Arti Bacaan Dzikir setelah Sholat, Lengkap Urutan dan Hikmahnya

6 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Meluangkan waktu sejenak untuk berdzikir dan berdoa setelah menunaikan sholat fardhu adalah amalan yang menjadi rutinitas para as-salafus shalih (generasi terbaik umat Islam). Maka itu, penting bagi umat Islam mengetahui arti bacaan dzikir setelah sholat.

Sebagaimana dijelaskan Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Adzkar pada bab Babul Adzkar ba'dash Shalah, para ulama telah sepakat mengenai kesunnahan berdzikir usai melaksanakan shalat. Waktu setelah sholat fardhu tergolong mustajab.

Hal ini berdasar kisah Rasulullah SAW ketika ditanya perihal doa yang paling didengar (mustajab) menjawab, "Doa di tengah malam dan setelah sholat lima waktu" (HR. Tirmidzi).

Dzikir memiliki makna yang dalam sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT sekaligus sarana mendekatkan diri kepada-Nya. Dengan membiasakan dzikir, seorang Muslim dapat menjaga ketenangan hati, memperkuat iman, serta memperoleh pahala tambahan. Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya” (QS. Al-Ahzab: 41), dan “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Ra’du: 28).

Makna Dzikir Setelah Sholat: Penjelasan dan Hikmahnya

Setiap bacaan dzikir memiliki kandungan makna yang mendalam, yang menjadi inti dari hubungan seorang hamba dengan Tuhannya.

  • Istighfar (Memohon Ampunan): Diawali dengan membaca istighfar, seorang muslim mengakui segala kekurangan dan dosa yang mungkin terjadi saat sholat maupun dalam aktivitas sehari-hari, lalu memohon ampunan kepada Allah SWT. Ini adalah bentuk kerendahan hati hamba di hadapan Rabb-nya.
  • Doa Keselamatan (Allahumma Antas Salam): Setelah memohon ampun, seorang muslim memuji Allah sebagai Dzat pemberi keselamatan dan kesejahteraan. Doa ini mengakui bahwa semua rasa aman dan selamat berasal dari Allah semata.
  • Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil: Keempat kalimat ini (Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, La ilaha illallah) adalah inti dari dzikir. Subhanallah (Mahasuci Allah) membersihkan Allah dari segala kekurangan. Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah) adalah ungkapan syukur atas segala nikmat. Allahu Akbar (Allah Mahabesar) menegaskan kebesaran Allah di atas segala-galanya. Sementara La ilaha illallah (Tiada Tuhan selain Allah) adalah kalimat tauhid yang menegaskan keesaan Allah dan menjadi inti dari keimanan. Keempat kalimat ini merupakan dzikir yang paling dicintai oleh Allah SWT.
  • Ayat Kursi: Bacaan ini berisi pengakuan akan kekuasaan mutlak Allah SWT, sebagai Rabb semesta alam, yang ilmu dan kerajaan-Nya meliputi seluruh langit dan bumi.
  • Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas: Ketiga surat ini dikenal sebagai Al-Mu’awwidzat (surat-surat perlindungan). Membacanya setelah sholat merupakan bentuk permohonan perlindungan kepada Allah dari segala kejahatan makhluk-Nya, dari kejahatan sihir, hasad dengki, serta bisikan setan yang bersembunyi di dada manusia.

Berikut adalah urutan dzikir yang dapat diamalkan, bersumber dari kitab Hisnul Muslim dan tuntunan yang telah disebutkan di atas.

1. Istighfar (3x)

Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمَ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ (×۳)

Latin: Astaghfirullahal 'adzim, alladzi laa ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaiih

Artinya: “Saya mohon ampun kepada Allah yang Maha Besar, tidak ada tuhan melainkan Dia, Yang Maha Hidup lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya, dan saya bertobat kepada-Nya.”

2. Kalimat Tauhid (3x)

Arab: لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْر (×۳)

Latin: Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyi wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir

Artinya: “Tidak ada yang berhak disembah selain Allah. Dia Yang Maha Tunggal tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dia Yang Maha Menghidupkan dan Mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

3. Doa Keselamatan (1x)

Arab: للَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام

Latin: Allahumma antas salaam, wa minkas salaam, wa ilaika ya'uudus salaam, fahayyinaa rabbanaa bis salaam, wa adkhilnal jannata daaras salaam, tabaarokta rabbanaa wa ta'aalaita yaa dzal jalaali wal ikraam

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Zat yang mempunyai kesejahteraan dan dari-Mu lah kesejahteraan itu. Kepada-Mu lah kembali kesejahteraan. Hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami, dengan kesejahteraan, dan masukkanlah kami ke dalam surga, negeri yang penuh kesejahteraan. Maha Berkah Engkau, wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi Engkau, wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”

4. Wirid 33x (Inti Dzikir)

Dilanjutkan dengan wirid yang terdiri dari tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing 33 kali, kemudian ditutup dengan kalimat tauhid 1 kali sehingga genap 100.

Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang bertasbih (33x), bertahmid (33x), dan bertakbir (33x) setelah shalat, lalu menggenapkannya menjadi seratus dengan kalimat tauhid, maka dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan" (HR. Muslim).

a. Tasbih (33x)

Arab: سُبْحَانَ اللهِ

Latin: Subhanallah

Artinya: Mahasuci Allah.

b. Tahmid (33x)

Arab: الْحَمْدُ لِلَّهِ

Latin: Alhamdulillah

Artinya: Segala puji bagi Allah.

c. Takbir (33x)

Arab: اللهُ أَكْبَرُ

Latin: Allahu Akbar

Artinya: Allah Mahabesar.

d. Penutup (1x)

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir

Artinya: Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

5. Ayat Kursi (1x)

Arab: اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Latin: Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm, lā ta’khudzuhū sinatuw wa lā nawm, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man dzalladzī yasyfa‘u ‘indahū illā bi’idznih, ya‘lamu mā bayna aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai’im min ‘ilmihī illā bimā syā’, wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya’ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.

Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapa yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, sedangkan mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung.

6. Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Masing-masing surat dibaca 1x untuk sholat Dzuhur, Ashar, dan Isya. Khusus untuk sholat Subuh dan Maghrib, dianjurkan dibaca 3x (HR. Abu Dawud).

a. Surat Al-Ikhlas

Arab: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، اللَّهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Latin: Qul huwallāhu aḥad, Allāhuṣ-ṣamad, lam yalid wa lam yūlad, wa lam yakul-lahū kufuwan aḥad

Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”

b. Surat Al-Falaq

Arab: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Latin: Qul a‘ūżu birabbil-falaq, min syarri mā khalaq, wa min syarri ghāsiqin idzā waqab, wa min syarrin-naffāthāti fil-‘uqad, wa min syarri ḥāsidin idzā ḥasad

Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.”

c. Surat An-Nas

Arab: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَٰهِ النَّاسِ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Latin: Qul a‘ūżu birabbin-nās, malikin-nās, ilāhin-nās, min syarril-waswās al-khannās, alladzī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās, minal-jinnati wan-nās

Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”

Doa Lengkap Setelah Dzikir

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian dzikir di atas, ditutup dengan memanjatkan doa. Berikut adalah doa yang lengkap dan dianjurkan:

Arab :اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Latin: Allāhumma innī as'alukal-‘afwa wal-‘āfiyah fid-dunyā wal-ākhirah. Allāhumma innī as'alukal-‘afwa wal-‘āfiyah fī dīnī wa dunyāya wa ahlī wa mālī. Allāhummas-tur ‘awrātī wa āmin rau‘ātī. Allāhummaḥfaẓnī min baini yadayya wa min khalfī wa ‘an yamīnī wa ‘an syimālī wa min fauqī, wa a‘ūżu bi‘aẓamatika an ughtāla min tahtī.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan keselamatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, tutuplah auratku (aibku) dan tenteramkanlah rasa takutku. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri, dan atasku, serta aku berlindung dengan kebesaran-Mu agar aku tidak diserang dari bawahku (dibinasakan).”

Sebagai penutup, dianjurkan juga membaca doa kebaikan dunia akhirat:

Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban naar

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201).

Hikmah Dzikir setelah Sholat

Berikut adalah beberapa hikmah dzikir setelah sholat yang dapat dipetik:

1. Mendapatkan Ampunan Dosa

Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir 33 kali setelah sholat lalu ditutup tahlil, dosanya diampuni meski sebanyak buih di lautan (HR. Muslim). Ini menunjukkan dzikir menjadi penghapus dosa-dosa kecil.

2. Menyempurnakan Kekurangan Sholat

Dzikir berfungsi sebagai pelengkap ibadah sholat, menambal kekurangan yang mungkin terjadi saat pelaksanaannya, sehingga sholat menjadi lebih sempurna di sisi Allah.

3. Menjadi Sebab Tenteramnya Hati

Allah berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Ra’du: 28). Dzikir setelah sholat menghadirkan ketenangan jiwa dan menghilangkan kegelisahan.

4. Mendapat Cinta, Rahmat, dan Ridha Allah

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa orang yang berdzikir akan mendapatkan ampunan, rahmat, dan petunjuk dari Allah SWT.

5. Benteng dari Gangguan Setan

Dzikir, terutama membaca Ayat Kursi dan surat-surat Al-Mu’awwidzat, menjadi perlindungan dari godaan setan dan kejahatan makhluk sepanjang hari.

6. Menumbuhkan Rasa Syukur dan Kesadaran akan Kebesaran Allah

Setiap kalimat dzikir seperti Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar mengingatkan hamba akan kesucian, nikmat, dan kebesaran Allah, sehingga melahirkan sikap rendah hati dan tawakal.

People Also Ask:

Apa arti bacaan zikir setelah salat?

Dzikir setelah shalat adalah serangkaian ucapan, zikir, dan doa yang dibaca setelah menyelesaikan shalat wajib. Hal ini dianjurkan sebagai bentuk ekspresi syukur, memohon ampunan, dan memperbanyak pengingat akan Allah.

Lebaran Idul Adha 2026 kapan?

Berdasarkan metode Hisab Hakiki Kontemporer yang digunakan, Muhammadiyah menetapkan 27 Mei 2026 sebagai tanggal Idul Adha, yang diformulasikan ke dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Hari apa Idul Qurban 2026?

Karena perayaan berlangsung selama 3 hari, Idul Adha diperkirakan akan dimulai pada Selasa malam, 26 Mei 2026 dan berakhir pada Kamis, 28 Mei 2026, tergantung pada penampakan bulan.

1 Muharram tahun 2026 jatuh pada tanggal berapa?

Oleh karena itu, hari pertama Tahun Baru Islam secara teknis dimulai pada saat matahari terbenam tanggal 15 Juni hingga saat matahari terbenam tanggal 16 Juni 2026 (tergantung pada penampakan bulan).

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |