Wamenhaj Dahnil Ungkap Sejumlah Catatan Puncak Ibadah Haji 2026

3 days ago 15

Liputan6.com, Makkah - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkap sejumlah catatan evaluasi penyelenggaraan puncak ibadah haji 2026.

Menurut dia, salah satu perhatian utama pemerintah adalah penataan jemaah di tenda Arafah dan Mina yang dinilai masih menghadapi kendala kedisiplinan di lapangan.

Dahnil menyampaikan evaluasi tersebut setelah seluruh jemaah haji Indonesia menyelesaikan rangkaian puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Pada Sabtu 30 Mei 2026, seluruh jemaah yang mengambil nafar tsani telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah.

"Artinya, seluruh jemaah kita yang melakukan pelemparan jumrah, baik itu yang nafar awal dan nafar tsani sudah tuntas. Semuanya di tenda-tenda Mina sudah clear and clean," kata Dahnil pada tim Media Center Haji di Makkah, Sabtu 30 Mei 2026.

Menurut dia, penyelenggaraan Armuzna tahun ini menunjukkan banyak kemajuan dibandingkan musim haji sebelumnya. Namun, pemerintah tetap mencatat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki untuk penyelenggaraan haji mendatang.

Sudah Siapkan Sistem Penempatan Jemaah

Wamenhaj Dahnil menjelaskan, petugas sebenarnya telah menyiapkan sistem penempatan jemaah di tenda berdasarkan data dan daftar nama. Namun, kata dia, upaya penataan tersebut tidak selalu berjalan mulus karena ditemukan tindakan yang mengganggu pengaturan yang telah dibuat.

"Kami sudah berusaha kasih daftar nama, bahkan (di) tenda, tapi selalu ada yang copot. Ada dugaan kami beberapa pihak yang berusaha mengacaukan tata kelola yang baik," papar Dahnil.

Persoalan serupa juga ditemukan di Mina. Dahnil menilai, ketidaktertiban sebagian jemaah masih menjadi tantangan dalam menjaga pengelolaan layanan selama puncak haji.

Selain itu, pemerintah juga mengevaluasi tata kelola mabit dan murur di Muzdalifah. Menurut Dahnil, petugas telah membagi skema layanan antara jemaah yang menjalani murur dan jemaah yang mabit penuh di Muzdalifah.

Namun, kata dia, antrean keberangkatan menuju Mina kerap memicu ketegangan di lapangan. Meski masih terdapat sejumlah catatan, Dahnil menilai pelaksanaan Armuzna tahun ini menunjukkan kemajuan signifikan.

Jemaah Diberangkatkan Sesuai Jadwal

Menurut Dahnil, seluruh jemaah diberangkatkan ke Arafah sesuai jadwal, sementara pergerakan dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina berlangsung lebih tertib dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kalau yang lalu itu masih ada yang belum berangkat ke Arafah bahkan sampai malam. Kalau tahun ini semua jemaah sudah berangkat ke Arafah tepat waktu," kata dia.

Dahnil juga menyoroti percepatan pergerakan jemaah dari Muzdalifah ke Mina. Jika pada tahun-tahun sebelumnya proses tersebut masih berlangsung hingga siang hari, pada musim haji 2026 area Muzdalifah sudah kosong sejak pukul 06.30 pagi waktu Arab Saudi.

Di tengah evaluasi tersebut, pemerintah mencatat penurunan angka kematian jemaah yang cukup signifikan. Hingga 13 Zulhijah 1447 Hijriah, jumlah jemaah wafat tercatat sekitar 130 orang, jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 267 orang.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |