:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578218/original/043626100_1782536515-Fyq4bXXn1T50XXKM61qkf7VNO2GT7lL1Po9x1gp1.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta Ungkapan shallallahu 'ala Muhammad merupakan salah satu kalimat yang sering terdengar di kalangan umat Islam. Kata Shallallāhu berasal dari akar kata sh-l-w yang berkaitan dengan makna doa, rahmat, dan keberkahan. Oleh karena itu, arti Shallallahu ala Muhammad adalah permohonan agar Allah SWT melimpahkan rahmat, kemuliaan, dan keberkahan kepada Nabi Muhammad SAW.
Frasa shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) merupakan bentuk salawat, yaitu doa penghormatan dan keberkahan yang dibacakan ketika nama Nabi Muhammad ﷺ disebut. Memahami maknanya dapat membantu umat Islam lebih menghayati bacaan salawat.
Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk bersalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Ahzab ayat 56. Salawat bukan sekadar tradisi, tetapi juga bagian dari ajaran Islam yang diperintahkan dalam Al-Qur'an.
Pengertian dan Arti Shallallahu Ala Muhammad secara Bahasa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8635198/original/062937400_1782636049-kaligrafi.jpg)
Perbesar
Untuk memahami arti shallallahu ala Muhammad secara tepat, penting menelisik makna setiap kata dalam frasa bahasa Arab ini. Secara harfiah, frasa ṣallallāhu 'alayhi wa sallam berarti doa agar Allah melimpahkan rahmat, kemuliaan, dan keselamatan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Kalimat ini menjadi penghormatan khusus yang melekat pada bacaan shalawat Nabi sejak masa kenabian hingga kini.
Secara linguistik, salawat merupakan bentuk jamak dari salat (صَلَاة) dan berasal dari akar huruf shād-lām-wā (ص ل و) yang secara literal bermakna 'doa' atau 'mengirimkan berkah'. Menurut penjelasan di Wikipedia, makna kata ini bervariasi tergantung pada siapa yang mengucapkannya dan ditujukan kepada siapa.
kata kerja salla memiliki akar yang sama dengan salah (shalat). Ketika Allah menjadi subjeknya, para ulama klasik menjelaskan bahwa salla 'alayhi bukan berarti "Allah berdoa untuknya," melainkan Allah memuji beliau di hadapan para malaikat dan meninggikan derajatnya.
Ketika malaikat atau manusia menjadi subjeknya, makna kata tersebut adalah memohon kepada Allah untuk melimpahkan berkah-berkah tersebut kepadanya. Dengan demikian, setiap kali seorang muslim mengucapkan "shallallahu ala Muhammad," ia sedang memohon kepada Allah agar memuji dan memuliakan Nabi di sisi para malaikat.
Makna Shalawat dari Allah, Malaikat, dan Manusia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8635199/original/074487400_1782636049-berdoa.jpeg)
Perbesar
Salah satu keunikan shalawat dalam Islam terletak pada keragaman maknanya tergantung pada siapa yang mengucapkan. Para ulama sepanjang sejarah telah menjelaskan perbedaan ini secara rinci dalam berbagai kitab klasik.
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa makna salawat dalam Surah Al-Ahzab ayat 56 berkaitan dengan keberkahan yang diberikan Allah dan para malaikat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Sementara itu, Al-Mubarrad menjelaskan bahwa akar makna ṣalāh berkaitan dengan doa, rahmat, dan penghormatan.
Dalam kitab monumental tentang Nabi SAW, As-Shifa, Imam Al-Qadhi 'Iyad mengutip Al-Mubarrad, sang ahli tata bahasa, yang mengomentari ayat di atas, "Esensi shalawat adalah memohon rahmat. Maka ia adalah rahmat dari Allah, dan ketika dinisbatkan kepada malaikat, ia berarti kasih sayang mereka dan permohonan agar Allah merahmati Nabi SAW."
Mengacu pada penjelasan tersebut, berikut perbedaan makna shalawat berdasarkan subjeknya:
- Shalawat dari Allah: Bermakna pujian Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ di sisi para malaikat serta pelimpahan rahmat, kemuliaan, dan ketinggian derajat beliau.
- Shalawat dari malaikat: Bermakna doa dan permohonan ampunan dari para malaikat untuk Nabi Muhammad ﷺ kepada Allah SWT.
- Shalawat dari manusia: Bermakna permohonan kepada Allah agar Dia memuji, memuliakan, dan melimpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Salah satu aspek paling menakjubkan dari salawat adalah sifatnya yang timbal balik: ketika kita mengirimkan berkah kepada Nabi Muhammad ﷺ, Allah mengirimkan berkah kepada kita sebagai balasannya. Salawat merupakan anugerah dan hak istimewa eksklusif bagi umat Nabi Muhammad ﷺ — tidak ada umat nabi lain yang diberikan bentuk ibadah khusus ini.
Baca juga: Contoh Shalawat serta Salam sebagai Pembukaan Pidato
Dalil Perintah Bershalawat dalam Al-Quran dan Hadis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8635200/original/088819500_1782636049-kaligrafi_2.jpeg)
Perbesar
Perintah bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ bukan sekadar anjuran, melainkan perintah langsung dari Allah SWT yang diabadikan dalam Al-Quran. Berikut dalil utama yang menjadi landasan kewajiban seorang mukmin untuk bershalawat.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 56:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Innallāha wa malā'ikatahū yushallūna 'alan-nabiyy, yā ayyuhalladzīna āmanū shallū 'alaihi wa sallimū taslīmā.
Artinya: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."
Ayat ini menetapkan sesuatu yang luar biasa: Allah sendiri dan seluruh malaikat-Nya secara terus-menerus melimpahkan salawat kepada Nabi ﷺ — kemudian Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk melakukan hal yang sama.
Ibn al-Qayyim, sebagaimana dikutip dari Life With Allah, menjelaskan bahwa sebanyak apa pun seorang hamba bersalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, bahkan jika dilakukan sebanyak napas yang diberikan Allah kepadanya, hal tersebut tetap belum sebanding dengan hak dan kemuliaan beliau.
Selain dalil Al-Quran, terdapat sejumlah hadis yang memperkuat anjuran bershalawat. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
Artinya: "Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali." (HR Muslim 408)
Sementara itu, menolak untuk mengirimkan salawat ketika nama Nabi ﷺ disebut digambarkan sebagai tindakan yang kikir dalam riwayat Jami at-Tirmidzi 3546. Sebagaimana dikutip dari Yaqeen Institute, Rasulullah ﷺ bertanya, "Tahukah kalian siapa orang yang kikir (bakheel)? Ia adalah orang yang namaku disebut di hadapannya, tetapi ia tidak mengirimkan salawat kepadaku."
Keutamaan dan Manfaat Membaca Shallallahu Ala Muhammad
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8635202/original/092097800_1782636049-berdoa_di_masjid.jpg)
Perbesar
Membaca arti shallallahu ala Muhammad dan mengamalkan shalawat secara rutin membawa keutamaan yang luar biasa besar. Keutamaan mengirimkan shalawat kepada Nabi ﷺ tidak hanya menguntungkan beliau semata, tetapi juga membawa manfaat bagi orang yang membacanya. Merujuk kitab Jalā' al-Afhām karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, berikut keutamaan utama bershalawat:
- Mendapat sepuluh kali lipat rahmat dari Allah. Setiap satu kali shalawat yang diucapkan, Allah membalas dengan sepuluh rahmat, menghapus sepuluh dosa, dan menaikkan sepuluh derajat (HR an-Nasā'ī 1297).
- Doa yang didahului shalawat lebih mustajab. Doa yang didahului dengan salawat kepada Nabi ﷺ lebih berpeluang untuk diterima oleh Allah SWT.
- Kedekatan dengan Nabi ﷺ di hari kiamat. Nabi ﷺ bersabda, "Orang yang paling dekat denganku pada Hari Kebangkitan adalah mereka yang paling banyak mengirimkan salawat kepadaku." (al-Tirmidhī 484)
- Membebaskan dari segala kekhawatiran. Dengan mendedikasikan waktu untuk mengirimkan berkah kepada Nabi ﷺ, Allah berjanji dua hal yang luar biasa: kekhawatiran akan dihilangkan, dan dosa-dosa akan diampuni.
- Nabi ﷺ merespons salam secara langsung. Salah satu aspek paling mengagumkan terungkap dalam hadis: "Tidaklah seseorang mengirimkan salam kepadaku kecuali Allah mengembalikan ruhku sehingga aku bisa membalas salamnya." (Sunan Abi Dawud 2041)
- Menjadi sarana penyucian hati. Nabi ﷺ bersabda, "Bershalawatlah kepadaku karena sesungguhnya ia adalah penyucian (zakah) bagi kalian."
- Memperoleh syafaat Nabi ﷺ. Salawat menjadi wasilah agar seseorang mendapatkan pertolongan Nabi di hari kiamat.
- Allah memuji hamba di sisi malaikat. Ketika kita mengirimkan salawat, Allah Yang Maha Kuasa — Raja dari segala raja — menyebut nama kita di hadapan para malaikat.
Baca juga: Sholawat Nariyah dan Artinya, Pahami Keutamaan dan Asal Usulnya
Waktu Utama dan Cara Mengamalkan Shalawat Nabi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8635203/original/007024300_1782636050-kaligrafi_3.jpeg)
Perbesar
Mengamalkan shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ tidak terikat waktu maupun tempat tertentu. Seorang muslim dapat membaca arti shallallahu ala Muhammad beserta lafalnya kapan saja, baik dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring. Namun, terdapat beberapa waktu yang dianggap lebih utama berdasarkan tuntunan hadis.
Banyak umat Islam juga mengucapkannya pada hari Jumat dengan frekuensi yang lebih tinggi, berdasarkan riwayat Sunan Abi Dawud 1047 bahwa salawat yang dikirimkan pada hari Jumat disampaikan kepada Nabi ﷺ. Berikut waktu-waktu utama untuk memperbanyak shalawat:
- Hari Jumat. Rasulullah ﷺ bersabda, "Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat, karena shalawat umatku akan diperlihatkan kepadaku pada hari itu." (HR Abu Dawud)
- Setelah adzan. Membaca shalawat setelah mendengar adzan merupakan sunnah yang diriwayatkan dalam hadis shahih.
- Dalam tasyahud akhir shalat. Shalawat juga diucapkan dalam shalat setelah tasyahud, saat membaca shalawat Ibrahimiyah, dan sebagai bagian dari dzikir harian.
- Saat berdoa. Mengawali dan mengakhiri doa dengan shalawat menjadikan permohonan lebih sempurna.
- Pagi dan sore hari. Membaca shalawat sepuluh kali di pagi dan sepuluh kali di sore hari merupakan amalan yang dianjurkan Rasulullah ﷺ.
- Setiap kali mendengar nama Nabi ﷺ. Memahami makna dan signifikansi sallallahu alaihi wa sallam bukan semata-mata mengulangi sebuah frasa — ini adalah tindakan cinta, penghormatan, dan ketaatan kepada perintah Allah untuk mengirimkan berkah kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Adapun bacaan shalawat yang paling utama dan diajarkan langsung oleh Rasulullah ﷺ adalah Shalawat Ibrahimiyah, yang dibaca dalam tasyahud akhir:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Allahumma shalli 'alā Muhammadin wa 'alā āli Muhammadin, kamā shallaita 'alā Ibrāhīma wa 'alā āli Ibrāhīma, innaka Hamīdun Majīd. Allahumma bārik 'alā Muhammadin wa 'alā āli Muhammadin, kamā bārakta 'alā Ibrāhīma wa 'alā āli Ibrāhīma, innaka Hamīdun Majīd.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Dan limpahkanlah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia." (HR Bukhari dan Muslim)
Selain Shalawat Ibrahimiyah, bacaan Shalawat Jibril juga sangat populer karena ringkas dan mudah dihafal:
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ
Shallallāhu 'alā Muhammad.
Artinya: "Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad."
Bacaan shalawat Jibril yang paling utama dan sering disebut adalah yang pendek: "Shallallahu 'ala Muhammad" (صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ) yang artinya "Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad." Meski singkat, shalawat ini mengandung kekuatan spiritual yang mendalam bagi siapa saja yang mengamalkannya secara istikamah.
Baca juga: 15 YouTube Sholawat Nabi, Lengkap Link Downloadnya
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Shallallahu Ala Muhammad
Apa perbedaan antara shallallahu ala Muhammad dan shallallahu alaihi wasallam?
"Shallallahu ala Muhammad" (صَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّد) bermakna "Semoga Allah melimpahkan berkah kepada Muhammad," sedangkan "shallallahu alaihi wasallam" (صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) bermakna "Semoga Allah melimpahkan berkah dan keselamatan atasnya." Keduanya sama-sama merupakan bentuk shalawat, namun versi kedua lebih lengkap karena menyertakan doa keselamatan (salam) di samping doa rahmat.
Apakah boleh mengucapkan shalawat hanya dengan singkatan SAW?
Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai penggunaan singkatan SAW sebagai pengganti ucapan sallallahu alaihi wasallam secara lengkap. Sebagian ulama berpendapat bahwa singkatan tersebut menunjukkan kemalasan dan kurangnya penghormatan, serta menekankan bahwa ketika menyebut nama Nabi ﷺ, shalawat seharusnya diucapkan secara utuh dan penuh penghayatan. Namun dalam konteks penulisan, penggunaan simbol ﷺ dianggap sah oleh mayoritas ulama.
Kapan waktu terbaik untuk memperbanyak shalawat Nabi?
Tidak ada waktu khusus yang membatasi pengiriman salawat — seorang muslim dapat mengirimkan salam dan berkah kepada Nabi ﷺ kapan saja. Namun, hari Jumat dianggap sebagai hari suci dalam Islam dan jutaan muslim memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ pada hari tersebut. Selain itu, shalawat juga dianjurkan setelah setiap shalat fardhu, saat berdoa, dan setiap kali mendengar nama Nabi Muhammad ﷺ disebut.
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8639329/original/089763500_1782643276-pexels-mikhail-nilov-7929169.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8637944/original/018176500_1782640882-f506245f-3491-4174-9368-bef7585bb218.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4449837/original/055086300_1685614290-WhatsApp_Image_2023-06-01_at_17.06.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3343202/original/007206700_1610032312-pexels-photo-1071968__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4373091/original/033031400_1679908390-top-view-islamic-new-year-with-quran-book.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133006/original/061991800_1589907669-2642086.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578226/original/050320100_1782536534-Q9pPAyic8jv7cpBl4fRIrUpKD9FkIl7fODAhUgsZ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3309137/original/055065200_1606475068-nurhan-yC70QqvrPRk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528398/original/032062200_1773283925-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4749999/original/079429500_1708587393-masjid-pogung-raya-owQ3N7FZgIM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515931/original/099143800_1772231499-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516173/original/072175600_1782441637-W31gBHuEAbOdI1qrRWi9HYrZzXUZpXAUgO2EpxUK.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5386164/original/039099900_1760956903-ilustrasi_membaca_quran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4433582/original/003374600_1684488413-20230519135602__fpdl.in__high-angle-woman-holding-beads-meditating_23-2148847546_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516199/original/047486400_1782441653-aywdu79BUqmPavVwKF3xH9TbbwopHGprEBudTc3z.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4382809/original/074926600_1680593144-top-view-hand-holding-silver-coins.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5160529/original/036403800_1741831526-hasan-almasi-_X2UAmIcpko-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4016804/original/046265400_1652067919-KPK_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518326/original/022972500_1772505463-bantuan_bibit_ayam_-klaim_link_pendaftaran.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518245/original/007067800_1772495256-1.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2800821/original/002869500_1557387809-IMG_20190509_113107.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460744/original/090622000_1767280272-fabio_lefundes.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523086/original/018748500_1772788951-cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4400005/original/008170900_1681813298-20230418-Zakat-Fitrah-Herman-1.jpg)



