25 Ayat tentang Sabar agar Hati Kuat Menghadapi Ujian, Lengkap dengan Maknanya

3 months ago 88

Liputan6.com, Jakarta Ujian adalah bunga kehidupan, artinya selama hidup manusia akan selalu dilingkupi ujian dalam berbagai tingkatan. Meski demikian, Allah SWT menegaskan bahwa Ia tidak akan menguji seorang hamba melebihi kemampuannya. Ujian bisa hadir dalam beragam bentuk, misalnya tekanan batin, kekurangan ekonomi, atau beban tanggung jawab yang berat. Pada momen-momen tersebut, kesabaran dan doa menjadi dua kunci penting yang mampu menenangkan hati. Dalam berbagai ayat tentang sabar, Kitab Suci Al-Qur’an banyak menyinggung makna keteguhan hati dan kekuatan doa, tidak hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai cara terbaik menjaga ketenangan jiwa.

Doa tak hanya menjadi penghubung antara manusia dengan Tuhannya, tapi juga menjadi sumber energi spiritual. Banyak ayat tentang sabar dan doa yang mengajarkan kita tidak mudah menyerah. Selain itu, sejumlah ayat Al-Qur’an juga menyebutkan doa untuk anak yang saleh, doa pembuka rezeki, hingga doa penenang hati yang mampu menuntun seseorang kembali pada ketenangan batin. Semua ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap kesulitan, selalu ada harapan asal manusia tak berhenti bersabar dan berdoa. Berikut ini 25 ayat tentang sabar yang bisa menjadi panduan hidup agar tetap optimis saat menghadapi berbagai ujian kehidupan. 

1. QS. Al-Baqarah Ayat 45 

Arab: وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Latin: Wasta‘înû bish-shabri was-shalâh, wa innahâ lakabîratun illâ ‘alal khâshi‘în

Terjemahan: “Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”

Ayat ini menunjukkan bahwa sabar dan sholat adalah dua kekuatan spiritual yang saling melengkapi. Sabar menjaga hati tetap tenang, sedangkan sholat menjadi sumber energi rohani. Orang yang khusyuk memahami bahwa sabar bukanlah kelemahan, tetapi bentuk penyerahan diri pada kehendak Allah. Dalam dunia yang serba cepat dan penuh tekanan, ayat ini mengingatkan bahwa kekuatan sejati terletak pada ketenangan hati. Ketika sabar dan sholat menyatu, seorang mukmin akan mampu menghadapi apa pun dengan jiwa yang kuat.

2. QS. Al-Baqarah Ayat 153 

Arab: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Latin: Yâ ayyuhalladzîna âmanû ista‘înû bish-shabri wash-shalâh, innallâha ma‘ash-shâbirîn

Terjemahan: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu; sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Kesabaran adalah jaminan kehadiran Allah dalam hidup seseorang. Ketika seseorang mampu bersabar, ia sedang memelihara hubungan spiritual yang erat dengan Tuhannya. Allah SWT menjanjikan pertolongan bagi mereka yang tidak tergesa-gesa dalam menghadapi cobaan. Dengan sabar dan sholat, seseorang akan selalu ditemani oleh kekuatan ilahi yang menenangkan.

3. QS. Al-Baqarah Ayat 155 

Arab: وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Latin: Walanabluwannakum bisyay’in minal-khawfi wal-jû‘i wanaqshin minal-amwâli wal-anfusi wats-tsamarât, wa basysyiris-shâbirîn

Terjemahan: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Allah menegaskan bahwa ujian adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Rasa takut, kehilangan, dan kekurangan merupakan bentuk latihan memperkuat iman. Bagi yang mampu bersabar, setiap ujian menjadi ladang pahala berlimpah. Kesabaran menghadapi kesulitan menunjukkan kedewasaan spiritual seseorang. Dengan janji kabar gembira ini, Allah meneguhkan bahwa setiap luka yang ditanggung dengan sabar akan diganti dengan ketenangan dan pahala.

4. QS. Ali Imran Ayat 200

Arab: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Latin: Yâ ayyuhalladzîna âmanû isbirû wa shâbirû wa râbithû wattaqullâha la‘allakum tuflihûn

Terjemahan: “Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu serta tetaplah bersiap siaga, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”

Melalui ayat ini Allah menegaskan bahwa sabar adalah strategi kemenangan. Allah memerintahkan hamba untuk bersabar karena tantangan akan selalu berulang. Dalam perjuangan, sabar berarti konsisten dan pantang menyerah. Orang yang mampu bersabar akan mencapai keberuntungan sejati, baik di dunia maupun akhirat. Kemenangan bukan milik yang tergesa, tapi bagi mereka yang istiqamah di jalan Allah. 

5. QS. An-Nahl Ayat 126 

Arab: وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ ۖ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِّلصَّابِرِينَ

Latin: Wa in ‘âqabtum fa‘âqibû bimithli mâ ‘ûqibtum bih, wa la’in shabartum lahuwa khairun lish-shâbirîn

Terjemahan: “Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.”

Ayat ini mengajarkan keadilan sekaligus kelembutan dalam menghadapi perlakuan buruk. Allah memperbolehkan membalas secara setimpal, namun menegaskan bahwa sabar jauh lebih mulia. Sabar bukan tanda kelemahan, melainkan penguasaan diri yang tinggi di tengah dorongan emosi. Orang yang mampu menahan amarahnya ketika disakiti menunjukkan kematangan spiritual yang luar biasa. Di sinilah sabar menjadi penanda bahwa seseorang telah belajar menundukkan ego demi ridha Allah.

6. QS. Al-Anfal Ayat 46 

Arab: وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Latin: Wa athî‘ullâha wa rasûlahu wa lâ tanâza‘û fatafsyalû wa tadzhaba rîhukum, wasbirû, innallâha ma‘ash-shâbirîn

Terjemahan: “Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu; dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Ayat ini turun dalam konteks perang, namun maknanya luas untuk kehidupan. Allah memperingatkan bahwa perselisihan dan tergesa-gesa akan melemahkan kekuatan umat. Sabar di sini berarti menjaga ketenangan dan persatuan di tengah tekanan. Dalam situasi sulit, kesabaran adalah benteng agar keputusan tidak diambil dengan emosional. Allah menjanjikan keberpihakan-Nya bagi mereka yang tenang dan tidak mudah terpancing.

7. QS. Az-Zumar Ayat 10 

Arab: قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Latin: Qul yâ ‘ibâdiya alladzîna âmanû ittaqû rabbakum, lilladzîna ahsanû fî hâdzihid-dunyâ hasanah, wa ardhullâhi wâsi‘ah, innamâ yuwaffash-shâbirûna ajrahum bighayri hisâb

Terjemahan: “Katakanlah, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.’ Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas; sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”

Melalui ayat ini, Allah SWT menegaskan bahwa pahala sabar tidak memiliki hitungan. Allah sendiri yang menilai dan memberi ganjaran tanpa ukuran manusia. Kesabaran adalah bentuk ibadah tersembunyi, yang hanya dapat dipahami oleh hati yang ikhlas. Di balik setiap penantian dan pengorbanan, Allah sedang menyiapkan balasan yang melampaui logika. Oleh karena itu, orang sabar tidak pernah rugi, meski dunia menganggapnya lambat atau kalah.

8. QS. Hud Ayat 115

Arab: وَاصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

Latin: Wasbir, fa innallâha lâ yudhî‘u ajral-muhsinîn

Terjemahan: “Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.”

Allah menjamin, setiap kebaikan yang dilakukan dalam kesabaran tidak akan hilang sia-sia. Kadang, manusia lelah karena kebaikannya tidak dihargai. Namun ayat ini datang sebagai penghiburan, bahwa Allah melihat setiap kesungguhan yang mungkin tak disadari orang lain. Bahkan air mata yang jatuh dalam kesabaran, dihitung sebagai amal yang sangat berharga.

9. QS. Al-Insan Ayat 12

Arab: وَجَزَاهُم بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا

Latin: Wajazâhum bimâ shabarû jannatan wa harîrâ

Terjemahan: “Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka dengan surga dan (pakaian) sutra.”

Ayat ini menggambarkan balasan paling indah dari kesabaran yakni surga. Sabar bukan sekadar menunda marah, tetapi perjuangan panjang melawan diri sendiri. Orang yang mampu menahan diri dari dosa, berlapang dada dalam ujian, dan tetap taat meski sulit. Balasannya bukan hanya ketenangan di dunia, tapi juga kenikmatan abadi di akhirat. Surga adalah hadiah bagi mereka yang mampu bertahan ketika banyak orang menyerah.

10. QS. An-Nahl Ayat 127 

Arab: وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِي ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُونَ

Latin: Wasbir, wa mâ shabruka illâ billâh, wa lâ tahzan ‘alaihim wa lâ taku fî dhaîqim mimmâ yamkurûn

Terjemahan: “Dan bersabarlah, dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah; dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.”

Ayat ini ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW ketika menghadapi penolakan kaumnya. Allah mengingatkan bahwa kekuatan sabar sejati tidak datang dari diri sendiri, melainkan dari pertolongan-Nya. Dalam kehidupan modern, ayat ini menjadi pengingat bahwa kesabaran bukanlah hasil pelatihan mental semata, tapi hasil dari kedekatan spiritual. Setiap kali kita bersabar, kita sedang belajar bergantung pada kekuatan Allah. Kesedihan akan berkurang ketika kita menyadari bahwa semua hal yang terjadi sudah dalam kendali-Nya.

11. QS. Ar-Rum Ayat 60 

Arab: فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ

Latin: Fasbir, inna wa‘dallâhi haqq, wa lâ yastakhiffannaka alladzîna lâ yûqinûn

Terjemahan: “Maka bersabarlah; sesungguhnya janji Allah adalah benar; dan janganlah orang-orang yang tidak yakin itu membuatmu goyah.”

Ayat ini menegaskan bahwa sabar harus disertai keyakinan kuat terhadap janji Allah. Kesabaran tanpa keyakinan akan mudah goyah saat ujian datang. Allah menenangkan hati Nabi Muhammad SAW agar tidak terganggu oleh ejekan orang-orang yang ragu terhadap kebenaran. Hal ini juga berlaku untuk siapa pun yang berjuang di jalan kebaikan, bahwa keteguhan adalah bagian dari sabar itu sendiri. 

12. QS. Luqman Ayat 17

Arab: يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Latin: Yâ bunayya aqimish-shalâta wa’mur bil-ma‘rûfi wanha ‘anil-munkar wasbir ‘alâ mâ ashâbaka, inna dzâlika min ‘azmil-umûr

Terjemahan: “Wahai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”

Nasihat Luqman kepada anaknya ini menegaskan bahwa sabar adalah bagian penting dari akhlak. Setelah diperintahkan untuk sholat dan berdakwah, Allah menekankan pentingnya sabar menghadapi akibat dari perjuangan tersebut. Dalam dakwah atau kebaikan, pasti ada penolakan, namun sabarlah, karena itu adalah bagian dari ujian iman. Seseorang yang sabar menunjukkan kedewasaan spiritual dan kemantapan hati.

13. QS. Sad Ayat 17 

Arab: اصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَاذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوُودَ ذَا الْأَيْدِ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ

Latin: Isbir ‘alâ mâ yaqûlûn, wadzkur ‘abdanâ Dâwûda dzal-aîd, innahu awwâb

Terjemahan: “Bersabarlah terhadap apa yang mereka katakan, dan ingatlah hamba Kami, Dawud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Allah).”

Dalam ayat ini, Allah menghibur Nabi Muhammad SAW agar meneladani kesabaran Nabi Dawud. Dawud dikenal bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki kekuatan hati yang penuh zikir dan ketaatan. Kesabarannya membuatnya menjadi pemimpin yang adil dan bijak. Ketika difitnah atau diuji, ia memilih mendekat kepada Allah, bukan membalas dengan kemarahan.

14. QS. Al-Mu’min Ayat 55

Arab: فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

Latin: Fasbir, inna wa‘dallâhi haqq, wastaghfir lidzanbik, wasabbih bihamdi rabbika bil-‘asyiyyi wal-ibkâr

Terjemahan: “Maka bersabarlah; sesungguhnya janji Allah adalah benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.”

Ayat ini menegaskan bahwa sabar tidak berdiri sendiri, melainkan sejalan dengan istighfar dan zikir. Sabar adalah ibadah hati, sedangkan zikir adalah ibadah lisan; keduanya saling menguatkan. Ketika seseorang bersabar, ia sedang menahan diri sambil memperbanyak ingat kepada Allah. Janji Allah adalah benar, artinya setiap kesabaran yang dijalani tidak akan sia-sia. Ia akan berbuah ketenangan dan ampunan dari Allah.

15. QS. Al-Qashash Ayat 54 

Arab: أُولَٰئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُم مَّرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوا وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

Latin: Ulâ’ika yu’tawna ajrahum marrataini bimâ shabarû, wa yadra’ûna bil-hasanatis-sayyi’ah, wa mimmâ razaqnâhum yunfiqûn

Terjemahan: “Mereka itu diberi pahala dua kali karena kesabaran mereka; dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, serta menginfakkan sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka.”

Ayat ini menyingkap salah satu keistimewaan sabar yakni pahala yang dilipatgandakan. Orang sabar bukan hanya menahan diri, tetapi juga membalas keburukan dengan kebaikan. Kesabaran dalam ayat ini bukan pasif, melainkan aktif melawan keburukan dengan amal saleh. Mereka tidak hanya diam ketika disakiti, tetapi menjawabnya dengan senyum dan kemurahan hati. Sabar seperti ini menjadi magnet rahmat Allah, sebab tidak mudah menjaga hati tetap lembut saat disakiti. 

16. QS. Yusuf Ayat 18 

Arab: قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ

Latin: Qâla bal sawwalat lakum anfusukum amrâ, fashabrun jamîl, wallâhul-musta‘ânu ‘alâ mâ tashifûn

Terjemahan: “Dia (Ya‘qub) berkata, ‘Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan itu. Maka kesabaran yang baik (sabarun jamîl) itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.’”

Ayat ini mengisahkan kesabaran Nabi Ya‘qub AS ketika kehilangan putranya, Yusuf. Sabar yang dimaksud bukan sekadar menahan tangis, melainkan menerima ketetapan Allah tanpa keluh kesah. “Shabrun jamîl” adalah sabar yang tidak diiringi dengan keluhan, hanya diserahkan sepenuhnya kepada Allah. Nabi Ya‘qub tidak menuduh, tidak marah, hanya berpasrah dengan keyakinan bahwa kebenaran akan terungkap. Kesabaran seperti inilah yang kemudian Allah balas dengan pertemuan kembali yang mengharukan antara ayah dan anak.

17. QS. Al-Baqarah Ayat 155 

Arab: وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Latin: Walanabluwannakum bishay’in minal-khawfi wal-jû‘i wa naqshin minal-amwâli wal-anfusi wats-tsamarât, wabash-shirish-shâbirîn

Terjemahan: “Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Ayat ini menjelaskan bahwa ujian adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan orang beriman. Allah tidak menyembunyikan kenyataan bahwa manusia akan diuji, tetapi Dia memberi kabar gembira bagi yang bersabar. Ujian datang dalam berbagai bentuk yakni rasa takut, kehilangan, atau kekurangan yang semuanya jadi sarana untuk menguatkan iman. Orang sabar melihat ujian bukan sebagai hukuman, tetapi sebagai tanda perhatian Allah.

18. QS. Al-Baqarah Ayat 156 

Arab: الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Latin: Alladzîna idzâ ashâbat-hum mushîbatun qâlû innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji‘ûn

Terjemahan: “(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali.’”

Ayat ini menggambarkan kalimat paling agung dalam kesabaran. Ucapan inna lillahi wa inna ilaihi raji’un bukan hanya doa, tetapi pernyataan iman yang dalam. Ia mengingatkan bahwa semua yang dimiliki adalah milik Allah, dan semua yang hilang akan kembali kepada-Nya. Kalimat ini menenangkan hati yang sedang berduka, karena mengubah kehilangan menjadi bentuk penghambaan. Orang yang mampu mengucapkannya dengan sadar telah menapaki puncak kesabaran sejati.

19. QS. Al-Baqarah Ayat 157 

Arab: أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

Latin: Ulâ’ika ‘alaihim shalawâtun mir rabbihim wa rahmah, wa ulâ’ika humul-muhtadûn

Terjemahan: “Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Ayat ini menutup rangkaian ayat kesabaran di surah Al-Baqarah dengan janji luar biasa berupa rahmat, berkah, dan petunjuk dari Allah. Tiga hadiah ini hanya diberikan kepada mereka yang mampu bersabar di tengah musibah. Rahmat berarti kasih sayang Allah yang menenangkan hati. Berkah berarti keberlimpahan kebaikan meski dalam keterbatasan. 

20. QS. Al-‘Imran Ayat 146

Arab: وَكَأَيِّن مِّن نَّبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

Latin: Wa ka’ayyin min nabiyyin qâtala ma‘ahu ribbiyyûna katsîr, famâ wahanu limâ ashâbahum fî sabîlillâh, wa mâ dha‘ufû wa mâ istakânû, wallâhu yuhibbu shâbirîn

Terjemahan: “Dan betapa banyak nabi yang berperang bersama mereka sejumlah besar orang yang bertakwa; mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, tidak lesu, dan tidak menyerah. Dan Allah menyukai orang-orang yang sabar.”

Dalam kehidupan modern, ayat ini menjadi cermin bagi setiap pejuang kebaikan. Kadang kebenaran terasa sepi, dan kesabaran terasa berat, namun justru di situlah cinta Allah bekerja. Orang sabar tidak mengukur keberhasilan dari hasil cepat, tapi dari ketulusan terus berjuang. Ia kuat bukan karena tidak terluka, melainkan karena terus bangkit dalam luka. Allah menegaskan bahwa Dia mencintai orang-orang sabar dan cinta itu adalah kemenangan tertinggi.

21. QS. Al-Ahqaf Ayat 35 

Arab: فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُوا الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِل لَّهُمْ ۚ كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِّن نَّهَارٍ ۚ بَلَاغٌ ۚ فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ

Latin: Fasbir kamâ shabara ulul-‘azmi minar-rusul, wa lâ tasta‘jil lahum, kaannahum yauma yarawna mâ yû‘adûna lam yalbatsû illâ sâ‘atan min nahâr, balâgh, fahal yuhliku illâ al-qaum al-fâsiqûn

Terjemahan: “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati di antara rasul-rasul, dan janganlah kamu meminta agar azab disegerakan bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka, seolah-olah mereka tidak tinggal di dunia melainkan sesaat pada siang hari. Ini adalah penyampaian yang cukup. Maka tidak akan dibinasakan melainkan kaum yang fasik.”

Ayat ini menegaskan bahwa kesabaran tidak boleh disertai keinginan mempercepat hukuman bagi orang zalim. Sebab, tugas manusia adalah berbuat benar, bukan menentukan waktu pembalasan. Allah mengajarkan untuk menahan amarah dan membiarkan kebenaran bekerja sesuai takdir-Nya. Sabar seperti para rasul berarti tetap berdakwah dengan lembut meski dicaci, tetap berdoa meski belum dikabulkan. 

22. QS. Al-Furqan Ayat 75 

Arab: أُولَٰئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا

Latin: Ulâ’ika yujzawnal-ghurfata bimâ shabarû, wa yulaqqawna fîhâ tahiyyatan wa salâmâ

Terjemahan: “Mereka itu akan dibalas dengan tempat yang tinggi (di surga) karena kesabaran mereka, dan mereka disambut di dalamnya dengan penghormatan dan ucapan salam.”

Ayat ini menegaskan bahwa sabar adalah tanda kekuatan jiwa yang luar biasa. Di surga, mereka yang dulu menahan amarah dan menerima takdir dengan lapang dada akan mendapat sambutan terindah. Kesabaran membuat seseorang layak untuk kedamaian abadi, karena ia telah belajar menciptakan kedamaian di hatinya terlebih dahulu. 

23. QS. Al-Ankabut Ayat 59

Arab: الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Latin: Alladzîna shabarû wa ‘alâ rabbihim yatawakkalûn

Terjemahan: “(Yaitu) orang-orang yang sabar dan kepada Tuhan mereka bertawakal.”

Sabar dan tawakal menjadi kunci untuk menghadapi setiap ketidakpastian dalam kehidupan. Ketika manusia sabar, ia menjaga proses; ketika ia bertawakal, ia mempercayakan hasil. Ayat ini mengajarkan bahwa kesabaran sejati adalah bentuk tertinggi dari tawakal. Orang yang percaya pada Allah tidak lagi takut akan masa depan, karena ia tahu semua telah diatur dengan penuh kasih.

24. QS. Al-Asr Ayat 3 

Arab: إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Latin: Illalladzîna âmanû wa ‘amilush-shâlihât, watawâshau bil-haqq, watawâshau bish-shabr

Terjemahan: “Kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.”

Surah Al-Asr yang singkat ini mengandung pesan mendalam. Allah menegaskan bahwa seluruh manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang memenuhi empat syarat: beriman, beramal, menyeru kepada kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran. Sabar menjadi penutup ayat, karena ia adalah benteng terakhir yang menjaga tiga hal sebelumnya. Tanpa sabar, iman mudah goyah, amal mudah terhenti, dan nasihat mudah berubah menjadi perdebatan.

25. QS. Az-Zumar Ayat 10 

Arab: إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Latin: Innamâ yuwaffash-shâbirûna ajrahum bighayri hisâb

Terjemahan: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”

Kesabaran adalah investasi abadi yang tidak pernah merugi. Orang sabar tidak kehilangan apa pun, sebab Allah mengganti semuanya dengan sesuatu yang lebih indah. Kelak ketika ia memasuki surga, barulah ia mengerti bahwa setiap air mata dan kesunyian yang ia sabarkan ternyata sedang menanam bunga-bunga kebahagiaan yang kekal. 

Pertanyaan seputar Topik

1. Mengapa Allah memerintahkan manusia untuk sabar?

Sabar adalah bentuk keimanan dan kunci pertolongan Allah.

2. Apa pahala bagi orang yang sabar?

Pahalanya tanpa batas sebagaimana dijanjikan dalam QS. Az-Zumar ayat 10.

3. Bagaimana cara melatih diri agar lebih sabar?

Perbanyak zikir, sholat, dan pahami hikmah di balik ujian.

4. Apakah sabar termasuk ibadah?

Ya, sabar adalah ibadah hati yang berpahala besar di sisi Allah.

5. Apa perbedaan sabar dan pasrah?

Sabar adalah ikhtiar dengan tenang, sedangkan pasrah adalah penerimaan setelah berusaha. boleh kamu kirim bertahap ya

Sumber:

https://tafsirq.com/tag/perintah+bersabar?page=1

https://almasoem.sch.id/saling-doa/ayat-ayat-al-quran-tentang-keutamaan-sabar/

https://kotacirebon.baznas.go.id/berita/news-show/7-ayat-janji-allah-untuk-orang-sabar-pahala-rahmat-dan-ketenangan-hati/27724

https://quran.nu.or.id/al-baqarah/153

https://diy.baznas.go.id/berita/news-show/3-ayat-tentang-sabar-dan-ikhlas-yang-menguatkan-di-saat-ujian/27558

https://baznas.jogjakota.go.id/detail/index/42832/5-ayat-tentang-sabar-yang-bisa-menjadi-obat-hati-2025-09-24

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |