10 Amalan Terbaik yang Bisa Dilakukan Sepanjang Bulan Muharram, Awal Tahun Penuh Berkah

11 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Muharram adalah awal tahun baru Hijriah sekaligus salah satu dari empat bulan haram. Bulan ini istimewa karena disebut sebagai Syahrullah (Bulan Allah), gelar yang tidak diberikan kepada bulan lainnya. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui amalan terbaik yang bisa dilakukan sepanjang bulan Muharram.

"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu." (QS. At-Taubah: 36)

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa Allah mengkhususkan empat bulan haram tersebut dan menjadikan dosa di dalamnya lebih besar, sebagaimana amal saleh dan pahalanya juga lebih agung.

Merujuk berbagai literatur kontemporer dan klasik, artikel ini menyajikan 10 amalan terbaik yang dapat dilakukan sepanjang bulan Muharram, lengkap dengan dalil-dalil shahih dan penjelasan ulama.

1. Puasa, Ibadah Paling Utama di Bulan Muharram

Puasa merupakan amalan paling utama dan paling dianjurkan di bulan Muharram. Rasulullah SAW secara eksplisit menyatakan bahwa puasa di bulan ini adalah puasa sunnah terbaik setelah Ramadhan.

"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah — Muharram." (HR. Muslim no. 1163)

a. Puasa Tasu'a (9 Muharram) dan Puasa Asyura (10 Muharram)

Kedua puasa ini menjadi amalan yang paling masyhur dan memiliki keutamaan yang sangat besar.

Rasulullah SAW bersabda: "Puasa Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar puasa tersebut dapat menghapuskan (dosa) setahun yang lalu." (HR. Muslim no. 1162)

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitab al-Minhaj Syarh Shahih Muslim (juz 8, halaman 51) menjelaskan bahwa dosa yang digugurkan adalah dosa-dosa kecil, bukan dosa besar. Apabila tidak ditemukan dosa kecil pun, maka akan dituliskan kebaikan dan diangkat derajatnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam al-Fatawa al-Kubra (juz 4, halaman 428) juga menegaskan hal yang sama.

Puasa Tasu'a (9 Muharram) dianjurkan sebagai bentuk penyelisihan terhadap kebiasaan orang Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Hal ini didasarkan pada niat Rasulullah SAW yang bersabda: "Jika aku masih hidup hingga tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan (Tasu'a)." (HR. Muslim)

b. Tiga Tingkatan Puasa di Bulan Muharram

Para ulama membagi puasa di bulan Muharram menjadi tiga tingkatan. Syekh al-Mubarakfuri dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi (3/382) menjelaskan:

  • (Paling Utama) 9, 10, dan 11 Muharram Puasa Tasu'a, Asyura, dan sehari setelahnya
  • Kedua 9 dan 10 Muharram Puasa Tasu'a dan Asyura
  • Ketiga 10 Muharram saja Hanya puasa Asyura

Puasa di bulan Muharram—baik tanggal 1, 9, 10, maupun lainnya—merupakan bentuk meneladani (ittiba') Rasulullah SAW dan menjadi kesempatan meraih pahala besar di awal tahun Hijriah.

2. Sedekah, Amalan Ringan dengan Pahala Berlipat Ganda

Sedekah di bulan Muharram memiliki keutamaan yang sangat besar karena berada pada waktu yang dimuliakan Allah. Bahkan, para ulama menyebutkan bahwa sedekah pada hari Asyura (10 Muharram) dapat menyamai pahala sedekah selama setahun.

Sedekah tidak selalu berbentuk uang atau harta benda. Senyuman yang tulus, membantu orang lain, memberikan ilmu yang bermanfaat, hingga menolong seseorang yang sedang kesulitan juga termasuk sedekah.

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa sedekah merupakan salah satu bentuk syukur atas nikmat Allah. Di setiap bulan haram, setiap kebaikan maupun keburukan akan dilipatgandakan balasannya.

Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk memperbanyak sedekah di bulan Muharram, baik berupa harta, tenaga, waktu, maupun ilmu—sebagai bekal di awal tahun baru.

3. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an

Membaca Al-Qur'an adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam kapan saja, termasuk di bulan Muharram. Namun, karena bulan ini termasuk waktu yang dimuliakan, pahala membaca Al-Qur'an pun akan dilipatgandakan.

  • Tadabbur dan Tafakur: Selain sekadar membaca, umat Islam dianjurkan untuk merenungkan dan mentadabburi ayat-ayat Al-Qur'an di bulan Muharram. Muharram adalah momentum untuk memperbanyak tafakur Al-Qur'an dan memperkuat dzikir seperti tasbih, tahmid, takbir, serta istighfar.
  • Mengkhususukan Waktu: Menyisihkan waktu khusus setiap hari untuk membaca dan merenungkan ayat-ayat Al-Qur'an dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Membaca Al-Qur'an juga merupakan salah satu cara untuk mendapatkan keberkahan dan ketenangan hati di awal tahun yang baru.

4. Dzikir dan Istighfar, Bulan Ampunan

Dalam kajian fikih dan tasawuf, bulan Muharram disebut dengan bulan istighfar (bulan ampunan), karena pada bulan ini banyak terjadi peristiwa agung.

Dzikir yang Dianjurkan

Malam 1 Muharram dapat diisi dengan memperbanyak dzikir yang ringan di lisan namun berat dalam timbangan amal. Di antara dzikir yang paling utama diamalkan pada malam 1 Muharram adalah Sayyidul Istighfar:

Bacaan Arab:اللَّهُمَّ أَنتَ رَبِّي لا إِلهَ إِلَّا أَنتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنتَ

Latin: Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illa anta khalaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A-'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu-u laka bini'matika 'alayya wa abuu-u laka bi-dzanbii, faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui dosaku kepada-Mu dan aku akui nikmat-Mu kepadaku, maka ampunilah aku. Sebab, tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain-Mu."

Rasulullah SAW bersabda tentang Sayyidul Istighfar: "Barang siapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga." (HR. Bukhari no. 6306).

Bagian 5: Taubat dan Muhasabah — Awal Baru yang Lebih Baik

Bulan Muharram merupakan momentum yang tepat untuk introspeksi diri dan bertaubat. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 222 yang menegaskan bahwa Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri.

Dalam buku Keutamaan Asyura dan Bulan Muharram, Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid, penerjemah Abu Salma Muhammad Rachdie, S.Si., ditegaskan bahwa kewajiban bagi seorang Muslim ketika terjatuh dalam dosa dan maksiat adalah untuk segera bertaubat, tidak menunda-nundanya, karena ia tidak tahu kapan kematian akan menjemput.

Apabila berbuat maksiat pada hari dan waktu yang penuh keutamaan seperti Muharram, maka dosanya akan besar pula, sesuai dengan keutamaan waktu dan tempatnya. Karenanya, bersegeralah bertaubat kepada Allah.

6. Shalat Malam dan Shalat Sunnah Lainnya

Rasulullah SAW dalam hadis yang sama juga menyebutkan keutamaan shalat malam: "Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam (tahajud)." (HR. Muslim no. 1163)

Amalan Shalat Sunnah yang Dianjurkan:

  • Shalat Tahajud — shalat malam yang paling utama
  • Shalat Dhuha — shalat sunnah di pagi hari
  • Shalat Rawatib — shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu
  • Shalat Tasbih — dapat dikerjakan pada 10 Muharram, dengan membaca tasbih sebanyak 75 kali setiap rakaatnya
  • Shalat Mutlak Malam — sangat dianjurkan di awal bulan dan terutama pada malam-malam Asyura

Shalat sunnah ini menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah dan menambah pahala, terlebih jika dilakukan pada bulan yang dimuliakan. 

7. Melapangkan Nafkah Keluarga, Kunci Rezeki Sepanjang Tahun

Rasulullah SAW memberikan kabar gembira bagi siapa pun yang melapangkan nafkah kepada keluarganya pada hari Asyura: "Siapa yang melapangkan bagi keluarganya pada hari Asyura, niscaya Allah akan melapangkan baginya sepanjang tahun." (HR. Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman)

Amalan ini juga disebutkan dalam Hasyiyah I’anatuth Thalibin (juz II, halaman 302) karya Sayyid Bakri bin Sayyid M Syatha ad-Dimyathi sebagai salah satu amalan yang dianjurkan pada 10 Muharram.

Perintah untuk melapangkan nafkah keluarga sejalan dengan maqashid syariah untuk menjaga keturunan (hifzh an-nasl) dan kebahagiaan rumah tangga. Ini bukan sekadar ajakan untuk berfoya-foya, melainkan anjuran untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga di hari yang penuh berkah.

Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa memperluas nafkah dan pergaulan dekat keluarga pada Asyura akan dilimpahi rezeki sepanjang tahun.

8. Silaturahmi

Menjalin dan mempererat silaturahmi merupakan amalan yang sangat dianjurkan, terutama di bulan Muharram.

Rasulullah SAW bersabda bahwa menyambung silaturahmi dapat melapangkan rezeki dan memperpanjang umur. Di bulan Muharram, bulan yang penuh dengan kemuliaan, amalan ini akan semakin mendapat pahala berlipat.

Para ulama juga menyebutkan bahwa silaturahmi memiliki keutamaan khusus, terutama jika dilakukan pada hari Asyura (10 Muharram) sebagai bentuk penghormatan terhadap hari yang agung. 

9. Menyantuni Anak Yatim, Mendekatkan Diri ke Surga

Di Indonesia, 10 Muharram bahkan dikenal dengan istilah 'Lebaran Anak Yatim' karena banyaknya umat Islam yang menyantuni anak yatim pada hari tersebut.

Keutamaan Menyantuni Anak YatimRasulullah SAW bersabda: "Bahwa aku dan orang-orang yang memelihara anak yatim dengan baik akan berada di surga, bagaikan dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah." (HR. Bukhari)

KH Ahmad Zarkasih dalam bukunya Muharram Bukan Bulan Hijrahnya Nabi, menjelaskan bahwa meskipun hadits-hadits yang secara spesifik mengaitkan santunan anak yatim dengan 10 Muharram dinilai dha'if (lemah), substansi menyantuni anak yatim tetap merupakan amalan yang sangat mulia, kapan pun dilaksanakan.

Santunan kepada anak yatim dapat diberikan dalam berbagai bentuk:

  • Memberikan uang atau bantuan finansial untuk kebutuhan mereka
  • Memberikan makanan, pakaian, atau perlengkapan sekolah
  • Mengusap kepala anak yatim dengan penuh kasih sayang
  • Mendoakan mereka dan memberikan perhatian

Seorang Muslim yang menyayangi anak yatim semasa hidupnya niscaya akan dekat kedudukannya dengan Rasulullah SAW di surga.

10. Doa Awal dan Akhir Tahun Hijriah

Meskipun para ulama menjelaskan bahwa doa awal dan akhir tahun yang populer di masyarakat bukan berasal dari hadis sahih, namun para ulama memperbolehkan membacanya karena isinya berupa permohonan ampunan, perlindungan, dan harapan kepada Allah.

Doa awal tahun Hijriah dapat dibaca setelah memasuki waktu Maghrib pada akhir bulan Dzulhijjah dan awal Muharram. Isinya berupa permohonan kepada Allah agar diberikan kebaikan di tahun yang akan datang dan dijauhkan dari setan yang terkutuk.

Sebagaimana dijelaskan dalam Latha'if al-Ma'arif karya Imam Ibnu Rajab al-Hanbali, Muharram memiliki kedudukan istimewa karena menjadi pembuka tahun Hijriah sekaligus termasuk bulan yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh.

Pertanyaan Seputar Amalan Terbaik Bulan Muharram

Apa amalan yang disunnahkan Rasulullah pada bulan Muharram?

Amalan yang paling utama dan sangat dianjurkan pada bulan Muharram adalah memperbanyak ibadah puasa, terutama Puasa Asyura (10 Muharram) dan Puasa Tasu'a (9 Muharram). Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa di bulan Muharram adalah puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan.

1 Muharram disunnahkan apa saja?

Pada 1 Muharram (Tahun Baru Islam), umat Muslim disunnahkan memperbanyak ibadah untuk mengawali tahun. Amalan utamanya meliputi membaca doa awal tahun, memperbanyak istighfar dan zikir, membaca Al-Qur'an (seperti Surah Al-Mulk), bersedekah, serta bersiap menjalankan puasa sunnah.

1 Muharram sebaiknya membaca surat apa?

Pada malam dan hari 1 Muharram, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur'an dan berzikir guna menyambut tahun baru dengan keberkahan.

Apa 4 larangan di bulan Muharram?

4 LARANGAN DI BULAN MUHARRAM YANG WAJIB DIKETAHUI UMAT ISLAM.

  • Larangan Mendzalimi Diri Sendiri.
  • Larangan Berbuat Maksiat.
  • Larangan Berperang.
  • Larangan Melakukan Bidah.
Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |