Liputan6.com, Jakarta - Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, salah satunya dengan melaksanakan puasa sunnah di bulan Dzulhijjah. Di antara puasa tersebut, puasa Tarwiyah menjadi salah satu yang cukup sering dicari, terutama terkait bacaan niat puasa Tarwiyah yang benar. Banyak orang ingin memastikan niat yang dibaca sesuai tuntunan agar ibadah yang dilakukan semakin sempurna.
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sehari sebelum puasa Arafah. Meskipun tidak sepopuler puasa Arafah, puasa ini tetap memiliki keutamaan tersendiri sebagai bagian dari amalan di hari-hari terbaik dalam Islam. Oleh karena itu, memahami niat puasa Tarwiyah beserta hukum, waktu, dan keutamaannya menjadi penting bagi setiap Muslim yang ingin mengamalkannya dengan benar.
Apa Itu Puasa Tarwiyah?
Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, yaitu satu hari sebelum puasa Arafah. Puasa ini termasuk dalam rangkaian ibadah di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yang dikenal sebagai hari-hari paling mulia dalam Islam. Pada hari-hari tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh seperti puasa, dzikir, dan sedekah.
Secara bahasa, kata “Tarwiyah” berasal dari kata “rawa” yang berarti menghilangkan dahaga. Penamaan ini berkaitan dengan tradisi jamaah haji di masa lalu yang mempersiapkan persediaan air sebelum berangkat ke Arafah. Hari Tarwiyah menjadi momen penting dalam rangkaian ibadah haji, sehingga puasa pada hari tersebut memiliki nilai spiritual yang tinggi bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.
Bagi umat Islam yang tidak menunaikan ibadah haji, puasa Tarwiyah menjadi salah satu amalan sunnah yang dapat dilakukan untuk meraih keutamaan di bulan Dzulhijjah. Puasa ini menjadi bentuk pendekatan diri kepada Allah sekaligus persiapan menyambut hari Arafah yang memiliki keutamaan lebih besar.
Hukum Puasa Tarwiyah
Hukum puasa Tarwiyah adalah sunnah, artinya dianjurkan untuk dikerjakan namun tidak berdosa jika ditinggalkan. Para ulama sepakat bahwa puasa di sepuluh hari pertama Dzulhijjah termasuk amalan yang dianjurkan, meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai dalil khusus yang menyebutkan puasa Tarwiyah secara spesifik.
Sebagian ulama menyebutkan bahwa tidak ada hadis shahih yang secara tegas menyebut keutamaan puasa Tarwiyah secara khusus. Namun, mereka tetap menganjurkan puasa ini karena termasuk dalam keumuman amalan di sepuluh hari pertama Dzulhijjah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Hal ini didasarkan pada hadis Nabi yang menyebutkan bahwa tidak ada hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah selain hari-hari tersebut.
Di sisi lain, ada juga ulama yang lebih berhati-hati dan tidak secara khusus mengkhususkan puasa Tarwiyah sebagai amalan yang memiliki keutamaan tersendiri. Namun, mereka tetap membolehkan bahkan menganjurkan puasa tersebut sebagai bagian dari puasa sunnah di awal Dzulhijjah. Perbedaan ini menunjukkan bahwa dalam praktIKNya, puasa Tarwiyah tetap berada dalam koridor amalan yang baik.
Perlu diperhatikan bahwa puasa Tarwiyah tidak dianjurkan bagi jemaah haji yang sedang menjalankan ibadah di tanah suci, terutama jika puasa tersebut dapat melemahkan kondisi fisik mereka saat menjalani wukuf di Arafah. Dalam kondisi ini, menjaga kekuatan tubuh untuk ibadah utama lebih diutamakan.
Niat Puasa Tarwiyah
Niat merupakan bagian penting dalam setiap ibadah, termasuk puasa Tarwiyah. Niat dilakukan dalam hati untuk menegaskan tujuan berpuasa karena Allah SWT. Meskipun niat cukup di dalam hati, melafalkannya dapat membantu seseorang untuk lebih menghadirkan kesadaran dan kekhusyukan dalam beribadah.
Berikut adalah bacaan niat puasa Tarwiyah yang umum digunakan:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta‘ala
“Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta‘ala.”
Niat Puasa Tarwiyah di Siang Hari
Dalam puasa sunnah seperti puasa Tarwiyah, niat tidak harus selalu dilakukan pada malam hari. Seseorang diperbolehkan berniat di siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar. Hal ini berdasarkan praktik yang pernah dicontohkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW terkait puasa sunnah.
Namun, jika seseorang sudah makan atau minum setelah waktu subuh, maka ia tidak bisa lagi berniat puasa pada hari tersebut. Oleh karena itu, meskipun diperbolehkan, tetap lebih utama untuk berniat sejak malam hari agar lebih sempurna dalam menjalankan ibadah puasa.
Kapan Puasa Tarwiyah Dilaksanakan?
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah dalam kalender Hijriyah. Penentuan tanggal ini mengikuti hasil rukyatul hilal atau penetapan resmi dari pemerintah maupun otoritas keagamaan setempat. Oleh karena itu, tanggal pelaksanaan puasa Tarwiyah bisa sedikit berbeda tergantung pada penetapan awal bulan Dzulhijjah.
Karena bersifat mengikuti kalender Hijriyah, tanggal puasa Tarwiyah akan terus berubah setiap tahun jika dilihat dalam kalender Masehi. Hal ini sering membuat banyak orang mencari informasi terbaru setiap tahunnya mengenai kapan tepatnya puasa Tarwiyah dilaksanakan. Di tahun 2026 sendiri, puasa Tarwiyah diperkirakan bisa dilaksanakan pada hari Senin, 25 Mei 2026
Puasa Tarwiyah biasanya dilanjutkan dengan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, atau di tanggal 26 Mei 2026. Banyak umat Islam yang mengerjakan kedua puasa ini secara berurutan untuk mendapatkan keutamaan yang lebih besar. Kombinasi keduanya menjadi amalan sunnah yang sangat dianjurkan menjelang Idul Adha.
Keutamaan Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah memiliki keutamaan sebagai bagian dari amalan di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yang sangat dimuliakan dalam Islam. Pada hari-hari tersebut, setiap amal saleh memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa. Oleh karena itu, menjalankan puasa pada hari Tarwiyah menjadi salah satu bentuk ibadah yang bernilai besar di sisi Allah SWT.
Meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai kekuatan hadis yang secara khusus menyebut keutamaan puasa Tarwiyah, para ulama tetap sepakat bahwa berpuasa di hari tersebut termasuk amalan yang baik. Hal ini karena ia masuk dalam kategori puasa sunnah di waktu yang utama, yaitu menjelang hari Arafah dan Idul Adha.
Selain itu, puasa Tarwiyah juga menjadi sarana untuk melatih diri dalam meningkatkan ketakwaan dan kedisiplinan dalam beribadah. Dengan menjalankan puasa ini, seorang Muslim dapat mempersiapkan diri secara spiritual untuk menyambut hari Arafah yang memiliki keutamaan luar biasa, termasuk penghapusan dosa bagi yang menjalankannya.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apakah puasa Tarwiyah wajib?
Tidak, puasa Tarwiyah hukumnya sunnah sehingga tidak berdosa jika ditinggalkan.
2. Kapan niat puasa Tarwiyah dibaca?
Niat bisa dibaca sejak malam hari hingga sebelum siang, selama belum makan atau minum.
3. Apakah boleh puasa Tarwiyah tanpa sahur?
Boleh, karena sahur bukan syarat sah puasa, tetapi tetap dianjurkan.
4. Apakah puasa Tarwiyah harus diikuti puasa Arafah?
Tidak harus, namun lebih utama jika dilakukan berurutan.
5. Apakah puasa Tarwiyah ada dalilnya?
Ada perbedaan pendapat ulama, tetapi puasa ini tetap dianjurkan sebagai bagian dari amalan di awal Dzulhijjah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3283638/original/035360600_1604212714-20201101-Hari-Ini_-Jemaah-Umrah-Indonesia-Bertolak-ke-Mekah-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507757/original/Rinnai_RI-301S_dan_RI-511C_karena_Teknologi_Pembakaran_Efisien_Rinnai_menjadi_salah_satu_merek_yang_konsisten_masuk_daftar_rekomendasi_2026._Model_RI-301S_dan_RI-511C_dikenal_memiliki_burner_berku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187902/original/089581000_1595477323-eid-al-fitr-concept-with-people-eating-table_23-2147799467.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6196071/original/033486800_1779075609-Gemini_Generated_Image_qgai7cqgai7cqgai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4632662/original/081356900_1698897425-beris-creatives-ceNCWYqL8DY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4965916/original/088874300_1728606330-71e10bc4-3bdd-481d-8e06-a8d1c390de31.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411944/original/046159000_1763026619-Kultum_dan_Ceramah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3161656/original/025764700_1593013512-20200624-Menengok-Suasana-Makkah-Jelang-Ibadah-Haji-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3283640/original/066176300_1604212715-20201101-Hari-Ini_-Jemaah-Umrah-Indonesia-Bertolak-ke-Mekah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5933770/original/078360100_1778831227-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3081754/original/022995900_1584692954-20200320-Suasana-Salat-Jumat-di--Masjid-Agung-Al-Azhar-Jakarta-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2876075/original/030089700_1565230144-20190807-Masjidil-Haram-Dipadati-Jemaah-Jelang-Puncak-Haji-AFP-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4083449/original/086153800_1657339571-Wukuf-Haji-Arafah-AP-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4482256/original/047264300_1687826755-20230627-Haji_Mina-AP-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415967/original/010208000_1763436950-jamaah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3110450/original/059507500_1587634731-Praying_Hands_With_Faith_In_Religion_And_Belief_In_God__Power_Of_Hope_And_Devotion___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4463448/original/027796500_1686608129-20230607_073052.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456521/original/033087800_1766898100-Gemini_Generated_Image_xyevcgxyevcgxyev_2.png)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4174191/original/099991100_1664358430-bacaan-doa-setelah-adzan-beserta-arti-dan-keutamaannya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381448/original/032968300_1613719892-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158657/original/067229400_1741665557-kata-mutiara-pagi-hari-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385863/original/035777200_1760946460-KIP_Kuliah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3997589/original/057397300_1650185585-20220417-Masjid-Agung-Demak-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423472/original/065770100_1764063704-masjid_di_malam_nisfu_syaban.png)


