Liputan6.com, Jakarta - Bacaan doa awal tahun Hijriyah merupakan bacaan doa yang dibaca ketika masuk bulan Muharram. Ini karena Tahun Baru Islam 1 Muharram adalah momen istimewa bagi umat Muslim untuk melakukan introspeksi diri dan memanjatkan harapan kepada Sang Pencipta.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah membaca bacaan doa awal tahun hijriyah sebagai bentuk permohonan keberkahan dan perlindungan di tahun yang baru. Mengingat 1 Muharram 1448 H jatuh pada Senin sore, 15 Juni 2026, umat Islam di Indonesia sudah mulai mempersiapkan diri untuk menyambut pergantian tahun dengan amalan-amalan religius.
Artikel ini akan menyajikan panduan lengkap mengenai doa awal tahun, mulai dari teks Arab, transliterasi Latin, terjemahan, hingga pembahasan hukum dan hikmah di baliknya. Jadi simak bacaan doa awal tahun hijriyah berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber terpercaya, Rabu (17/6/2026).
Bacaan Doa Awal Tahun Hijriyah
Berikut adalah teks bacaan doa awal tahun Hijriyah yang umum diamalkan, sebagaimana termuat dalam kitab Kanzun Najah wa as-Surur.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تَمْلَأُ خَزَائِنَ اللَّهِ نُورًا، وَتَكُونُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ فَرَجًا وَفَرَحًا وَسُرُورًا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا. اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَكَرِيمِ جُودِكَ الْعَمِيمِ الْمُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ، وَالِاشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَىٰ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ. وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm. Allāhumma ṣalli ‘alā sayyidinā Muḥammadin shalātan tamla’u khazā’inallāhi nūran, wa takūnu lanā walil-mu’minīna farajan wa faraḥan wa surūran, wa ‘alā ālihī wa shaḥbihī wa sallim taslīman katsīrān. Allāhumma antal-abadiyyul-qadīmul-awwal, wa ‘alā fadllikal-‘adhīmi wa karīmi jūdikal-‘amīm al-mu’awwal, wa hādzā ‘āmun jadīdun qad aqbala. As’alukal-‘ishmata fīhi minasy-syaiṭāni wa auliyā’ihī, wal-‘auna ‘alā hādzihin-nafsil-ammārati bis-sū’, wal-isytighāla bimā yuqarribunī ilaika zulfā, yā Dzal-jalāli wal-ikrām. Wa shallallāhu ta‘ālā ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihī wa shaḥbihī wa sallam.
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas junjungan kami, Nabi Muhammad, shalawat yang memenuhi khazanah-Mu dengan cahaya, dan menjadi bagi kami dan kaum mukminin jalan keluar, kebahagiaan, dan kesenangan. Dan limpahkan pula kepada keluarganya dan para sahabatnya, serta berilah salam sebanyak-banyaknya. Ya Allah, Engkaulah Yang Abadi, Yang Dahulu, Yang Pertama. Kepada anugerah-Mu yang agung dan karunia-Mu yang luas tempat kami menggantungkan harapan. Tahun baru ini telah datang, maka aku memohon kepada-Mu penjagaan padanya dari setan dan para pengikutnya, bantuan untuk mengendalikan jiwa yang selalu memerintahkan kepada keburukan, dan kesibukan dengan hal-hal yang mendekatkan aku kepada-Mu dalam kedekatan. Wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga shalawat Allah senantiasa tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarganya dan para sahabatnya, dan semoga keselamatan tercurah atas mereka."
Hukum Membaca Doa Awal Tahun
Secara substansi, doa awal tahun mengandung permohonan yang baik kepada Allah SWT. Hukum membaca doa ini adalah mubah (boleh) dan dapat bernilai sunnah karena umat Islam memang diperintahkan untuk senantiasa berdoa.
Amalan ini tidak termasuk bid'ah selama tidak diyakini sebagai kewajiban syariat yang mutlak, tidak dipaksakan kepada orang lain, dan tidak diklaim sebagai satu-satunya cara yang benar dalam menyambut tahun baru. Namun, doa ini bisa berubah menjadi bid'ah jika pelakunya disertai klaim sesat terhadap mereka yang tidak mengamalkannya atau melakukan pemaksaan kehendak.
Waktu yang Tepat Membaca Doa Awal Tahun
- Waktu Utama: Doa awal tahun dianjurkan dibaca setelah masuk waktu Maghrib pada malam 1 Muharram, yang menandai dimulainya tanggal baru dalam kalender Hijriyah.
- Jumlah Bacaan: Berdasarkan kitab Kanzun Najah wa as-Surur, dianjurkan untuk membaca doa ini sebanyak 3 kali.
- Perbandingan: Jika doa awal tahun dibaca setelah Maghrib di malam 1 Muharram, maka doa akhir tahun dibaca pada hari terakhir bulan Zulhijah (setelah Ashar hingga menjelang Maghrib).
Adab Membaca Doa Awal Tahun
Untuk meningkatkan kekhusyukan dan kesungguhan dalam berdoa, berikut adalah adab yang dianjurkan:
- Ikhlas: Memanjatkan doa dengan niat tulus hanya karena Allah SWT.
- Suci: Dianjurkan berwudu terlebih dahulu sebagai bentuk penghormatan.
- Khusyuk: Fokus pada makna doa dan hadirkan hati untuk memperkuat hubungan spiritual.
- Pujian dan Shalawat: Mengawali doa dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
- Fleksibel: Dapat dilakukan sendiri maupun berjamaah selama tetap menjaga ketenangan.
Hikmah dan Keutamaan Membaca Doa Awal Tahun
Menurut keterangan Syekh Abdul Hamid Al-Makki, terdapat keutamaan besar bagi mereka yang mengamalkannya. Dikatakan bahwa setan akan berkata, "Ia telah mengamankan dirinya untuk sisa umurnya," setelah doa ini dibaca tiga kali, lalu Allah menugaskan dua malaikat untuk menjaganya dari godaan setan dan pengikutnya sepanjang tahun.
Selain itu, doa ini memberikan hikmah berupa bantuan Allah dalam mengendalikan hawa nafsu ammarah (nafsu yang mengajak pada kejahatan) serta memohon bimbingan agar disibukkan dengan hal-hal yang mendekatkan diri kepada-Nya. Ini menjadi momentum refleksi diri untuk memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak di tahun baru.
Doa Tuntunan Nabi SAW untuk Pergantian Bulan
Selain doa awal tahun, sangat dianjurkan untuk membaca doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW setiap memasuki bulan baru:
اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَمِ رَبِّى وَرَبُّكَ اللَّهُAllāhumma ahillahu ‘alainā bil-yumni wal-īmāni was-salāmati wal-islām. Rabbī wa rabbukallāh.
Artinya: "Ya Allah, terbitkanlah bulan ini kepada kami dengan keberkahan, iman, keselamatan, dan Islam. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah." (HR. Tirmidzi: 3373)
Dianjurkan untuk membaca doa tuntunan Nabi ini terlebih dahulu, baru kemudian melanjutkan dengan doa awal tahun Hijriyah yang umum diamalkan para ulama.
Pertanyaan Seputar Bacaan Doa Awal Tahun Hijriyah
Q: Apakah doa awal tahun wajib dibaca?
A: Tidak wajib. Ini adalah amalan mubah/sunnah yang dianjurkan sebagai bentuk refleksi dan harapan kepada Allah.
Q: Kapan waktu tepat membaca doa awal tahun?
A: Setelah salat Maghrib pada malam 1 Muharram.
Q: Berapa kali doa awal tahun dibaca?
A: Dianjurkan dibaca sebanyak 3 kali.
Q: Bolehkah membaca doa awal tahun secara berjamaah?
A: Boleh, selama tidak diyakini sebagai kewajiban dan tidak ada unsur pemaksaan.
Q: Apakah ada bacaan doa awal tahun yang lebih pendek?
A: Ada berbagai versi, namun doa yang dicantumkan di atas adalah yang umum diamalkan oleh para ulama.
Q: Bagaimana jika tidak hafal teks Arab?
A: Diperbolehkan membaca dengan terjemahan atau berdoa menggunakan bahasa sendiri, karena Allah Maha Mendengar.
Q: Apakah doa awal tahun termasuk bid’ah?
A: Selama tidak diyakini sebagai kewajiban dan tidak dipaksakan, hukumnya mubah. Baru menjadi bid'ah jika disertai klaim sesat atau pemaksaan terhadap yang tidak mengamalkannya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/842877/original/009596200_1428044283-Jenazah-Mpok-Nori-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102800/original/012961600_1737448281-1737446419683_arti-doa-tidur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4780649/original/094862900_1711077046-masjid-pogung-raya-9nkMRXMvZiI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429248/original/019447900_1618459697-pexels-michael-burrows-7129429.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4270292/original/089440700_1671764205-masjid-pogung-dalangan-DdMZbKFFbaU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4863406/original/036872700_1718344791-21918.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4449837/original/055086300_1685614290-WhatsApp_Image_2023-06-01_at_17.06.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4104097/original/098258700_1658996611-islami1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5258672/original/007662100_1750394658-18b4e792-fa49-48cf-b166-455eb3a3b632.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187901/original/087360700_1595477323-courtyard-kalyan-mosque-sunset-bukhara-uzbekistan_196911-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3434048/original/074390400_1618894081-pexels-pixabay-161276.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3214080/original/055978300_1597893428-moscow-cathedral-mosque-1483524_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3214079/original/039504800_1597893428-mosque-4196145_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258761/original/003644900_1781408900-Pengajian_Haji.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6470201/original/068921400_1779331750-20151014000420-pawai-obor-dan-kembang-api-meriahkan-malam-tahun-baru-1434-hijriah-002-dru.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5263253/original/068977400_1750812433-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__10_.jpg)














