- Apa ucapan yang tepat untuk menyambut bulan Ramadan?
- Mengejar berkah Ramadhan?
- Amalan Utama di Bulan Ramadhan?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Sering kali bulan suci berlalu begitu cepat tanpa disadari, bahkan sebelum kita merasa belum berbuat apa-apa di bulan penuh hikmah ini. Maka itu, kata-kata Ramadhan pengingat agar tidak menyia-nyiakan waktu menjadi teguran untuk jiwa yang lalai. Sebab, Ramadhan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri.
Allah SWT mengingatkan kita melalui Surah Al-Asr ayat 1-3 bahwa manusia senantiasa berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beramal saleh dan saling menasihati. Di bulan penuh ampunan ini, dalil tersebut menjadi ibrah bahwa setiap detik yang terbuang sia-sia adalah kerugian besar yang tak tergantikan.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Al-Fawa'id memperingatkan bahwa menyia-nyiakan waktu lebih buruk daripada kematian; sebab kematian hanya memutus manusia dari dunia, sedangkan membuang waktu memutus kita dari Allah. Berikut ini 100 kata-kata Ramadhan pengingat agar tidak menyia-nyiakan waktu sebagai landasan muhasabah sederhana agar usia kita dipenuhi ketaatan. Simak selengkapnya.
100 Kata-Kata Ramadhan Tema: Al-Qur'an sebagai Petunjuk
1. Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an sebagai petunjuk. Jangan biarkan hari-harimu berlalu tanpa membacanya.
2. Allah menjanjikan pahala berlipat ganda di bulan ini. Gunakan setiap detik untuk meraih ridha-Nya.
3. Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Jangan tidurkan malammu dalam kelalaian.
4. Puasa diwajibkan agar kita mencapai derajat takwa. Pastikan lisan dan hatimu ikut berpuasa.
5. Waktu terus berputar menuju batas akhirnya. Bersegeralah memohon ampunan sebelum pintu ditutup.
6. Dunia ini hanyalah kesenangan yang menipu. Jadikan Ramadhan bekal utama menuju akhirat.
7. Setiap amal baik akan dibalas sempurna. Jangan remehkan sedekah walau hanya sebiji kurma.
8. Allah Maha Dekat kepada hamba yang berdoa. Angkat tanganmu di sepertiga malam terakhir.
9. Sesungguhnya bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Jadikan sabar dalam berpuasa sebagai penolongmu.
10. Kehidupan akhirat jauh lebih baik dan kekal. Tukarkan waktu luangmu dengan pahala Ramadhan.
11. Janganlah harta dan anak-anak melalaikanmu dari Allah. Prioritaskan ibadah di bulan suci ini.
12. Celakalah orang yang mengabai-abaikan waktu shalatnya. Ramadhan adalah momen terbaik memperbaiki sujudmu.
13. Allah mencintai orang-orang yang senantiasa bertobat. Menangislah atas dosa-dosamu di bulan maghfirah ini.
14. Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian. Persiapkan amal terbaik sebelum ajal menjemput.
15. Al-Qur'an adalah penyembuh bagi penyakit hati. Bacalah dengan tartil dan resapi maknanya.
16. Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada. Jangan jadikan puasamu sekadar menahan lapar.
17. Bersyukurlah atas nikmat bertemu kembali dengan Ramadhan. Banyak yang telah pergi mendahului kita ke alam kubur.
18. Orang yang beriman hatinya tenang mengingat Allah. Perbanyak zikir sepanjang siang dan malam.
19. Allah tidak membebani hamba di luar kemampuannya. Berjuanglah maksimal menghidupkan malam-malam Ramadhan.
20. Hari kiamat pasti datang tanpa keraguan. Jadikan puasa sebagai tameng dari api neraka.
Tema: Jangan Lalaikan Waktu, Inspirasi Hadis Nabi
21. Sungguh rugi orang yang bertemu Ramadhan namun dosanya tidak diampuni. Jangan biarkan bulan ini berlalu sia-sia.
22. Puasa adalah perisai pelindung dari kemaksiatan. Jaga matamu dari hal yang diharamkan.
23. Barangsiapa berpuasa karena iman dan mengharap pahala, dosanya akan dihapus. Perbaiki niatmu setiap kali sahur.
24. Bau mulut orang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dari minyak kasturi. Jangan malu terlihat lelah karena ibadah.
25. Beri makan orang yang berbuka, niscaya pahalamu sama dengannya. Sisihkan sedikit rezekimu untuk berbagi.
26. Umrah di bulan Ramadhan pahalanya setara haji bersamaku. Berdoalah agar Allah memampukan langkahmu ke sana.
27. Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara. Gunakan masa mudamu untuk taat sebelum tua menghampiri.
28. Sahur itu penuh dengan keberkahan. Jangan tinggalkan walau hanya dengan seteguk air.
29. Dua kebahagiaan bagi orang berpuasa adalah saat berbuka dan bertemu Tuhannya. Nikmati setiap tetes keringat perjuanganmu.
30. Setan-setan dibelenggu selama bulan suci ini. Jika kamu masih bermaksiat, itu adalah murni nafsumu sendiri.
31. Shalat tarawih menghapus dosa masa lalu. Jangan malas melangkah ke masjid setelah isya.
32. Senyum kepada saudaramu adalah sedekah. Tebarkan kebaikan meski hatimu sedang diuji.
33. Tiga doa yang tidak tertolak, salah satunya doa orang berpuasa. Mintalah surga Firdaus tanpa hisab.
34. Barangsiapa tidak meninggalkan dusta, Allah tidak butuh puasanya. Jaga lisanmu sekuat menahan dahaga.
35. Orang cerdas adalah yang menundukkan nafsunya dan beramal untuk akhirat. Jadikan Ramadhan sebagai madrasah penempaan dirimu.
36. Jauhilah sifat marah terutama saat berpuasa. Katakanlah pada dirimu bahwa engkau sungguh sedang berpuasa.
37. Sedekah paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan. Jangan pelit mengalirkan harta di jalan Allah.
38. Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil sepuluh hari terakhir. Kurangi tidurmu demi kemuliaan malam itu.
39. Allah membebaskan banyak hamba dari neraka setiap malam Ramadhan. Berdoalah semoga namamu termasuk di dalamnya.
40. Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya. Ajarkan walau hanya satu ayat di bulan ini.
Tema: Nasihat Sahabat Nabi & Tabi'in tentang Waktu
41. Abu Bakar berkata bahwa kita sering menabung untuk dunia yang ditinggalkan. Mulailah menabung untuk akhirat di Ramadhan ini.
42. Umar bin Khattab menangis saat Ramadhan pergi. Ia takut amalnya selama sebulan belum tentu diterima.
43. Utsman bin Affan menyelesaikan Al-Qur'an berkali-kali di bulan ini. Jadikan beliau teladan dalam tilawah harianmu.
44. Ali bin Abi Thalib mengingatkan bahwa waktu bagaikan pedang tajam. Jika kau tidak memotongnya dalam ibadah, ia akan memotongmu.
45. Ibnu Mas'ud sangat menyesali hari yang berlalu tanpa tambahan amal. Jangan biarkan matahari terbenam tanpa istighfar.
46. Hasan Al-Bashri menyebut dunia ini ibarat hanya tiga hari. Jadikan hari ini milikmu sepenuhnya untuk beramal saleh.
47. Abu Hurairah membagi malam Ramadhannya menjadi tiga bagian disiplin. Terapkan manajemen waktu yang baik untuk tidur, shalat, dan tilawah.
48. Ibnu Abbas sangat dermawan seperti angin yang berhembus di bulan suci. Ikuti jejaknya dengan memperbanyak sedekah diam-diam.
49. Aisyah rajin menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan. Tinggalkan kesibukan dunia sejenak demi meraih kemuliaan itikaf.
50. Umar bin Abdul Aziz membebaskan banyak budak setiap akhir Ramadhan. Bebaskan dirimu dari perbudakan hawa nafsu sekarang juga.
51. Ibnu Umar menahan lidahnya lebih ketat daripada perutnya. Diamlah jika bicara hanya membawa dosa sia-sia.
52. Salman Al-Farisi menyebut Ramadhan sebagai bulan kesabaran murni. Bersabarlah dalam ketaatan dan menahan diri dari dosa.
53. Hudzaifah bin Yaman senantiasa menangisi kemunafikan hatinya. Gunakan waktu sahur untuk bermuhasabah memohon kejujuran iman.
54. Muadz bin Jabal bahagia karena bisa merasakan haus demi Allah. Ubah lelah puasamu menjadi rasa syukur yang mendalam.
55. Abu Darda berkata jadikan masjid sebagai rumah utamamu. Temukan ketenangan batin dalam setiap sujud panjangmu.
56. Sa'ad bin Abi Waqqas menjaga panah doanya agar selalu tepat sasaran. Berdoalah dengan hati yang yakin di waktu mustajab berbuka.
57. Zubair bin Awwam berjuang tanpa lelah demi tegaknya agama. Jangan jadikan puasa alasan untuk bermalas-malasan beraktivitas.
58. Thalhah bin Ubaidillah dijuluki burung elang karena kecepatan kedermawanannya. Berikan harta terbaikmu sebelum ia berubah menjadi warisan.
59. Abdurrahman bin Auf menangis mengingat sahabatnya yang gugur mendahuluinya. Bersyukurlah kamu masih diberi waktu memperbaiki diri.
60. Zaid bin Tsabit tekun mempelajari setiap wahyu Allah. Dalami tafsir Al-Qur'an agar tadarus Ramadhanmu lebih bermakna.
Tema: Jadilah Generasi Terbaik
61. Imam Syafi'i mengkhatamkan Al-Qur'an enam puluh kali selama Ramadhan. Jangan biarkan ponselmu menyita waktu tilawahmu.
62. Imam Ahmad berdiam di masjid untuk menjaga puasanya dari ghibah. Isolasi dirimu dari pergaulan yang merusak pahala.
63. Imam Malik meninggalkan pengajaran hadis demi fokus membaca Al-Qur'an. Prioritaskan interaksi dengan kalam Ilahi di bulan suci ini.
64. Ibnu Taimiyah menyebut hati yang kosong dari zikir bagaikan ikan di luar air. Basahi lisanmu dengan asma Allah di setiap hembusan napas.
65. Ibnu Qayyim mengibaratkan waktu yang terbuang lebih buruk dari kematian. Kematian memutusmu dari dunia, sementara waktu terbuang memutusmu dari Allah.
66. Imam Ghazali membagi puasa menjadi tiga tingkatan kedalaman hati. Jangan hanya puas di tingkat awam yang cuma menahan lapar.
67. Sufyan Ats-Tsauri menangis menyambut malam pertama Ramadhan. Ia khawatir dosanya menghalangi rahmat turun kepadanya.
68. Fudhail bin Iyadh menasihati agar tidak tertipu dengan panjangnya angan-angan. Jadikan Ramadhan ini seolah-olah Ramadhan terakhirmu.
69. Hasan Al-Banna mengingatkan agar kita menjadi generasi Rabbani yang konsisten. Jangan hanya menjadi muslim yang saleh di bulan Ramadhan saja.
70. Buya Hamka menulis tafsirnya saat berada di dalam penjara. Jangan jadikan kesibukan duniawi alasan tidak mengaji Al-Qur'an.
71. Syekh Ali Jaber berpesan agar tidak meninggalkan shalat witir walau satu rakaat. Jadikan itu penutup malammu yang paling indah.
72. KH. Zainuddin MZ sering mengingatkan bahwa umur manusia ibarat es batu. Dipakai atau tidak dipakai, ia pasti akan terus mencair.
73. Imam Nawawi sangat menjaga waktu hingga tidurnya pun bernilai ibadah. Niatkan istirahatmu agar fisikmu kuat bangun di sepertiga malam.
74. Wahb bin Munabbih berkata bahwa ilmu itu imamnya semua amal. Pelajari kembali fikih puasa agar ibadahmu semakin sempurna.
75. Abdullah bin Mubarak menghabiskan hartanya untuk memberi makan orang berbuka. Jadikan kedermawanan sebagai rutinitas harianmu yang tak terputus.
76. Yahya bin Mu'adz heran pada orang yang terus menangisi kepergian dunia. Padahal ia diam saja saat agamanya perlahan menghilang.
77. Rabi'ah Adawiyah mencintai Allah tanpa syarat duniawi. Jadikan puasa ini murni karena cinta, bukan sekadar takut neraka.
78. Ibnu Rajab menyebut bahwa hamba yang dicintai Allah akan selalu diberi taufik. Mintalah hidayah agar dimudahkan beramal saleh hingga akhir bulan.
79. Hasan Al-Attar mengingatkan pentingnya selalu membersihkan niat awal. Amal yang kecil menjadi besar karena ketulusan hati pelakunya.
80. Yusuf Al-Qaradawi mengajak kita berjihad keras melawan hawa nafsu. Itulah medan perang terbesar di bulan penuh ampunan ini.
Tema: Muhasabah Diri & Pengingat Waktu
81. Detik jam terus berdetak maju tanpa bisa diputar mundur. Berapa banyak waktu berharga yang kau buang untuk hal sia-sia hari ini?
82. Tiba-tiba kita sudah berada di pertengahan bulan Ramadhan. Jangan sampai ia berakhir meninggalkanmu dalam tumpukan dosa kelalaian.
83. Ada saudara kita yang berpuasa tahun lalu namun kini sudah tiada. Bersyukurlah napas ini masih Allah pinjamkan kepadamu hari ini.
84. Setiap hela napas di bulan suci adalah kesempatan berharga untuk bertaubat. Jangan tunda ucapan istighfar sampai esok pagi menjelang.
85. Menangislah di kesunyian malam saat orang lain sedang terlelap. Air mata taubatmu bisa memadamkan panasnya api neraka.
86. Layar ponselmu jauh lebih sering kau tatap daripada lembaran mushaf. Padahal Al-Qur'anlah yang kelak akan menjadi pemberi syafaatmu.
87. Lelahmu menahan kantuk saat tarawih akan berbuah sangat manis di surga. Jangan menyerah pada rasa malas yang membisik di dada.
88. Baju lebaran yang baru bisa kau beli kapan saja. Namun pengampunan di malam Lailatul Qadar hanya datang setahun sekali.
89. Jangan mengira umurmu masih panjang hanya karena tubuhmu terasa sehat. Kematian sering datang tiba-tiba tanpa mengirimkan surat pemberitahuan.
90. Perutmu keroncongan karena lapar tapi hatimu tetap saja sombong. Puasa sejati seharusnya bisa melembutkan kerasnya egomu.
91. Kau terlalu sibuk mencari hidangan berbuka yang paling lezat. Sementara banyak fakir miskin yang bingung esok akan makan apa.
92. Maafkanlah orang yang menyakitimu sebelum kau sibuk meminta maaf pada Allah. Hatimu butuh kelapangan untuk menerima cahaya hidayah bulan ini.
93. Ramadhan bagaikan tamu agung yang hanya datang berkunjung sebentar. Sambutlah ia dengan kualitas ibadah terbaik yang kau miliki.
94. Penyesalan di hari kiamat kelak tidak lagi ada gunanya. Evaluasi amal harianmu setiap kali merebahkan tubuh di atas kasur.
95. Coba hitung berapa kali kau mengghibah orang lain hari ini. Kau sedang mentransfer mentah-mentah pahalamu kepada orang yang kau bicarakan.
96. Masa lalu sekKelam apapun masih bisa dihapus dengan amal saleh. Jadikan bulan ini sebagai titik balik hijrahmu yang sebenarnya.
97. Jangan biarkan setan menertawakan kemalasanmu di sepuluh malam terakhir. Ikat kencang sarungmu dan bangunlah menghadap Sang Ilahi.
98. Suatu saat nanti engkau akan sangat merindukan suasana Ramadhan yang tenang ini. Jangan sia-siakan setiap momennya sebelum ia benar-benar berlalu pergi.
99. Keberhasilan puasamu baru terlihat jelas setelah Ramadhan usai. Apakah kau kembali pada maksiat atau tetap teguh istiqamah dalam taat?
100. Pintu surga Ar-Rayyan hanya akan dibuka untuk mereka yang tulus berpuasa. Pastikan dirimu sudah layak untuk melangkah memasukinya.
People also Ask:
Apa ucapan yang tepat untuk menyambut bulan Ramadan?
57 Ucapan Menyambut Ramadhan untuk Keluarga dan KerabatUcapan yang tepat untuk menyambut Ramadan biasanya berisi doa, harapan akan keberkahan, ampunan, dan ajakan untuk memperbaiki diri, seperti "Marhaban ya Ramadan, selamat datang bulan penuh berkah. Semoga kita bisa memanfaatkan bulan ini untuk memperbanyak ibadah dan menjadi pribadi yang lebih baik" atau "Selamat menunaikan ibadah puasa 1447 H, semoga Allah SWT menerima amal kita dan melimpahkan rahmat serta ampunan-Nya," dengan variasi formal, santai, atau dalam bahasa Arab seperti Ramadan Kareem.
Mengejar berkah Ramadhan?
Mengejar Keberkahan Ramadhan, Hal-hal yang Perlu Disiapkan ...Mengejar berkah Ramadhan berarti memaksimalkan ibadah dan kebaikan dengan memperbanyak amalan seperti puasa ikhlas, shalat tarawih, tadarus Al-Qur'an, bersedekah, memperbanyak doa, dan mencari Lailatul Qadr di 10 malam terakhir, serta memperbaiki akhlak dan diri secara keseluruhan agar mendapat pengampunan dosa dan pahala berlipat ganda dari Allah SWT.
Amalan Utama di Bulan Ramadhan
Puasa & Shalat: Berpuasa dengan penuh keikhlasan dan rutin melaksanakan shalat tarawih. Al-Qur'an: Memperbanyak membaca, tadarus, dan tadabbur (merenungi) Al-Qur'an, karena bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an. Sedekah: Memperbanyak sedekah, karena sedekah di bulan Ramadhan adalah sedekah yang paling utama. Doa: Memperbanyak doa, termasuk doa untuk diri sendiri, keluarga, dan kaum Muslimin secara umum. Lailatul Qadr: Mencari dan menghidupkan malam Lailatul Qadr (malam kemuliaan) yang lebih baik dari seribu bulan, terutama di 10 malam terakhir. Sa'i (Sahur): Mengamalkan sahur sebagai amalan sunnah yang berpahala.
Kata pepatah tentang waktu?
Kata-kata Bijak tentang Waktu"Waktu adalah kanvas kosong, lukislah dengan karya terbaikmu.""Waktu adalah harta yang paling berharga, jangan sia-siakan.""Waktu adalah pengingat bahwa hidup ini berharga.""Hargailah setiap momen, karena setiap detik adalah anugerah."
Anda Sedang Mengikuti Pembahasan Seputar
Nanik Ratnawati, Fadila AdelinTim Redaksi
Share

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5159323/original/011934800_1741710369-zakat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525689/original/058265100_1773050306-download__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4400005/original/008170900_1681813298-20230418-Zakat-Fitrah-Herman-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4382809/original/074926600_1680593144-top-view-hand-holding-silver-coins.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4369756/original/097991000_1679628550-sack-rice-with-rice-wooden-spoon-rice-plant.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527164/original/089479300_1773187082-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3982491/original/020046400_1648865006-AP22091722669076.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2243630/original/082207100_1528442471-andien1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519665/original/044511200_1772592972-unnamed__44_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527132/original/007024000_1773184593-Cinta_Quran_Foundation.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526782/original/001887600_1773133042-GAC_-_GAC_Apps.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522466/original/058059300_1772766826-unnamed__16_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2791261/original/061994800_1556523007-Tantri_Syalindri__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397212/original/065560000_1681628825-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4904188/original/028888100_1722245677-medium-shot-doctor-checking-patient.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428483/original/072885400_1764511063-SnapInsta.to_588546973_18548895427014746_5234810774496989034_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503768/original/028075100_1771211648-jam_weker__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3439878/original/028613700_1619420848-religion-1604007_1920.jpg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)



