Liputan6.com, Jakarta- Hoaks peristiwa dan program pemerintah yang terjadi di Agustus beredar di media sosial, klaim palsu ini menciptakan kebingungan dan bahkan potensi kerugian bagi publik. Penting bagi kita untuk selalu memverifikasi informasi yang diterima, terutama yang menjanjikan keuntungan atau mengklaim fenomena luar biasa.
Fenomena hoaks peristiwa yang terjadi pada Agustus ini mencakup beragam topik, mulai dari klaim gerhana matahari yang akan menggelapkan bumi hingga modus penipuan berkedok bantuan sosial dan token listrik gratis. Informasi-informasi ini kerap disebarkan melalui platform media sosial, menjangkau audiens yang luas dalam waktu singkat. Oleh karena itu, kemampuan untuk membedakan antara fakta dan fiksi menjadi krusial di era digital ini.
Cek Fakta Liputan6.com konsisten melakukan verifikasi terhadap klaim-klaim yang meragukan. Upaya ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari disinformasi dan potensi penipuan yang menyertainya.
Dengan memahami jenis-jenis hoaks yang beredar, kita dapat lebih waspada dan tidak mudah terjebak dalam jebakan informasi palsu yang kerap menyasar data pribadi atau bahkan finansial.
Hoaks Gerhana Matahari Klaim Dunia Gelap 6 Menit pada 2 Agustus 2025
Salah satu hoaks peristiwa yang terjadi pada Agustus yang menarik perhatian adalah klaim bahwa dunia akan gelap selama 6 menit pada 2 Agustus 2025 akibat gerhana matahari 100 tahun sekali. Klaim ini diunggah oleh salah satu akun Facebook pada 25 Juli 2025 dan dengan cepat menyebar. Narasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat yang tidak familiar dengan fenomena astronomi.
Namun, hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com menegaskan bahwa klaim tersebut tidak benar. NASA telah membantah informasi ini, menyatakan bahwa tidak ada gerhana matahari total yang akan menyebabkan kegelapan di seluruh bumi pada tanggal tersebut. Gerhana matahari, meskipun merupakan fenomena alam yang menakjubkan, tidak akan membuat seluruh dunia gelap gulita.
Faktanya, gerhana matahari besar memang dijadwalkan terjadi pada 2 Agustus 2027, bukan 2025. Peristiwa ini dikenal sebagai "gerhana abadi" di mana bulan akan menutupi matahari hingga 6 menit 22 detik, menjadikannya periode totalitas terpanjang di daratan pada abad ke-21. Informasi ini dimuat dalam artikel situs space.com, yang secara jelas membedakan antara klaim hoaks dan fakta ilmiah.
Modus Penipuan Link Pendaftaran Bansos BPNT dan PKH Palsu
Hoaks peristiwa yang terjadi pada Agustus lainnya yang patut diwaspadai adalah beredarnya klaim link pendaftaran bansos BPNT dan PKH periode Juni-Agustus 2025. Klaim ini disertai janji dana bantuan sebesar Rp 900.000 hingga Rp 2.500.000. Informasi palsu ini diunggah salah satu akun Facebook pada 1 Juli 2025 dan menarik banyak korban potensial.
Ketika diklik, link tersebut akan mengarahkan pengguna ke halaman situs yang meminta sejumlah data pribadi. Kementerian Sosial telah berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak pernah membuat situs atau tautan terkait pendaftaran maupun pencairan bantuan sosial. Program bantuan sosial seperti BPNT dan PKH disalurkan kepada masyarakat yang telah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Modus operandi semacam ini merupakan upaya pencurian data pribadi yang sangat berbahaya. Data yang berhasil dicuri dapat disalahgunakan untuk berbagai tindakan kriminal, termasuk penipuan atau penyalahgunaan identitas. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak pernah mengklik link yang mencurigakan atau memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas.
Klaim Link Pendaftaran Token Listrik Gratis
Selain bansos, hoaks peristiwa yang terjadi pada Agustus juga menyasar sektor energi dengan klaim link pendaftaran token listrik gratis periode 7 Juli-27 Agustus 2025. Klaim ini seringkali berbunyi, "Pemerintah dan PT PLN (Persero) telah menandatangani Kontrak Subsidi Energi 2025 Daftar dan dapatkan promo token listrik gratis link pendaftaran di bawah." Klaim ini bertujuan untuk memancing korban agar mengklik tautan yang disediakan.
Sama seperti hoaks bansos, link token listrik gratis ini juga mengarah pada halaman situs yang meminta identitas pribadi, seperti nama, provinsi, dan nomor Telegram. Cek Fakta Liputan6.com secara aktif menelusuri dan membantah informasi menyesatkan ini untuk melindungi masyarakat dari kerugian finansial dan penyalahgunaan data. PLN tidak pernah menyediakan program pendaftaran token listrik gratis semacam itu.
Hoaks-hoaks semacam ini tidak hanya menimbulkan kebingungan dan keresahan di masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi modus penipuan daring yang serius. Kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi sangat diperlukan. Selalu pastikan sumber informasi adalah lembaga resmi dan terpercaya sebelum mengambil tindakan apapun.
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email [email protected].
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.