz niat sholat taubat yang benar?

Niat yang bisa diucapkan dalam hati: “Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa.”

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |