70 Kata-Kata Mutiara Ali bin Abi Thalib tentang Kehidupan dan Iman

4 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Kata-kata mutiara Ali bin Abi Thalib tentang kehidupan dan iman hingga kini masih relevan menjadi rujukan dan penyejuk bagi umat, di tengah deru kehidupan modern yang begitu dinamis dan penuh tekanan. Nasihatnya menjadi penguat untuk menghadapi tantangan zaman dengan fondasi tauhid yang kuat.

Kecerdasan dan kebijaksanaan Ali telah diakui dalam lintasan zaman. Bahkan, kredibilitas keilmuannya diakui Rasulullah SAW: "Aku adalah kota ilmu, sedangkan Ali adalah pintunya," Hadis ini mengukuhkan posisinya sebagai ensiklopedi dan rujukan keilmuan Islam.

Kekayaan intelektual ini memicu kekaguman para ulama. Syarif Ar-Radhi, penyusun kitab Nahjul Balaghah, memandang bahwa kefasihan retorika Ali melampaui tutur manusia biasa. Kitab tersebut secara utuh merangkum mahakarya pemikiran sang Khalifah.

Merujuk Buku Tanyalah Aku sebelum Kau Kehilangan Aku, Kata-Kata Mutiara Ali bin Abi Thalib, Penerjemah Tholib Anis dan sumber kredibel lainnya, berikut ini adalah kumpulan kata-kata mutiara Ali bin Abi Thalib.

Kata-Kata Mutiara Ali bin Abi Thalib: Keimanan dan Hubungan dengan Allah

1. Maukah aku tunjukkan kepada kalian buah surga? Ia adalah (kalimat), "la ilaha illallāh", dengan syarat ikhlas.

2. Pokok agama adalah makrifat tentang Allah.

3. Aku sungguh heran terhadap orang yang ragu tentang Allah, padahal dia melihat ciptaan Allah.

4. Bersyukurlah kepada Allah atas nikmat-Nya yang dikaruniakan kepadamu dan pujilah Dia atas cobaan-Nya yang ditimpakan-Nya kepadamu.

5. Syukur adalah hiasan kekayaan.

6. Janganlah sekali-kali engkau meminta kepada selain Allah, karena sesungguhnya jika Dia memberimu, niscaya Dia akan menjadikanmu tidak butuh (kepada siapa pun).

7. Siapa saja yang hanya butuh kepada Allah, niscaya orang-orang akan butuh kepadanya.

8. Janganlah sekali-kali engkau berharap kecuali kepada Tuhanmu, dan janganlah sekali-kali engkau takut kecuali terhadap dosamu.

9. Cukuplah bagiku kebanggaan bahwasanya Engkau menjadi Tuhan bagiku, dan cukuplah kemuliaan bagiku bahwasanya aku menjadi hamba bagi-Mu.

10. Segala perkara tunduk pada takdir, bahkan termasuk kematian yang telah direncanakan.

Kehidupan Dunia dan Hakikat Akhirat

11. Setiap orang akan menuai akibat: manis atau pahit.

12. Perbanyaklah mengingat kematian, hari keluarnya (dibangkitkannya) kalian dari kubur kalian... niscaya berbagai musibah akan terasa ringan bagi kalian.

13. Aku sungguh heran terhadap seseorang yang lupa akan kematian, padahal dia melihat orang-orang yang meninggal dunia.

14. Anggaplah ringan kematian itu, karena letak kesakitannya adalah ketika engkau merasa takut padanya.

15. Mengharapkan kematian saat kematian itu datang adalah lebih buruk daripada kematian itu sendiri.

16. Setiap zaman mempunyai makanan pokok, sedangkan engkau adalah makanan pokok kematian.

17. Hati-hatilah terhadap dunia yang menipu dan memperdayakan ini.

18. Dunia akan membinasakan orang yang merasa aman darinya, dan orang yang waspada terhadapnya akan mendapatkannya.

19. Dunia ini adalah negeri yang sekadar dilewati menuju negeri yang abadi.

20. Ambillah dari dunia ini apa yang mendatangimu dan berpalinglah dari apa yang berpaling darimu.

21. Dunia diciptakan untuk selain dirinya (yakni untuk akhirat) dan tidak diciptakan untuk dirinya.

22. Permulaan dunia adalah kesusahpayahan dan akhirnya adalah kehancuran.

23. Dunia adalah kumpulan musibah dan minuman yang pahit, satu sama lain tidak saling menyenangkan.

24. Barangsiapa yang mencari dunia, kematian akan mencarinya sehingga ia mengeluarkannya dari dunia.

25. Kepahitan dunia ini adalah kemanisan akhirat, dan kemanisan dunia ini adalah kepahitan akhirat.

26. Dunia memerlukan harta, sedangkan akhirat memerlukan amal.

27. Cukuplah surga sebagai pahala dan anugerah, dan cukup pula neraka sebagai siksa dan bencana.

Agama, Alquran, dan Kebenaran

28. Tidak ada kemuliaan yang lebih tinggi daripada Islam.

29. Agama adalah tanda kemuliaan dan selamanya kemuliaan dimuliakan dengan agama.

30. Pokok agama adalah lurusnya keyakinan.

31. Ketahuilah bahwasanya Alquran adalah pemberi nasihat yang tulus yang tidak pernah menipu.

32. Tidak akan sempurna iman seorang hamba sehingga apa yang ada di tangan Allah lebih dipercayainya daripada apa yang ada di tangannya sendiri.

33. Iman adalah makrifat dengan hati, pengakuan dengan lidah, dan tindakan dengan anggota-anggota badan.

34. Orang Mukmin, jika melihat, dia mengambil pelajaran; jika berbicara, dia berzikir; jika kaya, dia bersyukur; dan jika ditimpa musibah, dia bersabar.

35. Hikmah adalah barang milik orang Mukmin yang hilang. Oleh karena itu, ambillah hikmah itu walaupun dari orang munafik.

36. Perbedaan antara seorang Mukmin dan kafir adalah shalat.

37. Puasa adalah ibadah antara seorang hamba dengan Penciptanya, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia dan tidak ada pula yang membalasnya kecuali Dia.

38. Sesungguhnya kebenaran itu berat dan sehat, sedangkan kebatilan itu ringan dan berpenyakit.

39. Setiap ada dua seruan yang bertentangan, pasti salah satunya sesat.

40. Peliharalah iman kalian dengan bersedekah.

Akhlak, Penyesalan, dan Tobat

41. Tinggalkan dosa-dosa sebelum ia meninggalkanmu (dengan kematianmu).

42. Barangsiapa yang bersenang-senang dengan bermaksiat kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan kepadanya kehinaan.

43. Keselamatan memiliki sepuluh bagian, yang sembilan di antaranya terdapat dalam diam kecuali dari zikir kepada Allah Taālā.

44. Doa adalah kunci rahmat.

45. Tolaklah berbagai gelombang bencana dengan doa.

46. Harapan bagi al-Khaliq SWT lebih kuat daripada rasa takut, karena engkau takut kepada-Nya disebabkan oleh dosamu.

47. Janganlah sekali-kali engkau berputus asa dari dosa karena pintu tobat senantiasa terbuka.

48. Meninggalkan dosa lebih mudah daripada bertobat.

49. Jika engkau melakukan suatu perbuatan dosa, maka segeralah menghapusnya dengan bertobat.

50. Bertakwalah kepada Allah dengan sebagian ketakwaan walaupun sedikit dan jadikanlah antara engkau dan Allah penutup—walaupun tipis.

51. Ibadah yang paling utama adalah menahan diri dari kemaksiatan dan berhenti ketika dihadapkan pada perkara yang syubhat.

52. Perbuatan buruk yang menjadikanmu bersedih karenanya lebih baik di sisi Allah daripada perbuatan baik yang membuatmu bangga.

53. Siapa yang memandang dirinya buruk, maka dia adalah orang yang baik; dan siapa yang memandang dirinya baik, dia adalah orang yang buruk.

Akal, Ilmu, dan Hubungan Sosial

54. Barangsiapa yang mengintrospeksi dirinya, maka dia telah beruntung; dan barangsiapa yang lalai akan dirinya, maka dia telah merugi.

55. Didiklah dirimu dengan apa yang engkau tidak suka bagi selain dirimu.

56. Celaan seseorang terhadap dirinya sendiri secara terang-terangan adalah pujian terhadapnya secara diam-diam.

57. Tanyailah hati tentang segala perkara karena sesungguhnya ia adalah saksi yang tidak akan menerima suap.

58. Kekayaan yang paling besar adalah akal.

59. Akal lebih diutamakan daripada hawa nafsu karena akal menjadikanmu sebagai pemilik zaman, sedangkan hawa nafsu memperbudakmu untuk zaman.

60. Tidak ada harta yang lebih berharga daripada akal.

61. Lidah orang Mukmin berada di belakang hatinya, sedangkan hati orang munafik berada di belakang lidahnya.

62. Berbicaralah, niscaya kalian akan dikenal karena sesungguhnya seseorang tersembunyi di bawah lidahnya.

63. Lidah laksana binatang buas, yang jika dilepaskan, niscaya ia akan menggigit.

64. Sebaik-baik perkataan seseorang adalah apa yang perbuatannya membuktikannya.

65. Barangsiapa yang banyak bicaranya, maka banyak pula kesalahannya.

66. Ilmu adalah sebaik-baik perbendaharaan dan yang paling indahnya. Ia ringan dibawa, namun besar manfaatnya.

67. Ilmu adalah kekuatan. Barangsiapa yang mendapatkannya, dia akan menyerang dengannya; dan barangsiapa yang tidak mendapatkannya, dialah yang akan diserang olehnya.

68. Kecintaan terhadap ilmu termasuk kemuliaan cita-cita.

69. Akal tidak akan pernah membahayakan pemiliknya selamanya, sedangkan ilmu tanpa akal akan membahayakan pemiliknya.

70. Pelajarilah ilmu, niscaya kalian akan dikenal dengannya; dan amalkanlah ilmu (yang kalian pelajari) itu, niscaya kalian akan termasuk ahlinya.

Pertanyaan Seputar Kata-Kata Mutiara Ali bin Abi Thalib

Kata mutiara Ali bin Abi Thalib tidak perlu menjelaskan siapa dirimu?

Berikut adalah salah satu kutipan paling populer dari Ali bin Abi Thalib:

"Tidak perlu menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak akan percaya itu."

Nasehat Ali bin Abi Thalib apa yang menjadi milikmu?

Nasehat Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang sangat terkenal mengajarkan kita untuk ikhlas dan tidak risau: "Apa yang ditakdirkan menjadi milikmu akan menemukan jalannya menemukanmu dan berada dalam genggamanmu, sementara apa yang luput darimu tidak akan pernah menjadi milikmu."

Apa keistimewaan yang dimiliki oleh Ali bin Abi Thalib?

Ia adalah pribadi yang penuh energi, cerdas, dan ahli dalam hukum agama. Ali juga dikenal sebagai pejuang yang gagah berani dan sahabat yang setia. Ia adalah salah satu dari sepuluh sahabat Nabi yang dijamin masuk surga, dicintai oleh Allah SWT dan Rasul-Nya, serta dihormati karena posisinya seperti Harun di sisi Musa.

Julukan apa yang diberikan kepada Ali bin Abi Thalib?

Julukan juga ada pada Ali bin Abi Thalib yang memiliki sejumlah sapaan, di antaranya Abu Turab atau Bapak Tanah atau Debu. Dari banyaknya julukkan yang diberi kepadanya, Ali bin Abi Thalib menyukai julukan Abu Turab tersebut.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |