Liputan6.com, Jakarta - Pergantian tahun baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum yang amat dinantikan. Mengawali lembaran baru ini, melantunkan doa 1 muharram merupakan amalan yang sangat dianjurkan untuk memohon perlindungan dan keberkahan Allah SWT.
Sesaat setelah terbenamnya matahari di penghujung bulan Dzulhijjah, waktu Maghrib menjadi titik pergantian tahun. Pada detik-detik peralihan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk bermuhasabah atas segala amal perbuatannya, sekaligus berdoa.
Meskipun bukan berasal dari hadis marfu', doa awal tahun ini diyakini oleh para ulama salaf sarat akan fadhilah kebaikan. Habib Utsman bin Yahya, menukil dan menganjurkan pelafalannya secara terperinci di dalam kitab Maslakul Akhyar.
Pembacaan doa tersebut memuat esensi ketauhidan yang teguh serta permohonan penjagaan mutlak dari tipu daya setan. Melalui munajat ini, kita berharap setiap langkah kehidupan di tahun baru senantiasa mendapat rida dan bimbingan Allah.
1. Doa 1 Muharram, Menyambut Bulan dan Tahun Baru Islam
Doa ini adalah doa yang diajarkan dan diamalkan oleh para Sahabat Nabi setiap kali memasuki bulan baru atau tahun yang baru. Doa ini sangat komprehensif karena memuat permohonan keamanan, keimanan, dan perlindungan.
Teks Arab: اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَرِضْوَانٍ مِنَ الرَّحْمَنِ، وَجَوَازٍ مِنَ الشَّيْطَانِ
Latin: Allahumma adkhilhu 'alaina bil amni wal iman, was salamati wal islam, wa ridhwanim minar rahman, wa jawazim minasy syaithan.
Artinya: "Ya Allah, masukkanlah (bulan/tahun) ini kepada kami dengan rasa aman dan keimanan, dengan keselamatan dan Islam, serta mendapat rida dari ar-Rahman (Allah) dan perlindungan dari gangguan setan."
Doa ini diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Hisyam RA, dicatat oleh Imam At-Thabrani dalam kitabnya Al-Mu'jam Al-Ausath (No. 6241).
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Al-Isabah fi Tamyiz As-Sahabah menyebutkan bahwa sanad riwayat doa ini adalah sahih. Para sahabat Nabi ﷺ sangat antusias mempelajari doa ini untuk dibaca setiap kali menyongsong awal bulan atau awal tahun baru. Doa ini berstatus tauqifi (bersumber dari tuntunan generasi awal) sehingga sangat sunah untuk diamalkan setiap 1 Muharram.
2. Doa Awal Tahun Hijriah 1 Muharram Populer
Ini adalah doa awal tahun yang paling populer dibaca oleh umat Islam di Nusantara, biasanya dilafalkan setelah selesainya salat Magrib pada malam 1 Muharram (pergantian hari dalam kalender Hijriah dimulai saat terbenamnya matahari).
Teks Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Latin: Allahumma antal abadiyyul qadimul awwal. Wa 'ala fadhlikal 'azhimi wa karimi judikal mu'awwal. Wa hadza 'amun jadidun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fihi minasy syaithani wa auliya'ih, wal 'auna 'ala hadzihin nafsil ammarati bis su'i, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikram.
Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Yang Abadi, Terdahulu, dan Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang agung dan kedermawanan-Mu yang mulialah hamba bergantung. Dan ini tahun baru telah datang. Hamba memohon perlindungan di dalamnya dari godaan setan dan bala tentaranya, dan hamba memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu yang sering mendorong berbuat keburukan, serta memohon kesibukan dengan amal-amal yang mendekatkan diriku kepada-Mu sedekat-dekatnya, wahai Tuhan Pemilik Keagungan dan Kemuliaan."
Redaksi doa ini secara utuh didokumentasikan oleh Mufti Betawi pada abad ke-19, Sayyid Utsman bin Yahya, dalam mahakaryanya yang berjudul Maslakul Akhyar.
Meskipun doa ini bukan berasal dari hadits Nabi ﷺ secara harfiah (melainkan disusun oleh para ulama dan salafus shalih), para ulama sepakat bahwa mengamalkannya adalah mubah (diperbolehkan) dan sangat dianjurkan (mustahab).
Secara ilmu fikih, umat Islam diperbolehkan memanjatkan permohonan dengan bahasa dan susunan kalimat yang baik selama tidak bertentangan dengan akidah tauhid. Kandungan doa ini dinilai sangat sejalan dengan napas Al-Qur'an dan Sunah, karena isinya memurnikan ketauhidan (mengakui sifat qadim Allah) dan memohon perlindungan dari dua musuh terbesar manusia: setan dan hawa nafsu.
Memanjatkan doa-doa di atas pada malam 1 Muharram merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual. Melalui doa ini, diharapkan tahun yang baru dapat diisi dengan integritas ketaatan dan keselamatan dari berbagai fitnah.
3. Doa Ringkas Saat Melihat Hilal (Berdasarkan Hadis)
Selain doa-doa di atas, terdapat doa yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW saat melihat bulan sabit (hilal)—termasuk saat melihat hilal 1 Muharram.
Arab: اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ رَبِّى وَرَبُّكَ اللَّهُ
Latin: Allahumma ahlilhu ‘alaynā bil-yumni wal-īmāni was-salāmati wal-islām. Rabbī wa rabbukallāh.
Artinya: “Ya Allah, tampakkanlah bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan Islam. Tuhanku dan Tuhanmu (wahai bulan sabit) adalah Allah.”
Doa ini diriwayatkan dari Thalhah bin ‘Ubaidillah RA. Rasulullah SAW ketika melihat hilal mengucapkan doa ini. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad (1:162), Imam at-Tirmidzi (no. 3451, hasan), dan Imam ad-Darimi.
Inilah doa yang menurut sebagian ulama dinilai paling sesuai dengan sunnah karena doa ini berkaitan dengan hilal (penampakan bulan sabit), bukan dengan pergantian tahun itu sendiri.
Doa yang sama juga diriwayatkan oleh para sahabat yang biasa mengucapkan doa ketika bulan baru atau tahun baru dimulai: Ya Allah, jadikanlah bulan ini untuk kami sebagai bulan yang penuh keamanan, keimanan, keselamatan, dan Islam, perlindungan dari setan, dan perolehan ridha dari Allah Yang Maha Pengasih.
Hukum Doa 1 Muharram
Tradisi membaca doa pada pergantian bulan memiliki akar dari praktik para sahabat Rasulullah ﷺ. Diriwayatkan dari Abdullah bin Hisyam, ia berkata:
“Para sahabat Rasulullah ﷺ mempelajari doa berikut jika memasuki tahun atau bulan: ‘Ya Allah, masukkan kami ke dalamnya (bulan atau tahun) dengan aman, iman, selamat, Islam, mendapatkan rida Yang Maha Pengasih, dan dijauhkan dari gangguan setan.’” (HR. ath-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Ausath, dinilai sanadnya hasan oleh al-Haitsami)
Hadis ini menunjukkan bahwa para sahabat telah mengajarkan doa khusus untuk menyambut bulan atau tahun baru. Doa yang diriwayatkan oleh ath-Thabarani dan dinilai hasan oleh al-Haitsami ini menjadi salah satu pijakan penting bagi tradisi doa awal tahun.
Kendatipun amalan doa awal dan akhir tahun tidak diamalkan oleh Rasulullah ﷺ, para sahabat, maupun tabi’in, namun amalan ini memiliki tujuan kebaikan dan mendatangkan kemaslahatan bagi umat Islam. Mereka berpegang pada kaidah fikih bahwa “sesuatu yang ditinggalkan tidak berarti haram” (al-tarku la yatajārabu al-tahrīma).
Lebih lanjut, menurut catatan Dar al-Ifta’ al-Misriyyah, doa-doa ini telah diamalkan oleh segolongan ulama dari mazhab Hanbali sejak sekitar 1.000 tahun yang lalu. Mereka mengajarkan dan mewasiatkan doa tersebut kepada para ulama setelahnya.
Doa awal tahun pada prinsipnya adalah bentuk permohonan kebaikan dan perlindungan kepada Allah. Meskipun tidak ada redaksi khusus yang berasal dari Nabi, berdoa dengan doa apa pun yang baik, terlebih di momen yang baik seperti pergantian tahun, adalah diperbolehkan dan termasuk amalan yang baik.
Meskipun diperbolehkan, penting untuk dicatat bahwa doa awal tahun yang beredar saat ini tidak dapat disandarkan sebagai sunnah Rasulullah SAW. Penetapan tahun Hijriah sendiri baru terjadi di masa Khalifah Umar bin Khattab, sehingga mustahil Nabi mengajarkan doa yang secara spesifik merujuk pada “tahun Hijriah”. Oleh karena itu, doa ini termasuk dalam kategori ijtihad ulama.
Makna Doa Awal Tahun Menurut Ulama
Doa awal tahun di atas sarat dengan pesan-pesan tauhid dan spiritual yang mendalam. Para ulama menjelaskan beberapa kandungan maknanya sebagai berikut:
1. Mengakui Keagungan Allah sebagai Pemilik Waktu
Dengan menyebut Allah sebagai al-Abadiyyu al-Qadīmu al-Awwal (Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal), seorang hamba menyadari bahwa Dialah satu-satunya Dzat yang kekal dan tidak berawal, sementara manusia dan waktu adalah makhluk yang diciptakan-Nya. Hal ini menumbuhkan rasa rendah hati dan ketergantungan penuh kepada Allah.
2. Permohonan Perlindungan dari Godaan Setan
Frasa “as’alukal ‘ishmata fīhi minas syaithāni wa auliyā’ih” (aku memohon perlindungan di dalamnya dari setan dan para sekutunya) menunjukkan kesadaran bahwa setan akan senantiasa menggoda manusia sepanjang tahun. Doa ini adalah benteng spiritual untuk menjaga hati dan lisan dari bisikan-bisikan jahat.
3. Memohon Pertolongan Mengalahkan Hawa Nafsu
Doa ini juga memuat permohonan “al-‘auna ‘alā hādzihin nafsil ammārati bis-sū’” (pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu yang mengajak pada kejahatan). Para ulama tafsir menjelaskan bahwa nafsu amarah adalah nafsu tingkat terendah yang selalu mendorong manusia pada kemaksiatan, sehingga pertolongan Allah mutlak diperlukan.
4. Kesibukan dengan Amal yang Mendekatkan Diri
Doa ini mengajarkan agar seorang muslim tidak menyia-nyiakan waktu dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Inti dari doa ini adalah permohonan agar seluruh aktivitas di tahun yang baru dapat menjadi wasilah (perantara) untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.
Waktu Terbaik Doa 1 Muharram
Memanjatkan doa pada momen pergantian Tahun Baru Islam tidak hanya sekadar melafalkan teks, tetapi juga memerlukan adab dan ketepatan waktu agar esensi spiritual dan pengabulannya (ijabah) dapat dicapai secara maksimal.
Berikut adalah penjelasan singkat mengenai waktu terbaik dan adab pelaksanaannya:
Waktu Terbaik Memanjatkan Doa
Sistem penanggalan Hijriah (kamariah) menetapkan bahwa pergantian hari dimulai tepat saat matahari terbenam. Oleh karena itu, waktu pembacaan doa dibagi menjadi dua fase berurutan:
- Doa Akhir Tahun Akhir Dzulhijjah: Waktu paling afdal untuk melafalkannya adalah setelah melaksanakan ibadah salat Asar hingga sesaat sebelum azan Magrib berkumandang pada hari terakhir bulan Dzulhijjah.
- Doa Awal Tahun / 1 Muharram: Waktu terbaik untuk melafalkannya adalah sesaat setelah masuk waktu Magrib pada malam 1 Muharram, biasanya dibaca setelah selesai menunaikan salat Magrib dan zikir rutin.
Adab Memanjatkan Doa 1 Muharram
Agar munajat pada 1 Muharram dipenuhi keberkahan, perhatikan adab-adab kesopanan seorang hamba di hadapan Tuhannya berikut ini:
- Dalam Keadaan Suci: Dianjurkan untuk berwudu terlebih dahulu. Menghadap Allah dalam kondisi fisik yang suci akan membawa kejernihan pada hati.
- Menghadap Kiblat: Memosisikan arah tubuh menghadap kiblat (Ka'bah) sebagai bentuk kesempurnaan arah dalam beribadah.
- Mengangkat Kedua Tangan: Mengangkat tangan sejajar dengan dada sebagai simbol kerendahan diri dan wujud seorang hamba yang sangat membutuhkan belas kasih pencipta-Nya.
- Mengawali dengan Tahmid dan Selawat: Sebelum membaca teks doa awal tahun, buka permohonan dengan memuji kebesaran Allah (Alhamdulillah) dan mengirimkan selawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Doa yang diapit oleh selawat lebih besar peluangnya untuk menembus langit.
- Khusyuk dan Meresapi Makna (Tadharru'): Ucapkan doa dengan suara yang lembut, tenang, dan tidak tergesa-gesa. Hadirkan hati dan akal untuk benar-benar memahami setiap terjemahan dari doa yang dilafalkan, disertai rasa penyesalan atas dosa masa lalu dan harapan besar untuk tahun yang baru.
Keutamaan (Fadhilah) Doa Awal Tahun 1 Muharram
Meskipun tidak terdapat teks khusus dari Nabi yang menerangkan keutamaan doa awal tahun, para ulama yang menganjurkannya menyebutkan beberapa faedah spiritual yang dapat diraih:
1. Mengawali Tahun dengan Hal yang Baik
Membaca doa pada awal tahun adalah bentuk tafa’ul (optimisme) bahwa tahun yang akan datang akan diisi dengan kebaikan dan keberkahan, sesuai dengan ajaran Islam untuk selalu berprasangka baik kepada Allah.
2. Bentuk Taubat dan Muhasabah
Doa awal tahun biasanya dirangkaikan dengan doa akhir tahun yang berisi permohonan ampunan atas dosa-dosa setahun lalu. Hal ini menjadi momentum untuk membersihkan diri dan memulai lembaran baru yang lebih bersih.
3. Mendapatkan Perlindungan Sepanjang Tahun
Dalam sebuah riwayat yang populer di kalangan ulama Hanbali, disebutkan bahwa siapa yang membaca doa awal tahun tiga kali setelah Magrib, maka setan akan berkata: “Kami tidak memiliki jalan lagi kepada orang ini sepanjang tahunnya.”
(Diriwayatkan oleh Ibn Asakir dari Anas bin Malik, namun perlu dicatat bahwa para ulama hadis menyatakan sanadnya lemah, namun maknanya tidak tertolak karena sesuai dengan prinsip umum doa dan perlindungan kepada Allah).
4. Meningkatkan Semangat Ibadah
Dengan membaca doa yang berisi komitmen untuk “sibuk dengan amal yang mendekatkan diri kepada Allah”, seorang muslim akan termotivasi untuk lebih giat beribadah, memperbaiki kualitas salat, memperbanyak puasa sunnah, dan meningkatkan kedermawanan.
Pertanyaan Seputar Doa 1 Muharram
Doa apa yang dibaca pada tanggal 1 Muharram?
Doa Awal Muharram : “ Allahumma adkhilhu 'alayna bil-amni wal-iman, was-salamati wal-Islam, wa ridwanin min ar-Rahman, wa jiwazim min asy-Setan .” (Ya Allah, hadirkan bulan ini kepada kami dengan keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam, serta keridhaan dan perlindungan-Mu dari setan.)
1 Muharram sebaiknya baca surat apa?
Pada 1 Muharram, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, terutama membaca Al-Qur'an. Tidak ada surat khusus yang diwajibkan, namun Anda sangat dianjurkan untuk membaca Surat Yasin, Surat Al-Ikhlas, dan Ayat Kursi (Surat Al-Baqarah ayat 255) untuk memohon perlindungan dan keberkahan sepanjang tahun.
Doa akhir tahun dan awal tahun Islam dibaca kapan?
Doa akhir tahun dibaca pada hari terakhir bulan Zulhijah sebelum waktu salat Magrib, sedangkan doa awal tahun dibaca setelah salat Magrib pada malam 1 Muharam (memasuki tahun baru Islam). Dalam kalender Islam, pergantian hari terjadi saat matahari terbenam (waktu Magrib).
Apa doa awal tahun baru Islam?
Doa awal tahun Islam dibaca sebanyak 3 kali setelah salat Maghrib pada malam 1 Muharram. Doa ini dipanjatkan untuk memohon perlindungan dari godaan setan, pertolongan dalam mengendalikan hawa nafsu, serta memohon limpahan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT di tahun yang baru.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5258672/original/007662100_1750394658-18b4e792-fa49-48cf-b166-455eb3a3b632.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187901/original/087360700_1595477323-courtyard-kalyan-mosque-sunset-bukhara-uzbekistan_196911-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3434048/original/074390400_1618894081-pexels-pixabay-161276.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3214080/original/055978300_1597893428-moscow-cathedral-mosque-1483524_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3214079/original/039504800_1597893428-mosque-4196145_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258761/original/003644900_1781408900-Pengajian_Haji.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4104097/original/098258700_1658996611-islami1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6470201/original/068921400_1779331750-20151014000420-pawai-obor-dan-kembang-api-meriahkan-malam-tahun-baru-1434-hijriah-002-dru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5121929/original/073265500_1738729838-1738723828659_muhasabah-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258046/original/074224600_1781303930-Kereta_gantung_Al-Hada_Cable_Car_di_Taif__Arab_Saudi__difoto_pada_10_Juni_2026.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji__.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256870/original/040164900_1781172896-Pasar_Kakiyah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256844/original/002466200_1781172077-Mataf_Ka___bah_di_Masjidil_Haram..jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4896192/original/028890500_1721390967-WhatsApp_Image_2024-07-19_at_14.25.09.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3428658/original/001946500_1618390460-WhatsApp_Image_2021-04-14_at_10.58.41_AM__1_.jpeg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5263253/original/068977400_1750812433-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__10_.jpg)














