Liputan6.com, Jakarta Kisah-kisah para nabi, selalu menjadi pelajaran yang besar dan bermakna bagi umat Islam, termasuk kisah dan Mukjizat Nabi Yunus AS yang juga sangat terkenal dalam sejarah Islam. Dari keteguhannya berdakwah, hingga ujian berat yang harus dihadapinya di dalam perut ikan besar, perjalanan hidup beliau mengandung pesan mendalam tentang kesabaran, tawakal, dan pentingnya kembali kepada Allah SWT. Karenanya, pembahasan mengenai mukjizat Nabi Yunus AS sering menjadi inspirasi dalam kajian Islam maupun pendidikan moral.
Dalam Islam sendiri, Mukjizat Nabi Yunus AS tidak hanya kisah yang menakjubkan, namun juga bukti kekuasaan Allah SWT atas segala sesuatu yang terjadi di dunia. Dimana setiap peristiwa yang dialami oleh Nabi Yunus AS selalu membawa hikmah tersendiri, mulai dari ketegaran beliau saat berada di kondisi paling gelap dan sulit. Hal ini membuat Mukjizat Nabi Yunus AS menjadi salah satu kisah nabi yang paling sering dikaji dan diceritakan.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini telah Liputan6 rangkum berbagai Mukjizat Nabi Yunus AS dan dalil-dalilnya dalam Al Quran yang memperkuat kisah ini, pada Senin (1/12).
Doa Nabi Yunus AS untuk Kaum Ninawa
Kaum Ninawa dikenal sebagai kaum yang sangat keras kepala dan sulit untuk menerima ajaran tauhid yang dibawa oleh Nabi Yunus AS kepada mereka. Nabi Yunus AS telah mengingatkan mereka berulang kali, namun sebagian besar tetap saja memilih untuk menyembah berhala-berhala yang mereka miliki. Karena merasa sedih dan kecewa dengan penolakan itu, Nabi Yunus AS pun memperingatkan kaumnya bahwa azab Allah SWT akan datang pada mereka dalam kurun waktu tertentu.
Setelahnya Nabi Yunus AS pun pergi meninggalkan mereka, tidak lama ancaman azab tersebut benar-benar tampak dengan berubahnya langit menjadi gelap dan menakutkan. Peristiwa tersebut menunjukan bagaimana doa yang dipanjatkan Nabi Yunus AS didengar dan dikabulkan oleh Allah SWT.
Langit yang gelap ini menjadi tanda bahwa peringatan yang diucapkan Nabi Yunus AS bukannya ancaman kosong, tetapi juga bagian dari kehendak Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam Surat Yunus ayat 98 yang berbunyi:
فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ اٰمَنَتْ فَنَفَعَهَآ اِيْمَانُهَآ اِلَّا قَوْمَ يُوْنُسَۗ لَمَّآ اٰمَنُوْا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنٰهُمْ اِلٰى حِيْنٍ
Artinya: “Tidak ada suatu negeri pun yang beriman lalu imannya itu bermanfaat baginya kecuali kaum Yunus. Ketika mereka beriman, Kami hilangkan azab yang menghinakan dari mereka dalam kehidupan dunia dan Kami beri mereka kesenangan sampai waktu tertentu.” (QS. Yunus: 98)
Ditelan Ikan Besar tetapi Tetap Hidup
Mukjizat Nabi Yunus AS yang paling terkenal ialah saat beliau ditelah oleh seekor ikan besar. Dikisahkan setelah meninggalkan Ninawa, Nabi Yunus AS menaiki kapal yang ternyata kelebihan muatan. Ketika datang badai besar, para penumpang memutuskan untuk melakukan undian siapa yang harus dilempar ke laut agar kapal tidak karam. Nama Nabi Yunus terus muncul meski di ulang beberapa kali. Hingga akhirnya beliau pun melompat ke laut dan badai pun langsung reda.
Namun Allah SWT berkehendak lain. Datang seekor ikan besar, yang langsung menelan Nabi Yunus AS, tetapi tidak menyakitinya. Beliau berada di dalam perut ikan dalam keadaan hidup, gelap dan penuh tekanan. Dalam kondisi ini, Nabi Yunus AS terus berdzikir, mengakui kesalahannya dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Hal ini juga tercatat dalam surat Al Anbiya ayat 87 yang berbunyi:
فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ
Artinya: “Ia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ‘Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.’” (QS. Al-Anbiya: 87)
Allah Menumbuhkan Pohon Labu untuk Menyembuhkan Nabi Yunus AS
Setelah doa Nabi Yunus AS dikabulkan, ikan besar itu kemudian memuntahkan Nabi Yunus AS di daratan yang gersang. Kondisi beliau yang saat itu sangat lemah dan sakit akibat tekanan di dalam perut ikan. Namun Allah SWT tidak membiarkannya begitu saja. Di sekitar tempat Nabi Yunus AS jatuh, Allah SWT menumbuhkan beberapa pohon sejenis labu yang bisa dikonsumsi dan menjadi obat alami untuk memulihkan tubuh beliau yang sakit.
Buah labu itu sangat lembut dan mudah dicerna, labu ini membantu mengembalikan kekuatan fisik Nabi Yunus AS. Selain itu, dengan daunnya yang lebar, bisa digunakan untuk melindungi beliau dari panasnya matahari. Mukjizat Nabi Yunus AS ini menandakan bahwa pertolongan Allah SWT selalu hadir bahkan setelah manusia keluar dari kesulitan yang amat besar. Hal ini sesuai dengan ayat dalam Al Quran yaitu pada Surat As Saffat ayat 145 sampai 146 yang berbunyi:
فَنَبَذْنٰهُ بِالْعَرَآءِ وَهُوَ سَقِيْمٌ ۚ
وَاَنْۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّنْ يَقْطِيْ
Artinya:
“Lalu Kami lemparkan dia ke daratan yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit. Kemudian Kami tumbuhkan di atasnya sebatang pohon dari jenis labu.” (QS. As-Saffat: 145-146)
Kaum Ninawa Bertobat dan Selamat dari Azab
Tidak seperti kaum nabi lain yang tetap memilih membangkang hingga akhirnya ditimpa azab yang tidak terelakan, kaum Ninawa justru menerima peringatan itu dengan penuh ketakutan. Ketika langit menggelap, mereka menyadari bahwa ancaman Nabi Yunus AS bukan hanya sekedar kata-kata omong kosong. Mereka pun segera berkumpul, berdoa, dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Taubat mereka pun diterima, dan azab yang seharusnya melanda mereka dibatalkan dan dihilangkan.
Inilah salah satu peristiwa unik yang terjadi pada kaum Nabi Yunus, dimana mereka menjadi satu-satunya umat yang diselamatkan setelah melihat tanda-tanda azab. Mukjizat Nabi Yunus AS ini menunjukan keagungan Allah SWT dan menggambarkan besarnya pengaruh dakwah Nabi Yunus AS yang telah diberikan, meski beliau sempat meninggalkan kaumnya. Ini juga dijelaskan dalam surat Yunus ayat 98 yaitu:
فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ اٰمَنَتْ فَنَفَعَهَآ اِيْمَانُهَآ اِلَّا قَوْمَ يُوْنُسَۗ
Artinya: “Tidak ada suatu negeri pun yang beriman lalu imannya itu bermanfaat baginya kecuali kaum Yunus.” (QS. Yunus: 98)
Kembali Berdakwah pada Kaumnya yang Telah Berubah
Setelah pulih, Allah SWT memerintahkan Nabi Yunus AS untuk kembali berdakwah kepada kaum Ninawa. Ketika beliau kembali, ternyata masyarakat telah berubah. Mereka menerima ajaran tauhid dan beriman kepada Allah SWT, serta meninggalkan penyembahan berhala.
Mukjizat Nabi Yunus AS menunjukan keberhasilan dakwah Nabi Yunus AS dan rahmat Allah SWT yang begitu luas, dimana kaum Ninawa kemudian hidup dalam ketenangan dan keselamatan, ini diterangkan dalam surat As Saffat ayati 148:
فَاٰمَنُوْا فَمَتَّعْنٰهُمْ اِلٰى حِيْنٍ
Artinya: “Mereka pun beriman, lalu Kami berikan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu.” (QS. As-Saffat: 148)
Kisah Nabi Yunus AS bukan hanya sekedar tentang Mukjizat Nabi Yunus AS semata, namun juga pembelajaran yang berharga bagi umat muslim. Beliau menunjukan bahwa kesabaran dan ketulusan dapat mengubah keadaan sulit menjadi pertolongan yang luar biasa.
Tanya Jawab (QnA)
Q: Berapa lama Nabi Yunus AS berada di dalam perut ikan paus?
A: Para ulama berbeda pendapat mengenai durasi Nabi Yunus AS di dalam perut ikan. Ada yang menyebutkan kurang dari sehari, tiga hari, tujuh hari, bahkan hingga 40 hari. Yang pasti, Allah SWT menjaga beliau tetap hidup selama berada di dalam perut ikan tersebut.
Q: Mengapa kaum Nabi Yunus AS bisa selamat dari azab Allah SWT?
A: Kaum Ninawa selamat dari azab karena mereka bertaubat dengan sungguh-sungguh ketika melihat tanda-tanda azab mulai turun. Mereka mengakui kesalahan dan kembali beriman kepada Allah SWT, sehingga Allah SWT mengampuni mereka dan mengangkat azab yang akan turun.
Q: Apa hikmah dari mukjizat pohon labu yang ditumbuhkan untuk Nabi Yunus AS?
A: Pohon labu memiliki berbagai manfaat: daunnya memberikan naungan, buahnya mudah dicerna dan bergizi tinggi, serta memiliki khasiat penyembuhan. Mukjizat ini menunjukkan kasih sayang Allah SWT dan bahwa Dia menyediakan solusi yang tepat untuk setiap masalah hamba-Nya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492008/original/084844100_1770114331-gng_1288879_hires.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515420/original/095320400_1772173991-SAVE_20260227_095307.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515926/original/051695300_1772231489-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511196/original/043290200_1771899757-019966800_1650552451-katerina-kerdi-TAfqq1B3-2s-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412025/original/035143700_1763029989-d913a63a-d220-4d22-85ec-545e67ee7246.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)