Utang Neto Pemerintah Rp 477,4 Triliun per Juni 2026

3 days ago 17

KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) melaporkan per 30 Juni 2026 utang neto pemerintah telah mencapai Rp 477,4 triliun. Realisasi utang di semester I tersebut sebesar 57,4 persen dari total penarikan utang pemerintah yang ditargetkan mencapai Rp 832,2 triliun dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun ini.

Berdasarkan data Kemenkeu, pembiayaan utang terdiri dari surat berharga negara (SBN) Rp 501,2 triliun dan pembiayaan pinjaman minus Rp 23,8 triliun. “Pembiayaan utang dikelola secara prudent dan terukur serta memperhatikan likuiditas pemerintah, kondisi kas yang optimal, dan dinamika pasar keuangan,” demikian dikutip dari paparan resmi APBN KiTa pada Kamis, 23 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kemenkeu menyatakan pemenuhan pembiayaan utang berjalan on track melalui langkah antisipatif dan active cash and debt management, untuk menjaga ketersediaan kas pemerintah yang memadai dan saldo anggaran lebih (SAL) yang tetap kuat. “Pemenuhan target pembiayaan mempertimbangkan cost of fund yang efisien dan risiko yang termitigasi serta tata kelola yang baik dan terjaganya indikator utang pada level yang aman.”

Angka realisasi penarikan di semester ini meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya atau per Juni 2025 yang tercatat Rp 315,4 triliun atau 40,6 persen dari target. Total target utang pemerintah tahun ini pun meningkat ketimbang penarikan utang pada tahun 2025 yang mencapai Rp 775,9 triliun. 

Pembiayaan utang juga digunakan untuk menambal defisit APBN yang tahun ini ditargetkan sebesar Rp 689 triliun. Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit anggaran di semester pertama tahun ini mencapai Rp 196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap produk domestik bruto.

Purbaya menyatakan pendapatan negara per Juni telah mencapai Rp 1.499.4 triliun atau tumbuh 21,4 persen. “Sementara belanja negara terealisasi Rp 1.656 triliun atau meningkat 17,8 persen,” ucapnya dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) di kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.

Bendahara negara itu juga mengatakan pendapatan negara terus meningkat dari Rp 574,9 triliun pada akhir Maret menjadi Rp 1.459,4 triliun per akhir Juni. Di saat bersamaan, ia menyebut belanja negara terus dioptimalkan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah.  

Dalam kesempatan itu, Purbaya juga menyebutkan kesimbangan primer yang sampai 30 Juni tercatat surplus Rp 85,1 triliun. Menurut dia, angka-angka ini menunjukkan APBN bagus, ekspansif, dan mendukung pembangunan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |