Bacaan Ayat Kursi untuk Perlindungan dari Gangguan Setan, Waktu Terbaik Mengamalkan dan Hikmahnya

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Bacaan Ayat Kursi untuk perlindungan dari gangguan setan menjadi pertahanan diri seorang muslim dari bisikan yang menyesatkan. Memang, dalam kehidupan sehari-hari, seorang Muslim tidak luput dari berbagai godaan dan gangguan, baik yang tampak maupun yang tidak tampak.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia sebagai musuh(mu)...” (QS. Fathir: 6).

Untuk menghadapi musuh yang tidak kasat mata ini, Allah telah memberikan senjata yang sangat ampuh berupa Ayat Kursi. Ayat ini merupakan ayat ke-255 dari Surah Al-Baqarah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Al-Qur’an.

Merujuk Buku Dzikir Pagi dan Petang dan sesudah Sholat Fardhu, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahtani, Doa-Doa bagi Orang Sakit dan Tertimpa Musibah, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr, Kumpulan Doa Sehari-hari, Kemenag Jatim, serta sumber relevan lain, artikel ini menyusun akan mengulas bacaan, makna, keutamaan, serta hikmah Ayat Kursi sebagai perlindungan dari gangguan setan.

Bacaan Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255)

Berikut ini adalah bacaan Ayat Kursi atau QS. Al-Baqarah ayat 255, mengutip Qur'an Kemenag:

Arab: اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Latin: Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa‘u ‘indahū illā bi'iżnih(ī), ya‘lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min ‘ilmihī illā bimā syā'(a), wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a), wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm(u).

Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Bacaan Ayat Kursi ini tercantum dalam Buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI sebagai salah satu bacaan yang dianjurkan setiap hari. Dalam Buku Dzikir Pagi dan Petang, Syaikh Sa‘id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani menempatkan Ayat Kursi sebagai pembuka rangkaian dzikir pagi hari.

Dalil dan Keutamaan Ayat Kursi untuk Perlindungan dari Setan

1. Hadis Abu Hurairah RA (HR. Bukhari)

Kisah ini merupakan dalil terkuat tentang keutamaan Ayat Kursi sebagai perlindungan dari setan. Abu Hurairah RA menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ menugaskannya menjaga harta zakat. Pada suatu malam, datang seorang penyusup yang hendak mengambil makanan. Setelah tertangkap, penyusup itu berkata:

“Jika kamu hendak beranjak ke tempat tidur maka bacalah ayat kursi, niscaya Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi.”

Abu Hurairah pun melaporkan hal ini kepada Rasulullah ﷺ, dan beliau bersabda: “Dia telah berkata benar kepadamu, padahal ia adalah pendusta. Penyusup tadi sebenarnya adalah setan.”

Syaikh Sa‘id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani dalam Buku Dzikir Pagi dan Petang mengutip hadis ini sebagai landasan anjuran membaca Ayat Kursi setiap pagi dan petang. Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr juga menekankan bahwa membaca Ayat Kursi merupakan benteng perlindungan dari berbagai gangguan.

2. Hadis Ubay bin Ka‘ab (HR. Muslim & Tirmidzi)

Rasulullah ﷺ bertanya kepada Ubay bin Ka‘ab tentang ayat yang paling agung dalam Al-Qur’an. Ubay menjawab: “Allāhu lā ilāha illā huw, al-hayyul-qayyūm” (Ayat Kursi). Nabi ﷺ pun mengonfirmasi jawabannya.

3. Hadis Riwayat An-Nasa’i

“Barang siapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat wajib, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (HR. An-Nasa’i)

4. Hadis Riwayat Ibnu Hibban

Ibnu Hibban mengatakan bahwa zikir untuk menghindarkan diri dari setan adalah dengan membaca Ayat Kursi. Orang yang membaca Ayat Kursi ketika hendak tidur akan dijaga Allah dari godaan setan hingga pagi hari.

Waktu-Waktu Terbaik Membaca Ayat Kursi

Syaikh Sa‘id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani dalam Buku Dzikir Pagi dan Petang menjelaskan bahwa Ayat Kursi dibaca satu kali setiap pagi dan petang sebagai bagian dari dzikir perlindungan harian.

Syaikh Sa‘id menyusun rangkaian dzikir pagi dengan urutan: (1) Ayat Kursi (1×), (2) Surat Al-Ikhlas (3×), (3) Surat Al-Falaq (3×), (4) Surat An-Naas (3×).

Sementara dalam Buku Kumpulan Doa Sehari-hari Kementerian Agama RI, Ayat Kursi dianjurkan untuk dibaca pada pagi dan sore hari sebagai bentuk perlindungan diri.

Berikut adalah waktu terbaik membaca Ayat Kursi:

  • Sebelum tidur: Mendapat penjagaan malaikat hingga pagi dan setan tidak mendekat
  • Setelah shalat wajib: Jaminan keamanan hingga shalat berikutnya dan menjadi sebab masuk surga
  • Setiap pagi dan petang: Perlindungan sepanjang hari dari berbagai keburukan
  • Saat keluar rumah: Perlindungan selama dalam perjalanan
  • Saat merasa takut atau gelisah: Menenangkan hati dan mengusir rasa takut
  • Di tempat yang terasa angker: Mengusir setan dan jin dari tempat tersebut.

Makna Ayat Kursi bagi Umat Islam

Ayat Kursi bukan sekadar bacaan rutin, melainkan mengandung makna yang sangat dalam dan fundamental bagi keimanan seorang Muslim.

1. Pengenalan kepada Allah (Ma’rifatullah)

Ayat Kursi adalah ayat yang membuat siapa pun mengenal Allah—Sang Pencipta, dan kebenaran tentang Tuhan. Ketika seorang hamba telah sampai pada titik pengenalan ini, ia telah menemukan segalanya, menemukan kehidupan, baik dunia maupun akhirat. Ayat ini pula yang membuat seorang Muslim merasakan nikmatnya hidup, sekalipun dia adalah orang yang miskin, karena hatinya dipenuhi dengan pengharapan besar kepada Allah.

2. Tauhid dan Keesaan Allah

Ayat ini dibuka dengan pernyataan tauhid yang tegas: “Allāhu lā ilāha illā huw”—tidak ada Tuhan selain Allah. Hamim Ilyas, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, menjelaskan bahwa Ayat Kursi membentuk kesadaran tentang tauhid dan keilmuan, serta harus membangun kesadaran umat Islam bahwa hidup mereka tergantung pada Allah yang Maha Hidup dan Maha Tegak.

3. Sifat-Sifat Allah yang Agung

Ayat Kursi menyebutkan 17 nama dan sifat Allah SWT, di antaranya Al-Hayyu (Maha Hidup) dan Al-Qayyum (Maha Berdiri Sendiri, Mengatur Segala Urusan). Kata “Hayyul Qayyum” bermakna bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Mengatur segala sesuatu—Maha Hidup berarti Allah mengatur semua kehidupan di alam semesta, sementara Maha Tegak mengisyaratkan bahwa Allah berdiri sendiri tanpa bergantung pada apa pun.

4. Kekuasaan Mutlak Allah

Sebagian ulama menjelaskan bahwa kata kursi dalam ayat ini bermakna ilmu atau menggambarkan keagungan Allah SWT, bukan kursi dalam arti tempat duduk. Ada pula yang menafsirkan bahwa kursi di sini bermakna kerajaan dan kekuasaan Allah. Prof. Quraish Shihab menegaskan bahwa Ayat Kursi secara eksplisit menggambarkan kekuasaan Allah SWT yang mutlak dan menyeluruh. Ayat ini, kata beliau, “tercermin sekali kata demi kata yang menggambarkan kuasa Allah swt yang menjadikan orang yang menghayatinya merasa pasti dipelihara Tuhan, merasa pasti terjaga”.

5. Perlindungan dan Penjagaan Allah

Ayat Kursi menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan agar senantiasa mendapat lindungan dari Allah SWT, baik di dunia maupun di akhirat. Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr dalam Buku Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah menjelaskan bahwa bacaan-bacaan perlindungan seperti Ayat Kursi adalah benteng bagi seorang Muslim dari berbagai gangguan, termasuk gangguan setan dan jin.

Hikmah Membaca Ayat Kursi untuk Perlindungan dari Gangguan Setan

1. Setan Tidak Akan Mendekat

Keutamaan terbesar Ayat Kursi adalah sebagai pelindung dari gangguan makhluk halus, yakni setan dan jin. Ayat Kursi mengandung makna kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, sehingga menjadi bacaan doa yang paling mulia. Karena kemuliaan ayat ini, bangsa setan dan jin setelah mendengar bacaan Ayat Kursi akan pergi.

2. Mendapat Penjagaan Malaikat

Membaca Ayat Kursi menjelang tidur akan mendatangkan malaikat penjaga bagi pembacanya sehingga setan tidak dapat mendekatinya sampai pagi.

3. Perlindungan Sepanjang Hari

Membaca Ayat Kursi setiap pagi dan sore hari memberikan perlindungan sepanjang hari. Jika membaca Ayat Kursi di sore hari, maka Allah akan menjaganya hingga keesokan harinya.

4. Jaminan Keamanan hingga Waktu Shalat Berikutnya

Selain melindungi dari setan, membaca Ayat Kursi setelah shalat wajib memberikan jaminan keamanan bagi seseorang hingga waktu shalat berikutnya.

5. Menolak Gangguan Waswas dan Sulit Tidur

Membaca Ayat Kursi ketika akan tidur akan dijaga Allah dari gangguan setan seperti waswas, gelisah, dan sulit tidur sampai waktu subuh.

6. Salah Satu Sebab Masuk Surga

Bagi siapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat wajib, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.

7. Penghilang Kesulitan dan Bencana

Ayat Kursi merupakan ayat yang diberkahi. Tidak ada yang membukakan kesulitan, menyingkirkan bencana, dan menghilangkan kesedihan lebih cepat daripada Ayat Kursi.

Pertanyaan Seputar Bacaan Ayat Kursi untuk Perlindungan dari Gangguan Setan

Ayat Kursi berfungsi sebagai apa terhadap gangguan gaib?

Bacaan Ayat Kursi Ini untuk Mengusir Setan, Ingat Waktu Kapan Membacanya. Ayat kursi merupakan sebutan untuk sepotong ayat dalam Al-Qur'an, yaitu surah Al-Baqarah ayat 255. Ayat ini disebut memiliki banyak keutamaan jika rutin diamalkan, di antaranya dapat melindungi dari kejahatan setan dan mengusir gangguan jin.

Apa yang harus kita lakukan agar terhindar dari gangguan setan?

Pertama: Berdzikir kepada Allah.

Kedua: Beriman kepada Allah dan tawakal kepada-Nya. ...

Ketiga: Berdzikir kepada Allah, berwudhu, shalat ketika bangun tidur untuk melepaskan ikatan setan. ...

Keempat: Istintsar (membersihkan hidung dengan menghirup air ke hidung dan mengeluarkannya) ketika bangun tidur.

Kenapa Ayat Kursi ditakuti setan?

Setan takut pada Ayat Kursi (Surah Al-Baqarah ayat 255) karena ayat ini berisi pengagungan tauhid yang sangat tinggi dan memuat sifat-sifat Allah yang Maha Sempurna. Jin dan setan merasa kerdil serta tidak mampu menembus energi perlindungan saat manusia mengingat Dzat yang menguasai seluruh alam semesta.

Apakah hantu takut sama Ayat Kursi?

Ya, setan dan jin sangat takut pada Ayat Kursi (Surah Al-Baqarah ayat 255). Ayat ini diyakini sebagai benteng perlindungan yang sangat kuat karena berisi keagungan dan kekuasaan Allah SWT.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |