Teknologi DMO pada DENZA B5 Dukung Kenyamanan dan Stabilitas Berkendara

5 hours ago 3

INFO TEMPO — Kemewahan pada kendaraan kini tidak lagi hanya ditentukan oleh material kabin, desain, atau kelengkapan fitur. Perkembangan teknologi turut mengubah definisi kendaraan premium menjadi pengalaman berkendara yang lebih aman, nyaman, stabil, dan andal.

Pendekatan yang sama juga diusung oleh DENZA, merek premium di bawah BYD. Bagi DENZA, teknologi bukan sekadar fitur tambahan, melainkan pondasi untuk menghadirkan pengalaman berkendara premium yang lebih modern.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Salah satu penerapannya terlihat pada DENZA B5. SUV elektrifikasi ini dibekali oleh teknologi Dual-Mode Off-road atau DMO. Sistem itu dirancang untuk memadukan kemampuan kendaraan elektrifikasi dengan performa dan daya jelajah yang dibutuhkan ketika menghadapi berbagai kondisi jalan.

Melalui DMO, DENZA mencoba menunjukkan bahwa kemewahan tidak hanya dirasakan ketika kendaraan melaju di jalan perkotaan, tetapi juga ketika teknologi mampu menjaga kendali, kenyamanan, dan ketenangan pengemudi di medan yang lebih menantang.

Jika melihat kendaraan konvensional, kapabilitas off-road umumnya diasosiasikan dengan mesin besar, sistem mekanis yang kompleks, serta karakter berkendara yang cenderung kaku. DMO membawa pendekatan berbeda dengan menggabungkan sistem elektrifikasi, pengaturan distribusi tenaga, serta kontrol elektronik untuk menyesuaikan respons kendaraan dengan kondisi jalan.

Sistem tersebut memungkinkan tenaga diatur secara adaptif ke roda yang membutuhkan traksi. Tujuannya bukan semata menghasilkan performa besar, tetapi menjaga kendaraan tetap stabil dan mudah dikendalikan.

Pendekatan ini memperluas makna kendaraan premium. Teknologi tidak hanya bertugas meningkatkan spesifikasi, tetapi juga mengurangi beban pengemudi ketika menghadapi situasi berkendara yang sulit. Kemampuan tersebut diperlihatkan melalui DENZA B5 di lintasan Monster Track dalam rangkaian BYD Tech Culture Fest. Kendaraan pun diuji pada lintasan yang terdiri atas tanjakan curam, turunan tajam, jalur miring, serta rangkaian undakan besi.

Stabil di Tanjakan Ekstrem

Pengujian dimulai dengan tanjakan bersudut lebih dari 40 derajat. Dari dalam kabin, kemiringan lintasan membuat posisi duduk terasa hampir tegak ketika kendaraan mulai bergerak naik. DENZA B5 tidak membutuhkan ancang-ancang panjang. Setelah fitur Crawl Mode diaktifkan, kendaraan merayap secara perlahan dengan kecepatan yang terjaga. Penyaluran tenaga berlangsung bertahap tanpa hentakan besar. Roda juga tetap mempertahankan traksi ketika kendaraan berada di tengah tanjakan. 

Kemampuan tersebut menjadi salah satu penerapan teknologi DMO. Sistem penggerak mengatur distribusi tenaga sesuai kebutuhan setiap roda agar kendaraan tidak mudah kehilangan cengkeraman. Bagi pengemudi, intervensi yang dibutuhkan relatif sedikit. Kendaraan mengelola sebagian besar kebutuhan traksi dan kecepatan secara elektronik.

Pada konteks kendaraan premium, kemudahan tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman berkendara. Performa tidak hanya diukur dari seberapa besar tenaga yang tersedia, tetapi juga dari seberapa mudah tenaga itu dapat dikendalikan.

Kenyamanan di Medan Tidak Rata

Setelah tanjakan pertama, DENZA B5 menghadapi lintasan berbentuk setengah lingkaran dengan kombinasi tanjakan dan turunan tajam. Pengemudi menggunakan mode Mountain. Ketika mencapai puncak lintasan, kendaraan sempat berada dalam posisi menggantung sebelum turun secara perlahan. Meski sudut lintasan cukup ekstrem, pergerakan bodi tetap terkontrol dan tidak terasa limbung secara berlebihan.

Kestabilan tersebut turut ditunjang DiSus-P Intelligent Hydraulic Body Control System. Sistem suspensi hidrolik pintar ini dapat menyesuaikan tingkat redaman dan ketinggian kendaraan berdasarkan kondisi permukaan jalan.

Di jalan perkotaan, suspensi dapat mempertahankan kenyamanan kabin. Ketika menghadapi medan berat, ground clearance dapat ditingkatkan untuk memperbesar jarak antara bagian bawah kendaraan dan permukaan jalan. DENZA menyebutkan rentang penyesuaian ground clearance B5 mencapai 140 milimeter, dengan posisi maksimum sekitar 310 milimeter.

Teknologi suspensi ini memperlihatkan pendekatan DENZA dalam menerjemahkan kemewahan. Kenyamanan tidak hanya berasal dari jok atau ruang kabin, tetapi juga dari kemampuan kendaraan mengisolasi guncangan dan menjaga kestabilan bodi.

DMO dan Kendali di Berbagai Medan

Rintangan berikutnya berupa rangkaian undakan besi yang membuat roda berada pada ketinggian berbeda. Sebelum memasuki lintasan, pengemudi mengaktifkan Crawl Mode serta front dan rear differential lock. Suspensi kemudian dinaikkan ke posisi tertinggi.

DENZA B5 melewati undakan secara perlahan. Suspensi menyesuaikan perubahan permukaan lintasan satu per satu, sementara distribusi tenaga menjaga roda tetap memperoleh traksi.

Kendaraan juga diuji pada turunan curam. Sistem pengendalian kecepatan membuat mobil bergerak turun secara perlahan tanpa membutuhkan banyak intervensi dari pengemudi.

Secara spesifikasi, DENZA B5 memiliki approach angle 35 derajat dan departure angle 32 derajat. Kedua sudut tersebut mendukung kendaraan ketika memasuki tanjakan atau meninggalkan turunan tanpa membuat bagian bumper mudah menyentuh permukaan jalan.

Namun, kemampuan DENZA B5 tidak hanya bertumpu pada ukuran atau geometri kendaraan. Integrasi DMO, sistem diferensial, mode berkendara, serta suspensi pintar menjadi faktor utama yang menentukan bagaimana kendaraan merespons kondisi medan.

Kemewahan yang Dibangun dari Kapabilitas

Melalui DENZA B5, DENZA mencoba memperluas persepsi mengenai kendaraan premium. Desain dan kenyamanan tetap menjadi bagian penting, tetapi keduanya dilengkapi dengan teknologi yang memiliki fungsi nyata dalam pengalaman berkendara.

Kapabilitas kendaraan menghadapi tanjakan, turunan, dan permukaan tidak rata menjadi contoh bagaimana teknologi dapat memberikan rasa percaya diri kepada pengemudi dan penumpang.

Kemewahan dalam konteks tersebut tidak selalu tampil dalam bentuk material atau ornamen. Kemewahan juga hadir melalui ketenangan ketika kendaraan mampu membaca kondisi jalan, mengatur tenaga, menyesuaikan suspensi, dan menjaga kabin tetap stabil.

DENZA B5 saat ini belum resmi dipasarkan di Indonesia. Namun, unit dengan posisi kemudi kanan telah beberapa kali ditampilkan dalam kegiatan BYD dan DENZA di Tanah Air.

Perusahaan juga belum mengumumkan waktu peluncuran maupun harga kendaraan tersebut untuk pasar Indonesia.

Meski demikian, kehadiran DENZA B5 memberikan gambaran mengenai arah pengembangan merek tersebut. DENZA ingin membangun identitas kendaraan premium tidak hanya melalui tampilan, tetapi juga melalui teknologi dan kapabilitas yang dapat dirasakan langsung oleh penggunanya.

DMO menjadi salah satu contoh dari pendekatan itu. Teknologi bukan sekadar alat untuk menghasilkan performa, melainkan fondasi untuk menghadirkan rasa nyaman, aman, dan percaya diri sebagai bentuk baru kemewahan. (*)

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |