10 Amalan di Tahun Baru Islam yang Penuh Berkah, Lakukan untuk Tambah Pahala

13 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Tahun Baru Islam atau 1 Muharram menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk melakukan refleksi diri dan memperbaiki kualitas ibadah. Pergantian tahun dalam kalender Hijriah bukan sekadar penanda waktu, tetapi juga kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun terakhir serta menyusun niat yang lebih baik untuk masa yang akan datang. Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan momen ini untuk memperbanyak amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Meski tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan pada Tahun Baru Islam, terdapat berbagai amalan yang dianjurkan untuk mengisi bulan Muharram yang termasuk salah satu bulan mulia dalam Islam. Mulai dari memperbanyak doa, berzikir, membaca Al-Qur'an, hingga menjalankan puasa sunnah, semua dapat menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan memperkuat hubungan spiritual. Berikut sejumlah amalan di Tahun Baru Islam yang dapat dilakukan untuk menyambut tahun Hijriah dengan semangat kebaikan dan harapan baru, dirangkum Liputan6.com pada Senin (15/6/2026). 

Muharram, Bulan Mulia yang Menjadi Awal Tahun Baru Islam

Bulan Muharram, sebagai bulan pertama dalam penanggalan Hijriah, memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Pergantian tahun Hijriah yang jatuh pada 1 Muharram bukan sekadar perubahan angka, melainkan sebuah momentum penting bagi umat Muslim untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki kualitas ibadah, serta memperkuat komitmen dalam menjalani kehidupan sesuai tuntunan agama. Bulan ini juga mengingatkan pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, yang menjadi titik awal kebangkitan dan perkembangan dakwah Islam. 

Secara etimologis, nama 'Muharram' berasal dari bahasa Arab 'harrama' atau 'al-muharram' yang berarti 'yang diharamkan' atau 'yang sangat dihormati'. Pada masa jahiliah, bangsa Arab melarang peperangan dan pertumpahan darah di bulan ini sebagai bentuk pemuliaan. Para ulama sepakat bahwa penyandaran nama 'Muharram' kepada Allah, yang disebut sebagai 'Syahrullah' atau Bulan Allah, menunjukkan kemuliaan dan keagungannya di sisi-Nya. Muharram juga termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT, bersama Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab. 

Keistimewaan Muharram ini menjadikannya waktu yang sangat tepat untuk memperbanyak amal kebaikan. Pahala atas amal saleh yang dilakukan pada bulan ini akan dilipatgandakan, sementara perbuatan dosa juga memiliki konsekuensi yang lebih berat dibandingkan bulan-bulan lainnya. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, memulai tahun baru dengan niat dan amalan yang membawa keberkahan. Adapun beberapa amalan di tahun baru Islam sebagai berikut:

1. Membaca Doa Awal dan Akhir Tahun

Salah satu amalan yang banyak dilakukan umat Islam saat memasuki Tahun Baru Hijriah adalah membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun. Doa akhir tahun biasanya dibaca menjelang Maghrib pada hari terakhir bulan Dzulhijjah sebagai bentuk permohonan ampun atas kesalahan yang telah dilakukan selama setahun terakhir. Sementara itu, doa awal tahun dipanjatkan setelah Maghrib pada malam 1 Muharram sebagai harapan agar Allah SWT memberikan keberkahan, perlindungan, dan kemudahan dalam menjalani tahun yang baru.

Meskipun amalan ini tidak memiliki dalil khusus yang berasal dari Rasulullah SAW, banyak ulama membolehkannya sebagai bentuk doa dan refleksi diri. Yang terpenting adalah menjadikan pergantian tahun sebagai momentum untuk memperbanyak munajat kepada Allah serta memperbaiki hubungan spiritual dengan-Nya.

Doa awal tahun yang dapat diamalkan adalah:

"Allâhumma mâ 'amiltu min 'amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî 'anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alâ 'uqûbatî, wa da'autanî ilat taubati min ba'di jarâ'atî 'alâ ma'shiyatik."

Artinya: "Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, apa yang telah aku lakukan pada tahun ini dari perbuatan yang Engkau larang, dan aku belum bertaubat darinya, padahal Engkau telah memberikan karunia-Mu kepadaku setelah Engkau mampu menghukumku, dan Engkau telah mengajakku untuk bertaubat setelah keberanianku bermaksiat kepada-Mu."

2. Menjalankan Puasa Sunnah di Bulan Muharram

Bulan Muharram dikenal sebagai salah satu bulan terbaik untuk melaksanakan puasa sunnah. Rasulullah SAW menyebut bahwa puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak puasa selama bulan ini sesuai kemampuan masing-masing.

Puasa yang paling dianjurkan adalah Puasa Tasu'a pada 9 Muharram dan Puasa Asyura pada 10 Muharram. Selain itu, sebagian ulama juga menganjurkan puasa pada 11 Muharram sebagai penyempurna. Puasa Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, maupun puasa sunnah lainnya juga dapat menjadi pilihan untuk mengisi bulan Muharram dengan ibadah yang bernilai pahala besar.

3. Memperbanyak Dzikir

Dzikir merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan sepanjang waktu, termasuk saat memasuki tahun baru Hijriah. Dengan berdzikir, seorang Muslim senantiasa mengingat Allah SWT dalam berbagai keadaan sehingga hatinya menjadi lebih tenang dan tenteram. Dzikir juga menjadi sarana untuk memperkuat keimanan serta menjaga diri dari kelalaian.

Bentuk dzikir yang dapat diamalkan antara lain membaca tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan berbagai dzikir harian lainnya. Amalan sederhana ini dapat dilakukan kapan saja, baik setelah shalat, saat bekerja, maupun ketika sedang beristirahat. Semakin sering seseorang mengingat Allah, semakin besar pula peluang untuk memperoleh ketenangan dan keberkahan dalam hidupnya.

4. Memperbanyak Istighfar

Selain dzikir, istighfar menjadi amalan yang sangat penting saat menyambut Tahun Baru Islam. Istighfar merupakan bentuk pengakuan atas kelemahan diri sekaligus permohonan ampun kepada Allah SWT atas dosa dan kesalahan yang telah dilakukan. Pergantian tahun menjadi waktu yang tepat untuk membersihkan hati dan membuka lembaran baru dengan taubat yang tulus.

Salah satu bacaan yang sering dianjurkan adalah Sayyidul Istighfar, yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Dengan memperbanyak istighfar, seorang Muslim diharapkan dapat memulai tahun yang baru dengan hati yang lebih bersih, pikiran yang lebih tenang, dan semangat yang lebih kuat untuk memperbaiki diri.

5. Membaca dan Mentadabburi Al-Qur'an

Muharram merupakan waktu yang baik untuk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an. Tidak hanya membaca, umat Islam juga dianjurkan untuk memahami makna dan kandungannya melalui tadabbur. Dengan memahami pesan-pesan Al-Qur'an, seseorang dapat memperoleh petunjuk yang lebih jelas dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Awal tahun juga dapat dijadikan momentum untuk membuat target baru terkait Al-Qur'an, seperti rutin membaca beberapa halaman setiap hari, menghafal surat tertentu, atau mengikuti kajian tafsir. Kebiasaan ini akan membantu memperkuat hubungan seorang Muslim dengan kitab sucinya sepanjang tahun.

6. Bersedekah dan Berbagi dengan Sesama

Sedekah merupakan amalan yang memiliki banyak keutamaan dan dapat dilakukan kapan saja, termasuk saat memasuki Tahun Baru Islam. Melalui sedekah, seseorang tidak hanya membantu orang lain yang membutuhkan, tetapi juga melatih rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

Bentuk sedekah tidak selalu berupa uang. Memberikan makanan, membantu pekerjaan orang lain, menyumbangkan pakaian layak pakai, atau berbagi ilmu yang bermanfaat juga termasuk sedekah. Dengan memulai tahun baru melalui semangat berbagi, diharapkan tumbuh kepedulian sosial yang lebih besar dalam kehidupan sehari-hari.

7. Melaksanakan Shalat Sunnah

Memperbanyak shalat sunnah juga menjadi amalan yang dianjurkan pada bulan Muharram. Shalat sunnah berfungsi untuk menyempurnakan kekurangan dalam ibadah wajib sekaligus menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pada malam pergantian tahun Hijriah, sebagian umat Islam mengisi waktunya dengan shalat sunnah dan doa sebagai bentuk rasa syukur.

Selain shalat sunnah mutlak, umat Islam juga dapat memperbanyak shalat rawatib, tahajud, dhuha, maupun witir. Kebiasaan menjaga shalat sunnah akan membantu meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat kedisiplinan spiritual sepanjang tahun.

8. Muhasabah atau Introspeksi Diri

Tahun baru merupakan waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan hidup selama setahun terakhir. Muhasabah membantu seseorang melihat kembali berbagai pencapaian, kesalahan, maupun peluang perbaikan yang dapat dilakukan pada masa mendatang. Dengan cara ini, pergantian tahun tidak hanya menjadi peristiwa seremonial, tetapi juga sarana pengembangan diri.

Dalam proses muhasabah, seseorang dapat mengevaluasi kualitas ibadah, hubungan dengan keluarga, pekerjaan, maupun kontribusinya kepada masyarakat. Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar untuk menyusun langkah-langkah perbaikan yang lebih nyata pada tahun berikutnya.

9. Mempererat Silaturahmi dan Saling Memaafkan

Awal tahun Hijriah juga dapat dijadikan momentum untuk memperbaiki hubungan dengan orang lain. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menjaga silaturahmi karena amalan ini memiliki banyak keutamaan, termasuk mendatangkan keberkahan usia dan rezeki.

Menghubungi keluarga, mengunjungi kerabat, meminta maaf atas kesalahan, atau menyelesaikan perselisihan yang belum selesai merupakan bentuk nyata dari upaya mempererat hubungan. Dengan hati yang lebih lapang dan hubungan yang lebih baik, seseorang dapat memasuki tahun baru dengan suasana yang lebih damai dan penuh keberkahan.

10. Memperbanyak Amal Saleh dan Menjauhi Dosa

Secara umum, Muharram adalah waktu yang sangat baik untuk meningkatkan berbagai bentuk amal saleh. Setiap kebaikan yang dilakukan, sekecil apa pun, dapat menjadi investasi pahala yang berharga di sisi Allah SWT. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, menjaga akhlak, membantu sesama, dan mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.

Di sisi lain, bulan yang dimuliakan ini juga menjadi pengingat untuk lebih berhati-hati dalam menjauhi dosa dan maksiat. Menahan diri dari perbuatan buruk, menjaga lisan, menghindari permusuhan, serta memperbaiki akhlak merupakan bagian penting dari upaya memuliakan bulan Muharram dan menyambut tahun baru Hijriah dengan penuh keberkahan.

Pertanyaan dan Jawaban seputar Amalan di Tahun Baru Islam

1. Apakah ada ibadah wajib khusus saat Tahun Baru Islam?

Tidak ada ibadah wajib khusus pada 1 Muharram, tetapi umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan ibadah sunnah.

2. Puasa apa yang paling dianjurkan di bulan Muharram?

Puasa Tasu'a pada 9 Muharram dan Puasa Asyura pada 10 Muharram termasuk puasa sunnah yang sangat dianjurkan.

3. Mengapa bulan Muharram disebut bulan mulia?

Karena Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT dalam Islam.

4. Apa yang dimaksud dengan muhasabah di awal tahun Hijriah?

Muhasabah adalah introspeksi atau evaluasi diri terhadap amal, perilaku, dan perjalanan hidup selama setahun terakhir.

5. Selain puasa, amalan apa yang bisa dilakukan saat Tahun Baru Islam?

Memperbanyak doa, dzikir, istighfar, membaca Al-Qur'an, bersedekah, dan mempererat silaturahmi.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |