Awas Pencurian Data Pribadi Lewat Ucapan Selamat Idul Fitri

12 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta- Perkembangan tekonologi digital membuat komunikasi semakin mudah, seperti tradisi memberi ucapan selamat Idul Fitri. Namun ada pihak yang memanfaatkannya untuk menjalankan aksi kejahatan siber lewat aplikasi percakapan.

Aksi kejahatan siber lewat ucapan selamat Idul Fitri berupa penipuan dikemas dalam bentuk File APK (Android Package Kit) yang dikirim oleh nomor tidak dikenal via WA / SMS / Email. File APK tersebut menjadi jalan untuk pencurian data probadi jika file tersebut dibuka.

Diskominfo Jatim pun mengimbau agar masyarakat tidak membuka kiriman file APK dalam bentuk apapun termasuk ucapan selamat Idul Fitri. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebaiknya langsung menghapusnya jika mendapatkan kiriman file tersebut.

"Jangan di klik atau membuka file APK tersebut karena berakibat data pribadi dll hilang / di curi secara digital oleh pihak lain yang disebut Phising (Penipuan online berakibat hilangnya data pribadi)." imbau Diskominfo Jatim.

Hati-Hati Modus Penipuan Via WhatsApp Makin Canggih, Waspada File APK Berbahaya

Penipuan online melalui aplikasi WhatsApp masih menjadi ancaman serius di Indonesia. Para pelaku kejahatan siber terus mengembangkan modus operandi mereka, salah satunya dengan menyebarkan file APK berbahaya yang dikirim secara acak ke pengguna WhatsApp. Tujuannya adalah untuk mengambil alih perangkat dan mengakses akun finansial korban. Modus ini memanfaatkan kebiasaan masyarakat Indonesia yang sangat bergantung pada WhatsApp untuk berbagai aktivitas sehari-hari.

Para penipu mengirimkan file APK berbahaya dengan harapan korban akan mengunduh dan menginstalnya tanpa curiga. Setelah terpasang, aplikasi berbahaya ini dapat memberikan akses penuh ke perangkat korban, termasuk data pribadi dan akun-akun penting seperti perbankan online. Mirip dengan teknik phishing melalui email, metode ini sangat efektif karena memanfaatkan kepercayaan pengguna terhadap platform yang familiar.

Peningkatan kasus penipuan online melalui WhatsApp ini menjadi perhatian serius. Kejahatan siber terus berevolusi dan menemukan cara baru untuk mengeksploitasi kelemahan sistem keamanan dan perilaku pengguna. Oleh karena itu, kewaspadaan dan edukasi digital sangat penting untuk melindungi diri dari ancaman ini. Berikut beberapa modus penipuan WhatsApp yang perlu diwaspadai.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email [email protected].

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |