Liputan6.com, Jakarta - Surat Al-Ikhlas adalah salah satu surat yang sangat populer di kalangan umat Islam. Popularitas itu terkait dengan keutamaan-keutamaan membaca surat Al-Ikhlas, dan pendeknya surat ini.
Surat Al-Ikhlas adalah surat ke-112, yang merupakan golongan surat Makiyah atau turun di Makkah sebelum Nabi Muhammad SAW berhijrah ke Madinah. Surat Al-Ikhlas terdiri dari empat surat.
Dalam Taisir al-Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di menggambarkan Surat Al-Ikhlas sebagai sebuah bangunan tauhid yang sistematis dan logis. Ayat-ayatnya tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan erat untuk membentuk konsep ketuhanan yang sempurna.
Nama Al-Ikhlas sendiri bermakna 'pemurnian' atau 'Ketulusan,' karena membacanya dengan penghayatan berarti memurnikan keyakinan tentang keesaan Allah. Selain kandungannya yang agung sehingga disebut sebagai At-Tauhid, Rasulullah SAW sendiri telah menegaskan berbagai keutamaan surat Al-Ikhlas. Walau pendek, surat Al-Ikhlas memiliki fadhilah luar biasa. Berikut ini ulasannya.
1. Menyamai Pahala Sepertiga Al-Qur'an
Merujuk Jurnal Keutamaan Surat Al-Ikhlas (Studi atas Hadis dalam Sunan Abu Dawud Nomor 1461), Siti Lailatul Qomariyah, ebook Keutamaan Surat Al-Ikhlas (tanpa pengarang), Laman Ibnu Majah, dan sumber relevan lainnya, berikut adalah keutamaan-keutamaan Surah Al-Ikhlas:
Membaca Surat Al-Ikhlas disebut akan memperoleh pahala dan kebaikan setara sepertiga Al-Qur'an.
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ : أَنَّ رَجُلًا سَمِعَ رَجُلًا يَقْرَأُ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ يُرَدِّدُهَا فَلَمَّا أَصْبَحَ جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ وَكَأَنَّ الرَّجُلَ يَتَقَالُهَا، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ.
Artinya: Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu bahwa seorang laki-laki mendengar seseorang membaca Qul Huwallaahu Ahad (surat al-Ikhlas) sambil mengulang-ulangnya. Di pagi harinya, laki-laki itu menemui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan menceritakan hal itu, seakan-akan ia menganggapnya sedikit. Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya surat itu benar-benar menyamai (pahala/kedudukan) sepertiga Al-Qur'an."
Keutamaan ini bermakna ganda. Pertama, bahwa pahala membacanya adalah sama dengan membaca sepertiga Al-Qur'an. Kedua, Surah Al-Ikhlas menyamai sepertiga Al-Qur'an dilihat dari segi isinya.
Penjelasan 1 Ulama (Ringkasan Pendapat Ulama dalam Jurnal):
Di kalangan ulama terdapat perbedaan pendapat mengenai makna "sepertiga Al-Qur'an". Bahwa Al-Ikhlas disebut sepertiga Al-Qur'an karena ia mengandung unsur tauhid (keesaan Allah). Tauhid merupakan salah satu kandungan isi pokok Al-Qur'an, di samping hukum (fiqh) dan kisah-kisah (sejarah).
2. Dicintai oleh Allah SWT
Keutamaan ini menunjukkan bahwa kecintaan seorang hamba terhadap Surah Al-Ikhlas—karena isinya yang merupakan murni tentang sifat-sifat keesaan Allah (Sifat Ar-Rahman)—akan dibalas oleh Allah dengan cinta-Nya1.
Nabi SAW bersabda:
عَنْ عَائِشَةَ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ رَجُلًا عَلَى سَرِيَّةٍ، وَكَانَ يَقْرَأُ لِأَصْحَابِهِ فِي صَلَاتِهِمْ فَيَخْتِمُ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، فَلَمَّا رَجَعُوا ذَكَرُوا ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: سَلُوهُ لِأَيِّ شَيْءٍ يَصْنَعُ ذَلِكَ؟ فَسَأَلُوهُ، فَقَالَ: لِأَنَّهَا صِفَةُ الرَّحْمَنِ وَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِمَا، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَخْبِرُوهُ أَنَّ اللهَ يُحِبُّهُ.
Artinya: Dari Aisyah radhiyallahu 'anha bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus seorang lelaki dalam suatu pasukan khusus (sariyyah), lantas laki-laki tersebut membaca (mengawali dan menutup) shalatnya dengan Qul Huwallaahu Ahad (Surat Al-Ikhlas). Ketika mereka pulang, mereka menceritakan hal ini kepada Nabi SAW. Beliau bersabda: "Tolong tanyailah dia, mengapa dia berbuat sedemikian?" Mereka pun menanyainya, dan sahabat tadi menjawab, "Sebab surat itu adalah menggambarkan sifat Ar-Rahman, dan aku menyukai membacanya." Maka Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Beritahukanlah kepadanya bahwa Allah menyukainya."
Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa Allah mencintai pembaca surah tersebut karena kecintaannya pada sifat-sifat Allah yang terkandung di dalamnya.
3. Cinta Surat Al-Ikhlas Akan Memasukkan ke dalam Surga
Tingkat kecintaan yang mendalam terhadap kandungan Surah Al-Ikhlas (yaitu tauhid/keesaan Allah) adalah sebab yang kuat untuk memperoleh Surga
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ : كَانَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ يَؤُمُّهُمْ فِي مَسْجِدِ قُبَاءَ... فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُحِبُّهَا، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ حُبَّهَا أَدْخَلَكَ الْجَنَّةَ.
Artinya: Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Seorang sahabat Anshar mengimami mereka di Masjid Quba, setiap kali mengawali untuk membaca surat dalam shalat, ia selalu memulainya dengan membaca Qul Huwallaahu Ahad (surat al-Ikhlas) hingga selesai, lalu ia melanjutkan dengan surat yang lain, dan ia selalu melakukannya di setiap rakaat. Ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mendatangi mereka dan bertanya alasan ia melakukan itu, ia menjawab: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku menyukainya." Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya mencintainya akan memasukkanmu ke dalam surga."
Syaikh al-Albani menilai kualitas hadis ini, yaitu 'Hasan Shahih'.
4. Wajib (Jaminan) Masuk Surga
Nabi SAW bersabda:
سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ : أَقْبَلْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمِعَ رَجُلًا يَقْرَأُ { قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، اللهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ} فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَجَبَتْ فَسَأَلْتُهُ: مَاذَا يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: الْجَنَّةُ.
Artinya: Aku telah mendengar Abu Hurairah berkata: "Aku datang bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau mendengar seorang laki-laki membaca (Surah Al-Ikhlas). Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian bersabda: 'Wajib baginya.' Aku bertanya: 'Apa yang wajib bagi dia wahai Rasulullah?' Beliau menjawab: 'Surga.'".
Membaca Surah Al-Ikhlas secara tulus dan meresapi kandungan tauhidnya dapat menjadikan Surga sebagai hak yang wajib diperoleh bagi seorang hamba. Mengenai kualitas sanad hadis ini, Syaikh Syu'aib al-Arnauth berpendapat bahwa "Sanadnya shahih".
5. Diampuni Dosa-dosa (Ghufrun)
Membaca Surah Al-Ikhlas dapat menjadi sebab terhapusnya dosa seorang muslim (diampuni).
Nabi SAW bersabda:
وَسَمِعَ رَجُلًا يَقْرَأُ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ قَالَ: غُفِرَ لَهُ.
Artinya: Dari Abu Al Hasan Muhajir, ia menceritakan bahwa ia pernah bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dalam sebuah perjalanan... Dan beliau mendengar seseorang membaca; Qul Huwallaahu Ahad (surat al-Ikhlas). Beliau bersabda: "Ia telah diampuni.".
Mengenai kualitas sanad hadis ini, Husain Salim Asad ad-Daroni berpendapat bahwa "Isnadnya shahih".
6. Dibangunkan Istana di Surga
Keutamaan ini berupa hadiah materiil di akhirat, yaitu janji pembangunan istana (rumah) di dalam Surga bagi yang mengamalkannya sebanyak sepuluh kali.
Nabi SAW bersabda:
مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ حَتَّى يَخْتِمَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ، بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْراً فِي الْجَنَّةِ.
Artinya: Barang siapa yang membaca Qul Huwallahu Ahad (Surah Al-Ikhlas) hingga selesai sebanyak sepuluh kali, Allah akan membangunkan untuknya sebuah istana (qashran) di Surga.
7. Mendapatkan Perlindungan Sempurna dari Segala Kejahatan
Keutamaan ini diperoleh ketika Surah Al-Ikhlas dibaca bersama dua surat pelindung lainnya, yaitu Al-Falaq dan An-Naas, khususnya pada waktu pagi dan petang.
Nabi SAW bersabda:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ خُبَيْبٍ قَالَ خَرَجْنَا فِي لَيْلَةِ مَطَرٍ وَظُلْمَةٍ شَدِيدَةٍ نَطْلُبُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيُصَلِّيَ لَنَا فَأَدْرَكْنَاهُ فَقَالَ "قُلْ" فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا ثُمَّ قَالَ "قُلْ" فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا ثُمَّ قَالَ "قُلْ" فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَقُولُ قَالَ "قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِي وَتُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ"
Artinya: Dari Abdullah bin Khubaib, dia berkata: "Kami keluar pada malam hujan dan gelap gulita untuk mencari Rasulullah SAW agar beliau shalat bersama kami. Kemudian kami menjumpainya. Beliau bersabda: 'Katakanlah!' Aku tidak mengatakan apapun. Kemudian beliau bersabda lagi: 'Katakanlah!' Aku tidak mengatakan apapun. Kemudian beliau bersabda: 'Katakanlah!' Aku bertanya: 'Wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan?' Beliau bersabda: 'Bacalah Qul Huwallahu Ahad (Surah Al-Ikhlas) dan Al-Mu'awwidzatain (Surah Al-Falaq dan An-Naas) tiga kali di waktu sore dan pagi hari, maka ia akan mencukupkan bagimu dari segala sesuatu (keburukan/kejahatan)." (Hadis riwayat Abu Dawud no. 5082, dan at-Tirmidzi no. 3575)
Membaca ketiga surah ini; Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas, secara rutin di waktu pagi dan petang (terutama sebanyak tiga kali) akan mendatangkan perlindungan yang mencukupi (takfika) dari Allah SWT terhadap segala bentuk kejahatan, bahaya, penyakit, atau keburukan yang menimpa.
Perlindungan ini bersumber dari mengikrarkan keesaan Allah (Al-Ikhlas) dan memohon perlindungan kepada-Nya dari kejahatan makhluk (Al-Falaq) serta kejahatan manusia dan jin (An-Naas).
Imam At-Tirmidzi memberikan komentar setelah meriwayatkan hadis ini: "Ini adalah hadis hasan shahih gharib." Penilaian Imam At-Tirmidzi ini menunjukkan bahwa hadis tentang anjuran membaca Al-Mu'awwidzat (tiga surah ini) untuk perlindungan adalah hadis yang kuat dan dapat diamalkan (shahih).
Waktu yang Dianjurkan Membaca Surat Al-Ikhlas
Berikut ini adalah waktu-waktu dianjurkan membaca surat Al-Iklas, merujuk ebook Keutamaan Surat Al-Ikhlas, Ibnu Majah.
1. Setelah Shalat Wajib (Fardhu)
Dianjurkan membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas (Al-Mu'awwidzat) masing-masing satu kali setelah setiap shalat fardhu.
2. Pagi dan Petang (Dzikir)
Dianjurkan membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas masing-masing tiga kali setelah shalat Subuh dan setelah shalat Maghrib (atau sebelum/sesudah matahari terbit dan terbenam) sebagai benteng pertahanan dan perlindungan dari segala keburukan.
3. Sebelum Tidur
Disunahkan membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas masing-masing tiga kali lalu meniupkannya pada kedua telapak tangan, kemudian mengusapkannya ke seluruh tubuh yang terjangkau, dimulai dari kepala dan wajah.
4. Saat Shalat Sunnah (Rawatib)
Disunahkan membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua dalam beberapa shalat sunnah seperti: Shalat Sunnah Fajar (sebelum Subuh), Shalat Sunnah Tawaf, dan Shalat Sunnah Maghrib (setelah Maghrib).
5. Dalam Shalat Witir
Disunahkan membaca Surah Al-A'la, Al-Kafirun, dan Surah Al-Ikhlas secara berurutan dalam tiga rakaat Shalat Witir.
Bacaan Surat Al-Ikhlas Arab, Latin dan Artinya
Berikut ini bacaan lengkap surat Al-Ikhlas Arab, latin dan artinya:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ هُوَ اللّٰهُ أَحَدٌ - اَللّٰهُ الصَّمَدُ - لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ - وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا أَحَدٌ ࣖ
Latin: Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.
Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa. "Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.
People also Ask:
1. Apa keutamaan membaca surah Al-Ikhlas?
Akan diampuni dosa-dosanya
Dari Anas bin Malik RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “barang siapa yang membaca Qul Huwallahu Ahad atau surat Al Ikhlas sebanyak 50 kali niscaya diampuni dosa-dosanya selama 50 tahun”.
2. Membaca surat Al Ikhlas 1000 kali apa manfaatnya?
Manfaat membaca Surah Al-Ikhlas 1000x adalah untuk mengabulkan hajat, menjauhkan dari marabahaya, dan membebaskan dari neraka, terutama jika dibaca pada waktu-waktu tertentu seperti di Hari Arafah atau di antara waktu shalat Maghrib dan Isya, salah satunya melalui hadis yang diriwayatkan gramedia.com. Selain itu, ada riwayat yang menyebutkan bahwa amalan ini bisa membeli diri seseorang dari neraka dan mendatangkan berbagai kebaikan lainnya.
3. Barang siapa yang membaca al-Ikhlas 10 kali?
Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, Rasulullah bersabda: “Barang siapa membaca Qul Huwallahu Ahad atau membaca surat Al Ikhlas sebanyak 10 kali maka akan dibangunkan oleh Allah untuknya satu istana di dalam surga. Dan barangsiapa membacanya sebanyak 20 kali maka akan dibangunkan 2 istana di dalam surga.
4. Apa manfaat membaca surat Al Ikhlas 200 kali?
Yuk Sering Dibaca! Ini 5 Manfaat Membaca Surat Al Ikhlas ...Membaca surat Al-Ikhlas 200 kali memiliki khasiat diampuninya dosa selama 50 tahun dan dicatat mendapatkan seribu lima ratus kebaikan. Keutamaan lainnya adalah memperkuat keimanan dengan menegaskan tauhid, serta melindungi dari kesulitan dunia dan akhirat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492008/original/084844100_1770114331-gng_1288879_hires.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515420/original/095320400_1772173991-SAVE_20260227_095307.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515926/original/051695300_1772231489-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511196/original/043290200_1771899757-019966800_1650552451-katerina-kerdi-TAfqq1B3-2s-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412025/original/035143700_1763029989-d913a63a-d220-4d22-85ec-545e67ee7246.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)