Liputan6.com, Jakarta - Memahami makna hijrah yang dapat dipetik dari tahun baru Islam adalah suatu langkah penting untuk resolusi diri untuk lebih baik menyambut masa depan. Tahun bari Islam menjadi simbol transformasi spiritual untuk meningkatkan ketakwaan.
Detik pergantian kalendar Hijriah menjadi kesempatan untuk bermuhasabah dan memperbaiki diri. Momentum dapat dijadikan titik tolak untuk meninggalkan segala bentuk kemaksiatan demi menuju ketaatan.
Said Yai dalam karyanya, buku Bulan Muharram dan Keutamaan Berpuasa di Dalamnya, menukilkan hadis sahih riwayat Imam Al-Bukhari, di mana Rasulullah SAW bersabda: "Seorang muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah."
Merangkum berbagai sumber kredibel, artikel ini akan mengulas makna hijrah yang dapat dipetik dari tahun baru Islam, sekaligus momen untuk bertaubat, bermuhasabah dan menetapkan resolusi untuk lebih baik di tahun mendatang.
1. Belajar dari Sejarah, Kaitan Tahun Baru Islam dengan Hijrah
Penetapan kalender Islam tidak didasarkan pada hari kelahiran Nabi atau hari wafatnya beliau, melainkan pada peristiwa Hijrah.
Dalam Ebook Bimbingan Islam Seputar Bulan Muharram yang disusun oleh Tim Bimbingan Islam (Yayasan Bimbingan Islam), dijelaskan, penanggalan ini diprakarsai oleh Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu setelah bermusyawarah dengan para sahabat terkemuka, seperti Ali bin Abi Thalib dan Utsman bin Affan.
Para sahabat sepakat memilih peristiwa Hijrah karena momentum tersebut menjadi garis pemisah yang tegas (al-faruq) antara kebenaran dan kebatilan, serta menjadi titik awal berdirinya peradaban Islam yang berdaulat. Niat Hijrah (azm) dari Makkah ke Madinah, diyakini terjadi pada Muharram.
Hikmah bulan Muharram sebagai awal tahun, meskipun peristiwa hijrah terjadi pada bulan Rabiul Awa, adalah karena Muharram tiba tepat setelah umat Islam menyelesaikan ibadah Haji di bulan Dzulhijjah.
Dengan demikian, tahun baru Islam dimulai dalam keadaan suci, di mana umat Muslim baru saja menyelesaikan rukun Islam yang kelima dan siap membuka lembaran baru kehidupan dengan semangat hijrah.
2. Hijrah Maknawiyah, Meninggalkan Larangan Allah Menuju Ketaatan
Secara teologis, makna hijrah tidak boleh berhenti pada dimensi geografis masa lalu. Di era modern, aktualisasi hijrah yang paling nyata adalah hijrah amaliyah atau maknawiyah, yaitu komitmen total untuk berimigrasi dari zona kemaksiatan menuju zona ketaatan.
Dalam buku Bulan Muharram dan Keutamaan Berpuasa di Dalamnya karya Said Yai, prinsip ini didasarkan langsung pada sabda Rasulullah SAW dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari: "Seorang muslim yang sejati adalah orang yang menghindari orang muslim lainnya dari gangguan lidah dan tangannya, dan seorang muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah."
Ulama menjelaskan bahwa esensi tahun baru Islam harus dijadikan sebagai alarm pengingat untuk meninggalkan segala kebiasaan buruk, kemalasan dalam beribadah, serta hubungan yang tidak sehat dengan sesama makhluk, kemudian menggantinya dengan peningkatan amal shalih.
Muharram yang berstatus sebagai Syahrullah (Bulan Allah) menyediakan fasilitas pengampunan dosa, khususnya melalui puasa Asyura, yang harus dimanfaatkan sebagai jembatan spiritual dalam berhijrah menuju pribadi yang lebih bertakwa.
3. Hijrah Akidah: Memurnikan Tauhid dan Menepis Khurafat
Salah satu tantangan besar umat Islam saat memasuki bulan Muharram, khususnya di Indonesia, adalah masih kentalnya tradisi mistis dan pengkeramatan bulan ini (yang sering disebut bulan Suro). Kedatangan tahun baru Islam sering kali diiringi dengan mitos penolak bala, ketakutan untuk menikah, hingga ritual-ritual ritualistik yang mengarah pada kesyirikan.
Oleh karena itu, makna hijrah yang sangat krusial di awal tahun ini adalah "Hijrah Akidah", yaitu bermigrasi dari keyakinan khurafat menuju tauhid yang murni.
Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman dalam bukunya, Muharram Bulan Keramat, Mitos atau Realita?, menegaskan bahwa menganggap bulan Muharram sebagai bulan sial atau bulan keramat yang membawa petaka adalah bentuk tathayyur yang diharamkan dalam Islam.
Hijrah di awal tahun baru mengharuskan umat Muslim untuk membersihkan pikiran dari ketergantungan pada benda-benda pusaka atau hari baik-buruk, dan mengembalikannya kepada tawakal yang mutlak hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mengetahui bahwa Muharram adalah bulan mulia pilihan Allah harus menumbuhkan optimisme, bukan ketakutan irasional.
4. Momentum Spiritual di Bulan Allah
Hijrah yang sukses membutuhkan lingkungan dan sarana pendukung yang baik. Allah Subhanahu wa Ta'ala secara khusus memberikan bulan Muharram sebagai modal utama bagi umat-Nya untuk memulai langkah hijrah tersebut.
Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam kitab Keutamaan Asyura dan Bulan Muharram (diterjemahkan oleh Abu Salma Muhammad Rachdie, S.Si) menerangkan bahwa status Muharram sebagai salah satu dari empat bulan haram (suci) membawa konsekuensi hukum yang besar.
Di bulan ini, setiap amal kebajikan dilipatgandakan pahalanya, sementara kemaksiatan dinilai lebih berat dosanya di sisi Allah. Syaikh Al-Munajjid menekankan pentingnya memanfaatkan keistimewaan waktu ini dengan memperbanyak puasa sunnah, terutama puasa Tasu'a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram).
Dengan mengisi hari-hari pertama di awal tahun menggunakan puasa dan amalan sunnah, seorang Muslim sedang membangun benteng spiritual yang kuat untuk mempertahankan konsistensi (istiqamah) hijrahnya sepanjang sisa tahun ke depan.
Resolusi Diri Sambut Tahun Baru Islam
resolusi diri terkait esensi hijrah di tahun baru Islam:
1. Hijrah Spiritual: Kedisiplinan Ibadah
Berpindah dari kebiasaan menunda-nunda waktu ibadah menjadi pribadi yang disiplin. Resolusi ini dapat diwujudkan dengan komitmen untuk selalu mendirikan shalat fardhu tepat waktu, serta mulai merutinkan amalan sunnah secara bertahap, seperti puasa Tasu'a dan Asyura di bulan Muharram.
2. Hijrah Intelektual: Literasi Digital dan Karya Produktif
Berpindah dari kebiasaan mengonsumsi informasi tanpa saringan menuju kecerdasan dan tanggung jawab intelektual. Di era arus informasi yang masif, resolusi ini berarti meningkatkan literasi digital pribadi, menghindari penyebaran hoaks, dan mulai memproduksi tulisan, analisis, atau konten media yang mengedukasi serta membawa manfaat bagi masyarakat luas.
3. Hijrah Sosial: Menjaga Integritas dan Lisan
Berpindah dari lingkungan atau interaksi sosial yang toksik menuju relasi yang sehat dan berintegritas. Bentuk nyata dari resolusi ini adalah menahan lisan (dan ketikan jari) dari perdebatan sia-sia, keluh kesah berlebihan, atau prasangka buruk, lalu menggantinya dengan komunikasi yang profesional, empatik, dan membangun.
4. Hijrah Finansial dan Manajemen Waktu
Berpindah dari gaya hidup konsumtif dan pemborosan waktu menuju produktivitas yang proporsional. Resolusi ini mencakup komitmen untuk memastikan setiap rezeki diraih melalui jalur yang halal dan dikelola dengan bijak, serta mengalokasikan waktu luang untuk proyek-proyek pengembangan diri atau peningkatan keahlian profesional.
Muharram sebagai Madrasah Spiritual
Bulan Muharram merupakan salah satu daripada empat bulan suci (bulan haram) di dalam Islam. Kedudukannya yang mulia menuntut umat Islam untuk lebih berwaspada dalam memelihara ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.
Muharram dapat menjadi madrasah spiritual untuk meningkatkan amal ibadah yang disyariatkan, sekaligus menjauhi khurafat.
Amalan yang Disyariatkan di Bulan Muharram
1. Memperbanyakkan Puasa Sunat
Amalan yang paling utama di bulan Muharram adalah berpuasa. Rasulullah SAW bersabda, "Puasa yang paling afdal selepas puasa Ramadan adalah (puasa) pada bulan Allah, Al-Muharram." (HR. Muslim). Umat Islam amat digalakkan untuk memperbanyakkan puasa sunat di sepanjang bulan ini.
2. Puasa Asyura (10 Muharram)
Berpuasa pada 10 Muharram memiliki keutamaan yang sangat besar. Berdasarkan hadis sahih riwayat Imam Muslim, puasa pada hari Asyura dapat menghapuskan dosa-dosa kecil yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya. Amalan ini merupakan wujud kesyukuran atas keselamatan Nabi Musa AS daripada cengkaman Firaun.
3. Puasa Tasu'a (9 Muharram)
Sebagai pelengkap dan bertujuan untuk membezakan (menyelisihi) ibadat umat Yahudi dan Nasrani yang pada asalnya hanya berpuasa pada 10 Muharram, Rasulullah SAW sangat menganjurkan umat Islam untuk turut berpuasa pada hari kesembilan (Tasu'a).
4. Meningkatkan Amal Soleh dan Bertaubat
Sebagai salah satu bulan haram, setiap amal kebaikan yang dilakukan pada bulan Muharram akan dilipatgandakan ganjaran pahalanya oleh Allah SWT. Oleh itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyakkan amal soleh seperti bersedekah, membaca Al-Quran, dan memperbaharui taubat (taubat nasuha) bagi memohon keampunan Ilahi.
Larangan dan Perkara yang Wajib Dijauhi
1. Melakukan Kezaliman dan Maksiat
Larangan paling utama yang termaktub secara langsung di dalam Al-Quran (Surah At-Taubah: 36) adalah larangan menzalimi diri sendiri pada bulan-bulan haram. Para ulama menafsirkan bahawa dosa bagi sebarang bentuk kemaksiatan dan kezaliman yang dilakukan pada bulan Muharram akan dikira jauh lebih berat kemurkaannya berbanding perbuatan yang sama pada bulan-bulan biasa.
2. Khurafat dan Kepercayaan Sial (Tathayyur)
Umat Islam dilarang keras daripada meyakini Muharram (yang sering diserap ke dalam budaya Nusantara sebagai bulan Suro) sebagai bulan yang membawa nasib malang. Kepercayaan yang melarang seseorang daripada melangsungkan perkahwinan, membina rumah, atau memulakan perniagaan pada bulan ini adalah suatu bentuk kesyirikan dan khurafat warisan Jahiliah yang secara mutlak bertentangan dengan akidah tauhid.
3. Meratap dan Menyiksa Diri (Niyahah)
Umat Islam dilarang menjadikan hari Asyura sebagai hari kesedihan dan ratapan yang berlebihan, sepertimana yang sering dilakukan oleh golongan Syiah bagi meratapi tragedi terbunuhnya Husain bin Ali RA. Tindakan memukul dada, melukai diri sehingga berdarah, atau meratap adalah amalan bidaah yang diharamkan secara lisan oleh Rasulullah SAW.
4. Ritual Kesyirikan dan Tolak Bala
Pelbagai upacara ritual yang berunsur syirik seperti memandikan benda-benda pusaka, melakukan pemujaan mistik, dan mengadakan ritual sedekah laut (melarungkan makanan atau kepala haiwan ke laut untuk memohon keselamatan) dengan niat menolak bala pada awal Muharram wajib ditinggalkan. Islam mengajarkan agar perlindungan dan keselamatan hanya dipohon secara langsung kepada Allah SWT tanpa sebarang bentuk kesyirikan.
5. Pesta Pora dan Mempercayai Hadis Palsu
Terdapat juga larangan untuk menyambut hari Asyura dengan pesta pora, memasak hidangan yang melampaui batas, dan meluaskan wang perbelanjaan secara berlebihan dengan bersandarkan kepada hadis-hadis palsu. Mengikut pandangan ulama, tradisi bersuka ria pada 10 Muharram ini pada asalnya direka oleh golongan Nawashib (kelompok yang membenci Ahli Bait) untuk menandingi ratapan Syiah. Umat Islam (Ahlusunnah wal Jamaah) perlulah menghindari kedua-dua amalan ekstrem ini dan hanya berpegang kepada sunah berpuasa yang sahih.
Pertanyaan Seputar Makna Hijrah
Apa makna hijrah bagi umat Islam masa kini?
Berhijrah, tidak selamanya bermakna berpindah dari satu tempat ke tempat yang baru. Namun, hijrah memiliki bertekad untuk mengubah diri demi meraih rahmat dan keridhaan Allah Swt. Dalam artian mengubah hidupnya menjadi lebih baik, akan memperoleh derajat yang lebih tinggi di mata Allah Swt.
Apa makna tahun baru Islam bagi umat Islam?
Tahun Baru Islam (1 Muharram) adalah momentum penting bagi umat Muslim untuk merenungkan kembali sejarah hijrah Nabi Muhammad SAW dan melakukan introspeksi diri (muhasabah) guna bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik. Pergantian tahun ini bukan sekadar penanda waktu, melainkan tonggak perubahan spiritual dan sosial.
Apa makna penting dari peristiwa hijrah dalam perkembangan Islam?
Sejarah hijrah menjadi titik penting dalam perkembangan Islam, di mana hijrah ke Madinah menjadi awal berdirinya masyarakat Islam yang berdaulat. Peristiwa ini kemudian diabadikan dalam Al-Qur'an dengan berbagai ayat yang menekankan pentingnya pengorbanan, keteguhan iman, dan solidaritas sosial.
Mengapa Allah memuliakan bulan Muharram?
Allah memuliakan bulan Muharram karena termasuk salah satu dari empat bulan suci (Asyhurul Hurum). Di bulan ini, Allah melipatgandakan pahala amal kebaikan sekaligus memperingatkan untuk menjauhi dosa. Muharram juga menjadi titik tolak penting dalam sejarah Islam dan tempat terjadinya berbagai peristiwa bersejarah bagi para nabi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4104097/original/098258700_1658996611-islami1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258046/original/074224600_1781303930-Kereta_gantung_Al-Hada_Cable_Car_di_Taif__Arab_Saudi__difoto_pada_10_Juni_2026.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji__.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256870/original/040164900_1781172896-Pasar_Kakiyah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256844/original/002466200_1781172077-Mataf_Ka___bah_di_Masjidil_Haram..jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4896192/original/028890500_1721390967-WhatsApp_Image_2024-07-19_at_14.25.09.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3428658/original/001946500_1618390460-WhatsApp_Image_2021-04-14_at_10.58.41_AM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3444300/original/037742600_1619765801-20210430-Suasana_Sholat_Jumat_Minggu_Ketiga_Ramadhan_di_Masjid_Istiqlal-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508639/original/064303600_1771581286-woman-taking-care-her-nails.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5343652/original/032220000_1757467250-close-up-hand-clipping-toenails.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6487584/original/069959700_1779346241-20151107185803-tari-dewi-songgo-langit-dan-kuda-lumping-ramaikan-grebeg-suro-kediri-002-nfi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2803721/original/093651700_1557725240-20190513-Bulan-Ramadan-Momentum-Anak-Anak-Belajar-Al-Quran5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6470539/original/060510100_1779332011-20151014164955-kirab-pusaka-meriahkan-penyambutan-1-suro-di-kediri-007-iqbal-nugroho.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6470090/original/081962400_1779331661-ribuan-umat-islam-di-kediri-berdoa-bersama-sambut-1-muharram.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430345/original/058586700_1764661122-ilustrasi_ulama.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4749999/original/079429500_1708587393-masjid-pogung-raya-owQ3N7FZgIM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6470151/original/005986700_1779331713-20151013211910-berdoa-bersama-menyambut-tahun-baru-1437-hijriah-007-dru.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5263253/original/068977400_1750812433-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__10_.jpg)














