- Sebelum pemberangkatan umroh, apa yang harus dilakukan?
- Syukuran sebelum berangkat umroh namanya apa?
- Doa paling mustajab saat umroh dimana?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Persiapan menuju Tanah Suci sering kali diselimuti oleh tingginya euforia spiritual. Calon jemaah fokus pada hal-hal makro seperti pelunasan biaya agen perjalanan (PPIU) dan syukuran keberangkatan, sehingga ada berbagai hal yang sering disepelekan sebelum berangkat umroh.
Padahal, yang terelwat itu adalah detail-detail penting, meski tampak kecil. Mulai yang yang sifatnya administratif, fisik, dan regulatif, yang kesemuanya berpengaruh terhadap kelancaran ibadah di Haramain.
Peraturan Menteri Haji dan Umrah (Permenhaj) RI Nomor 4 Tahun 2025 mengatur dengan detail persyaratan hingga operasional umrah. Peraturan ini menuntut kesiapan dokumen dan kesehatan. Mengabaikan detail persiapan ini tidak hanya berisiko pada kenyamanan ibadah, tetapi juga dapat berujung pada kegagalan keberangkatan atau pelanggaran imigrasi.
Merangkum berbagai sumber, berikut adalah ulasan mengenai 12 hal yang paling sering disepelekan calon jemaah sebelum berangkat umrah, lengkap dengan panduan mitigasinya.
1. Validasi Keaktifan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
Banyak jemaah berasumsi BPJS Kesehatan hanya berguna di dalam negeri. Padahal, Permenhaj 4/2025 mewajibkan setiap pendaftar umrah memiliki status JKN yang aktif. Hal ini sering disepelekan hingga jemaah baru menyadari adanya tunggakan iuran bulanan saat pengurusan dokumen di detik-detik terakhir keberangkatan.
2. Tenggat Waktu Suntik Vaksin Internasional
Sesuai regulasi Kementerian Kesehatan terbaru, jemaah wajib mendapatkan imunisasi Meningitis dan Polio. Kesalahan umum adalah menunda suntikan ini hingga kurang dari 10 hari sebelum terbang. Secara medis, antibodi belum terbentuk sempurna, dan secara administratif, sertifikat e-ICV dapat ditolak oleh otoritas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara.
3. Penggandaan Dokumen Fisik (Hardcopy)
Di era digital, jemaah terlalu mengandalkan ponsel cerdas untuk menyimpan e-Visa, tiket, dan bukti pemesanan hotel. Padahal, jika ponsel hilang, kehabisan daya, atau kehilangan sinyal di bandara Arab Saudi, jemaah tidak memiliki bukti keimigrasian. Menyiapkan map khusus berisi salinan fisik seluruh dokumen sangat jarang dilakukan secara disiplin.
4. Asuransi Perjalanan Tambahan yang Meng-cover Arab Saudi
Meski telah memiliki JKN sebagai syarat domestik, banyak jemaah lupa bahwa JKN tidak berlaku di rumah sakit Arab Saudi. Mengabaikan pembelian asuransi perjalanan internasional mandiri akan menjadi bumerang finansial jika jemaah membutuhkan rawat inap darurat di sana.
5. Pendaftaran Akun Aplikasi Nusuk Jauh Hari
Memasuki Raudhah di Masjid Nabawi kini diatur penuh melalui sistem kuota digital (Tasrih) pada aplikasi Nusuk. Jemaah sering kali baru mengunduh dan membuat akun saat tiba di Madinah, di mana kuota slot waktu biasanya sudah ludes dipesan oleh jutaan jemaah dari negara lain.
6. Kurangnya Latihan Fisik
Thawaf dan Sa'i menuntut kebugaran fisik setara jalan kaki sejauh 5 hingga 7 kilometer. Jemaah kerap menyepelekan latihan jalan kaki pagi sebelum keberangkatan, sehingga mengalami kelelahan ekstrem, kram otot, atau melepuh di bagian telapak kaki pada hari pertama ibadah.
7. Ketersediaan Kotak P3K Pribadi
Khusus Umrah Terlalu mengandalkan klinik hotel atau obat dari muthawwif adalah kekeliruan. Membeli obat di apotek Saudi cukup mahal dan mereknya berbeda. Jemaah sering lupa meracik pouch khusus berisi obat pereda nyeri, antidiarea, oralit, balsam, dan vitamin pribadi yang cocok dengan tubuh masing-masing.
8. Persiapan Uang Tunai Riyal Pecahan Kecil
Jemaah biasanya membawa kartu ATM atau uang Riyal pecahan besar (500 SAR). Hal ini sangat menyulitkan saat harus membayar toilet berbayar di area tertentu, membeli makanan ringan di kaki lima, membayar jasa laundry, atau bersedekah.
9. Ketidaktahuan Aturan Bagasi dan Larangan Air Zamzam
Euforia membawa rice cooker kecil, bahan makanan berlebih, hingga botol cairan membuat koper terlalu berat saat berangkat. Lebih fatal lagi saat pulang, banyak yang menyepelekan aturan otoritas penerbangan sipil (GACA) dengan menyembunyikan air Zamzam di dalam koper bagasi, yang berujung pada pembongkaran paksa.
10. Penyelesaian Hak-Hak Duniawi (Utang dan Amanah)
Dalam euforia syukuran, jemaah sering kali lupa menuntaskan fikih Safar paling krusial: menyelesaikan atau mengomunikasikan utang-piutang yang telah jatuh tempo, serta mengembalikan barang titipan sebelum melangkah keluar rumah.
11. Menyepelekan Kehadiran di Sesi Manasik
Karena merasa sudah bisa membaca buku panduan, jemaah kerap absen pada sesi manasik umrah. Akibatnya, mereka kebingungan memahami detail tata letak Masjidil Haram, rute mobilitas dari hotel, hingga pemahaman spesifik mengenai titik Miqat udara jika pesawat mendarat di Jeddah.
12. Mengabaikan Pantangan Setelah Berniat Ihram
Tanpa pendalaman keilmuan, banyak pelanggaran kecil yang merusak ihram. Misalnya, jemaah pria yang refleks memakai peci, menggaruk rambut hingga rontok, menggunakan sabun hotel yang beraroma wangi, atau memakai pakaian berjahit saat masih dalam keadaan ihram sebelum Tahallul.
Tips Praktis Agar Persiapan Tidak Terlewat
Untuk memastikan keberangkatan Anda terbebas dari kelalaian-kelalaian di atas, terapkan manajemen persiapan operasional dengan langkah berikut:
- Buat Checklist Komprehensif (Cetak dan Tempel): Jangan mengandalkan ingatan. Buatlah daftar periksa mulai dari dokumen, obat-obatan, hingga perlengkapan mandi non-perfume. Centang setiap item hanya jika barang tersebut sudah benar-benar masuk ke dalam koper atau map dokumen.
- Cicil Berkemas Maksimal H-7: Hindari kebiasaan packing di malam terakhir sebelum keberangkatan. Pengepakan yang terburu-buru adalah pemicu utama tertinggalnya barang-barang esensial dan dokumen penting.
- Simulasi Penggunaan Aplikasi: Seminggu sebelum berangkat, pastikan aplikasi penunjang seperti Nusuk, aplikasi maskapai, hingga Mobile JKN sudah terbuka dan dapat diakses (tidak lupa password).
- Alokasikan Map Warna Mencolok: Kumpulkan paspor, buku kuning (e-ICV fisik), tiket cetak, bukti hotel, dan kartu asuransi dalam satu map plastik berwarna terang agar mudah diraba atau dicari di dalam tas selempang kabin Anda.
Persiapan yang matang bukan hanya tentang kenyamanan ragawi, tetapi merupakan bentuk ikhtiar untuk memuliakan panggilan ke Baitullah. Dengan manajemen perjalanan yang disiplin, ibadah umrah akan berjalan khusyuk, aman, dan mendatangkan ketenangan batin.
Pertanyaan Umum tentang Topik
Sebelum pemberangkatan umroh, apa yang harus dilakukan?
Program ini terdiri dari lima hal yang harus dipastikan oleh sebelum berangkat umroh, yaitu:Pastikan travel umroh berizin Kemenag.Pastikan tiket pesawat dan jadwal penerbangan.Pastikan harga dan paket layanannya.Pastikan akomodasi selama berada di Tanah Suci.Pastikan visa umroh.
Syukuran sebelum berangkat umroh namanya apa?
Mengenal Tradisi Walimatus Safar Haji
Walimatus Safar Haji adalah sebuah acara syukuran atau doa bersama yang diselenggarakan oleh calon jemaah haji sebelum mereka resmi berangkat menuju Tanah Suci. Di Indonesia, tradisi ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari persiapan keberangkatan haji.
Doa paling mustajab saat umroh dimana?
Titik-Titik Paling Mustajab di Tanah Suci
Multazam: Area di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah. Ini adalah tempat paling utama untuk menempelkan dada dan tangan sambil menangis memohon ampunan.
Uang saku umroh sebaiknya berapa?
Secara umum, uang saku ideal saat umroh berkisar SAR 300–700 (sekitar 1,2–3 jutaan rupiah), tergantung: Durasi tinggal.

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4965916/original/088874300_1728606330-71e10bc4-3bdd-481d-8e06-a8d1c390de31.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411944/original/046159000_1763026619-Kultum_dan_Ceramah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4632662/original/081356900_1698897425-beris-creatives-ceNCWYqL8DY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3161656/original/025764700_1593013512-20200624-Menengok-Suasana-Makkah-Jelang-Ibadah-Haji-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3283640/original/066176300_1604212715-20201101-Hari-Ini_-Jemaah-Umrah-Indonesia-Bertolak-ke-Mekah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5933770/original/078360100_1778831227-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3081754/original/022995900_1584692954-20200320-Suasana-Salat-Jumat-di--Masjid-Agung-Al-Azhar-Jakarta-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2876075/original/030089700_1565230144-20190807-Masjidil-Haram-Dipadati-Jemaah-Jelang-Puncak-Haji-AFP-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4083449/original/086153800_1657339571-Wukuf-Haji-Arafah-AP-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4482256/original/047264300_1687826755-20230627-Haji_Mina-AP-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415967/original/010208000_1763436950-jamaah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3110450/original/059507500_1587634731-Praying_Hands_With_Faith_In_Religion_And_Belief_In_God__Power_Of_Hope_And_Devotion___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4463448/original/027796500_1686608129-20230607_073052.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397210/original/034811800_1681628824-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437364/original/025119000_1765250413-Muslimah_bersedekah__Pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5122106/original/013813800_1738730856-1738725871402_riya-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4725886/original/008571900_1706156981-madrosah-sunnah-XvJYidRmpUE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575202/original/003079900_1778040737-WhatsApp_Image_2026-05-06_at_10.48.40_AM.jpeg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456521/original/033087800_1766898100-Gemini_Generated_Image_xyevcgxyevcgxyev_2.png)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158657/original/067229400_1741665557-kata-mutiara-pagi-hari-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381448/original/032968300_1613719892-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4174191/original/099991100_1664358430-bacaan-doa-setelah-adzan-beserta-arti-dan-keutamaannya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385863/original/035777200_1760946460-KIP_Kuliah.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3997589/original/057397300_1650185585-20220417-Masjid-Agung-Demak-1.jpg)

