Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri di Rumah: Dalil Kebolehan, Rakaat, dan Keutamaannya

2 weeks ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Memahami tata cara sholat tarawih sendiri menjadi hal yang sangat penting bagi kamu yang memiliki keterbatasan waktu untuk ke masjid atau ingin lebih khusyuk beribadah di rumah. Meskipun sholat tarawih identik dengan suasana berjamaah di masjid, melaksanakannya secara mandiri (munfarid) tetap memiliki nilai pahala yang luar biasa dan sah secara syariat. Di tengah kesibukan atau kondisi tertentu, fleksibilitas ini memungkinkan kamu untuk tetap menghidupkan malam-malam bulan Ramadhan dengan ibadah tanpa harus merasa terbebani.

Banyak orang bertanya-tanya, apakah pahalanya sama jika dilakukan sendirian? Secara hukum asal, sholat tarawih adalah sunnah muakkad yang bisa dikerjakan di mana saja. Keuntungan melakukan sholat tarawih di rumah adalah kamu bisa menyesuaikan kecepatan bacaan dan durasi berdiri sesuai dengan kenyamanan fisikmu. Dengan mengikuti panduan yang tepat, suasana rumah pun bisa berubah menjadi tenang dan penuh keberkahan layaknya berada di dalam rumah ibadah.

Hal ini ditegaskan dalam buku Dirasah Islamiyah Kelas VII SMP Nurul Huda (2022:hlm.52) bahwa, sholat tarawih merupakan sholat sunnah muakkad, artinya sholat sunah yang sangat dianjurkan. Sholat tarawih merupakan ibadah yang dapat dilakukan umat muslim setiap bulan Ramadhan yang pelaksanaannya dapat dilaksanakan secara jamaah atau sendiri.

Kebolehan Sholat Tarawih Sendiri: Apa Hukumnya?

Mungkin kamu sempat ragu, "Bolehkah saya sholat tarawih sendirian?" Jawabannya adalah boleh dan sah. Sholat tarawih adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadhan.

Berdasarkan sejarah, Rasulullah SAW sendiri tidak selalu melaksanakan tarawih di masjid secara berjamaah. Beliau terkadang mengerjakannya di rumah karena khawatir jika beliau terus-menerus melakukannya di masjid, umatnya akan menganggap sholat ini sebagai kewajiban (fardhu). Hal ini ditegaskan dalam hadist riwayat Imam Muslim:

فَلَمَّا كَانَتِ اللَّيْلَةُ الرَّابِعَةُ عَجَزَ الْمَسْجِدُ عَنْ أَهْلِهِ حَتَّى خَرَجَ لِصَلاَةِ الصُّبْحِ فَلَمَّا قَضَى الْفَجْرَ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَتَشَهَّدَ ثُمَّ قَالَ: أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّهُ لَمْ يَخْفَ عَلَىَّ مَكَانُكُمْ وَلَكِنِّى خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ فَتَعْجِزُوا عَنْهَا

"Sesungguhnya Rasulullah SAW pada suatu malam sholat di masjid, lalu para sahabat mengikuti sholat beliau. ... Kemudian pada malam keempat, beliau tidak keluar ke masjid. Pagi harinya beliau bersabda: 'Aku melihat apa yang kalian lakukan, dan tidak ada yang menghalangiku untuk keluar menemui kalian kecuali kekhawatiran bahwa sholat ini akan diwajibkan atas kalian'." (HR. Muslim).

Jadi, bagi kamu yang sedang sakit, menjaga anak di rumah, atau kelelahan setelah bekerja, melakukan tata cara sholat tarawih sendiri adalah solusi ibadah yang tetap dibolehkan.

Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri: Langkah demi Langkah

Pelaksanaan tarawih sendiri hampir sama dengan sholat sunnah biasa seperti sholat Dhuha atau sholat Tahajud. Berikut adalah urutannya:

Niat (Di dalam Hati)

Kamu bisa melafalkan niat berikut sebelum takbiratul ihram:

Arab:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Ushalli sunnatat tarawiihi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta'aalaa.

Artinya:

"Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."

Gerakan Sholat

Lakukan sholat 2 rakaat dengan urutan:

  1. Takbiratul Ihram.
  2. Membaca Doa Iftitah.
  3. Membaca Surah Al-Fatihah (Wajib).
  4. Membaca Surah Pendek Al-Qur'an (Misalnya: Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, atau surah lain yang kamu hafal).
  5. Rukuk dengan tuma'ninah.
  6. I'tidal (Bangkit dari rukuk).
  7. Sujud pertama.
  8. Duduk di antara dua sujud.
  9. Sujud kedua.
  10. Bangkit untuk rakaat kedua, ulangi langkah yang sama.
  11. Tasyahud Akhir dan Salam.
  12. Ulangi pola 2 rakaat ini sampai jumlah rakaat yang kamu inginkan (misalnya 4 kali untuk 8 rakaat).

Panduan Sholat Witir sebagai Penutup

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian rakaat tarawih, kamu wajib menutupnya dengan sholat witir agar ibadah malammu menjadi ganjil. Cara yang paling praktis dan menunjukkan makna ganjil secara langsung adalah dengan mengerjakan 3 rakaat sekaligus dengan satu kali salam.

Kamu bisa melafalkan niat ini di dalam hati sebelum mulai:

Arab:

أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Ushallii sunnatal witri tsalaatsa raka‘aatin mustaqbilal qiblati lillaahi ta‘aalaa.

Artinya:

"Aku niat sholat sunnah witir tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Pelaksanaannya:

  1. Takbiratul Ihram.
  2. Rakaat Pertama: Membaca Al-Fatihah dan surah pendek (disunnahkan Al-A’la).
  3. Rakaat Kedua: Membaca Al-Fatihah dan surah pendek (disunnahkan Al-Kafirun). Penting: Pada akhir rakaat kedua, kamu langsung berdiri untuk rakaat ketiga (tanpa duduk tahiyat awal).
  4. Rakaat Ketiga: Membaca Al-Fatihah dan surah pendek (disunnahkan Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas).
  5. Tahiyat Akhir: Duduk tasyahud akhir seperti sholat fardhu.
  6. Salam.

Waktu Pelaksanaan dan Jumlah Rakaat

Kapan Waktu Tarawih Dimulai?

Menurut Buku Panduan Sholat Untuk Perempuan (hlm:173) Waktu sholat witir dimulai setelah sholat Isya dan berakhir sebelum fajar Subuh. Rentang waktunya cukup panjang, sehingga seorang muslimah dapat memilih mengerjakannya di awal malam, tengah malam, atau menjelang akhir malam.

Waktu sholat tarawih dimulai setelah sholat Isya (dan setelah sholat sunnah ba'diyah Isya) hingga terbit fajar (waktu Subuh). Namun, waktu yang paling utama adalah di sepertiga malam terakhir jika kamu sanggup bangun, namun umumnya dikerjakan langsung setelah Isya agar tidak terlewat karena mengantuk.

Sholat witir memang lebih utama dikerjakan pada tengah hingga akhir malam. Namun, Rasulullah saw. menganjurkan agar witir dikerjakan sebelum tidur atau di awal malam setelah Isya apabila khawatir tidak terbangun untuk melaksanakannya.

Berapa Jumlah Rakaatnya?

Terdapat dua pilihan jumlah rakaat yang umum dilakukan di Indonesia:

11 Rakaat: Terdiri dari 8 rakaat tarawih (4 kali salam) dan 3 rakaat witir.

23 Rakaat: Terdiri dari 20 rakaat tarawih (10 kali salam) dan 3 rakaat witir.

Kedua formasi ini memiliki landasan dalil yang kuat, jadi kamu bebas memilih mana yang paling sesuai dengan kondisi fisik dan waktu yang kamu miliki.

Keutamaan Menjalankan Sholat Tarawih

Melakukan tata cara sholat tarawih sendiri tidak mengurangi keagungan pahalanya. Berikut adalah beberapa keutamaan yang bisa kamu dapatkan:

  1. Pengampunan Dosa Masa Lalu: Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa ibadah pada malam Ramadhan (sholat tarawih) karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).
  2. Menghidupkan Malam Ramadhan: Malam-malam Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah. Dengan tarawih, kamu memastikan waktu malammu tidak terbuang sia-sia untuk hal yang kurang bermanfaat.
  3. Latihan Kesabaran: Sholat dengan jumlah rakaat yang lebih banyak dari sholat fardhu melatih fisik dan mentalmu untuk lebih sabar dan fokus dalam beribadah.
  4.  Karena kamu sholat sendiri, kamu punya kesempatan untuk membaca surah-surah yang mungkin jarang kamu baca, atau sekadar menikmati setiap ayat yang kamu lantunkan.

Tips Agar Khusyuk Sholat Tarawih di Rumah

Agar kamu tidak merasa jenuh atau buru-buru saat melakukan tata cara sholat tarawih sendiri, coba terapkan tips berikut:

  • Ciptakan Suasana yang Nyaman: Bersihkan ruang sholat, gunakan wewangian, dan pastikan tidak ada gangguan suara televisi atau gadget.
  • Gunakan Pakaian Terbaik: Meskipun di rumah, pakailah baju yang bersih dan rapi seolah kamu akan bertemu dengan tamu istimewa.
  • Jangan Terburu-buru: Nikmati setiap gerakan. Ingat, tujuan utama adalah kualitas ibadah, bukan sekadar menggugurkan jumlah rakaat.
  • Variasi Surah: Gunakan surah yang berbeda-beda di setiap rakaat agar kamu tetap fokus pada makna bacaan.

Mengetahui tata cara sholat tarawih sendiri memberikan kemudahan bagi setiap muslim untuk tetap meraih pahala besar di bulan Ramadhan. Kuncinya bukan pada di mana kita mengerjakannya, tapi pada keikhlasan hati dan kesungguhan dalam mengharap ridha Allah SWT. Semoga panduan ini membantumu menjalankan ibadah dengan lebih baik.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Muncul)

Apakah sholat tarawih sendiri harus membaca surat pendek yang urut?

Tidak wajib urut, namun disarankan urut dari juz 30 (Juz Amma) untuk memudahkan ingatan dan menjaga keteraturan.

Bolehkah memegang mushaf Al-Qur'an saat sholat tarawih sendiri?

Boleh. Jika kamu belum hafal banyak surah, kamu diperbolehkan membaca Al-Qur'an (mushaf besar atau handphone yang diletakkan di penyangga) saat berdiri sholat.

Berapa rakaat minimal sholat tarawih sendiri?

Sholat tarawih dikerjakan minimal 2 rakaat. Namun, untuk mengikuti sunnah umum, sebaiknya dikerjakan 8 atau 20 rakaat ditambah witir.

Apakah niat sholat tarawih sendiri berbeda dengan berjamaah?

Ya, sedikit berbeda. Jika sendiri tidak perlu menggunakan kata "Ma'muman" (sebagai makmum) atau "Imaman" (sebagai imam).

Jika sudah witir setelah tarawih, bolehkah sholat Tahajud lagi nanti malam?

Boleh. Namun, karena witir adalah penutup sholat malam, kamu tidak perlu melakukan sholat witir lagi setelah Tahajud.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |