Liputan6.com, Jakarta - Kata-kata mutiara islami tentang Ramadhan sebagai bulan taubat menjadi pengingat bahwa Ramadhan adalah momentum kepulangan jiwa untuk meraih ampunan Allah SWT. Bulan ini merupakan waktu terbaik membasuh noda hati melalui taubat yang tulus.
Hal ini berlandaskan hadis Nabi SAW: "Barangsiapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" (HR. Bukhari). Pintu maghfirah terbuka lebar bagi hamba yang bersungguh-sungguh bersimpuh, menjadikan rasa lapar sebagai penggugur kesalahan di masa lalu.
Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa tingkatan puasa tertinggi adalah khususul khusus, yakni puasa hati dari pikiran selain Allah. Keberhasilan Ramadan seseorang diukur dari konsistensi perubahan akhlaknya setelah bulan suci berakhir.
Berikut ini adalah 100 kata-kata mutiara islami tentang Ramadhan sebagai bulan taubat, terinpirasi dari ayat Al-Qur'an, hadis, nasihat sahabat Nabi SAW dan para ulama, serta sumber relevan lainnya.
Kata-Kata Mutiara Islami: Ramadhan Pintu Maghfirah (Ampunan Allah)
1. Ramadhan adalah musim semi bagi jiwa yang rindu akan ampunan Tuhan. Jangan biarkan pintu rahmat ini tertutup sebelum engkau bersujud memohon maaf.
2. Allah membentangkan tangan-Nya sepanjang malam di bulan suci untuk menerima taubatmu. Segeralah melangkah kembali sebelum fajar hari kemenangan menyapa.
3. Sejauh apa pun engkau melangkah pergi, Ramadan selalu memanggilmu untuk kembali. Tuhan tidak pernah lelah mengampuni hamba yang datang dengan penyesalan.
4. Bulan ini adalah bukti bahwa kasih sayang Allah jauh melampaui murka-Nya. Basuhlah debu-debu dosa dengan air mata istighfar di keheningan sahur.
5. Jangan pernah merasa dosamu terlalu besar untuk dimaafkan oleh Zat Yang Maha Luas ampunan-Nya. Ramadan hadir untuk menghapus catatan kelam masa lalumu secara sempurna.
6. Pintu surga dibuka lebar agar engkau memiliki semangat untuk mengetuknya. Mintalah ampunan seolah ini adalah kesempatan terakhirmu di dunia.
7. Ampunan Allah di bulan Ramadan mengalir lebih deras daripada air hujan di bumi. Tadahkan tanganmu dan biarkan hatimu basah oleh kesejukan rahmat-Nya.
8. Tiada dosa yang tak terhapus selama hamba mau bersimpuh dengan rendah hati. Jadikan setiap detik Ramadan sebagai jembatan menuju ridha-Nya.
9. Allah mencintai pendosa yang bertaubat lebih dari orang saleh yang sombong dengan amalnya. Rendahkan dirimu di hadapan-Nya agar Dia mengangkat derajatmu.
10. Ramadan bukan sekadar menahan lapar, melainkan memburu ampunan yang tak terhingga. Jadikan setiap hembusan napasmu sebagai zikir penghapus dosa.
Kesungguhan Taubat (Taubatan Nasuha)
11. Taubat yang sungguh-sungguh dimulai dengan tekad untuk tidak lagi menoleh pada kemaksiatan. Biarkan Ramadan menjadi saksi bisu atas perubahan besar dalam hidupmu.
12. Menangislah karena dosa-dosamu hari ini agar engkau bisa tersenyum di hari akhir kelak. Penyesalan yang tulus adalah kunci pembuka gembok hati yang membatu.
13. Jangan hanya berpuasa dari makanan, tapi puasakan juga hatimu dari keinginan berbuat dosa. Taubat nasuha membutuhkan konsistensi, bukan sekadar janji di lisan.
14. Ramadan adalah waktu untuk membakar ego dan kesombongan di dalam api ketaatan. Jadilah pribadi yang baru dengan meninggalkan beban kesalahan di masa lalu.
15. Sebaik-baik manusia adalah mereka yang segera sadar setelah tergelincir dalam kesalahan. Gunakan momentum bulan suci ini untuk memperbaiki setiap retakan di jiwamu.
16. Taubat bukan tentang seberapa banyak engkau berjanji, tapi seberapa kuat engkau membuktikannya. Biarkan amal salehmu selama Ramadan menjadi bukti cintamu pada Allah.
17. Allah tidak melihat seberapa dalam engkau jatuh, tapi seberapa cepat engkau bangkit kembali. Ramadan memberikanmu landasan yang kokoh untuk memulai langkah baru.
18. Bersihkan hatimu dari kedengkian dan dendam agar taubatmu diterima oleh-Nya. Kedamaian sejati hanya didapat saat hubunganmu dengan Pencipta telah pulih.
19. Jangan menunda taubat karena maut tidak pernah menunggu hingga Ramadan tahun depan. Manfaatkan setiap malam untuk mengadu dan meminta bimbingan-Nya.
20. Kekuatan seorang mukmin terletak pada keberaniannya mengakui kesalahan di hadapan Tuhan. Jadilah pemenang dengan menaklukkan nafsu jahat di bulan yang penuh berkah ini.
Inspirasi dari Al-Qur'an & Hadis
21. Barang siapa berpuasa dengan iman dan mengharap pahala, dosa-dosanya yang lalu akan diampuni. Inilah janji Rasulullah yang menjadi lentera bagi setiap pencari hidayah.
22. "Katakanlah, Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah." Ayat ini adalah pelukan hangat bagi jiwa yang haus akan kedamaian.
23. Puasa adalah perisai yang melindungimu dari api neraka dan godaan setan yang terkutuk. Gunakan perisai ini untuk menjaga kesucian diri sepanjang bulan Ramadan.
24. Allah menyukai orang-orang yang senantiasa mensucikan diri dengan beristighfar dan berbuat baik. Jadikan setiap ayat yang kau baca sebagai pengingat akan kebesaran-Nya.
25. Di bulan ini Al-Qur'an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia yang ingin menempuh jalan kebenaran. Bacalah dengan hati agar cahayanya menyinari lorong-lorong gelap di batinmu.
26. Setan-setan dibelenggu, namun nafsumu masih tetap harus engkau kendalikan dengan kesabaran. Fokuslah pada perbaikan diri tanpa menyalahkan keadaan di sekitarmu.
27. Doa orang yang berpuasa tidak akan tertolak oleh Zat Yang Maha Mendengar. Selipkan permohonan ampunan di antara daftar keinginan duniawimu yang panjang.
28. Rasulullah adalah manusia paling dermawan, terutama saat bulan Ramadan menyapa umatnya. Teladani kedermawanan beliau dengan berbagi kasih kepada sesama yang membutuhkan.
29. "Bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi." Seruan ini adalah alarm bagi kita untuk tidak lalai dalam beribadah.
30. Setiap amalan manusia dilipatgandakan pahalanya, kecuali puasa yang menjadi urusan langsung dengan Allah. Jaga kejujuran dalam beribadah karena Dia Maha Mengetahui apa yang tersembunyi.
Nasihat Sahabat & Ulama
31. Ali bin Abi Thalib pernah berkata bahwa hari raya adalah bagi mereka yang ketaatannya bertambah. Jangan hanya merayakan baju baru, tapi rayakanlah hati yang telah dibersihkan.
32. Umar bin Khattab selalu menghisab dirinya sendiri sebelum datang hari penghisaban yang agung. Jadikan Ramadan sebagai waktu introspeksi diri atas segala khilaf yang sengaja maupun tidak.
33. Hasan al-Basri mengingatkan bahwa dunia ini hanyalah tiga hari: kemarin yang telah pergi, besok yang belum tentu, dan hari ini untuk beramal. Maksimalkan "hari ini" di bulan Ramadan untuk menjemput ampunan.
34. Imam Ghazali menekankan bahwa puasa tingkat tinggi adalah menjaga hati dari selain Allah. Fokuskan seluruh pikiranmu hanya pada Sang Khalik agar taubatmu terasa bermakna.
35. Para ulama salaf biasa berdoa selama enam bulan agar bisa berjumpa lagi dengan Ramadan. Hargailah waktu yang sangat mahal ini dengan memperbanyak sujud dan ruku'.
36. Abu Bakar Ash-Shiddiq dikenal karena kelembutan hatinya dalam memohon maaf kepada Allah. Tiru kerendahan hatinya agar engkau layak mendapatkan syafaat di hari akhir.
37. Ibnu Qayyim mengatakan bahwa hati yang sakit hanya bisa sembuh dengan zikir dan taubat yang tulus. Jadikan Ramadan sebagai apotek spiritual untuk menyembuhkan luka-luka di jiwamu.
38. Nasihat ulama mengingatkan bahwa Ramadan adalah pasar di mana orang-orang beruntung sedang berniaga pahala. Jangan sampai engkau pulang dengan tangan hampa tanpa membawa ampunan.
39. Kesabaran dalam ketaatan jauh lebih mulia daripada kesabaran dalam menanggung cobaan hidup. Ramadan melatihmu untuk tetap istiqamah meski godaan dunia terus merayu.
40. Ulama besar sering berpesan agar kita tidak menjadi "hamba Ramadan", melainkan menjadi "hamba Allah". Teruskan semangat taubat ini bahkan setelah bulan suci ini berlalu.
Malam Seribu Bulan (Lailatul Qadar)
41. Lailatul Qadar adalah kesempatan emas untuk menghapus dosa selama puluhan tahun dalam satu malam. Carilah malam itu dengan penuh harap di antara sujud-sujud panjangmu.
42. Satu malam yang lebih baik dari seribu bulan adalah hadiah terindah bagi umat Nabi Muhammad. Jangan biarkan kantuk mengalahkan keinginanmu untuk mendapatkan kemuliaan tersebut.
43. Di malam yang sunyi, langit terbuka untuk menerima doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh tangis. Mintalah ampunan yang menyeluruh agar hidupmu diberkahi selamanya.
44. Lailatul Qadar bukan hanya tentang keberuntungan, tapi tentang kesungguhan dalam mencari rida-Nya. Persiapkan hatimu sejak awal Ramadan agar engkau layak menjumpai malam mulia itu.
45. Malaikat turun ke bumi membawa kedamaian bagi setiap hamba yang sedang berzikir. Jadilah salah satu dari mereka yang namanya disebut-sebut di penduduk langit.
46. Ampunan yang turun di malam Qadar mampu mengubah takdir buruk menjadi penuh keberkahan. Jangan berhenti mengetuk pintu langit dengan doa "Allahumma innaka 'afuwwun".
47. Keheningan malam terakhir Ramadan adalah waktu yang tepat untuk berbicara empat mata dengan Tuhan. Sampaikan semua penyesalanmu dan mulailah lembaran baru yang lebih putih.
48. Kemuliaan Lailatul Qadar tidak akan didapatkan oleh hati yang masih menyimpan kebencian pada sesama. Maafkanlah orang lain agar Allah pun berkenan memaafkan segala kesalahanmu.
49. Setiap detik di sepuluh malam terakhir adalah permata yang tak ternilai harganya bagi para pencari taubat. Fokuslah pada ibadah dan tinggalkan sejenak hiruk pikuk urusan dunia.
50. Jika engkau mendapatkan Lailatul Qadar, engkau telah mendapatkan kebaikan seluruh umurmu. Bersyukurlah jika Allah memberimu kekuatan untuk tetap terjaga di malam-malam tersebut.
Air Mata Penyesalan
51. Setetes air mata yang jatuh karena takut kepada Allah mampu memadamkan api neraka yang berkobar. Biarkan pipimu basah di malam Ramadan demi keselamatan jiwamu kelak.
52. Tangisan seorang pendosa yang bertaubat lebih disukai Allah daripada tasbih seorang yang sombong. Jangan malu untuk menangis di hadapan Zat Yang Maha Mengetahui segalanya.
53. Air mata adalah bahasa kalbu saat lisan tak lagi mampu merangkai kata-kata permohonan maaf. Gunakan bahasa itu untuk berkomunikasi dengan Allah di setiap sujud terakhirmu.
54. Ramadan adalah saatnya mencuci noda di hati dengan air mata penyesalan yang jujur. Hanya hati yang bersih yang mampu merasakan manisnya iman dan ketenangan jiwa.
55. Jangan anggap remeh rasa sedih yang muncul saat teringat akan dosa-dosa masa lalu. Itu adalah tanda bahwa imanmu masih hidup dan Allah sedang memanggilmu pulang.
56. Kesedihan karena jauh dari Allah adalah awal dari kebahagiaan sejati dalam pelukan rahmat-Nya. Biarkan Ramadan ini menjadi saksi atas air mata yang mengubah arah hidupmu.
57. Dunia mungkin menertawakan tangismu, tapi langit merayakannya sebagai kemenangan atas nafsu. Menangislah karena Allah, maka Dia akan menghapus air matamu dengan kedamaian.
58. Penyesalan yang mendalam adalah syarat mutlak agar taubatmu tidak hanya berhenti di tenggorokan. Rasakan pedihnya berbuat dosa agar engkau tidak ingin kembali lagi ke sana.
59. Di setiap tetes air mata terdapat harapan untuk menjadi hamba yang lebih dicintai-Nya. Ramadan menyediakan ruang bagi setiap jiwa yang ingin menangis sepuasnya di hadapan Tuhan.
60. Hanya di hadapan Allah kita diperbolehkan menunjukkan kelemahan tanpa merasa terhina. Menangislah sekencang mungkin di dalam doa agar beban di pundakmu terangkat.
Transformasi Perilaku & Akhlak
61. Taubat yang benar harus tercermin dalam perubahan sikapmu terhadap orang-orang di sekitar. Ramadan mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang lebih lembut dan penuh kasih.
62. Jika setelah Ramadan perangaimu tetap sama, mungkin engkau hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Jadikan bulan ini sebagai bengkel untuk memperbaiki akhlak yang telah rusak.
63. Berhentilah membicarakan aib orang lain sementara aibmu sendiri masih menumpuk setinggi gunung. Fokuslah memperbaiki diri agar engkau layak disebut sebagai pemenang Ramadan.
64. Kesucian hati di bulan Ramadan harus berbuah pada kejujuran dalam setiap perkataan dan perbuatan. Taubat bukan sekadar ritual, melainkan revolusi moral dalam kehidupan sehari-hari.
65. Belajarlah untuk memaafkan orang yang menyakitimu sebagaimana engkau ingin dimaafkan oleh Allah. Ramadan adalah momentum yang tepat untuk menyambung kembali tali silaturahmi yang putus.
66. Sifat dermawan adalah bukti bahwa hatimu sudah tidak lagi terbelenggu oleh kecintaan pada dunia. Bagikan sebagian rezekimu agar taubatmu diiringi dengan amal sosial yang nyata.
67. Gunakan lisanmu untuk menebar kebaikan, bukan untuk menyakiti perasaan sesama manusia. Ramadan melatih kita untuk diam jika tidak bisa berkata-kata yang menyejukkan hati.
68. Kebersihan batin akan terpancar melalui raut wajah yang tenang dan perilaku yang santun. Jadikan setiap hari di bulan suci ini sebagai latihan untuk menjadi teladan bagi sesama.
69. Taubat adalah perjalanan dari kegelapan menuju cahaya yang penuh dengan kesabaran. Tetaplah rendah hati meski engkau merasa telah melakukan banyak amal saleh di bulan ini.
70. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten lebih baik daripada amal besar yang dilakukan hanya sesaat. Fokuslah pada perbaikan karakter yang akan engkau bawa hingga akhir hayat.
Keajaiban Istighfar
71. Istighfar adalah kunci yang bisa membuka semua pintu rezeki dan jalan keluar dari setiap masalah. Ucapkan dengan penuh penghayatan di sela-sela aktivitas puasamu sehari-hari.
72. Tidak ada badai kehidupan yang tidak bisa ditenangkan dengan kalimat "Astaghfirullahal 'adzim". Jadikan istighfar sebagai napasmu agar hatimu selalu dalam perlindungan Allah.
73. Ramadan adalah waktu di mana istighfarmu bergema lebih kuat hingga menembus Arasy. Jangan biarkan lisanmu kering dari memohon ampunan meski sedang sibuk bekerja.
74. Satu kali istighfar yang tulus mampu meruntuhkan tumpukan dosa yang telah lama menggunung. Percayalah pada kekuatan ampunan Allah yang tak terbatas di bulan penuh berkah ini.
75. Allah menjanjikan ketenangan bagi mereka yang senantiasa membasahi bibirnya dengan permohonan maaf. Istighfar akan menjauhkanmu dari rasa gelisah dan kecemasan yang berlebihan.
76. Setiap kali engkau merasa lelah dengan beban hidup, beristighfarlah agar Allah memberi kekuatan. Ramadan melatih kita bahwa kekuatan sejati berasal dari kedekatan dengan Sang Pencipta.
77. Jangan menunggu melakukan dosa baru beristighfar, karena lisan kita sering khilaf tanpa disadari. Jadikan istighfar sebagai benteng pelindung dari godaan setan yang selalu mengintai.
78. Istighfar di waktu sahur memiliki keutamaan yang luar biasa dalam menjemput rida Allah. Gunakan waktu sebelum fajar untuk berbisik mesra memohon ampunan-Nya.
79. Penolong terbaik di hari kiamat adalah catatan istighfar yang memenuhi lembaran amalmu. Perbanyaklah menabung kalimat suci ini selama bulan Ramadan masih bersamamu.
80. Kesuksesan sejati adalah ketika engkau meninggalkan dunia ini dalam keadaan telah diampuni oleh-Nya. Istighfar adalah jaminan ketenangan saat ruh harus berpisah dari raga.
Mengubur Masa Lalu
81. Masa lalumu mungkin kelam, tapi masa depanmu masih suci dan bisa engkau tulis kembali. Ramadan adalah penghapus tinta hitam yang pernah menodai buku kehidupanmu.
82. Jangan biarkan rasa bersalah yang berlebihan menghalangimu untuk mendekat kepada Allah sekarang. Dia lebih tertarik pada siapa dirimu hari ini daripada siapa dirimu yang dulu.
83. Tuhan tidak pernah memandang dari mana engkau berasal, melainkan ke mana engkau sedang menuju. Jadikan bulan taubat ini sebagai titik balik untuk meninggalkan kegelapan masa lalu.
84. Luka masa lalu bisa sembuh melalui sujud yang panjang dan doa yang penuh dengan kepasrahan. Biarkan rahmat Ramadan membalut hatimu yang pernah hancur karena dosa.
85. Kuburlah semua kesalahan masa lalu di bawah timbunan amal saleh yang engkau kerjakan bulan ini. Esok adalah hari baru yang penuh dengan harapan dan rida dari Sang Pencipta.
86. Syukurilah hidayah yang datang menyapamu di tengah kelalaian yang pernah engkau lakukan. Ramadan adalah pelabuhan terakhir bagi jiwa-jiwa yang ingin beristirahat dari penatnya dosa.
87. Allah Maha Pengampun, maka berhentilah menghukum dirimu sendiri atas kesalahan yang sudah ditaubati. Melangkahlah dengan tegap di bawah naungan cahaya keimanan yang baru tumbuh.
88. Jangan biarkan bayang-bayang masa lalu merusak indahnya ibadahmu di bulan suci ini. Fokuslah pada apa yang bisa engkau berikan untuk Tuhanmu mulai dari detik ini.
89. Kesempatan untuk memperbaiki diri adalah anugerah terbesar yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Manfaatkan sisa umurmu untuk menebus semua waktu yang pernah terbuang sia-sia.
90. Jadilah seperti embun pagi yang murni, meski malam sebelumnya bumi tertutup oleh kegelapan. Ramadan memberikanmu kesegaran rohani untuk memulai hidup yang lebih bermakna.
Konsistensi Pasca-Ramadhan
91. Ujian taubat yang sesungguhnya adalah bagaimana engkau bersikap setelah Ramadan pergi meninggalkan kita. Pertahankan cahaya iman itu agar tetap menyala di bulan-bulan berikutnya.
92. Ramadan hanyalah awal dari perjalanan panjang menuju ketakwaan yang sejati di sepanjang tahun. Jangan biarkan ketaatanmu ikut berakhir seiring dengan terbitnya bulan Syawal.
93. Istiqamah setelah bertaubat adalah bukti bahwa hijrahmu bukanlah sekadar tren musiman. Mintalah kepada Allah agar hatimu diteguhkan dalam ketaatan hingga maut menjemput.
94. Jadikan Ramadan sebagai batu loncatan untuk mencapai derajat hamba yang dicintai Allah selamanya. Konsistensi dalam beramal adalah kunci utama untuk mendapatkan husnul khatimah.
95. Meski bulan puasa telah usai, pintu taubat akan selalu terbuka lebar bagi setiap pencari rahmat. Tetaplah rajin mendatangi masjid dan majelis ilmu demi menjaga kebersihan jiwamu.
96. Biarkan semangat Ramadan tetap berdenyut di dalam nadimu meski suasana telah kembali normal. Ingatlah bahwa Tuhan yang engkau sembah di bulan Ramadan adalah Tuhan yang sama di bulan lainnya.
97. Jangan kembali pada lubang kemaksiatan yang sama setelah engkau bersusah payah keluar darinya. Jaga kesucian diri yang telah engkau raih dengan susah payah selama tiga puluh hari.
98. Taubat adalah proses seumur hidup yang tidak boleh berhenti hanya karena Idul Fitri telah tiba. Teruslah memperbaiki diri setiap hari seolah-olah Ramadan selalu ada di hatimu.
99. Keberhasilan puasamu terlihat dari seberapa besar rasa takutmu untuk kembali berbuat dosa setelahnya. Jadilah alumni Ramadan yang membawa perubahan positif bagi keluarga dan lingkungan.
100. Semoga Allah menerima taubat kita dan menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang beruntung. Sampai jumpa di Ramadan tahun depan dengan kualitas iman yang jauh lebih baik.
People also Ask:
Apakah boleh taubat di bulan Ramadhan?
Para ulama sepakat bahwa bulan Ramadhan adalah waktu yang paling mulia untuk bertaubat. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan di mana hati manusia lebih terbuka untuk menerima hidayah.
Apa 3 kata motivasi yang ampuh?
30 Kata-kata Motivasi Kehidupan, Simpel tapi Menampar HatiTiga kata motivasi ampuh yang sering ditekankan adalah "Percaya Diri," "Terus Berjuang," dan "Jangan Menyerah," atau bisa juga "Mulai Sekarang, Bergerak, dan Berani Gagal," yang fokus pada keyakinan diri, aksi nyata, dan ketahanan menghadapi kegagalan, mencakup prinsip inti seperti keyakinan, usaha, dan kegigihan.
Apa kutipan yang bagus untuk Ramadan?
Best Ramadan Kareem Wishes, Greetings & Quotes - FNPSemoga Allah mendengar doa-doa Anda dan tersenyum kepada Anda atas puasa Anda yang khusyuk dan penuh pengabdian . Bulan untuk memohon berkah dan ampunan dari Allah telah tiba. Semoga Ramadhan Anda penuh sukacita. Semoga bulan suci ini membersihkan pikiran, tubuh, dan jiwa Anda dari segala pikiran buruk.
Apa ucapan yang tepat untuk menyambut bulan Ramadan?
Ucapan yang tepat untuk menyambut Ramadan umumnya singkat, penuh doa, dan mengandung harapan kebaikan seperti "Marhaban ya Ramadan," "Selamat menunaikan ibadah puasa," atau doa agar mendapat berkah, ampunan, dan kekuatan dalam menjalani ibadah, serta jangan lupa memohon maaf lahir batin. Pilihan ucapan bisa disesuaikan dengan konteks, formal atau informal, dan bisa juga menggunakan doa-doa yang diajarkan dalam Islam.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517636/original/037027400_1772434717-meisya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515455/original/038121200_1772175725-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517161/original/038718300_1772418235-sule.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4367999/original/062206100_1679493665-Sholat-Tarawih-Pertama-Ramadhan-2023-di-Musala-Nurul-Fajri-Depok-merdeka-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5066926/original/050970300_1735272788-1735270009668_100-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3490889/original/048747700_1624437205-000_1D01N7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517650/original/034626900_1772435467-Foto_3_Lazada_3.3_Ramadan_Mega_Sale.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2950406/original/037744200_1572086341-Tugu_Pahlawan_Merah_Putih_2_ok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506017/original/024091800_1771403594-Banner_Infografis_Imsakiyah_H.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2249518/original/029795300_1528876812-clouds-mosque-muslim-87500.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5482844/original/056409400_1769260756-Persija_Jakarta_vs_Madura_United-15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517126/original/074355400_1772409241-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517016/original/058518300_1772377575-Nathalie.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506338/original/077229600_1771429831-anak_ayah_ke_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411946/original/031228600_1763026620-Berpidato.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429232/original/047319400_1618459145-pexels-mentatdgt-1071979.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2240997/original/070157500_1528277766-arches-architecture-building-460680.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4371735/original/047176900_1679802472-abderrahmane-meftah-YwA3x6uRuGw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
