10 Amalan Pembuka Rezeki setelah Salat Subuh Menurut Sunnah, Simak Faidahnya

5 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Waktu pagi adalah waktu yang dipenuhi keberkahan berlimpah bagi umat Islam. Melaksanakan amalan pembuka rezeki setelah salat subuh menurut sunnah sangat dianjurkan untuk menjemput rahmat Allah SWT sebelum memulai rutinitas kehidupan sehari-hari.

Rasulullah SAW secara khusus mendoakan waktu pagi umatnya agar senantiasa dilimpahi kebaikan. Dalam hadits riwayat Abu Dawud, Nabi SAW bersabda, "Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya." Hal ini menunjukkan pentingnya menghidupkan waktu usai salat Subuh dengan amalan-amalan baik.

Imam An-Nawawi dalam kitab monumental Al-Adzkar menjelaskan bahwa waktu utama untuk berzikir adalah setelah Subuh hingga terbitnya matahari. Beliau menekankan anjuran untuk memperbanyak bacaan doa memohon kelapangan rezeki yang halal serta ilmu yang bermanfaat.

Merujuk Buku Rahasia Magnet Rezeki karya Nasrullah, ebook Agar Dimudahkan Rezeki, karya Asep Maulana dan Abdullah Jinaan, serta sumber relevan lain, berikut ini adalah 10 amalan pembuka rezeki setelah sholat subuh.

1. Shalat Dua Rakaat Fajar

Sebelum memasuki amalan setelah Subuh, terdapat satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan sebelum salat Subuh, yakni dua rakaat qabliyah atau yang dikenal sebagai sunnah fajar.

Rasulullah saw. bersabda: 

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Artinya: “Dua rakaat sunnah fajar lebih aku cintai daripada seluruh dunia.” (HR. Muslim)

Keutamaan shalat sunnah qabliyah Subuh tidak hanya terletak pada pahala yang besar, tetapi juga menjadi pembuka keberkahan hari. Dalam perspektif “Rahasia Magnet Rezeki”, setiap amalan yang dilakukan dengan kesungguhan dan energi positif akan menjadi “magnet” yang menarik rezeki.

Shalat sunnah sebelum Subuh adalah bentuk persiapan spiritual untuk menyambut pembagian rezeki pagi hari.

Lebih lanjut, menurut Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut-Thalibin, terdapat beberapa dzikir yang baik dilafalkan terutama di waktu subuh guna membuka pintu dan kelimpahan rezeki bagi kaum Muslimin yang beriman.

2. Membaca Ayat Kursi (Surat Al-Baqarah Ayat 255)

Setelah menunaikan salat Subuh, amalan pertama yang dianjurkan adalah membaca Ayat Kursi. Dalam berbagai literatur, Ayat Kursi disebut sebagai benteng perlindungan sekaligus pembuka pintu rezeki.

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

Latin: Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa takhudzuhuu sinatuw walaa naum, la huu maa fis samaawaati wa maa fil ardh, mann dzal ladzii yasyfau indahuu illa biidznih, ya lamu maa baina aidiihim wa maa kholfahum, wa laa yuhiituuna bisyai im min ilmihii illaa bimaa syaa, wasia kursiyyuhus samaawaati walardh, wa laa yaudluhuu hifdzuhumaa, wa huwal aliyyul adziim.

Artinya: Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Keutamaan membaca Ayat Kursi setelah salat Subuh sangat besar. Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw. bersabda bahwa siapa yang membacanya setelah salat wajib, ia akan dijaga oleh Allah hingga salat berikutnya. Dalam konteks rezeki, ini berarti perlindungan dan kemudahan dalam setiap aktivitas mencari nafkah sepanjang hari.

3. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (3×)

Setelah Ayat Kursi, amalan berikutnya adalah membaca tiga surat pendek penjaga diri: Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing sebanyak tiga kali.

Ketiga surat ini dikenal sebagai al-mu’awwidzat (surat-surat perlindungan). Dalam konteks rezeki, membacanya di pagi hari berfungsi sebagai benteng dari gangguan setan dan energi negatif yang dapat menghalangi datangnya keberkahan.

Nasrullah dalam “Rahasia Magnet Rezeki” menjelaskan bahwa energi negatif seperti rasa takut, khawatir, dan iri hati adalah penghalang utama rezeki. Dengan membaca surat-surat perlindungan, seorang Muslim membersihkan dirinya dari “gangguan energi” yang dapat menghambat aliran rezeki.

4. Dzikir Pagi: Laa ilaha illallahul malikul haqqul mubin

Salah satu dzikir pembuka rezeki yang paling dianjurkan setelah Subuh adalah kalimat tauhid yang disusun oleh para ulama. Menurut Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut-Thalibin, dzikir ini sangat baik dilafalkan di waktu Subuh untuk membuka pintu dan kelimpahan rezeki.

bacaan dzikirnya adalah:

لَا إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ العَظِيْمِ أَسْتَغْفِرُ اللهَ (dibaca 100 kali)

Latin: “Laa ilaha illallahul malikul haqqul mubin. Subhanallahi wa bihamdihi subhanallahil ‘adzim, astaghfirullah.”

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Menguasai, Maha Benar, dan Maha Menjelaskan. Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah yang Maha Agung, aku memohon ampun kepada-Mu.”

Dalam penjelasannya, Syaikh Abu Bakar Syatha menganjurkan dzikir ini diucapkan sebanyak 100 kali di waktu Subuh. Dalam berbagai literatur hadis, banyak diriwayatkan mengenai keutamaan dzikir ini sebagai pembuka rezeki. Bahkan Rasulullah saw. kerap memerintahkan sebagian sahabatnya untuk membaca dzikir tersebut guna melapangkan rezeki.

5. Doa Memohon Ilmu Bermanfaat, Rezeki Halal, dan Amal Diterima

Di antara doa yang paling dianjurkan dibaca setelah salat Subuh adalah doa yang diajarkan langsung oleh Rasulullah saw.:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Latin: “Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.”

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan amal yang diterima.”

Doa ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 925) dan Ahmad (6:305, 322), dan dinyatakan shahih oleh Al-Hafizh Abu Thahir.

Keistimewaan doa ini terletak pada cakupannya yang holistik: ia menggabungkan permohonan ilmu (yang menjadi dasar segala amal), rezeki halal (yang menjadi kebutuhan hidup), dan amal diterima (yang menjadi bekal akhirat). Dalam perspektif “Agar Dimudahkan Rezeki”, rezeki yang dicari bukan sekadar harta, melainkan keberkahan yang menyeluruh dalam hidup.

6. Doa Perlindungan dari Kesulitan dan Kelaparan

Rasulullah saw. juga mengajarkan doa perlindungan dari berbagai kesulitan hidup, termasuk kemiskinan dan kelaparan:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاهْدِنِي، وَعَافِنِي، وَارْزُقْنِي

Latin: “Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii.”

Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk kepadaku, selamatkanlah aku, dan berikanlah rezeki kepadaku.”

Doa ini ringkas namun mencakup lima permohonan penting: ampunan, rahmat, petunjuk, keselamatan, dan rezeki. Kelimanya saling terkait; tanpa ampunan dan petunjuk, rezeki yang didapat bisa menjadi tidak berkah.

7. Membaca Doa Sayyidul Istighfar

Imam An-Nawawi dalam kitabnya menyebut Sayyidul Istighfar (penghulu istighfar) sebagai lafal yang baik dan utama dibaca setelah salat Subuh.

Bacaan Sayyidul Istighfar:

Arab: اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa ana 'abduka, wa ana 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'uudzu bika min syarri maa shana'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya, wa abuu-u bidzanbii, faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas janji-Mu dan ikrar-Mu (untuk taat) semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatan yang telah aku lakukan. Aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau berikan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau."

Doa ini mengandung pengakuan atas dosa dan permohonan ampunan. Dalam “Rahasia Magnet Rezeki”, Nasrullah menekankan bahwa istighfar membersihkan energi negatif dalam jiwa yang selama ini menghalangi datangnya “energi berlian” berupa rezeki. Dengan istighfar, seseorang membebaskan dirinya dari beban dosa yang menjadi penghalang utama aliran rezeki.

8. Dzikir dan Doa Pagi Secara Lengkap

Selain amalan-amalan spesifik di atas, terdapat dzikir pagi yang lebih lengkap yang mencakup berbagai permohonan. Salah satu di antaranya adalah doa yang diajarkan Rasulullah saw. kepada putrinya, Fatimah Az-Zahra:

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ

Latin: Allahumma inni ashbahtu usyhiduka wa usyhidu hamalata 'arsyika wa malaaikataka wa jamii'a khalqika annaka antallahu laa ilaaha illaa anta wahdaka laa syariika laka wa anna Muhammadan 'abduka wa rasuuluka.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya pada pagi ini aku bersaksi kepada-Mu, para malaikat pemikul Arasy-Mu, seluruh malaikat-Mu dan seluruh makhluk-Mu bahwa Engkaulah Allah, tiada Tuhan selain Engkau semata, tidak ada sekutu bagi-Mu, dan Muhammad adalah hamba serta utusan-Mu."

Doa ini berisi kesaksian atas keesaan Allah dan kenabian Muhammad saw., serta memohon perlindungan dan keberkahan sepanjang hari.

9. Beristighfar hingga Matahari Terbit

Syekh al-Munawi dalam kitabnya menjelaskan bahwa kebiasaan Rasulullah saw. setelah salat Subuh adalah berdzikir dan beristighfar hingga matahari terbit, baru kemudian beraktivitas mencari rezeki.

Ini adalah sunnah yang sering terlewatkan. Banyak orang setelah salat Subuh langsung terburu-buru beraktivitas atau bahkan kembali tidur. Padahal, waktu antara Subuh dan terbit matahari adalah saat-saat paling mustajab untuk berdoa dan berdzikir.

Dalam “Percepatan Rezeki dalam 40 Hari dengan Otak Kanan”, Ippho Santosa menekankan pentingnya mengisi pagi hari dengan energi positif melalui ibadah dan doa, karena pagi hari adalah fondasi bagi kesuksesan sepanjang hari.

Bacaan Istighfar:

1. Istighfar Pendek yang Paling Umum

Arab: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

Latin: Astaghfirullāh

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah."

2. Istighfar Lengkap

Arab: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Latin: Astaghfirullāhal-'Azhīmalladzī lā ilāha illā Huwal-Ḥayyul-Qayyūm wa atūbu ilaih.

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya." 

10. Doa Memohon Kecukupan dari yang Halal

Di antara doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca setiap pagi adalah:

“Allahumma kfinii bihalaalika ‘an haraamik, wa aghninii bifadhlika ‘amman siwaak.”

Artinya: “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak butuh kepada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi)

Doa ini mengajarkan sikap tawakal sekaligus ikhtiar. Ia memohon kecukupan dari jalan halal dan kekayaan hati sehingga tidak bergantung kepada makhluk. Dalam “Agar Dimudahkan Rezeki”, konsep qana’ah (merasa cukup) disebut sebagai salah satu kunci kelapangan rezeki.

Pertanyaan Seputar amalan pembuka rezeki setelah salat subuh menurut sunnah

Setelah sholat subuh baca al-Qur'an surat apa agar rezeki lancar?

Setelah sholat Subuh, Anda sangat dianjurkan membaca Surat Al-Waqi'ah. Di kalangan umat Islam, surat ini populer diamalkan sebagai pembuka pintu rezeki, menjauhkan dari kefakiran, dan mendatangkan keberkahan.

Zikir Subuh pembuka rezeki?

Amalan zikir subuh pembuka rezeki berfokus pada permohonan keberkahan, kemudahan, dan kelapangan rezeki. Rutinitas ini menjadi lebih mustajab jika dipadukan dengan istighfar, tasbih, dan doa spesifik yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Zikir apa yang bagus dibaca setelah sholat subuh?

Zikir terbaik setelah sholat Subuh adalah bacaan istighfar, tasbih, tahmid, takbir, dan zikir pagi petang. Zikir ini berfungsi sebagai perisai diri, pelindung dari gangguan setan, dan pembuka pintu rezeki.

4 Cara Sedekah Subuh yang Benar?

Sedekah subuh adalah amalan luar biasa yang didoakan langsung oleh malaikat setiap harinya. Cara yang benar mencakup: niat ikhlas, bersedekah di waktu subuh (setelah azan/salat), menyalurkan kepada yang berhak (keluarga/tetangga), dan dilakukan secara konsisten.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |