Liputan6.com, Jakarta - Ziarah kubur atau makam merupakan salah satu praktik yang memiliki akar kuat dalam ajaran Islam. Dalam praktiknya, terdapat adab ziara kubur berdasar sunnah, atau ajaran Rasulullah SAW.
Hal ini penting mengingat dalam berbagai tradisi terdapat pengertian yang ambigu terkait tujuan ziarah kubur. Bahkan, beberapa di antaranya justru mendekati syirik. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk mengetahui adabnya.
Merujuk Studi Pendidikan Akhlak dalam Ziarah Kubur, Romdhoni, UIN Jakarta, ziarah makam semula dilarang. Namun kemudian disunahkan kembali oleh Rasulullah SAW setelah pondasi tauhid umat Islam dianggap telah kokoh. Dari kekhawatiran adanya kesyirikan (meminta kepada ahli kubur) menjadi penguatan akidah dan pendidikan akhlak, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis: "Berziarah ke kubur, karena sesungguhnya ziarah kubur itu mengingatkan akan mati." (HR. Muslim, An-Nasa'i, Abu Dawud, dan Ahmad).
Fungsi hakiki ziarah kubur adalah mengingatkan peziarah akan kepastian kematian, yang pada gilirannya mendorong perbaikan akhlak dan meningkatkan persiapan spiritual untuk menghadapi akhirat.
Para ulama telah memberikan batasan-batasan atau adab ziarah makam berdasar sunnah, seperti Syekh Nawawi Al-Bantani dan Syekh Khatib Asy-Syirbini.
Merujuk Buku Panduan Ziarah Kubur, Sutejo Ibnu Pakar dan Studi Pendidikan Akhlak dalam Ziarah Kubur, Romdhoni, UIN Jakarta, berikut ini adalah adab ziarh makam berdasar pandangan ulama yang mendasarkan pendapatnya pada hadis:
1. Mengucapkan Salam
Ketika memasuki area pemakaman atau kuburan, peziarah hendaknya mengucapkan salam kepada ahli kubur. Mengucapkan salam merupakan adab yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi mereka yang telah meninggal.
Dari Ibnu Abbas berkata, Rasulullah telah lewat di pekuburan Madinah, lalu beliau menghadapkan wajahnya dan bersabda, "Semoga keselamatan atasmu wahai ahli kubur kami..."
2. Membaca Al-Qur'an, Berzikir, dan Berdo'a untuk Ahli Kubur
Inti dari ziarah kubur bukan hanya sekadar menengok, tetapi untuk mendoakan ahli kubur dan mengirimkan pahala atas bacaan ayat-ayat Al-Qur'an serta kalimah-kalimah thayyibah seperti tahlil, tahmid, tasbih, dan salawat.
Kedatangan seseorang ke kubur adalah untuk mendoakan ahli kubur agar mendapatkan magfirah (ampunan), rahmat, dan lindungan Allah SWT.
Ibnu Qoyyim, sebagaimana dikutip Romdhoni, menyatakan bahwa Nabi SAW. apabila menziarahi kubur, beliau menziarahinya untuk berdo'a bagi isi kubur serta memohon rahmat dan ampunan bagi mereka.
3. Mengambil Pelajaran (Dzikrul Maut)
Ziarah kubur harus dimaknai sebagai dzikrul maut (pengingat kematian) yang sangat berpengaruh dalam pembinaan pribadi muslim. Peziarah hendaknya merenungkan keadaan orang yang sudah mati dan membayangkan kondisinya di alam kubur. Hal ini akan memberi keinsyafan bahwa dirinya pun pasti akan menyusul.
Tujuan utama ziarah kubur bagi peziarah adalah untuk mengingat mati dan hari akhirat. Hal ini dimaksudkan agar peziarah senantiasa mengontrol dirinya dari perbuatan hina dan tidak terlena dalam kehidupan dunia.
Sabda Rasulullah SAW: "Berziarah ke kubur, karena sesungguhnya ziarah kubur itu mengingatkan akan mati."
4. Menghindari Kesyirikan
Peziarah wajib mematuhi ketentuan agama dan tidak terseret kepada tradisi yang menyimpang (bid'ah).
Ziarah dilarang jika dilakukan dengan tujuan mengagung-agungkan, menghormati, menyembah, atau memohon (minta ini dan itu) kepada kubur atau arwah orang yang sudah mati, karena ini adalah tradisi Jahiliyah.
Setelah akidah umat Islam kuat, ziarah diperbolehkan hanya untuk mengingat akhirat. "Jangan sekali-kali berziarah kubur, siapapun dengan tujuan meminta syafa'at, sebab tidak ada kubur yang dapat memberikan syafa'at," demikian dikutip dari Studi Panduan Ziarah Kubur.
5. Berdo'a dengan Tawassul
Khusus ketika berziarah ke makam para Wali dan Ulama', selain berdo'a untuk diri sendiri, peziarah dapat menggunakan wasilah (perantaraan) kepada para Wali dan Ulama' tersebut.
Tawassul adalah do'a atau permintaan kepada Allah yang disampaikan melalui para kekasih Allah (seperti Nabi, Sahabat, Wali, dan Orang-Orang Saleh), dengan harapan do'a mudah terkabul berkat perantaraan kekasih Allah tersebut.
Hal ini berdasar Surah Al-Ma’idah ayat 35: "Wahai orang – orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekat kepada, dan berjuanglah di jalan-Nya agar kamu beruntung."
6. Berwudhu sebelum Berziarah
tujuan utama ziarah kubur adalah mendoakan ahli kubur dan membaca Al-Qur'an/dzikir, serta merupakan bentuk ibadah ghairu mahdhah (ibadah tidak terikat waktu/tempat khusus), maka disarankan seorang peziarah berada dalam keadaan suci (memiliki wudhu) untuk menunjukkan kesopanan dan kebersihan diri saat akan berdo'a atau membaca Al-Qur'an.
7. Berhati Tunduk (Khusyuk) dan Berpakaian Sederhana
Peziarah kubur dianjurkan untuk memasuki area pemakaman dengan sikap hati yang tunduk, tawadhu' (rendah diri), dan khusyuk. Adab ini selaras dengan tujuan utama ziarah, yaitu untuk mengingat kematian (dzikrul maut) dan kehidupan akhirat.
Suasana pemakaman yang sunyi dan damai harus mendorong peziarah untuk merenungkan bahwa dirinya akan segera menyusul, sehingga ia kembali sadar akan hakikat kehidupan dunia.
Selain itu, berpakaian sederhana juga merupakan bagian dari adab ini, yaitu menghindari pakaian yang terlalu mewah, mencolok, atau tidak sopan. Hal ini untuk menjaga kesesuaian antara penampilan lahir dengan kondisi batin yang sedang merenungkan kematian dan menghindari sifat sombong.
8. Tidak Mengusap, Mencium, atau Duduk di Atas Kuburan
Terdapat larangan keras untuk berbuat sesuatu yang dapat mengarah pada pengagungan atau penyembahan terhadap kuburan, seperti mengusap, mencium, atau bahkan duduk di atasnya. Tindakan mengusap dan mencium kuburan dianggap menyerupai tradisi kaum Nasrani dalam memperlakukan makam tokoh suci mereka.
Adab ini sangat penting untuk menjaga kemurnian tauhid dan menghindari kesyirikan atau bid'ah (perbuatan yang tidak ada dasarnya dalam syariat).
Rasulullah SAW. melarang duduk di atas kuburan, sebagaimana sabdanya: "Lebih baik salah seorang dari kamu duduk di atas bara api, sehingga terbakarlah bajunya sampai ke kulitnya, daripada duduk di atas kuburan."
9. Berdoa kepada Allah SWT
Setelah mengucapkan salam, membaca Al-Qur'an, dan berdzikir, adab selanjutnya adalah berdo'a untuk ahli kubur. Dianjurkan bagi peziarah untuk berdo'a dengan mengangkat kedua tangan. Mengangkat tangan saat berdo'a adalah sunnah yang menunjukkan kerendahan hati dan kesungguhan dalam memohon kepada Allah SWT.
Peziarah harus menyadari bahwa doa tersebut ditujukan kepada Allah SWT., dan bukan meminta atau memohon kepada ahli kubur yang diziarahi. Peziarah memohon rahmat, ampunan, dan kemudahan bagi ahli kubur dari Allah Yang Maha Kuasa.
10. Ziarah Bisa Kapan Saja
Ibadah ziarah kubur tidak terikat oleh waktu-waktu tertentu. Peziarah dibolehkan untuk melaksanakan ziarah pada waktu kapan saja, baik siang maupun malam. Hal ini didasarkan pada perilaku Rasulullah SAW yang mencontohkan ziarah kubur pada malam hari.
Diriwayatkan dari Aisyah RA, ia berkata: "Pada suatu malam Rasulullah SAW pergi (ke kuburan Baqi')."
Kesimpulannya, penetapan waktu ziarah pada hari-hari tertentu (seperti malam Jumat atau Hari Raya) hanyalah tradisi atau kebiasaan masyarakat, bukan syarat wajib atau ketentuan syar'i.
Manfaat Ziarah Makam
Merujuk pandangan ulama, manfaat ziarah makam sesuai sunnah bisa dilihat dari dua aspek utama, yaitu manfaat bagi peziarah (yang hidup) dan manfaat bagi ahli kubur (yang meninggal).
Manfaat bagi peziarah
1. Mengingat Kematian (Dzikrul Maut)
Ini adalah manfaat utama dan tujuan syar'i (menurut syariat) diizinkannya kembali ziarah kubur. Dengan melihat langsung tempat peristirahatan terakhir, peziarah akan mengingat bahwa ia pun pasti akan mengalami nasib yang sama. Kesadaran ini adalah pengingat yang paling efektif untuk tidak terlena oleh gemerlap dunia.
2. Melembutkan Hati dan Meneteskan Air Mata
Suasana kuburan yang sunyi dan damai, serta pemandangan kematian yang nyata, dapat melunakkan hati yang keras. Ziarah kubur dapat menimbulkan rasa haru, penyesalan atas dosa-dosa masa lalu, dan mendorong air mata penyesalan dan harapan.
3. Menghilangkan Kecintaan Berlebihan terhadap Dunia (Wahn)
Dengan mengingat kematian, peziarah akan menyadari kefanaan (ketidak-kekalan) harta, pangkat, dan jabatan. Segala sesuatu yang dikejar di dunia akan ditinggalkan.
4. Memperkuat Pendidikan Akhlak
Ziarah kubur merupakan sarana pendidikan akhlak yang nyata. Peziarah diajak merenungkan tingkah laku ahli kubur semasa hidupnya (jika yang diziarahi adalah orang saleh) atau merenungkan nasib dirinya sendiri.
Manfaat bagi ahli kubur
5. Menerima Doa dan Rahmat (bagi ahli kubur)
Tujuan ziarah kubur adalah untuk mendoakan ahli kubur agar Allah SWT memberikan ampunan (maghfirah), rahmat, dan ketenangan di alam barzakh. Doa merupakan hadiah terbaik yang dapat dipersembahkan oleh yang hidup kepada yang telah meninggal.
6. Menerima Pahala Bacaan Al-Qur'an dan Dzikir
Peziarah yang membaca ayat-ayat Al-Qur'an (seperti Surah Yasin, Al-Fatihah, atau surat-surat pendek lainnya) dan berdzikir (seperti tahlil, tahmid, tasbih) di sisi kubur, dengan niat menghadiahkan pahalanya, maka pahala tersebut diyakini akan sampai kepada ahli kubur.
People Also Ask:
1. Apa saja adab ziarah kubur?
Adab Ziarah Kubur:
Jangan Duduk atau Menginjak Bagian Atas Kuburan. Ketika melakukan ziarah kubur untuk mendoakan kerabat atau orang yang kita cintai yang telah meninggal, penting untuk menunjukkan rasa hormat dengan mengikuti tata cara yang benar. ...
2. Jangan Lakukan Hal yang Berlebihan. ...
Apakah boleh ziarah kubur tanpa berwudhu?
Anjuran Wudhu sebelum Ziarah Kubur
Disebutkan dalam buku Sunan Bonang Wali Keramat karya Asti Musman, menurut hadits dan pendapat ulama, berwudhu sebelum memasuki area pemakaman termasuk salah satu tata cara ziarah kubur. Dikatakan, berwudhu bertujuan agar doa yang dipanjatkan lebih mudah dikabulkan Allah SWT.
3. Apakah boleh memfoto kuburan menurut Islam?
Memfoto kuburan diperbolehkan asalkan tidak menimbulkan fitnah atau melanggar adab-adab Islam, seperti mengambil foto jenazah, bersikap tidak sopan, atau berfoto dengan gaya yang berlebihan. Hukumnya menjadi tidak diperbolehkan jika foto jenazah disebarluaskan karena melanggar privasi dan kehormatan mayit.
4. Kalau ziarah ke makam, apa yang harus dibaca?
Urutan Doa Ziarah Kubur: Arab, Latin dan ArtinyaSaat ziarah ke makam, hendaknya membaca salam kepada ahli kubur, seperti "Assalāmu 'alaikum yā ahlal qubūr, yaghfirullāhu lanā wa lakum". Setelah itu, disunnahkan membaca doa-doa seperti Surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, Surat Al-Baqarah ayat 1-5 dan 284-286, serta Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Selain itu, dianjurkan juga untuk membaca dzikir seperti tahlil, istighfar, dan doa-doa khusus untuk jenazah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492008/original/084844100_1770114331-gng_1288879_hires.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515420/original/095320400_1772173991-SAVE_20260227_095307.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515926/original/051695300_1772231489-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511196/original/043290200_1771899757-019966800_1650552451-katerina-kerdi-TAfqq1B3-2s-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412025/original/035143700_1763029989-d913a63a-d220-4d22-85ec-545e67ee7246.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)