3 Mukjizat Nabi Luth saat Mendakwahi Kaum Sodom, Pengingat Dahsyatnya Azab Allah

2 months ago 34

Liputan6.com, Jakarta Salah satu kisah mengerikan tentang azab Allah terjadi pada kaum Sodom dan Gomorrah, tempat Nabi Luth AS diutus. Allah menimpakan azab yang begitu dahsyat karena perilaku dan akhlak mereka sudah benar-benar rusak dan melampaui batas. Perbuatan keji yang mereka lakukan pun tidak lagi dilakukan diam-diam, tetapi justru ditunjukkan dengan bangga. Di tengah kondisi yang separah itu, Mukjizat Nabi Luth menjadi pengingat bahwa Allah selalu memberikan tanda dan peringatan sebelum azab dijatuhkan.

Di tengah-tengah masyarakat yang bejat ini, Nabi Luth AS diutus untuk menyerukan tauhid dan mengajak kaum tersebut untuk kembali pada Allah SWT. Namun, dengan kebanggaan masyarakat dengan kemaksiatan yang mereka kerjakan, mukjizat Nabi Luth hadir untuk menegaskan kebenaran sosok nabi sekaligus menunjukkan kekuasaan Allah SWT. Kisah ini sering menjadi pengingat bagi umat Islam untuk selalu memohon perlindungan dengan doa selamat agar dijauhkan dari perbuatan yang dapat memicu murka Allah.

Siapakah Nabi Luth AS?

Siapa sebenarnya Nabi Luth AS? Meski namanya tidak sepopuler Nabi Ibrahim AS, tapi Nabi Luth AS ternyata memiliki hubungan darah dengan sang Abul ‘Anbiya. Nabi Luth AS adalah keponakan dari Nabi Ibrahim AS, jadi tidak heran jika masa kecil beliau sudah dikelilingi dengan nilai-nilai keimanan. Sifat Nabi Luth AS yang dikenal jujur, lembut, cerdas, dan berani dalam menyampaikan kebenaran menjadikannya sebagai pilihan Allah SWT untuk membimbing masyarakat Sodom yang telah jatuh dalam kemaksiatan luar biasa.

Diperkirakan, kaum Sodom dulunya menetap di sekitar wilayah yang sekarang dikenal sebagai Laut Mati, di perbatasan antara Yordania dan Palestina. Kehidupan mereka sebenarnya dipenuhi dengan kemakmuran, tapi perilaku yang ditunjukkan justru buruk dan tidak mencerminkan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemakmuran tersebut. Ajaran tauhid ditolak, kezaliman merajalela, pencurian menjadi kebiasaan, dan kehormatan tamu direndahkan tanpa rasa malu. Parahnya lagi, perilaku seksual sesama jenis dilakukan secara terang-terangan dan bahkan dianggap sebagai identitas sosial. Penyimpangan itu menjadi bukti nyata betapa dalamnya kerusakan moral mereka.

Di tengah masyarakat yang moralnya sudah rusak ini, Nabi Luth AS menjadi secercah cahaya yang berusaha menarik kaumnya dari kegelapan untuk masuk kembali ke jalan Allah SWT. Beliau terus menyerukan dakwah dengan kesabaran dan kasing sayang, namun ajakan tersebut justrus dijawab dengan penolakan, cemooh, hingga ancaman. Bahkan istrinya sendiri termasuk orang yang mengkhianatinya. Tetapi Nabi Luth AS tidak pernah putus asa, beliau terus menyampaikan risalah hingga akhirnya mukjizat Nabi Luth AS diberikan sebagai bukti atas kekuasaan Allah SWT.

Kondisi Kaum Sodom

Kaum Sodom digambarkan sebagai bangsa yang melampaui batas dalam segala sisi kehidupan. Mereka hidup dalam kemewahan duniawi, tetapi moralitas mereka telah runtuh. Kata “fahisyah” yang digunakan sumber hukum Islam, Al-Quran (QS. Al-A’raf: 80) menggambarkan tindakan keji yang dilakukan tidak hanya secara terang-terangan, tetapi juga tanpa rasa malu. Mereka menolak setiap nasihat yang disampaikan Nabi Luth, bahkan menjadikan dosa sebagai budaya yang dilegalkan.

Menurut analisis para ulama, kaum Sodom sebenarnya bukan masyarakat pertama yang pernah melakukan penyimpangan seksual. Namun, apa yang diperbuat oleh kaum Sodom adalah yang paling ekstrem dan paling keras membantah kebenaran. Dalam budaya mereka, kemaksiatan bukan sekadar perbuatan individu, tetapi sudah menjadi standar sosial yang dibanggakan.

Penolakan mereka terhadap ajaran Allah bukan hanya pada aspek tauhid, tetapi juga pada nilai-nilai kemanusiaan yang paling dasar. Ketika batas antara yang benar dan salah telah hilang, maka kehancuran menjadi konsekuensi yang tak terhindarkan. Meski demikian, azab yang datang kepada mereka tetap didahului oleh peringatan panjang melalui dakwah Nabi Luth. Pada akhirnya, mukjizat Nabi Luth menunjukkan bahwa Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya, tapi manusialah yang memilih jalan kehancuran tersebut.

Mukjizat Nabi Luth AS dalam Al-Quran

Mukjizat adalah kejadian luar biasa yang hanya bisa dilakukan oleh para nabi, seperti mukjizat Nabi Adam, mukjizat Nabi Sulaiman, ataupun mukjizat Nabi Ayub. Mukjizat Nabi Luth sendiri bukan hanya keajaiban fisik, melainkan juga bentuk perlindungan spiritual Allah terhadap orang yang beriman. Mukjizat ini menjadi pengingat bahwa kebenaran, meski berada dalam kelompok kecil, akan tetap dijaga oleh Allah SWT.

1. Kaum Sodom Dibutakan oleh Cahaya Malaikat

Ketika dua malaikat datang dalam wujud manusia yang sangat tampan sebagai tamu Nabi Luth AS, kaum Sodom berusaha mendatangi rumah beliau untuk berbuat keji pada para tamunya. Nabi Luth AS tentu berusaha menghalangi mereka, namun kaumnya tetap memaksa. Hingga pada akhirnya, para malaikat memancarkan cahaya yang membutakan mata mereka.

2. Penyelamatan Nabi Luth dan Pengikutnya

Ketika lisan kebenaran yang dibawa Nabi Luth AS tidak mencapai hati masyarakat kaum Sodom, Allah SWT turun tangan. Allah SWT sebelumnya memerintahkan Nabi Luth AS untuk meninggalkan kota di malam hari bersama orang-orang beriman lainnya. Mereka juga diperintahkan untuk tidak menoleh sedikut pun ke belakang. Penyertaan dan perlindungan Allah ini merupakan mukjizat Nabi Luth yang menunjukkan bahwa keselamatan selalu diberikan kepada mereka yang taat.

3. Hujan Batu dan Gempa yang Menghancurkan Kota Sodom

Usai Nabi Luth AS dan para pengikutnya pergi dan selamat, Allah SWT menurunkan azab yang mengerikan kepada kaum Sodom. Bumi diguncang hingga gempa dahsyat, kota dibalikkan, lalu hujan batu yang terbakar menimpa mereka. Tidak ada seorang pun yang selamat kecuali orang-orang yang beriman.

Dahsyatnya Azab Allah untuk Kaum Sodom

Saat fajar menyingsing, azab Allah turun dengan dahsyat. Bumi berguncang hebat hingga kota Sodom terbalik seluruhnya, digambarkan bagian atas menjadi bawah, dan yang di bawah terangkat ke atas. Para ulama menggambarkan peristiwa itu sebagai salah satu bentuk hukuman paling mengerikan yang pernah terjadi dalam sejarah umat manusia.

Guncangan dahsyat tersebut merobohkan bangunan, memutus fondasi, dan menghancurkan seluruh struktur kota. Gempa itu menjadi pembuka rangkaian azab besar yang kemudian menimpa mereka. Setelah kota itu terbalik, angin kencang berembus menyapu sisa-sisa yang masih bertahan, debu, batu, dan reruntuhan hilang terseret angin hingga wilayah itu benar-benar tampak kosong tanpa kehidupan.

Dalam sebagian tafsir, peristiwa ini juga disertai suara ledakan atau teriakan dahsyat (ash-shaihah) yang mengguncang hati dan mematikan siapa pun yang mendengarnya. Tidak ada yang mampu bertahan dari suara menggelegar tersebut. Setelah itu, hujan batu panas turun dari langit. Batu-batu itu bukan batu biasa; Al-Qur’an menyebutnya sebagai batu dari tanah yang terbakar dan “bertanda” dari sisi Allah (QS. Hud: 82–83). Setiap batu ditetapkan untuk menimpa pelaku maksiat tertentu, tidak satu pun meleset dari sasaran.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Apa mukjizat terbesar Nabi Luth AS?

Mukjizat terbesarnya adalah penyelamatan dari azab besar yang menghancurkan kaum Sodom, sementara beliau dan pengikutnya tetap selamat.

2. Di mana lokasi kaum Sodom sekarang?

Kawasan kaum Sodom diyakini berada di sekitar Laut Mati, antara Yordania dan Palestina.

3. Mengapa kaum Nabi Luth diazab?

Mereka diazab karena melakukan perbuatan keji secara terang-terangan, menolak dakwah Nabi Luth, dan menantang murka Allah.

4. Siapa yang selamat dari azab Sodom?

Nabi Luth dan pengikutnya yang beriman diselamatkan, sementara istrinya termasuk yang binasa karena berkhianat dalam iman.

5. Apa hikmah dari kisah Nabi Luth?

Bahwa kesabaran, keimanan, dan keteguhan dalam kebenaran akan selalu dilindungi Allah, bahkan di tengah kehancuran moral masyarakat.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |