Wudhu Adalah: Pengertian, Rukun, Tata Cara, hingga Manfaatnya bagi Kesehatan

5 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta Wudhu adalah amalan bersuci yang menjadi kunci sahnya ibadah sholat bagi setiap Muslim. Tanpa bersuci terlebih dahulu, sholat yang dikerjakan tidak akan diterima.

Secara sederhana, wudhu adalah kegiatan membasuh anggota tubuh tertentu menggunakan air suci untuk menghilangkan hadas kecil. Amalan ini setidaknya dilakukan lima kali sehari mengiringi waktu sholat fardhu.

Meski terlihat sederhana, di baliknya tersimpan aturan, hikmah, serta manfaat yang tidak sedikit. Pemahaman yang benar akan membuat ibadah terasa lebih sempurna dan bermakna.

Dalil pensyariatannya termaktub dalam Al-Qur'an Surah Al-Maidah ayat 6. Sebagaimana disampaikan Kementerian Agama, ayat tersebut memerintahkan umat Islam membasuh wajah, kedua tangan hingga siku, mengusap kepala, dan membasuh kaki hingga mata kaki ketika hendak menunaikan sholat.

Wudhu Adalah: Pengertian dan Makna Menurut Bahasa serta Istilah

Secara etimologi, kata wudhu berasal dari bahasa Arab al-wadha'ah yang bermakna an-nadhafah, yaitu kebersihan dan keindahan. Makna kebahasaan inilah yang menjadi pijakan awal para ulama sebelum menetapkan definisi teknisnya. Para ahli fikih klasik menegaskan bahwa akar kata tersebut memang berkaitan erat dengan konsep kesucian.

"Adapun kata wudhu berasal dari wadha'ah yang maknanya kebersihan." — Imam an-Nawawi dalam kitab al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab

Adapun menurut istilah syariat, wudhu adalah aktivitas khusus menggunakan air pada anggota badan tertentu yang diawali dengan niat. Definisi ini menekankan bahwa wudhu bukan sekadar membasuh tubuh biasa, melainkan ibadah yang terikat aturan. Imam Asy-Syirbini dalam Mughnil Muhtaj mendefinisikan wudhu sebagai penggunaan air pada anggota tubuh tertentu yang diawali dengan niat.

Dalam kajian fikih, wudhu berfungsi menyucikan diri dari hadas kecil, berbeda dengan hadas besar yang harus disucikan melalui mandi wajib. Menurut Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqih Sunnah, anggota badan yang disucikan dalam wudhu meliputi wajah, kedua tangan, kepala, dan kedua kaki. Bagi yang ingin memahami arti wudhu secara lebih mendalam, aspek niat dan tata cara menjadi pembeda utamanya dari aktivitas mencuci biasa.

Dari sisi hukum, wudhu wajib dilakukan ketika seorang Muslim hendak sholat, thawaf mengelilingi Ka'bah, maupun menyentuh mushaf Al-Qur'an. Namun, wudhu juga bisa bernilai sunnah, misalnya untuk menjaga kesucian sepanjang hari atau saat hendak tidur. Panduan lengkapnya bisa disimak melalui bacaan niat wudhu dan tata caranya sesuai hadis.

Rukun Wudhu yang Wajib Dipenuhi

Rukun wudhu adalah perkara pokok yang wajib dilaksanakan agar wudhu dianggap sah. Jika salah satu rukun ditinggalkan, maka wudhu batal dan ibadah yang mensyaratkannya pun tertolak. Menurut Syekh Salim bin Sumair al-Hadhrami dalam kitab Safinatun Naja dan mayoritas ulama mazhab Syafi'i, jumlah rukun wudhu ada enam.

  1. Niat — Berniat dalam hati untuk menghilangkan hadas kecil, dilakukan bersamaan dengan basuhan pertama pada wajah.
  2. Membasuh seluruh wajah — Dari tempat tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu, serta dari telinga kanan ke telinga kiri.
  3. Membasuh kedua tangan hingga siku — Air harus merata mengenai seluruh kulit, sela-sela jari, hingga bagian bawah kuku.
  4. Mengusap sebagian kepala — Cukup sebagian kecil, meski mengusap seluruh kepala lebih utama.
  5. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki — Termasuk sela-sela jari kaki dan bagian mata kaki itu sendiri.
  6. Tertib — Melakukan seluruh rukun secara berurutan sesuai perintah dalam Surah Al-Maidah ayat 6.

Jumlah rukun ini ternyata berbeda di setiap mazhab. Mazhab Maliki menetapkan delapan rukun dengan menambahkan ad-dalk (menggosok) dan muwalat (berkesinambungan), sedangkan mazhab Hanbali menetapkan tujuh. Perbedaan pandangan selengkapnya dapat dibaca pada ulasan rukun wudhu menurut empat mazhab agar pemahaman semakin utuh.

Tata Cara Wudhu yang Benar Sesuai Sunnah

Tata cara wudhu dimulai dengan membaca basmalah, dilanjutkan niat, lalu membasuh anggota tubuh secara berurutan dengan mendahulukan bagian kanan. Setiap gerakan disunnahkan dilakukan sebanyak tiga kali, meski satu kali basuhan sudah cukup untuk keabsahan. Berikut urutan lengkapnya yang bisa dipraktikkan, sebagaimana banyak dirujuk dari panduan tata cara wudhu yang benar sesuai sunnah lengkap dengan niat dan doanya.

  1. Membaca basmalah dan mencuci kedua telapak tangan hingga pergelangan sebanyak tiga kali.
  2. Berkumur-kumur untuk membersihkan mulut, lalu menghirup dan mengeluarkan air dari hidung (istinsyaq).
  3. Membaca niat wudhu bersamaan dengan membasuh seluruh wajah tiga kali.
  4. Membasuh kedua tangan hingga siku, dimulai dari tangan kanan.
  5. Mengusap sebagian atau seluruh kepala, dilanjutkan mengusap kedua telinga.
  6. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki, didahulukan kaki kanan.
  7. Menutup rangkaian dengan membaca doa setelah wudhu sambil menghadap kiblat.

Adapun bacaan niat wudhu yang dilafalkan bersamaan membasuh wajah adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى Nawaitul wudhu-a li raf'il hadatsil ashghari fardhan lillahi ta'ala. Artinya: "Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil, fardhu karena Allah Ta'ala."

Setelah seluruh rangkaian selesai, disunnahkan membaca doa penutup wudhu. Doa ini memiliki keutamaan besar, yakni dibukakannya delapan pintu surga bagi yang mengamalkannya. Lafal doanya yaitu:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ Asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluhu. Allahummaj'alni minat tawwabina waj'alni minal mutathahhirin. Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri."

Agar setiap gerakan tidak terlewat, sebagian ulama juga mengajarkan bacaan pada tiap tahapan. Panduan tambahan dapat disimak pada uraian doa pada setiap gerakan wudhu serta penjelasan tentang dalil, rukun, syarat, dan urutan wudhu. Bagi pemula yang ingin memastikan sholatnya sah, ada pula tuntunan tata cara wudhu agar sholat sah dan keterangan seputar doa selesai wudhu beserta keutamaannya.

Baca juga: Panduan Tata Cara Wudhu Sesuai Sunnah yang Penting Dipahami

Hal-Hal yang Membatalkan Wudhu

Menjaga wudhu tidak cukup hanya dengan mengetahui cara melakukannya, tetapi juga memahami apa saja yang dapat membatalkannya. Sebab, jika wudhu batal, seseorang wajib mengulanginya sebelum kembali beribadah. Merujuk Tuntunan Thaharah terbitan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, terdapat sejumlah perkara yang membatalkan wudhu.

  1. Keluarnya sesuatu dari dua jalan — Baik dari qubul maupun dubur, seperti buang air kecil, buang air besar, kentut, madzi, atau wadi.
  2. Hilangnya akal — Karena tidur nyenyak, pingsan, mabuk, atau gila sehingga kesadaran hilang.
  3. Menyentuh kemaluan tanpa penghalang — Menyentuh qubul atau dubur dengan telapak tangan bagian dalam.
  4. Bersentuhan kulit dengan lawan jenis bukan mahram — Menurut mazhab Syafi'i, sentuhan tanpa penghalang membatalkan wudhu; sebagian ulama lain menilai tidak batal selama tanpa syahwat.
  5. Melakukan hubungan suami istri — Kondisi ini bahkan mewajibkan mandi besar, bukan sekadar wudhu.

Perlu dicatat, tidak semua yang keluar dari tubuh membatalkan wudhu. Kotoran seperti upil, kotoran telinga, atau ludah dihukumi suci karena tidak keluar dari qubul atau dubur; penjelasannya dapat dibaca pada ulasan apakah mengupil membatalkan wudhu. Untuk memperdalam pemahaman, tersedia pula uraian tentang rukun dan hal yang membatalkan wudhu, ringkasan 4 hal yang membatalkan wudhu, hingga catatan penting agar ibadah tetap sah dan daftar kesalahan yang membatalkan wudhu.

Dalam kondisi tertentu, seperti tidak ada air atau sedang sakit, wudhu dapat digantikan dengan tayamum menggunakan debu suci. Panduan praktisnya bisa disimak pada penjelasan cara tayamum sebagai pengganti wudhu.

Manfaat Wudhu bagi Kesehatan dan Ketenangan Jiwa

Manfaat wudhu bagi kesehatan kian mendapat sorotan dalam kajian ilmiah modern. Dilansir dari The Daily Star, sejumlah studi menunjukkan bahwa mencuci tangan secara rutin mampu memangkas risiko infeksi saluran pernapasan hingga 16 sampai 21 persen.

Karena berwudhu menuntut seorang Muslim membasuh tangan berulang kali dalam sehari, kebiasaan ini otomatis menjadi rutinitas higienis yang jarang dimiliki gaya hidup modern. Sebagaimana diungkapkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mencuci tangan dengan air merupakan salah satu cara paling efektif mencegah penyebaran penyakit dan infeksi.

Merujuk riset yang dimuat Saudi Pharmaceutical Journal, aktivitas mencuci tangan berulang seperti dalam wudhu terbukti menurunkan jumlah bakteri infeksius pada permukaan kulit. Gerakan membasuh wajah, lengan, hingga kaki juga dipercaya merangsang sirkulasi darah serta menjaga kesehatan kulit dengan mengangkat debu dan minyak berlebih. Selain itu, berwudhu turut membuka pori-pori kulit, membersihkan sisa makanan di sela gigi saat berkumur, hingga mengurangi bau mulut.

Tidak hanya menyentuh sisi fisik, wudhu juga memberi efek positif secara psikologis. Berdasarkan studi dalam Indonesian Journal of Islam and Public Health, membasuh anggota tubuh dengan air ketika berwudhu dapat menurunkan tingkat stres, menumbuhkan ketenangan, sekaligus meredakan amarah. Sentuhan air yang menyejukkan pada wajah dan kepala membantu tubuh lebih rileks, itulah sebabnya berwudhu sebelum tidur kerap dianjurkan agar kualitas istirahat meningkat. Manfaat semacam ini juga terangkum dalam ulasan manfaat berwudhu bagi umat Muslim.

Di sisi spiritual, wudhu yang dikerjakan dengan sempurna diyakini menggugurkan dosa-dosa kecil dari anggota tubuh yang dibasuh. Rangkaian manfaat lain, mulai dari kesehatan jasmani hingga rohani, dapat dieksplorasi pada artikel 11 manfaat wudhu untuk kesehatan jasmani dan rohani serta uraian manfaat wudhu untuk menenangkan hati dan mencegah bakteri.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Wudhu

Apa yang dimaksud dengan wudhu?

Wudhu adalah aktivitas bersuci menggunakan air suci pada anggota tubuh tertentu, yaitu wajah, kedua tangan hingga siku, kepala, dan kedua kaki, yang dilakukan dengan niat untuk menghilangkan hadas kecil. Ibadah ini menjadi syarat sah sebelum menunaikan sholat serta beberapa ibadah lain seperti thawaf dan menyentuh mushaf Al-Qur'an.

Berapa rukun wudhu dan apa saja?

Menurut mazhab Syafi'i, rukun wudhu ada enam, yaitu niat, membasuh seluruh wajah, membasuh kedua tangan hingga siku, mengusap sebagian kepala, membasuh kedua kaki hingga mata kaki, dan tertib atau berurutan. Jika salah satu rukun tersebut ditinggalkan, maka wudhu dianggap tidak sah dan perlu diulang.

Apa saja yang membatalkan wudhu?

Wudhu batal apabila keluar sesuatu dari qubul atau dubur seperti kencing, tinja, dan kentut, hilangnya akal karena tidur nyenyak atau pingsan, menyentuh kemaluan tanpa penghalang, serta bersentuhan kulit dengan lawan jenis bukan mahram menurut sebagian mazhab. Jika salah satu terjadi, seseorang wajib berwudhu kembali sebelum melaksanakan ibadah yang mensyaratkan kesucian.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |