Liputan6.com, Jakarta Puasa Ramadan yang menjadi kewajiban tahunan umat Muslim memiliki banyak rahasia di baliknya. Puasa adalah sarana membangun karakter batin dengan cara menahan diri dari segala hawa nafsu, membangun empati kepada sesama, sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ayat tentang puasa tidak hanya menegaskan pentingnya menahan lapar dan dahaga, tetapi maknanya lebih luas yakni menahan diri dari segala godaan duniawi.
Al-Qur’an memuat banyak petunjuk tentang makna dan tujuan puasa, sebagaimana ayat-ayat lain seperti ayat seribu dinar yang mengajarkan ketawakalan atau arti ayat kursi yang menegaskan keagungan Allah. Ayat-ayat tentang puasa menunjukkan bagaimana ibadah ini mendidik jiwa dan memperhalus akhlak manusia. Ada ayat yang menekankan takwa, ada yang menegaskan rasa syukur, ada pula yang menggambarkan keringanan dari Allah. Berikut 12 ayat tentang puasa dan makna mendalam di baliknya.
1. Surah Al-Baqarah Ayat 183
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Latin:
yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna min qablikum la‘allakum tattaqụn
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ayat ini menegaskan bahwa puasa bertujuan untuk mencapai ketakwaan. Puasa bukan hanya rutinitas ibadah, tetapi ruang latihan untuk menahan diri dari hal-hal yang bisa merusak hati. Puasa mengajarkan seseorang belajar mengatur emosi, menjaga tutur kata, dan menyadari bahwa Allah selalu mengawasi. Ketika seseorang mampu mengendalikan dorongan-dorongan duniawi dalam dirinya, tumbuhlah kesadaran spiritual yang lebih tinggi. Puasa menjadi jembatan untuk memperkuat iman dan membentuk karakter yang lebih lembut serta terarah.
2. Surah Al-Baqarah Ayat 184
اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Latin:
Ayyāman ma‘dūdāt. Faman kāna minkum marīḍan aw ‘alā safarin fa‘iddatun min ayyāmin ukhar. Wa ‘alallażīna yuṭīqūnahu fidyatun ṭa‘āmu miskīn. Faman taṭawwa‘a khayran fa huwa khayrul lah. Wa an taṣūmū khayrun lakum in kuntum ta‘lamūn.
Artinya:
“(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan, (wajib mengganti) sebanyak hari pada hari-hari yang lain. Bagi yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, memberi makan orang miskin.”
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah tidak menghendaki kesulitan dalam ibadah. Mereka yang sakit atau bepergian diberi keringanan mengganti puasa di hari lain. Bahkan yang benar-benar tidak mampu diperbolehkan membayar fidyah. Semua ini menegaskan bahwa rahmat Allah mendahului perintah-Nya. Meski demikian, sebaiknya puasa tetap dijaga bagi yang memungkinkan, sebab manfaat batinnya sangat besar. Ibadah ini menguatkan mental, membersihkan niat, dan mengajarkan rasa syukur sebagaimana pesan yang sering muncul dalam ayat al quran tentang bersyukur.
3. Surah Al-Baqarah Ayat 185
Arab:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِ
Latin:
Syahru Ramaḍānal-lażī unzila fīhil-Qur’ānu hudal lin-nāsi wa bayyinātin minal-hudā wal-furqān.
Terjemahan:
“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.”
Ayat ini menghubungkan puasa dengan turunnya Al-Qur’an. Ramadan adalah bulan mulia merupakan waktu diturunkannya petunjuk hidup bagi manusia. Maka, puasa tidak dapat dipisahkan dari interaksi dengan Al-Qur’an. Hati yang sedang ditempa lapar dan dahaga lebih mudah menerima nasihat dan hikmah. Ramadan pun menjadi momen terbaik memperdalam pemahaman terhadap firman Allah, sebagaimana kita mempelajari ayat tentang pendidikan atau ayat-ayat lain yang menjadi pedoman hidup.
4. Surah Al-Baqarah Ayat 187
Arab:
وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ
Latin:
Wa kulū waśrabū ḥattā yatabayyana lakumul-khayṭul-abyaḍu minal-khayṭil-aswadi minal-fajr.
Terjemahan:
“Makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.”
Ayat ini tidak hanya mengatur batas waktu mulai dan berbuka puasa, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan. Ketaatan pada waktu yang ditentukan Allah menjadi bagian dari pendidikan jiwa. Ketika seseorang berkomitmen pada ketentuan yang jelas, terbentuklah sikap hormat pada aturan. Nilai ini tidak hanya berlaku dalam ibadah, tetapi meresap ke kehidupan sehari-hari.
5. Surah Maryam Ayat 26
Arab:
فَكُلِيْ وَاشْرَبِيْ وَقَرِّيْ عَيْنًاۚ فَاِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ اَحَدًا فَقُوْلِيْٓ اِنِّيْ نَذَرْتُ لِلرَّحْمٰنِ صَوْمًا فَلَنْ اُكَلِّمَ الْيَوْمَ اِنْسِيًّا
Latin:
Fa kulī waśrabī wa qarrī ‘aynā; fa-immā tarayinna minal-bashari aḥadan fa-qulī innī nażartu lir-raḥmāni ṣawman fa lan ukallima al-yawma insiyyan.
Terjemahan:
“Maka makan, minumlah, dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, katakanlah: Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini.”
Kisah Maryam menggambarkan bahwa puasa memiliki dimensi luas, bukan sekadar menahan makan dan minum. Ia melatih kesabaran, ketenangan, dan pengendalian diri. Dalam diamnya Maryam, terdapat pelajaran tentang ketundukan dan keikhlasan. Seperti halnya ayat tentang sabar, ayat ini menegaskan bahwa kesabaran adalah inti dari setiap ibadah yang mendekatkan seseorang kepada Allah.
6. Surah Al-Ahzab Ayat 35
Arab:
وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالذّٰكِرِينَ اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّالذّٰكِرٰتِ اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا
Latin:
Waṣ-ṣā’imīna waṣ-ṣā’imāt wal-dhākirīna Allāha kathīran waddhākirāt, a‘adda Allāhu lahum maghfiratan wa ajran ‘aẓīmā.
Terjemahan:
“Laki-laki dan perempuan yang berpuasa, serta yang banyak mengingat Allah, Allah telah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.”
Allah menjanjikan ampunan bagi siapa saja yang berpuasa dengan niat lurus. Ibadah ini menjadi sarana penyucian diri dari dosa-dosa kecil yang mungkin tidak disadari. Puasa juga memperkuat kesadaran bahwa setiap amal akan dibalas dengan kebaikan berlipat. Ayat ini juga menjadi salah satu bentuk dorongan untuk menjaga diri dari perbuatan buruk seperti yang diingatkan dalam ayat tentang zina.
7. Surah Al-Ahzab Ayat 21
Arab:
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌۙ
Latin:
Laqad kāna lakum fī Rasūlillāhi uswatun ḥasanah.
Terjemahan:
“Sungguh, pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi kamu.”
Rasulullah SAW adalah contoh terbaik dalam menjalankan ibadah puasa. Beliau menyeimbangkan ibadah, pekerjaan, dan pergaulan dengan akhlak mulia. Puasa tidak membuat beliau pasif, tetapi tetap produktif dan bersikap lemah-lembut terhadap sesama. Dari teladan ini, umat Islam belajar bahwa puasa bukan alasan untuk bermalas-malasan. Justru puasa mengasah keteguhan hati dan kepekaan sosial. Keteladanan ini juga menjadi fondasi penting dalam membangun rumah tangga sebagaimana tertera dalam ayat tentang pernikahan.
8. Surah At-Taubah Ayat 112
Arab:
التَّائِبُوْنَ الْعٰبِدُوْنَ الْحٰمِدُوْنَ السَّائِحُوْنَ الرّٰكِعُوْنَ السّٰجِدُوْنَ
Latin:
At-tā’ibūnal-‘ābidūnal-ḥāmidūnas-sā’iḥūnar-rāki‘ūnas-sājidūn.
Terjemahan:
“Mereka yang bertaubat, yang beribadah, yang memuji Allah, yang berpuasa, yang ruku dan sujud.”
Ayat ini menggambarkan golongan hamba yang dicintai Allah, salah satunya adalah mereka yang berpuasa. Puasa digambarkan sebagai bentuk ketundukan dan kesungguhan dalam beribadah. Dengan meninggalkan hal-hal duniawi untuk sementara waktu, seseorang menunjukkan komitmennya kepada Allah. Puasa menjadi penegasan bahwa hidup ini bukan semata untuk memenuhi keinginan, tetapi untuk mencari ridha-Nya. Di sinilah letak kekuatan spiritual puasa yang sesungguhnya.
9. Surah Az-Zumar Ayat 10
Arab:
اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Latin:
Innamā yuwaffas-ṣābirūna ajrahum bighayri ḥisāb.
Terjemahan:
“Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan diberi pahala mereka tanpa batas.”
Meskipun tidak menyebut puasa secara langsung, pesan tentang kesabaran dalam ayat ini sangat relevan dengan ibadah ini. Menahan lapar, godaan, dan emosi adalah bentuk latihan sabar. Allah menjanjikan ganjaran yang tidak dapat dihitung bagi mereka yang mampu menjaganya. Kesabaran yang tumbuh dari puasa akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari, termasuk sikap dalam menghadapi masalah seperti urusan rezeki yang sering dibahas dalam ayat tentang riba atau ayat seribu dinar.
10. Surah Al-Insan Ayat 8–9
Arab:
وَيُطْعِمُوْنَ الطَّعَامَ عَلٰى حُبِّهٖ مِسْكِيْنًا وَّيَتِيْمًا وَّاَسِيْرًاۚ اِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللّٰهِ
Latin:
Wa yuṭ‘imūna aṭ-ṭa‘āma ‘alā ḥubbihi miskīnan wa yatīman wa asīran; innamā nuṭ‘imukum liwajhi Allāh.
Terjemahan:
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan. Sesungguhnya kami memberi makan kepada kalian semata-mata karena mengharap ridha Allah.”
Ayat ini menggambarkan sifat orang-orang beriman yang rela berbagi makanan dengan yang membutuhkan. Rasa lapar saat berpuasa membuat seseorang lebih mudah merasakan penderitaan orang miskin. Dari sini tumbuh empati dan keinginan kuat untuk membantu. Puasa tidak hanya membangun hubungan dengan Allah, tetapi juga memperkuat hubungan antar manusia.
11. Surah Al-Furqan Ayat 63
Arab:
وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا
Latin:
Wa ‘ibādur-raḥmānil-lażīna yamshūna ‘alal-arḍi hawnā.
Terjemahan:
“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah mereka yang berjalan di bumi dengan rendah hati.”
Puasa mengajarkan seseorang untuk menundukkan ego. Rasa lapar mengingatkan manusia bahwa ia penuh keterbatasan. Hati menjadi lebih tenang, ucapan lebih terjaga, dan sikap lebih lembut terhadap sesama. Kerendahan hati adalah salah satu tanda bahwa seseorang benar-benar memahami makna ibadah.
12. Surah Al-Mutaffifin Ayat 14
Arab:
كَلَّا بَلْ رَانَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ مَّا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Latin:
Kallā bal rāna ‘alā qulūbihim mā kānūyaksibūn.
Terjemahan:
“Sekali-kali tidak! Bahkan, hati mereka telah tertutup oleh dosa yang mereka perbuat.”
Puasa menjadi salah satu cara untuk mengikis dosa. Setiap kali seseorang berpuasa dengan tulus, hatinya dibersihkan dari kesombongan dan kelalaian. Lapar menjadi sarana untuk menundukkan hawa nafsu dan membuka kembali pintu kesadaran. Dengan hati yang jernih, seseorang lebih mudah merenungi kehidupan, termasuk renungan tentang kematian sebagaimana dibahas dalam ayat tentang kematian.
Pertanyaan seputar Ayat tentang Puasa
Apa tujuan utama puasa dalam Islam?
Meraih takwa, yaitu kesadaran penuh yang membuat seseorang mampu membedakan baik dan buruk.
Mengapa puasa disebut sebagai pendidikan rohani?
Puasa melatih manusia untuk mengendalikan hawa nafsu, bersabar, dan mengasah empati: sebuah pendidikan batin yang tidak digantikan teori apa pun.
Apakah puasa hanya menahan lapar dan haus?
Tidak. Puasa juga mencakup menjaga lisan, pandangan, dan perilaku.
Bagaimana puasa meningkatkan empati sosial?
Dengan merasakan lapar, seseorang lebih memahami kondisi mereka yang kekurangan dan tergerak untuk berbagi.
Apa hikmah terbesar puasa Ramadan?
Mendekatkan diri kepada Allah, membersihkan hati, dan memperbaiki relasi sosial.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492008/original/084844100_1770114331-gng_1288879_hires.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515420/original/095320400_1772173991-SAVE_20260227_095307.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515926/original/051695300_1772231489-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511196/original/043290200_1771899757-019966800_1650552451-katerina-kerdi-TAfqq1B3-2s-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412025/original/035143700_1763029989-d913a63a-d220-4d22-85ec-545e67ee7246.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)